
Pagi hari Maisi terbangun dengan Raut bawah sedikit kusut,hari ini Hari minggu masih ada waktu untuknya untuk beristirahat sehari lagi sebelum dia besok mengajar lagi disekolah yang biasa..
Pagi seperti ini Maisi biasa memasak untuk sarapan ibu dan adiknya sebelum beraktivitas,Maisi bangakit dari tempat tidurnya mengambil ikat rambutnya dan dia langsung mengikat rabut panjang itu keatas setelah beberapa gulungan seperti sangul.
Setelah itu dia berjalan kekamar mandi untuk membersihkan dirinya sebelum sholat shubuh.
Setelah siap deng semua kegiatan itu Maisi berjalan kearah dapur untuk melakukan aktivis rutinnya saat ini, memasak tidak pernah lupa Maisi kerena itu semua adalah sudah pekerjaan rutinnya setiap hari.
Tidak tidak lama Maisi melakukan kegiatan itu akhirnya dia selesai juga dengan hidangan yang sudah tertata dimeja makan saat ini, Maisi menutup masakannya dengan tudung saji diatas meja makan itu, Maisi meningalkan dapur menuju kamarnya saat ini.
Pas masuk Maisi kedalam kamarnya,ponselnya berbunyi pas dia dekat pas dipintu kamarnya itu.
"Siapa sih pagi gini nelpon? malas Masih mengambil ponselnya itu, Maisi memperhatikan layar pipi itu saat ini tidak ada namanya.
"Siapa sih?" katanya lagi yang masih ragu untuk menjawab pangilan itu.
Dengan berat Hati Maisi menjawab pangilan itu,kerena dia malas biasanya menjawab pagilan tampan nama dilayar ponselnya itu.
"Hallo!! " kata Maisi sedikit pelan.
"Mai, ini aku albert, aku mohon jangan dimatikan dilu, aku ingin bicara sebentar dengan kamu." kata Albert cepat.
"Ada apa kamu menelponku?" ketus Maisi menjawab kata Albert saat ini.
"Aku Mitak maaf Mai, sama kamu yang sudah buat kamu kecewa atas sikapku padamu." kata Albert tidak banyak bicara.
"Aku memaafkan kamu,tapi berentilah untuk menghubungi ku, jangan pernah telpon aku lagi, cukup kali ini saja kamu bicara denganku, kerena aku tidak ingin mendengar semua alasan kamu lagi, angap saja kita tidak pernah bertemu, atau kita tidak pernah kenal selama ini." ucap Maisi masih sakit hatinya pada Albert.
"Mai, jangan begini dengar penjelasanku kali ini saja, aku mohon." sambung Albert.
"Tidak ada yang harus dijelaskan lagi kak,aku sangat benci pembohong sepertimu." kata Maisi singkat dan mengakhiri pangilan itu.
Maisi langsung memblokir nomor Albert saat itu juga kerena terlalu kesal dan kecewanya pada Albert.
Lain saat ini dengan Albert yang megerutu dikamarnya yang ada di rumah Kevin saat ini.
"Ahhhh sial,dia tidak mau mendengarkan penjelasanku, bagai mana cara aku untuk meyakinkan dia kali ini." kata Albert megacak rambutnya saat ini, kerena semakin panik dan kesalnya dia.
__ADS_1
"Aku tidak akan biarkan ini salah paham terhadapku lama-lama, kerena aku tidak banyak waktu disini." kata Albert bicara sendiri saat ini.
Albert keluar dari kamarnya hendak pergi keluar, pas kevin baru saja siap olah raga, melihat temannya yang lagi galau, kevin hanya bisa diam saja.
"Mau kemana kamu Al?tanya Kevin pas dipintu .
"Gue lagi pusing Vin, memikirkan Maisi saat ini, semalaman gue gak bisa tidur kerena selalu ingat Maisi dengan megerutu dan marah padaku." kata Albert sedikit tidak bersemangat itu.
"Gue sudah mencoba bicara dengannya barusan, dia juga gak mau mendengar penjelasanku Vin, mala no gue diblok sama dia." terang Albert pada sahabatnya itu.
"Lo sabar dulu napa sih,mungkin dia saat ini lagi kesal dan kecewa terhadap lo." kata Kevin
"Gue tahu Vin, tapi gue gak mungkin biarkan dia salah paham padaku, yang dia tidak tahu sebenarnya." kata Albert.
"Terus apa rencana lo ?"
"Gue mau susul Dia ke desa lo Vin, gak sabar gue,lebih lama lagi." kata Albert rasa putus asa.
