
Malam ini sungguh terasa hampa Albert yang baru saja makan malam dengan kedua orang tuanya, setelah siap makan malam Albert kembali ke kamarnya yang ada dirumah utama saat ini,Albert berjalan kearah Balkon yang ada dikamarnya itu.
Albert menatap bintang yang bersinar terang menemani malamnya yang begitu hampa pada didiri nya saat ini.
Jauh pandangan itu, disaat lamunan itu menemani dirinya di kala sendiri seprti ini, dia selalu membayangkan wajah cantik Maisi yang Sudah jauh dari nya, mereka di terpisah oleh beda negara Saat ini, entah kapan lagi dia akan bertemu dengan Gadis yang mengisi pikirannya beberapa bulan ini.
Begitu juga dengan Maisi selalu berpikir yang sama dengan Albert saat ini.
Albert masih sama dengan awal dia berdiri memandang kearah langit yang cerah dihiasi bintang yang bersinar cantik saat ini, tampa dia sadar bundanya masuk kedalam kamarnya saat ini dia tidak sadar.
"Al, apa yang kamu pikirkan saat ini nak?Kata Bunda Emi pada Putranya itu.
"Bun, kenapa ada disini?" kaget Albert padqa Bundanya itu.
"Kamu pikirkan apa Al?" tanya bundanya lagi melihat putranya sangat berpikir panjang saat ini.
"Bunda jika Aku bisa memilih antara dua negara saat ini, aku akan memilih negara asal bunda saat ini, kerena Aku merasa tenang hidup diindonesia dari disini, berat untuk aku menjalankan ini semua bun, aku sudah nyaman beradah disana." terang Albert pada Bundanya itu dengan jujur saat ini.
"Kenapa nak, kamu lebih memilih negara bunda?apa kamu sudah memiliki suatu yang membuat kamu untuk lebih senang berada disana?" kata Bundanya itu menatap putranya itu.
"Bukan bermaksud aku untuk tidak mau megurus perusahan Ayah bun, tapi ada satu alasan aku tidak bisa tingal disini lebih lama lagi." kata Albert sedikit sendu.
"Kenapa dan ada apa Kamu lebih memilih kembali ke Indonesia Al? apa bunda boleh tahu alasan kamu ingin tetap tingal disana?" kata Bundanya Emi yang memperhatikan raut wajah putranya itu tidak bahagia, dia disini hanya memaksakan dirinya untuk orang tuanya.
__ADS_1
Albert menatap bundanya itu dengan sangat lembut, dan memegang tangan bundanya itu, dan mulai membuang nafas panjangnya saat ini.
"Bun, jika aku jujur apa bubda bisa memahami aku sebagai putra bunda,aku harap bunda bisa memahami ini semua." kata Albert.
"Apa Al, katakan lah, insyaallah bundah akan memahami apa yang kamu pendam saat ini."kata bundanya itu lembut sambil megelus lembut tangan Putranya itu.
"Bun,,jujur aku tidak nyaman disini sebulan lebih sudah aku disini, tapi bayangan Cleo masih saja tidak bisa hilang dipikiran aku sampai saat ini, masa kecilku bersama adiku masih saja mengingatkan aku tentang dia Bun,saat dia kesakitan, menagis dipankuanku memintak agar dia dipeluk saat dirinya sudah kesakitan." kata Albert meneteskan air mata dihadapan Bundanya saat ini.
"Bun, aku mohon izin aku pergi untuk aku bisa lebih tenang,apabila waktunya tiba aku akan kembali lagi untuk menerusakan perusahaan Ayah,aku tahu hanya aku yang kalian miliki, tapi aku belum siap dengan ini bun,aku masih ragu dengan diriku sendiri saat ini." kata Albert lagi.
"Bun, tolong pahami Aku, bicaralah pada Ayah bun,aku ingin pergi dari sini untuk menenangkan pikiranku, dan juga aku ingin jujur pada Bunda masih ada satu lagi Alasan membuat aku ingin kembali kesana bun, aku mencintai gadis Indonesia, seprti ayah pada bunda.saat ini perasaan aku sama gadis itu belum pernah Aku bilang padanya, sebelum aku terlambat Bun, biarkan aku menyelesaikan ini semua." kata Albert jujur.
