
Pagi Albert terbangun lebih awal saat ini, pagi ini dia ingin menghirup udara pagi dengan meraton pagi hari ini, kerena juga hari libur untuk semua orang yang beraktivitas dalam bekerja seminggu ini.
Albert pagi ini ingin berjalan pagi menyusuri kita jakarta untuk melepaskan masa keterikatanya bersama Ayahnya selama beberapa tahun belakangan ini.
Hari ini Albert terbebas juga dari semua itu, dia akan memulai hidup dan karir dan kesuksesannya sebagai pengusaha sukses di Indonesia.
Hari ini dia sungguh senang sudah terbebas dari semua yang selalama ini selalu mengatur hidupnya, Albert tidak suka keluarganya ikut urusan pribadinya selama ini, sudah cukup Albert bersabar kerena mengikuti apa semua kata dari ayahnya yang ambisinya untuk membuat Albert selama ini hanya menurut padanya.
Albert turun dari lantai dua rumah itu dia berjalan keluar dari rumah besar itu dan mulai berlari meyekusuri jalan yang tidak terlalu ramai pagi kendaraan berlalu lalang kerena hari libur.
Albert berlari pelan menyusuri lalan itu tampa melihat kebelakang lagi, pantang melihat kebelakang oleh Albert, kerena Bundanya selalu bicara seprti itu padanya," jangan pernahenoleh kebelakang lagi jika kita sudah melihat kedepan makan pusatkanlah perhatian selalu kedepan agar kita bisa menemukan apa yang kita inginkan." kata itu dari kecil selalu di ingat Albert sampai sekarang.
Pagi ini Albert akan berlari santai kearah diamana sang kekasih tingal, yang tidak jauh dari tempat rumah Bunda Albert.
Senyuman pagi ini terlihat diwajah tampan itu, dia akan menemui Maisi yang tidak tahu kedatangannya saat ini, dia sudah berada di Indonesia saat ini, tidak pernah memberi tahu kekasih yang sudah sangat dirindukanya.
Saat Albert ingin masuk kearah jalan rumah Maisi dia tidak sengaja bertemu dengan orang yang sudah dirindukan itu. pagi ini Maisi juga berlari pagi menikmati udara pagi hari bersama Abang sepupunya Ivan saat ini.
Maisi berdiri mematung saat melihat wajah orang yang sudah membuatnya setengah rindu itu dalam beberapa bulan ini.
"Apa kamu kaget melihat aku sudah disini?" kata Albert tidak jauh berdiri dari Maisi.
Maisi tidak banyak bicara dia hanya diam saja melihat jantung hatinya itu, sambil tersenyum manis padamu Albert juga berdiri tidak jauh dari nya saat ini.
"Kamu kembali tidak memberi tahu aku Kak!!"kata Maisi berjalan berlahan pada Albert.
"Jika aku Memberi tahu kamu, aku datang bukan SUPRES lagi Sayang." bisik Albert pelan di telinga kekasihnya itu saat ini Maisi sudah memeluknya dengan rasa rindunya selama beberapa bulan ini tidak bertemu.
Ivan hanya tersenyum manis pada sepasang kekasih itu kerena dia juga mengerti isi hati keduanya saat ini sama-sama melepas rindu mereka.
"Mmmmm......!!! deheman Ivan terdegar sehingga keduanya baru sadar ada kakak sepupunya Maisi saat ini bersama mereka berdua.
"Selamat datang kembali di Indonesia tuan Albert." sapa Ivan santai saja pada Bos besarnya itu.
"Apa kabarmu juga kakak ipar?" kata Albert menyapa Ivan dan memeluk tubuh sepupunya kekasihnya itu.
"Seperti yang anda lihat sekarang tampa ada yang kurang satupun." canda Ivan pada kekasih adiknya itu.
__ADS_1
"Mari kita lanjutkan kembali lari kita kerena hari ini Jagan sampai tertunda, kita jarang berolahraga pagi seprti ini jadi ayook kita nikmati pagi ini dengan baik." kata Albert pada kedua orang yang ada dihadapannya itu.
"Ayok siapa takut!! " tantang Maisi penuh semangat pagi ini.
Mereka bertiga melakukan kembali lari pagi mereka menyusuri jalan yang yang sudah Albert tempuh tadi, akhirnya mereka kembali kearah rumah tempat tingal Albert.
Tidak terasa tubuh mereka sudah berkeringat pagi ini kerena berlari agak jauh dari apa yang mereka perkirakan saat ini.
Albert berenti sudah merasa lelah, dia duduk di tepi jalan itu, sambil melihat Ivan dan Maisi yang masih mengejarnya.
Maisi sampai dengan nafas gos-gosan kerena sudah merasa lelah juga, Albert dan Ivan hanya tersenyum saja melihat adiknya itu sudah tidak bisa nafas dengan baik.
