SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU

SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU
Bersama orang dekat Saja.


__ADS_3

Setelah seharian Maisi berkutat dengan mengajar, saatnya dia akan pulang sore ini, Maisi melanjutkan perjalanan kerumah kontrakan Sepupunya itu dengan sedikit rasa lelah.


Maisi hendak masuk kedalam pekarangan rumahnya itu, namun langkahnya terhenti ketika dia melihat Maya dengan santai berjalan menyusulnya dengan putranya yang baru berumur tiga tahun itu.


" Maya kok gak kasih kabar aku dulu jika kamu mau kesini?" kata Maisi pada Sahabatnya itu yang sudah lama tidak bertemu denganya saat ini.


"Aku baru saja bawak Selo main Ke taman dekat sini, jadi sekalian aku mampir saja, aku sudah sangat merindukan kamu Maisi, kita sudah lama gak bertemu semenjak Selo lahir.' jelas Maya pada Maisi yang masih tersenyum pada Putra sahabatnya itu karena sangat imut.


"Hai Ganteng Tante,kamu persis seperti dedy kamu."kata Maisi sedikit gemas pada putra Maya yang imut dan comel itu.


"Sudah Maisi Jagan diganggu dia entar ngamuk, susah aku diamkan dia jika tidak Mas kevin yang bisa bujuk Selo.


"Sapa suruh bikin anak seimut ini." kata Maisi masih saja menganggu putra Maya itu.


Maisi akhirnya membawa mereka masuk kedalam rumah konrak Abangnya itu.


Sampai didalam mereka berdua jika tidak bercerita mungkin saja saat ini mereka isi dengan kegiatan lain, seperti saat ini Maya mengajak Maisi bikin rujak.


"Emang gila gue dapat Sahabat kaya kamu Maya,kamu datang kesini hanya pengen makan rujak yang sering kita bikin waktu Sekolah?" kata Maisi tidak habis pikir.


"Tapi aku sangat ingin itu Mai, membayangkan saja aku sudah tidak sabar ingin memakannya." kata Maya sambil membuka buah mangga dan nanas juga dengan buah lainya.


Saat ini Maisi hanya bisa megerutu keinginan sahabatnya itu,dia juga tidak tahu kenapa Maya memintak rujak bikinan dia sendiri.


"Lo benar gak apa-apa May? kata Maisi lagi.


"Ya aku gak kenapa-kenapa kok Maisi, emang apa sih yang kamu pikir tentang ku saat ini?" tanya Maya kembali.


"Aku hanya curiga saja jika mau itu lagi hamil May." kata Maisi santai.


"Mana mungkin aku hamil Maisi aku selalu Minum obat kok."kata Maya menjelaskan pada Sahabatnya itu.


"Lo coba tes dulu mana tahu apa yang aku pikir itu ada benarnya." kata Maisi yang sudah siap mengiling bumbu rujak itu.


"Abis pulang dari sini aku coba beli tespek di apotik dehh." kata Maya tidak bayak berpikir.


"Emang lo kesini tadi pakai apa sih May?"

__ADS_1


"Tadi gue kesini naik taksi online kerena pulangnya akan dijemput Mas kevin." kata Maya lagi.


"Nah kamu makan tu rujaknya, ini sudah siap bumbunya, kita makan di teras saja, biar enak." Ajak Maisi.


Mereka berdua saat ini Pinda keluar diteras rumah Maisi duduk santai sambil makan rujak yang mereka bikin.


Disaat mereka Asik makan Albert dan Kevin datang bersamaan, dan juga sepupunya Maisi juga baru sampai juga.


Maisi dan Maya melihat ketiga pria itu baru turun dari mobil mereka masing-masing.


"Itu seperti nya Kak Albert Maisi, lo sudah ketemu lagi sama dia?" kata Maya.


"Kemaren dia baru kembali dari jerman. " jawab singkat Maisi.


Kevin berjalan kearah istrinya itu saat ini, yang lagi asik memakan rujak yang dibikin Maisi.


