
Albert yang melihat Maisi kebingungan dia hanya tersenyum dia saja saat ini.
"Kak kemana kamu akan membawaku!! " tanya Maisi bingung.
"Ikut saja dengan ku jangan banyak komentar , ayok ikut!! " tarik Albert pada membawa Maisi pada bundanya saat ini yang lagi didapur.
"Pagi bun!! " sapa Albert santai saja saat ini bundanya yang lagi sibuk memasak sarapan untuk mereka hari ini.
"Kamu sudah kembali Al?"kata bundanya saat ini tanpa melihat kearah putranya itu.
"Bunda jangan sibuk memasak saja, lihatlah ada calon menantu bunda disini. " bisik Albert pada Bundanya itu.
" Apa.....????????
Kata Bundak Emi kaget kerena Albert sudah membawa anak gadis orang untuk datang ke rumahnya saat ini,
"Kamu jangan gila Al, pagi-pagi sudah membondong anak orang kesini. " kata Bunda Emi menarik telinga Albert.
Dengan rasa sakit di daun telinganya Albert saat ini hanya meringis menahan sakit.
"Ampun Bun, sakit bun dilepas dulu tanganya Bunda, lihat itu menantu Bunda lihat, Albert bisa malu didepan Maisi jika Bunda kayak gini." kata Albert pelan bicara pada bundanya itu.
Maisi hanya bisa tersenyum melihat kedekatan Albert dengan Bundanya itu saat ini Maisi masih melihat punggung wanita separuh baya itu.
"Kamu jangan bohong ya,mana mungkin Gadis itu akan mau ikut dengan kamu seperti ini." kata Bundanya lagi tidak percaya pada Albert jika Maisi benar ada bersama dia saaat ini.
"Makanya Bunda lihat kebelakang dulu, baru komen bun!! " kata Albert memutar tubuhnya bundanya itu.
Dengan Kaget Maisi saat ini melihat seorang ibu yang datang desanya untuk melamarnya menjadi istri putranya beberapa bulan lalu dan wanita didepannya ini yang sudah berjanji akan datang kembali untuk kedua kali melamar Maisi untuk menjadi menantunya,disini Bunda emi juga berharap Maisi akan menerima lamarannya pas datang kedua kali, pas dua bulan lagi ke desa Maisi.
" Tante.........!!!"
__ADS_1
"Hai Nak, kita tidak meyangkah akan bertemu disini secepat ini.!! "kata Bunda Emi dengan senang bertemu kembali dengan gadis baik itu untuk kedua kalinya saat ini.
"Apa kabar kamu Nak?" Sapa Bunda Emi dengan tersenyum terpancar diwajah cantinya saat ini, walau saat ini sudah berumur tapi wajahnya masih sangat terawat dengan baik.
"Baik Tante, aku tidak tahu bahwa tante adalah ibunya kak Albert, maafkan aku." kata Maisi sedikit rasa segan dan malu pada bundanya Albert kerena sudah pernah menolak lamaran wanita hadapannya itu.
" Kenapa kalian bisa kenal?" bingung Albert pada kedua wanita dihadapannya itu.
"Begini Al, setelah kamu kembali dari Indonesia hari itu dengan rasa kecewa kamu beberapa tahun lalu, Bunda selalu memikirkan tentang nasib kamu, jadi bunda datang ke sini beberapa bulan lalu dengan .....mulai bercerita kan pada Albert.
*flashback*
"Assalamu'alaikum Bik aku datang. " kata Maisi selalu begitu jika selalu datang dirumah Bibiknya itu.
"Waalaikumsalam, mereka yang ada di serentak menjawab salam Maisi.
"Kamu Kesini Mai?" kata Bibiknya itu melihat Maisi sudah berada di rumahnya saat ini
"Ehhh ada tamu rupanya, maaf ya bik,aku gak tahu Bibik kedatangan tamu." kata Maisi sedikit segan pada Tamu bibiknya itu.
"Ohhh ya bik, maaf ya tante menganggu perbicangan kalian." kata Maisi sopan pada tamu bibiknya itu.
"Tidak apa Sayang, kita hanya bicara biasa saja tentang kamu kok." kata Tamu bibiknya itu.
"Bicara tentang saya!! emang nya kenapa dengan saya bik?kata Maisi menujuk dirinya sendiri sambil bingung menatap bibiknya itu memintak penjelasan.
