SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU

SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU
Pembicaraan serius


__ADS_3

Pembicaraan mereka saat ini berlanjut sampai Maisi siap membantu Bunda Emi memasak serapan pagi untuk mereka.


"Tante aku mintak maaf saat hari itu tidak menerima lamaran tante, aku sungguh meyesal,coba waktu itu aku tahu bahwa tante adalah Mamanya kak Albert mungkin saja aku menerima lamaran itu,kerena baru tiga tahun aku merasa kehilangannya saat aku menolak dia." sesal Maisi saat itu sudah menolak lamaran orang tua Albert.


"Tidak apa Nak, tapi Bunda sangat banga pada kamu saat itu kamu tidak mau menerima lamaran dari Bunda, kerena kamu masih mencintai Albert." kata Bunda emi lembut.


"Terimakasih tante masih mengerti aku saat itu." balas Maisi lagi sambil menaruh hidangan dimeja makan.


"Jangan pangil tante lagi Nak mulai hari pangil Bunda saja, karna kamu adalah orang akan menjadi menatu dirumah ini." kata Bunda Emi sangat senang saat ini bisa bertemu lagi dengan calon menantunya itu.


"Baik Bun,aku akan pangil Bunda sama dengan kak Albert." kata Maisi lembut.


Maisi pagi ini bersama memasak serapan pagi dengan calon mertuanya itu, selesai menarok semua yang sudah dimasak ,mereka akhirnya bisa serapan dengan hati senang, kerena pagi ini sarapan mereka berbeda ,rasa keluarga besar terlihat kerena kebersamaan mereka berlima saat ini sarapan dengan canda dan tawa mereka semua membuat beda pagi ini.


Setelah siap sarapan mereka kembali berbincang santai di taman samping rumah itu, saat ini Albert juga sedang membicarakan kerjaan mereka bertiga kerena Ivan juga orang terpenting di perusahaannya.


"Jika Abang Ivan saya pindahkan ke perusahaan cabang yang ada di bandung bagai mana?" kata Albert serius dengan apa yang diucapkan pada calon Abang iparnya itu.


"Jika itu yang Kamu inginkan aku tidak masalah, kerena juga bagus untuk ku, disana aku lebih bisa dekat untuk kembali kedesa agar aku bisa setiap saat melihat ibuku." kata Ivan santai saja, tidak menolak apa yang diinginkan oleh Albert saat ini.


Kerena juga ada angga adik laki-laki Maisi yang juga di bandung sebentar lagi saudara sepupu laki-laki nya itu juga akan selesai menyelesaikan pendidikannya tahun ini.


"Jika kamu bisa mengisinkan bisakah saya memintak pada kamu Al, agar angga adik Maisi juga berkerja di perusahaan kamu ?" kata Ivan lagi.


"Jika itu tidak Masalah Bang, siapa yang abang ingin pekerjakan silakan kerena Abang yang akan mengambil ahli perusahan sana, bukan menejer keuangan lagi seperti disni, abang akan naik jabatan dan akan penagung jawab perusahan disana." kata Albert santai jika Ivan bisa dia andal akan kerena perusahan dibandung baru saja siap dikerjakan.


"Ok, jika begitu Al aku juga akan membawa adikku perempuan ku bersama ku. " canda Ivan pada Albert.


" Upp tidak bisa, sebelum anda dipindahkan kesana aku juga akan menikahi Adik perempuan kamu,jadi gak bisa seperti itu." kata Albert tidak mau kalah.

__ADS_1


"Baiklah, kami akan menunggu lamaran anda Tuan Albert." kata Ivan mengerti apa kata Bosnya itu.


Albert melakukan ini semua pada kakak sepupunya Maisi agar bisa hidup dengan baik lagi, apa lagi Ivan adalah kepalah keluarga sekarang dikeluarga mereka.


Perbincangan yang seru dikediaman ibunya Albert sangat seru, sehinga sudah menujukan jam 11 Siang saja, Ivan akhirnya kembali kerumah Kontrakan nya , tidak dengan Maisi saat ini masih bersama Albert dan Bunda Emi.


Hari ini Bunda Emi benar-benar menahan Maisi jangan kembali dulu kekonrakannya, mereka berdua sudah tampak sangat dekat, kerena sikap Bunda Emi sanngat perhatian dan rasa sayangnya sangat besar pada calon menatunya itu.


