
Albert dan Kevin ikut marasakan kesedihan melihat Mereka berempat, tapi ini sudah jalan mereka sudah memiliki hidup masing-masing, mau tidak mau mereka harus berpisah.
Albert juga merasa tidak tega meninggalkan Maisi seperti saat ini, berat buatnya berpisah dengan sahabatnya yang selalu mengerti dia,Albert menatap wajah penuh linangan air mata itu,ada sedikit pedulinya pada Maisi saat ini, tapi dia belum menempatkan perasaan itu secepat itu, rasa senang bersama Maisi tiga hari ini bersamanya dia merasa terhibur ke oleh tingkah dan pertengkaran mereka semenjak awal bertemu Maisi, rasa nyaman dan suka itu membuat Albert suka gadis seperti Maisi.
Kevin melihat Albert menatap Maisi lain, kevin hanya diam saja,melihat sahabat dan Asistennya itu dengan senyuman saja.
"Lo kaenapa sedih berpisah sama tu cewek,bukankah dia sunguh meyebalkan buat lo?apa lo gak tega lihat dia nangis kayak gitu?"tanya Kevin pada Sahabatnya itu.
"Gue paling gak bisa lihat cewek sedih didepan gue Vin, dia orang rapuh juga, gue gak nyangka dia bisa nagis juga." kata Albert masih menatap Maisi yang masih berpelukan denga keempat sahabatnya itu.
"Sudah jangan pikirkan dia,nantik lo bisa ketemu lagi,seminggu lagi dia akan datang kejakarta." kata Kevin santai berkata pada Albert.
"Gue gak mikir cewek kayak dia Kok Vin." kata Albert mengelak dari bos nya itu,walau saat ini lain dihatinya.
"Sudah jangan munafik lo,gue lo suka sama Maisi." senyum Kevin menatap Asisten itu.
"Apaan si lo,Jagan gila lo, bukan tipe gue dia itu." enaknya lagi pada Kevin
Saat mereka berdua berbicara Maisi pergi dari hadapan mereka semua.
"Sudah ya gue pulang, Hati-hati lo ya May, daaaaa gue haru balik. " ucap Maisi menghapus air matanya itu berjalan kerah motornya berasa diluar pagar rumah besar itu yang segaja ditarok diluar olah Maisi kerena mampir sebentar saja, hanya megantar Albert saja.
"Hati-hati Mai,jangan melamun lo bawak morornya." teriak Kenzi pada Sahabatnya itu.
"Iya!!! lo tenag aja Gue bakal baik-baik saja." kata Maisi naik keatas motor metik itu,sedikit mata masih basah."
"Ambil tisu ini, apus dulu air mata lo!! " kata Albert sudah berada di dekat motornya itu memberikan tisu pada Maisi.
"Lo ngapain ngikutin gue sih?sini tisunya!! terimakasih banyak ya atas niat baik lo kasih gue tisu." kata Maisi mengambil tisu ditangan Albert.
"Sampai bertemu kembali ya!! " kata Albert tersenyum pada Maisi.
"Apaaan sih, gak bakal ada kita bertemu lagi." ucap Maisi pada Albert dengan santainya sambil kehapus air matanya yang masih jatuh, Maisi masih sedih berpisah dengan Sabahatnya itu.
__ADS_1
"Sudah jangan menagis lagi,lo pasti sering bertemu sama Maya, lagian Kevin tidak mungkin dia tidak akan kembali ke sini lihat Bunda Mery pulang ke kampung sini." kata Albert menenangkan Maisi.
"Gue sedih bangat pisa sama dia, gue gak bisa jauh sama dia, sudah cukup kami bertahun-tahun berpisah semenjak dia tingal dikota bandung."ungkap Maisi pada Albert.
"Lo harus relakan sahabat lo, kerena dia juga sudah punya kehidupan sendiri bersama suaminya, tidak bisa lo harus menahan dia tetap bersama lo." ucap Albert lembut.
"Sudah gue pulang ya, hati-hati lo dijalan,salamat jalan,semoga lo sampai tujuan dangan selamat." kata Maisi sedikit tidak semagat.
"Lo itu yang butuh hati-hati, lihatlah diri lo saat ini sedang tidak baik-baik,lo udain dulu tagis nya baru lo bisa jalan!!jika gak lo gak bisa pulang sekarang,nantik lo bisa jatuh jika lo sedang gak konsen gitu bawak motor."ingat Albert pada Zhidan.
