SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU

SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU
Kebahagian menjadi hari meyedihkan


__ADS_3

"Aku harus bilang apa Al, pada istrinya aku dan Maisi saat ini, mulutku saat ini tidak bisa keyapaikan langsung pada mereka berdua.


"Ada apa Mas ??" kata maya yang mendegar kata suaminya itu .


Kevin kaget saat istrinya menyahuti perkataan mereka berdua,rasa gugup berat bibirnya untuk bicara pada istrinya itu, tapi rasanya tidak mungkin meyemuyikak ini, baru sore ini kevin tahu dari orang kepercayaan nya untuk mencari tahu tentang adiknya dan istrinya dari sepupunya itu.


Albert saat ini juga diam dangan rasa penasaran dan bingung saat ini kevin belum sempat memberitahunya sama sekali.


"Ada apa Kak kevin, kenapa kakak diam saja, apa yang kakak sembunyikan dari kami?ucap Maisi juga mendegar perkataannya itu." Apa ada yang terjadi suatu dengan Kenzi dan Ririn?" kata Maisi melihat kerah suami sahabatnya itu.


"Maafkan Aku maya dan kamu juga Maisi, aku baru dapat kabar sore ini dari orangku, tapi aku tidak mungkin memberi tahu ini kerena acara kelian berdua belum selesai." kata Kevin sangat sendu.


"Apa yang terjadi dengan mereka berdua mas, apa mereka baik-baik saja?" ucap Maya kembali bertanya pada suaminya itu.


"Saat ini Kenzi berada di rumah sakit, mobilnya kecelakan saat mau kebandara sore kemarin,Ririn saat ini belum sadarkan diri masih diruang perawatan, sedangkan Kenzi dan putranya saat ini terluka parah, Kenzi saat ini sudah siap operasi dibagian kepalanya terbentur parah mengakibatkan dia harus dioperasi kerena ada pembekuan darah pada otak,Anak mereka patah tulang pada kakinya." jelas Kevin sangat sedih saat ini.


"Astaghfirullah, ya allah...!! sahabat kita Maya."kata Maisi menjatuhkan dirinya dilantai sambil menangis yang tidak bisa dia keluarkan, menahan sesak, mendegar kabar sahabatnya saat ini."Kak Albert bawak aku kebandung hari ini juga, aku ingin bertemu dengan mereka."kata Maisi sangat sedih dan dirinya menagis diam sedikit terpaku dan tidak banyak bicara.


"Baiklah Aku Akan mintak Jimy untuk cari tiket pesawat malam ini juga." kata Albert berjalan kearah Jimy dan Bunda Emi saat ini yang lagi duduk.


Sedangan Maisi duduk terpaku saat mendegar kabar itu dari Kevin, begitu juga dengan Maya teman selalu dekat dengan selama ini, dimana ada Maisi dan Maya situ ada Kenzi dan Ririn bersama mereka.


Empat sekawan itu tidak pernah terpisah, walau mereka saat ini berjauhan namun kontak untuk mereka tidak pernah terputus mereka selalu ada perbincangan chat yang sudah ada grup mereka.

__ADS_1


Namun hari ini Maisi dan Maya dikagetkan dengan kabar yang tidak disangka dihari bahagia Maisi dan Albert.


Bagai ada yang hilang diri Maisi saat ini mendegar Kenzi dan Ririn seperti ini, kecelakan yang membuat dua sahabatnya itu sudah terbaring lemah di rumah sakit saat ini.


Albert kembali duduk pada Istrinya sedang menangis itu,hari ini tidak disangka akan mendegar kabar buruk dari dua sahabatnya istrinya itu,Albert berusaha menghibur istrinya saat ini yang tampah bersuara.


"Sayang jangan seperti ini, Jangan menagis lagi, kita akan berangkat malam ini juga Jimy baru mengambil tiket untuk kita semua berangkat Kebandung." ucap Albert pada Istrinya itu.


"Hmmmm,,, kata Maisi sedikit sahutan saja.


"Ayok kita harus bersiap untuk berangkat Ke bandara." kata Albert mengajak istrinya itu.


Malam itu juga mereka berangkat Kebandung untuk melihat keadaan Sahabat Maisi dan Maya adik dari suaminya Maya.


Cuma air mata Saja yang bisa Maisi keluarkan saat ini melihat keadaan Ririn, rasa bersalah pada kedua sahabatnya itu sangat besar, kerena dialah kedua sahabatnya itu bisa seprti ini.


"Maya, aku tidak tega melihat Ririn seperti ini, aku yang jadi peyebad dia seprti ini." kata Maisi menyalakan dirinya saat ini.


"Maisi,, jangan salahkan dirimu, ini semua sudah terjadi." kata Maya menyebabkan diri sahabatnya itu.


"Jika tidak akan kejakarta meteka untuk datang kepestaku mungkin tidak akan terjadi pada Kenzi dan Ririn May, aku sangat sedih melihat mereka bertiga." kata Maisi menagis sambil berpelukan dengan Maya.


"Sudah, kita berdoa saja yang terbaik untuk mereka, aku yakin Ririn kuat juga Kenzi tidak pernah meyerah." kata Maya sambil terisak yang masih berpelukan itu.

__ADS_1


Kevin juga kasihan mekigat istrinya juga terlihat terpukul saat ini, apa lagi dirinya saat ini hanya Kenzi adik satu-satunya yang dia miliki walau hanya mereka sepupu, selama ini Kenzi yang bisa membantunya dan kepercayaan dia megelolah bisnisnya.


"Lo jangan seprti ini juga vin lo juga harus kuat, lihatlah Bunda mery saat ini sangat sedih melihat anak dan menantunya terbaring lemas di tepat itu, apa lagi melihat kondisi Fatir saat ini, membuat Bunda jadi shok." kata Albert untuk memberi kekuatan pada temanya itu.


"Lo tahu sendiri Al, gue cuma punya Kenzi, adik yang dari kecil gue sayang, walau kami sepupu tapi dia seprti adik kandung ku, Bunda dan Papa selalu memberikan kasih sayang yang sama pada kami tampa ada perbedaan." kata Kevin juga sangat sedih saat ini.


" Gue mengerti apa yang lo rasakan saat ini, tapi lo tidak boleh lemah seprti ini, hanya lo yang mereka punya, lihatkan pada Bunda lo bahwa lo kuat." kata Albert lagi.


"Iya Al, gue harus terlihat kuat didepan Bunda saat ini, jika aku sedih pasti Bunda juga bertambah shok lihat gue seprti ini."


"Bagus Teman lo harus bisa hibur Bunda, jangan sampai Bunda Kondisinya tidak stabil, lo juga menjaga kesehatan Bunda." kata Albert.


"Hmmm,,mari kita Tenangkan mereka dulu, baru kita cari jalannya nantik, semoga saja mereka bisa melewati masa kritisnya." kata Kevin berharap Adiknya dan istri Kenzi juga cepat sadar.


Albert dan Kevin berjalan kearah kedua wanita cantik itu yang masih saling memeluk dan menagis itu di depan ruangan dimana Ririn dan Kenzi saat ini masih terbaring.


"Hai beby mari kita duduk disana, tidak baik kamu seprti ini, kita berdoa untuk kesembuhan Mereka." kata Albert membawa istrinya itu duduk di bangku rumah sakit itu.


Begitu juga Kevin melakukan hal yang sama terhadap Maya istrinya.


Hari ini benar tidak terduga oleh Maisi dan Albert akan seperti ini, dimana malam pertamanya dia menghabiskan waktu itu dirumah sakit saat ini.


***********

__ADS_1


__ADS_2