"Apa itu alasan kamu ingin kembali ke Indonesia untuk gadis itu?" kata Bunda Emi menatap wajah jujur putranya itu.
"Ya bun,aku sangat mencintai nya,baru sekarang aku baru menyadari perasaan itu, sebelumnya aku masih ragu, tapi setelah aku jauh darinya, aku barulah menyadari perasaan aku padanya bun, aku tidak bisa kehilangan dia dan jauh darinya bun, hatiku sudah diisi oleh nama gadis itu. " jelas Albert
"Istirahatlah bunda akan usahakan untuk bicara pada Ayah kamu, tapi bukan malam ini, bunda harus mencari waktu yang tepat agar Ayah kamu bisa memahaminya Nak." kata Bunda Emi meningalkan putranya itu saat ini.
Setelah kepergian Bunda nya itu, Albert dikejutkan dengan getaran ponselnya saat ini dikantong celananya.
"Hallo Vin, apa kabar lo?" tanya Albert sekedar menyapa sahabatnya itu.
"Alhamdulillah gue baik Al, lo bagai mana saat ini, apa sudah bisa paham saat ini dengan apa yang dimintak oleh orang tua lo?" tanya Kevin pada Temannya itu.
__ADS_1
"Aku ngasih mencobanya Vin, dengan memaksakan diri selama satu bulan lebih disini,tapi aku belum bisa tenang dengan ini semua, bayangan Adik gue selalu menghatui gue, masa kecil ku bersamanya selalu aku lihat,bayangan adikku memintak tolong kesakitannya selalu membuat aku tidak bisa melupakan itu semua Vin." jelas Albert pada Temanya itu.
"Lo harus lebih iklaskan Vin, adik lo sudah tenang di dunia dia sendiri saat ini, jika lo lebih belajar untuk iklas insyaallah lo mungkin bisa agak tenang Al." kata Kevin memahami kesulitan sahabatnya saat ini.
"Terus bagai mana dengan keputusan lo tentang Untuk meneruskan perusahaan Ayah lo, apa lo akan mengambil Ahli sekarang?" kata Kevin ingin tahu.
"Gue sudah mengambil ahli Vin sebagai Pengganti Ayah gue sekarang diperusahaan saat ini, namun masih ada satu lagi yang belum gue bisa untuk lebih lama disni, gue ingin kembali kesana untuk urusan pribadi gue, tentang hati gue Vin." kata Albert pada Kevin.
"Lo mencintai Sahabat Istri gue Al??" kata Kevin.
"Ya!! "
"Jangan lo pikirkan persaaan lo dulu Al, pokuslah pada tangung jawab lo dulu tentang Perusahan orang tua lo, yang sudah bersusah payah mendirikan hanya untuk lo,soal hati lo pikirkan,cobalah untuk memahami ini dulu." kata Kevin menasehati Albert.
"Tapi gue tidak bisa Vin, seprti apa yang lo bilang itu, gue takut kehilangan dia Vin." kata Albert.
"Kenapa lo bisa seprti ini?apa yang membuat lo jatuh hati pada gadis yang selalu buat lo jengkel dan kesal selama ini?" kata Kevin lagi.
"Gue juga gak tahu Vin, saat aku jauh seprti ini,gue tidak bisa menahan persaan gue padanya, gue sangat merindukan dia." ungkap Albert jujur pada Kevin.
"Sudah lupakan dulu tentang cinta lo sama gadis itu,pokus lah pada tangung jawab lo saat ini, ,lo bisa telpon dia, jika lo ingin ungkapin perasaan lo sama dia, nantik gue kasih no gadis pujaan lo itu,gue yakin Maisi paham pada lo, dia gadis yang bijak Al, lo gak usah kawatir pasti Maisi bisa paham lo." kata Kevin mengingatkan temannya itu.
"Ya sudah selamat malam gue cabut dulu Mau mintak jatah dulu sama Istri gue biar Kevin Junior bisa cepat hadir di keluarga gue, daaa, sampai jumpa kembali."kata Kevin menutup sambungangan telpon nya itu.
__ADS_1
"Anjirr ni anak main matikan saja,gak setia kawan lo vin,mentang-mentang lo sudah memiliki istri lo salalu panasin gue." kata Albert megerutu sendiri kerena ulah sahabatnya itu.
**************