"Sudah jika itu yang terbaik buat lo kita bisa berangkat pagi ini, lo pesan tiket sekarang biar gue siap-siap sama istrinya gue dulu."kata Kevin.
"Ok, baiklah gue akan cari tiket dekarang juga, kerena gue tidak bisa lama disini cuma satu bulan saja gue disini Vin.
Akhirnya Mereka bertiga memutuskan berangkat pagi ini kekampung Kevin dimana Maisi juga satu desa dengan Kevin.
Mereka bertiga akhirnya berangkat juga pagi ini untuk menyusul Maisi ke desanya, perjalanan yang mereka tempuh selama beberapa jam untuk sampai ke desanya kevin.
Setelah mereka sampai pas Makan siang saat ini dirumah Bunda mery, kerena Bunda mery tahu hari ini Kevin akan kembali dia sudah menyiapkan makan siang untuk mereka bertiga hari ini.
"Maya Sangat senang melihat ibu mertuanya itu sudah lama mereka tidak bertemu, hari ini Mereka dipertemukan lagi, makan siang sangat nikmat kali ini dimeja makan itu,namun tidak dengan Albert saat ini tidak berselerah makan.
"Lo kenapa Lagi Al?kayak patah hati aja lo? " kata Kenzi pada Albert.
"Apaan sih kamu ini Ken!! " kata Ririn yang ada disampingnya saat ini.
"Emangnya kenapa Sayang,aku cuma berkata gitu saja kamu kok Marah." kata Kenzi yang selalu suka Asal jika bicara.
"Makan dulu makanannya kamu itu, cepat habisin." kata Ririn pada Suaminya itu.
__ADS_1
Kenzi yang ingin bicara lagi akhirnya diam juga kerena sudah kenak cubit pinggangnya oleh Istrinya saat ini.
Disaat mereka semua baru saja siap dengan kaman siang mereka, semua orang yang Aja dimeja makan itu ingin beranjak namun dikejutkan dengan suara cempreng Maisi yang baru saja datang memangil Kenzi dan Ririn dengan kebiasaan Maisi dirumah Bunda Mery masuk main meyelonong saja.
"Ken lo dimana?gue ada Disi....... ni!!! " kata itu agak terputus-putus oleh kerena Maisi melihat Albert menatapnya saat ini.
"Lo Mai,ayok sini duduk !!" kata Kenzi yang baru saja duduk diruang keluarga itu.
"Hai Mai!!'"Sapa Maya Pada Sahabatnya itu.
"Kapan kelian nyapeknya May?" tanya Maisi pada sahabatnya itu.
"Baru Saja Kami sampai siang ini, lo kok kaget kayak gitu sih ?" kata Maya Pada Maisi santai saja kerena Maya Tidak tahu masalah Maisi dengan Albert saat ini hanya Suaminya yang mengetahui semua itu.
"Sini Mai,duduk dekat gue, sudah lama kita gak bisa pelukkan." kata Ririn pada Maisi.
"Apa Kabar kamu Rin?" kata Maisi memeluk Sahabatnya itu.
"Gue baik dan sehat, lihat lah tubuhku tanpak subur." canda Ririn pada Sahabatnya itu kerena tubuhnya melar saat ini kerena habis melahirkan.
"Mana si kunyu mungil itu, gue sangat ingin mencubit nya kata Maisi."
"Dia lagi tidur Mai, lo bisa lihat dia dikamar ada Sama mbak pegasuhnya." kata Ririn pada Maisi.
"Pasti dia sangat Cantik seperti gue. " santai Maisi berkata begitu.
"Oiiii dari mana datangnya cantik kayak lo, anak gue dan Ririn kok bisa cantik kayak lo." sinyal Kenzi gak Terima.
"Lo selalu ejek gue, bisa jadi dia mirip gue." kata Maisi tidak mau kalah.
"Gue malas berdebat sama lo Ken gue mau lihat si kunyu mungil itu dulu ya, gue tinggal dulu ya." kaya Maisi tidak melihat sama sekali pada Albert, Maisi masuk kedalam rumah itu untuk melihat putri Kenzi dan Ririn.
Albert yang melihat punggung Maisi masih terlihat oleh Albert saat ini.
"Birkan dia seperti itu dulu jangan lo paksakan dulu untuk bicara hari ini dengan dia." kata Kevin sedikit pelan.
"Gue gerti Vin." kata Albert sedikit tersenyum pada temannya itu.
__ADS_1
Maisi Bersama kedua sahabatnya itu masuk. kekamar Putri Kecil Ririn, Maisi melihat bayi mungil Ririn sangat gemas, kerena sama cantik dengan ibunya.
*************