Maisi bingung mendengar kata seorang ibuk yang duduk di depanya itu, Maisi sedikit tidak enak perasaannya saat ini, pasti sudah ada apa-apa saat ini, sambil memperhatikan bibiknya itu.
"Begini Mai, bukan bibik lancang dan bukan pula bibik memaksa kamu, tante ini kesini datang pada bibik ingin melamar kamu untuk menjadi istri putranya, tapi saat ini putranya sedang tidak disini." jelas bibiknya itu.
"Maaf ya Tante, jika aku menolak keinginan tante saat ini, karena saya belum mau untuk menikah, dan juga maaf ya bik, bukan Aku tidak menghargai niat baik kalian berdua untuk aku, tapi aku belum ada terpikir untuk menikah Tante, Bik, maafkan aku menolak keinginan kalian berdua."Kata Maisi sedikit sendu.
__ADS_1
"Tidak masalah Nak, jika kamu menolak menjadi menantu untuk keluarga kami, tapi untuk kedua kali kami datang untuk melamar kamu kesini diwaktu yang lain nanti Tante harap kamu bisa menerima lamaran untuk putra tante." kata ibu itu.
"InsyaAllah Tante jika saat itu aku sudah siap, aku dan putra tante jodoh, pasti kami akan bertemu." kata Maisi pada Ibu itu dengan Ramah dan sopan.
"Jika begitu tante akan datang kesini kembali 6 bulan kedepanya untuk melamar kamu kembali, jika saat ini kamu belum bisa untuk menerima putra tante, saat waktu 6 bulan itu tiba, tante dan putra tante akan ikut kesini untuk melamar kamu, tante harap kamu berjodoh dengannya." harap wanita yang cukup cantik dan berada itu.
"Baiklah tante, semoga saja apa yang tante harapkan, bisa terkabul semuanya." kata Maisi tersenyum lembut.
"Jika begitu Saya akan undur diri dulu, buk, Nak, sampai jumpa kita 6 bulan kedepanya." kata Ibuk itu dengan senyuman pada Maisi.
"Iya Tante, terimakasih banyak Atas semuanya." kata Maisi kembali.
"Maafkan ya buk, kami belum memberi jawaban yang ibu inginkan untuk putra anda." kata Bibiknya Maisi merasa tidak enak hati pada Wanita itu.
"Tidak apa buk,saya mengerti." balas Wanita itu lagi.
"Jika begitu kami pergi dulu, sampai jumpah Nantik." kata Wanita itu meningalkan rumah bibik Maisi itu.
*flash and*
"Begitulah cerita sebenarnya Al, jadi kamu jangan salah sangkah dulu pada Bunda, kerena Bunda tidak ingin melihat kamu selalu bersedih kerena Maisi yang menolak kamu."jelas Bunda Emi pada Putranya itu.
Bunda Emi saat itu melihat Albert yang bersedih kerena Maisi tidak mau lagi memaafkan dirinya putranya saat itu, hati Bunda emi sangat sedih melihat kesedihan di wajah putranya itu.
Bunda emi datang ke Indonesia untuk melamar Maisi langsung namun munkin belum waktu mereka berjodoh saat itu Maisi menolak lamaran dari Bunda Albert.
"Jadi Bunda pernah melamar dia untukku?" kata Albert bingung saat ini dan rasa tidak percaya kata bunda nya itu.
"Benar Kak apa kata Bunda kamu,waktu itu aku menolak kerena aku masih memikirkan tentang kamu, jadi aku tidak mau menerima lamaran itu, kamu ingatkan apa yang aku ceritakan beberapa bulan lalu, jadi dialah bunda kak Albert yang akan datang 6 bulan itu ,yang aku debutkan pada kamu kak." kata Maisi menjelaskan pada Albert saat ini masih bingung.
"Terimakasih banyak Bunda, kamu sudah berusaha untuk membantuk aku selama ini, maafkan Albert tidak pernah tahu." kata Albert sangat bersalah pada bundanya itu kerena dia sangat sedih saat itu kerena Maisi benar-benar tidak mau maafkannya.
__ADS_1
Albert merasa bersalah pada bundanya berupaya mencari kebahagiaan untuk dirinya selama ini, hari ini Albert baru tahu begitu besar perjuangan Bundanya untuk kebahagiannya, agar dia bisa bersatu dengan Gadis selama ini sangat dicintainya itu.
Bersambung...........