
Seminggu sudah berlalu,Maisi menjalani hari-harinya seperti biasanya, Maisi tidak mau banyak banyak bicara tentang hubungan dengan Albert yang baru seminggu mereka baikan setelah tiga tahun tidak bertemu.
Maisi menjalankan hidupnya seperti semestinya,Maisi hari ini mulai gelisah baru pulang sekolah sore ini, dirinya tampak memikirkan Abert kembali, apa Abert akan menepati janjinya yang dia janjikan minggu yang lalu kembali ke tanak air.
Maisi menunggu kedatangan Albert tampa ada komunikasi saat ini dirinya dan Albert semenjak mereka berpisah saat itu diapertemen.
"Apa kamu akan menepati janji kamu kak, atau sama seperti yang dulu, kamu mengingkarinya sendiri, jika itu terjadi lagi,maka aku tidak bisa mempertibangkan itu lagi, aku harus benar-benar akan melupakan kamu." kata Maisi sambil menatap Poto Albert yang ada dilayar Ponselnya itu.
Maisi benar-benar pikiranya menerawang kemana-mana saat ini, tidak dapat berpikir dengannya baik soalnya waktu yang dijanjikan Albert padanya sudah masuk hari ini.
Maisi berharap Albert akan menepati janji itu, tidak akan melupakan semua itu, hari ini Maisi bernar memikirkan pria yang selalu membuatnya itu berpikir.
Sore ini Maisi benar-benar malas untuk bergerak, kerena pikiranya sudah dipenuhi dengan rasa ragu oleh Albert, satu pekerjaan rumah tidak dikerjakan oleh Maisi.
"Oii dek, kamu kok melamun saja, ini sudah sore Dek sana mandi." kata Ivan yang baru saja pulang dari kerja.
"Ahhhh Abang kamu ini membuat aku kaget saja." kata Maisi benar-benar kesal pada Sepupunya itu.
"Apa sih yang kamu lagi pikir, pacar?" kata Ivan Tutup poin.
"Pacar apanya, dia saja tidak kembali hari ini." lontar Maksi kerena keceplosan tanpa sadar mengucapkan semua itu pada Abang sepupunya itu.
"Siapa yang kamu maksud dek?" kata Ivan Bingung dengan tingkah Adeknya itu.
"Siapa lagi bukan Bos kamu yang killer itu." lagi kata Maisi dengan santai.
"Bos ????????? tanya Ivan benar-benar bingung kepada Adiknya itu.
"Oiiii Jagan mimpi kamu, sadar dek dan bangun dari hayalan kamu itu." sentil Ivan di kening Adeknya itu.
"Aduuuuh Bang sakit tahu, kok disentil sih." kata Maisi mengusap keningnya itu.
"Siapa suruh hayalan tinggi kayak gitu Mai." kata Abang itu dengan santai masuk kedalam kamarnya setelah menganggu adik sepupu nya itu.
Ivan memang cuek saja, dia tidak percaya jika saat ini Adiknya itu benar-benar kekasih dari bosnya itu.
"Siapa yang menghayal. " repet Maisi sambal berdiri masuk juga kekamarnya.
__ADS_1
Maisi merebahkan tubuhnya saat ini diatas tempat tidurnya, masih saja memikirkan Albert, mungkinkah dia akan kembali dan menepati janjinya itu untuk gadis yang saat ini menunggu kedatangannya.
Albert yang baru turun dari pesawat yang baru saja sampai di bandara tanak air, langkahnya saat ini sangat cepat, dia tidak sabar ingin bertemu dengan Gadis yang dirindui nya saat ini.
Albert Lansung menuju kontrakan Maisi saat ini,Jimy yang melihat bosnya saat ini selalu tersenyum,sudah empat tahun dia menjadi asisten Bosnya baru kali ini dia bisa melihat pria arogan ini tersenyum senang.
"Jim, apa kamu tidak bisa mempercepat laju mobil itu?" kata Albert pada Jimy.