"Kalin berdua berlari cepat kali sampai aku tidak bisa megejar." kata Maisi juga tumbang di samping mereka berdua saat ini.
"Kamu yang lari kayak Siput kali Dek, kami berlari hanya santai saja." kata Ivan hanya tersenyum manis melihat Adiknya itu.
"Kamu terlalu lamban dalam semua hal Sayang." kata Albert santai saja memangil Maisi dengan sebutan barusan.
"Apaan sih kamu, ada Bang Ivan, aku bisa malu jika kamu pangil aku seperti itu kak." kata Maisi dengan mencubitan pingang Albert.
"Santai saja Dek, jangan malu, abang mengerti kok dengan keadaan sekarang." sambung Ivan pada keduanya.
"Itu Abang Ivan saja mengerti kenapa kamu harus malu sayang, kita sudah seprti ini, santai saja ."kata Albert pada Kekasihnya itu dengan santai.
"Kita istirahat dulu sudah sangat capek, bagai mana kita mampir dirumah kediamanku dulu Abang ipar?" Tanya Albert pada Ivan.
"Tidak masalah, ayok!! " ajak Ivan santai dia tidak masalah dengan ajakan Albert pagi ini.
"Tunggu kak Albert, apa aku tidak salah dengar, kamu punya kediaman ? apa aku gak salah dengar, berati kamu sudah punya rumah disini, bukan diapertemen lagi?" tanya Maisi bingung saat ini.
"Tidak Mai, itu bukan rumah aku tapi milik Bunda." kata Albert santainya menjawab kata Maisi.
"Ayook kita berangkat sekarang tempatnya tidak jauh lagi dari sini." tunjuk Albert kedepan kerena sudah nampak jalan menuju rumah kediaman milik bundanya itu.
Tidak lama waktu untuk mereka berjalan akhirnya mereka sampai juga dirumah besar milik orang tua Albert itu.
"Ini rumah apa gedung kak?" Pertayaan bodoh Maisi terdegar olehnya, Albert yang ketawa terkekeh kerena mendegar pertanyaan polos dari kekasihnya itu.
__ADS_1
"Hahaha, kamu ini lucu Mai, jelas rumah Mai masa gedung lihatlah dan bukak mata kamu ini dulu baru komentar. " canda Albert memegangi kedua mata Maisi sedikit dia belalakan mata kekasihnya itu dengan jari lembutnya itu.
"Kak jangan gitu dong, aku adalah gadis desa makanya aku nanya!!! " sewot Maisi lagi dengan lucu pagi ini.
"Ayook kita Masuk, jangan marah begitu aku cuma bercanda kok." kata Albert menarik tangan Maisi masuk kedalam rumah itu.
Ivan yang melihat pasangan itu hanya terseyum paham pada kedua orang yang sedang di mabuk cinta itu.
Sampai didalam Albert melihat Jimy yang baru turun dari lantai atas kerena baru siap dengan mandinya.
"Pagi tuan, anda dari mana?" kata Jimy melihat ada Ivan dan Maisi bersama bosnya itu.
"Pagi tuan Jimy!! " sapa Ivan sopan pada asistennya Bos besarnya itu.
"Saat ini kita lagi dirumah bukan ditempat kerja pak Ivan sebaiknya kita pangil nama saja biar bisa akrab." kata Jimy sedikit tidak nyaman dipanggil dengan sebutan tuan.
"Jika begitu baiklah, aku akan memangil anda dengan sebutan Nama saja, jadi kita tidak terlalu pormal untuk dirumah." Kata Ivan paham maksud Jimy.
Albert hanya diam saja melihat kedua orang didepan ya saat ini,Albert menarik Maisi kedalam dan membiarkan Jimy dan Ivan bicara dengan asistennya itu.
Maisi yang ditarik kedalam entah kemana akan dibawak Albert dia saat ini, Maisi sampai didapur rumah besar itu, dia hanya bingung saat ini, mengapa Albert membawa dia kerah dapur.
Albert yang melihat Maisi kebingungan dia hanya tersenyum saja saat ini.
"Kak kemana kamu akan membawaku!! " tanya Maisi bingung.
"Ikut saja dengan ku jangan banya komentar , ayok ikut!! " tarik Albert pada Maisi dan membawa Maisi pada bundanya saat ini yang lagi didapur.
"Pagi bun!! " sapa Albert santai saja saat ini bundanya yang lagi sibuk memasak sarapan untuk mereka hari ini.
"Kamu sudah kembali Al?"kata bundanya saat ini tanpa melihat kearah putranya itu.
"Bunda jangan sibuk memasak saja, lihatlah ada calon menantu bunda disini. " bisik Albert pada Bundanya itu.
" Apa.....????????
***************
__ADS_1