"Sayang kamu lagi makan apa?Tanya Kevin bingung melihat istrinya itu saat ini.


"Makan rujak Mas, jangan banya tanya." kata Maya Santai.


"Aku juga gak tahu Mas, aku pengen saja makan ini." kata Maya santai.


Kevin hanya melihat cara istrinya itu makan rujak itu dengan lahap,sedikit saja istrinya itu tidak merasa asam makan mangga muda yang dibeli istrinya itu.


"Mungkin saja Istri lo lagi hamil Vin, coba lo bawak priksa." kata Albert menyahuti kata Kevin.


"Apa itu benar Al?" kata Kevin pelan duduk didekat Albert.


"Ya mana gue tahu oon, lo yang punya istri lo yang genjot tiap malam mala nanya gue." kata Albert santai.


"Lupa gue. " kata Kevin sedikit tersenyum.


"Gila ni anak, otak lo betul sudah sinting ya." kata Albert tidak bisa bicara lagi ulah sahabatnya itu.


Albert kembali Duduk ditempat Maisi saat ini, Ivan dan Jimy duduk berdekatan dengan melihat Albert benar-benar meyayangi Adek sepupunya itu, kerena terlihat dari cara dia bicara dengan Maisi.


"Dek kamu gak usah masak hari ini ya Kita pesan makanan saja, seperti kamu juga kelelahan hari ini." kata Ivan pada adik sepupunya itu.

__ADS_1


"Ada benarnya juga Bang selagi ada dua bos besar disini. " kata Maisi pada Albert dan Kevin.


"Aku yang akan bayar, kalian pesan saja." sambung Kevin dengan cepat kerena mengerti apa maksud dari Maisi.


"Tu dia gerti juga May." bisik Maisi pada Sahabatnya itu yang asik memakan rujak yang dibikin Maisi .


"Kamu gak tahu saja suami aku kayak mana orangnya." balas Maya tersenyum pada Sahabat itu.


"Ya sudah kita pesan apa yang mau dipesan Mai, aku kurang tahu makanan apa yang enak, kamu bantu juga pesan yang lain dehh. " kata Maisi santai sambil memencet Ponselnya itu.


Albert hanya melihat Kekasihnya itu mencari makanan apa yang ingin dipesan untuk mareka hari ini.


Albert melihat makanan yang sering dimakan selama di Indonesia,sebelum dia kembali kenegaranya beberapa tahun yang lalu.


"Sayang pesan itu saja buat aku, sudah lama seprti nya gak makan itu." kata Albert menujuk ayam penyet ada di aplikasi itu.


"Benaran kamu ingin makan ini,itu makan pedas lo kak?" kata Maisi menatap Albert kembali.


"Benaran sayang itu saja." serius Albert juga menatap Maisi lagi.


"Ok, baiklah kita akan pesan ini semua hari ini, sama jus buah saja." kaya Maisi santai memesan makanannya.


Setelah siap memesan makanan untuk mereka semua sore ini,Maisi kembali berbincang santai pada semua orang yang


ada disana.


Albert yng melihat Maisi tersenyum dengan lepas, dia tmpak senang, lama Albert memperhatikan gadis itu.


"Bos jangan terlalu memperhatikan dia, enter tidak mau pergi dari sini. " bisik Jimy pada bossnya itu.


"Apaan sih kamu Jim menganggu saja." kesal Albert pada asistennya itu.


Jimy melihat tingkah Bosanya itu hanya tersenyum saja, karena terlalu manja dan rasa cintnya itu pada Maisi tidak bisa di katakan lagi.


Albert benar-benar mencintai Maisi dengan sepenuh hatinya, sampai kapanpun Maisi akan di perjuangkan walau dia akan tahu akan ada tentangan oleh Ayahnya,berhubungan dengan Maisi yang bukan kalangan orang yang berada apa yang diharapkan oleh ayahnya padanya selama ini.


************

__ADS_1


__ADS_2