
Tidak terasa berjalan waktu sudah empat bulan pernikahan Maisi dan Albert, hari ini Maisi hendak pulang Daii sekolah kerena sudah waktu jam pulang dari mengajar, sebelum Maisi Beranjak dari lingkungan sekolah itu dirinya tampak tidak baik-baik saja, Maisi merasakan pusing, sehinga dirinya lemas dan jatuh di pos skurty sekolah tempat Maisi mengajar.
Pak skurity yang biasa dibawakan oleh Maisi sarapan setiap pagi, dia meligat guru baik itu jatuh dihahadapanya sangat kaget dan takut, dengan cepat pak skurity menolong Maisi dan Menghubungi Albert kerena istrinya lagi pingsan.
Maisi dibawa kerumah sakit yang terdekat dari sekolah tempat dia mengajar itu, dengan dibantu guru lain yang membantu Maisi kerumah sakit.
Saat Maisi membuka matanya dia sudah berada di tempat asing baginya, dia memperhatikan ruangan yang bauk obat itu.
"Dimana aku?" ucapa Maisi pelan dan sedikit lemas.
"Beby kamu sudah sadar. "kata Albert sangat takut terjadi apa -apa dengan istrinya itu.
Saat dia lagi miting skurity yang ada disekolah Maisi memberi kabar padanya bahwa istrinya pinsan dan sudah dilarikan kerumah sakit terdekat dari sekolah tempat istrinya itu mengajar.
"Kamu tidak usah banyak gerak sayang, dirimu saat ini masih lemas, kerena anak kita lagi ada didalam sini." kata Albert sangat senang dan bahagia mendengar dokter yang bicara padanya saat istrinya itu masih belum sadar.
"Apa kamu bilang Kak, aku akan punya anak?" Tanya Maisi pada suaminya itu yang masih duduk di samping tempat tidurnya itu.
"Iya Beby, kita akan menjadi orang tua, untuk mereka." kata Albert mencium tangan istrinya itu.
"Mereka..!! " bingung Maisi menatap suaminya itu dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
"Mereka tumbuh di rahim kamu saat ini dua sayang, kita akan mendapatkan anak kembar." kata Albert sangat bahagia hari ini dirinya langsung melihat hasil USG dari dokter kandungan yang memeriksa istrinya saat masih belum sadar.
"Benarkah itu Kak?" kata Maisi tidak bisa bicara banyak kerena dia sangat kaget dan terharu apa yang dikatakan oleh suaminya barusan.
"Benaran sayang, aku sudah menunggunya dari pertama kita menikah, namun baru hari ini aku bisa mendapat kabar bahagia, aku senang kamu hamil anakku." kata Albert mencium kening istrinya itu dengan sangat bahagianya dirinya saat ini.
Maisi juga merasakan sama saat ini dia hanya bisa tersenyum bahagia sedikit berembun kerena bahagia, akan mendapatkan anak kembar.
__ADS_1
Pintu kamar rawat Maisi terbuka masuklah seorang dokter dan Suster yang membawa alat ditangan.
"Selamat sore Nona Maisi,bagai mana persaan anda sekarang? apa sudah agak membaik?" sapa Dokter tampan itu.
"Alhamdulillah dok aku sudah sedikit membaik." kata Maisi masih sedikit lemas itu.
"Tiga hari ini anda harus dirawat dulu dirumah sakit, kerena kondisi anda sedang tidak stabil calon bayi yang ada di rahim anda saat ini sedikit lemah, jadi nona Maisi haru beristirahat totol sebulan ini, jika tidak itu akan membahayakan bayi nona nantik, kerena dia masih berumur 6 minggu, masih sangat rentan saat ini, jadi saya sarankan Anda untuk tidak berkerja dulu." kata Dokternya tampan itu.
"Baik dok, aku akan menjaganya." kata Maisi senang, dia akan melakukan apapun asal bayi yang ada dirahimnya saat ini sehat-sehat saja.
"Jika begitu saya keluar dulu akan melajutkan pekerjaan saya." kata dokter itu dengan lembut.