Hari ini mereka habiskan bercerita dengan bermacam hal yang tentang keluarga mereka, Maisi juga mendegar semua cerita Bunda Albert bisa sampai saat ini ke negara asalnya lagi kerena dia sangat kasihan pada putranya satu-satunya.


"Seperti itu ceritanya Mai, Bunda harap kamu jangan pernah lagi mengecewakan dia, Albert sangat mencintaimu sehingga dia melepaskan semua untuk kamu Nak." kata Bunda Emi mengegam kedua tangan calon menatunya itu dengan serius.


"Terimakasih banyak Bunda dan kak Albert melakukan ini semua untuk Aku,aku akan mengingat kata Bunda ini sampai kapanpun, aku tidak akan meninggalkan kak Albert kerena aku sangat mencintai dia Bun." kata Maisi lembut membalas kata Calon mertuanya itu.


" Bunda harap kamu bisa bahagia dengan Albert, Bunda sangat senang jika kalian menikah secepatnya." kata Bunda Albert.


Tidak lama Albert masuk kedalam rumah itu setelah mengatar Ivan kedepan, Albert mendegar semua apa kata Mereka kerena dia hanya berdiri saja tidak jauh dari mereka bicara.


"Jika kamu bersedia menikah dengan aku cepat, kenapa kita tidak menikah saja hari ini sayang." kata Albert santai didepan bundanya.


"Pukkk....!! Satu pukulan dipundak Albert. "kamu ini jika bicara asal saja Al, mana bisa seprti itu, butuh waktu nak, Jagan asal bicara." kata bundanya itu.


"Apaan yang kakak bilang mana ada seperti itu, masa melamar wanita begitu sih, romantis sedikit kenapa sih!! " kata Maisi tidak mau kalah apa yang dikatakan Albert.


"Jika bigitu Bunda mau kekamar dulu, kalian silakan lanjutkan bicara, Bunda mau mandi dulu, ini badan sudah bauk." kata bunda nya Albert mengerti saat ini, dia megasih ruang untuk mereka berdua bicara.


Albert hanya terseyum saja melihat Bundanya itu, dia tahu bundanya itu masuk kerena memberinya waktu bicara padanya.


Maisi hahya diam saja melihat Bunda Albert masuk kedalam kamarnya.

__ADS_1


Albert kembali menatap Maisi dengan tatapan cintanya itu,dia tidak akan pernah meyangkah hubungan mereka akan berlanjut lagi setelah pertemuan mereka berdua di perusahaan Albert waktu itu.


"Kenapa kamu melihat aku seperti itu kak?" risih Maisi melihat tatapan Albert padanya.


"Kenapa?kamu tidak suka aku lihat seperti itu Mai?" kata Albert kembali dengan senyuman.


"Tapi aku tidak nyaman kamu melihat aku kayak gitu, aku tidak nayaman." balas Maisi tidak mau kalah dari Albert.


"Hai sekarang Bunda sudah megasih kita lampu hijau,menurut kamu bagai mana sayang?apa kita menikah saja?" kata Albert bertanya serius pada kekasihnya itu.


"Kak, jika kamu ingin menikahiku kamu juga harus melamar aku pada bibik dan abangku jangan aku saja." jawab Maisi santai pada Albert.


"Hanya itu?"


"Ya."


Tidak banyak pembicaraan mereka berdua hari ini, kerena Jimy juga baru masuk dengan membawa sesuatu di tanganya saat.


"Maafkan saya menganggu anda tuan, ini pesanan anda anda mintak tadi sudah datang." kata Jimy memberikan kota yang ada di tanganya itu.


"Ok Jim, terimakasih untuk hari ini." kata Albert santai.


"Jika tidak ada lagi yang anda inginkan saya pamit keluar sebentar untuk mencari angin segar dikota ini." kata Jimy memintak izin .


"Silakan jim, apa yang kamu inginkan." kata Albert santai saat ini membiarkan asistennya itu pergi.


Maisi hanya bingung saja melihat kedua orang itu, kerena dia juga tidak mengerti maksud kata mereka saat ini, Albert dan Jimy memakai bahasa Jerman.


********

__ADS_1


__ADS_2