"Lo gak usah cemasin gue,gue akan baik-baik saja,sampai jumpa kembali." kata Maisi menjalankan motornya itu kembali pulang kerumahnya.
Albert hanya melihat kepergian Maisi yang sudah menjauh dari pandangannya itu,Albert merasa ada yang beda pada dirinya saat ini, rasa tidak relah gadis itu sedih.
"Sudah gak usah lo tatap dia kayak gitu. " kata Kevin bersandar dipagar rumahnya itu.
"Apaan si lo Vin, bikin mutt gue hilang aja." kata Albert santai masuk kedalam rumah itu dan masuk ke kamar tamu.
"Tapi gue merasa sedih lihat dia sedih seperti tadi, ada apa dengan perasaan gue ?" kata Albert bertanya pada dirinya sendiri.
"Ahhh lupakan tentang gadias itu Albert, bukan gadis itu tipe lo." kata Albert lagi sambil membaringkan tubuhnya tempat kasur empuk itu.
,,,,,,, ,,,,,,,,,,,,,,
Keesokan pagi Kevin dan Maya sudah berangakat kejakarta membawa istrinya juga Albert, saat ini Albert yang megemudikan mobil mereka saat ini,dalam perjalanan Albert masih memikirkan Maisi sampai saat ini.
"Lo kenapa Al, kok gue perhatikan dari tadi lo diam aja?
"Gak apa-apa Vin, gue lagi malas saja ngomong ." kata Albert santai.
"Aneh gue lo ini, dari semalam lo gak ke luar lagi dari kamar." kata Kevin lagi.
"Gue tidur Vin, kenapa sih lo mala ngurus gue sih, apa ada yang salah sama gue?" tanya Albert lagi.
__ADS_1
"Gak ada Yang aneh, cuma gue lihat lo selesai bicara sama Maisi,lo gak semagat gitu, kenapa lo?suka sama sahabatnya Istri gue?" tanya Kevin serius pada Albert.
"Apaan sih lo Vin, mana ada kayak gitu,bukan tipe gue tu Cewek." katanya lagi.
"Awas lo, bilang gak tipe tapi hati lo sudah kecantol tu samanya Nama Miasi." kata Kevin bercanda.
"Jangan Sampai Kak,soalnya Maisi itu tidak seperti gadis yang umumnya, penderitaan dia lebih berat sama kayakku,dia gadis jauh lebih kuat dari aku,dia gadis tanggu untuk membiayai keluaganya,jangan samapai Kak Albert jatuh hati pada Temanku itu, itu akan menjadi beban buat kakak nantik." kata Maya meyahut perkataan mereka berdua.
"Sayang kamu sudah bangun?" kata Kevin melihat istri dibangku belakang saat ini sudah terseyum kearahnya.
"Aku mana tidur dari tadi mas, aku mendegar perbincangan kalian berdua kok." kata Maya lagi.
"Emangnya Kak Albert suka sama Maisi?" kata Maya kembali.
"Mana mungkin gue suka sama dia May."kata Albert santai.
"Baguslah itu, karena janagan sampai Kakak jatuh hati pada dia,biarkan dia menjalankan hidupnya seperti air mengalir seperti semestinya."
"Kenapa Begitu sayang kamu bicara?" kata Kevin.
"Kami gadis tidak desa tidak akan pernah bisa bergaul dengan kalian karena jauh dari kata tidak cocok." kata Maya apa adanya.
"Kamu juga megagap aku seperti itu sayang,kamu masih ragu dengan aku?" kata Kevin lagi pada Maya.
"Ragu sih gak cuma, aku sudah takut berhubungan dengan orang seperti kalian, kerena pegalaman hidupku sebelumnya, hanya membuat gue sakit, dan terpuruk." ungkap Maya megingigat masa lalunya bersama Danil.
"Jangan kamu samakannaku dengan Danil sayang,aku sama seperti kamu, aku benar-benar mencintaimu dan menyayangimu sepenuh hatiku, tidak ada nama gadis lain dihati ku." kata Kevin menatap istrinya itu.
"Sudah lo kok mala membahas masa lalu sih,Gue kesal sama lo bedua." kata Albert mecegah pertengkaran sepasang suami-istri itu.
Mereka bertiga hanya diam setelah bercerita, Akhirnya mereka bertiga sampai juga dijakarta sudah sangat malam di kediaman Kevin.
**************
__ADS_1