"Terimakasih banyak Dok. " kata Albert mengatarkan dokter itu ke pintu kamar inap Maisi.
Albert kembali duduk disamping istrinya itu setelah kepergian dokter barusan, Albert tersenyum pada istrinya itu dan mencium tangan istrinya itu.
"Mulai saat ini kamu gak boleh mengajar lagi, kamu harus istirahat total dirumah, tidak ada yang nama mengajar lagi."kata Albert tidak mengizinkan istrinya itu untuk bekerja lagi.
"Bagus itu kamu mengerti keinginanku." kata Albert senang.
Tidak terasa waktu malam menjelang,Albert sudah memberi tahu bunda Emi saat ini dengan keadaan Maisi.
Menjelang bunda Emi sampai dirumah sakit itu Albert ingin keluar dari rumah sakit itu untuk mencari makanan untuk istrinya saat ini ingin memakan cemilan dan makan malam untuknya juga.
"Sayang aku ingin mencari makan malam dulu keluar,apa kamu bisa tingal sendirian dulu menjelang bunda datang bentar lagi?"kata Albert pada istrinya itu.
"Pergilah kak, aku gak apa sendirian kamu tingal sebentar saja kok, mungkin bentar lagi bunda dan Kak jimy juga datang." kata Maisi tidak masalah ditingal suaminya itu untuk mencari makan malam untuk mereka.
"Ya sudah aku tingal dulu ya, Jagan banyak gerak kamu jangan turun dari tempat tidur ini sebelum aku sampai, megerti." kata Albert paa istrinya itu penuh tekanan.
__ADS_1
"Iya tuan Albert Ramos." senyum Maisi melihat Suaminya itu sangat posesif saat ini.
"Aku pergi dulu ya." kata Albert berajak dari ruangan itu, dan meningalkan istrinya itu sendirian.
dalam perjalanan keluar dari rumah sakit itu, Albert baru saja keluar dari dalam life dengan gaya dingin dan santainya itu, sikap cuenya itu membuat siapa saja melihat wajah tampan itu pasti akan mabuk kepayang.
Albert berjalam dilantai besmen rumah sakit itu, Albert tidak bayak melirik, dia hanya lurus melihat arah pintu keluar dari lantai besmen itu.
Albert mendengar seorang menangil namanya saat ini,Albert dapat mengenal suara itu dengan baik.
Albert memutar tubuhnya kerah belakang dan memperhatikan gadis yang ada di hadapan nya itu dengan perut sedikit membucit, dan tersenyum kearahnya saat ini.
"Hai Albert apa kabar kita bertemu kembali sudah lama kita tidak bertemu." Sapa Carla yang baru saja melihat Albert keluar dari life.
"Apa yang kamu sedang lakukan disini?" sinis Albert tidak terlalu memperdulikan Gadis di hadapannya itu.
"Aku ke sini ingin periksa kandungan ku Al, kerena Aku ingin mencari kamu, kerena anak yang aku kadung ini adalah anak kamu." kata Carlah dengan pedenya berkata begitu pada Albert.
"Jaga ucapan kamu Wanita murahan, jangan kamu libatkan diriku dengan apa yang telah terjadi pada dirimu itu." sini Albert pada Carla.
"Jaga ucapan kamu Albert!!!bentak dari sesorang dari samping Albert.
Albert kaget melihat Ayahnya juga berada dirumah sakit yang sama dengan Carla, Albert saat ini hanya diam sambil berpikir dalam diamnya.
"Ada apa ini, apa Carla mengatakan anak yang dikandungnya itu adalah anakku pada Ayah." kata Hati Albert dalam diam saat ini.
"Kenapa Ayah ada disini?" Tanya Albert melihat Ayahnya itu dengan kaget dan juga rasa tidak percaya.
Albert akan merasa akan terjadi sesuatu yang akan meyulitkannya, kerena Albert tahu saat ini Carla akan menjebak dia dengan kehamilannya itu lewat Ayahnya.
__ADS_1
************