"Baik tuan." kata Jimy tidak bayak bicara, Jimy sangat takut pada Albert.
Albert kembali diam menatap kota jakarta dalam perjalanan menuju kontrakan Gadis yang dirindui itu.
"Kamu sudah mencari alamat Menejer keuangan itu Jim?"
"Aku sudah mendapatkan tuan."
"Kita Langsung kesana saja, saat ini gadis kecil itu berada disana. " kata Albert dingin. "Baik tuan."
Tidak lama perjalanan dari Bandar ke tempat Maisi Albert dan Jimy sampai juga di rumah Abang Maisi.
"Tuan kita sudah sampai. " kata Jimy meberentikan mobilnya pas di rumah Kontrakan Maisi.
Albert sudah tidak sabar lagi ingin bertemu Maisi, gadis yang sudah mengisih harinya selama Empat tahun ini.
"Tok... tok..!! " tangan Albert tidak lupa mengetuk pintu rumah itu dan berdiri santai didepan pintu rumah itu.
Lama Albert menunggu pintu itu terbuka, Albert ingin mengetuk pintu itu kembali untuk kedua kalinya namun di pintu sudah lebih dulu terbuka dan terlihat Abang dan karyawan Perusahaan Albert yang keluar.
"Boss!!" kata Ivan tidak percaya apa yang baru dilihatnya itu.
Lama Ivan bingung dan menatap Albert, ada sedikit tanda tanya didirinya saat ini.
"Ahhh, maaf saya datang kesini mungkin membuat Pak Ivan kaget." kata Albert agak Rama.
"Ohhh ya, tuan silakan masuk." kata Ivan menurut bosnya itu masuk kedalam rumahnya itu.
"Ohhh, terimakasih banyak pak Ivan, saya ke sini ingin bertemu dengan Maisi." kata Albert agak sedikit segan.
__ADS_1
"Maisi?ada keperluan apa Tuan ingin bertemu dengan adik saya ya.?" bingung Ivan.
Belum sempat Albert menjawab kata Ivan namun gadis yang ingin bertemuinya itu sudah keluar dari kamar, kerena Maisi mendegar ada tamu di luar.
"Bang siapa yang ta datang Sihhh?" tanya Maisi masih kusut dari dari dalam kamarnya, sambil merapikan pakaian yang yang sedikit berantakan baru bangun dari tempat tidurnya.
Maisi baru melihat kearah pintu dia sangat kaget siapa yang datang sore ini.
"Kak kamu datanya kedini?" kata Maisi tidak percaya.
Ivan yang melihat kedua manusia itu bingung saja, ada apa antsra boss dengan adiknya itu,saat ini yang dipikirkan oleh Ivan.
"Kak Albert masuklah!!!" kata Maisi meyuruh Albert masuk kedalam..
Saat Albert ingin masuk, dia halang oleh Ivan yang penasaran dengan mereka berdua.
"Ehhh tunggu dulu, saya tidak mengerti kok bisa kalian berdua kenal? ada hubungan apa kamu dengan atasan Abang dek?" kata Ivan ingin tahu.
"Suruh dulu tamu kita Masuk Bang, malu!! " bisik Maisi pada sepupu nya itu.
"Baiklah, silakan masuk tuan." kata Ivan pada atasanya itu.
"Terimakasih banyak Pak Ivan." kata Albert masuk kedalam rumah itu dengan santai dan duduk di sofa tamu itu.
Ivan yang bingung dengan kedua orang di hadapannya itu,hanya mentap keduanya dengan tatapan tanda tanya.
" Abang kenapa sih lihat kita kayak gitu?" kata Maisi santai duduk disamping Abang sepupunya itu.
"Makannya kamu jelaskan dek biar gak bingung." kata Ivan.
"Ok,kak Albert dia....!! " kata Maisi terputus kerena disambung oleh Albert.
"Kekasihku Pak Ivan, jangan kaget mendegar ini semua." kata Albert santai.
"Mana mungkin Bisa kalian adalah pasangan." kata Ivan tidak percaya menatap adiknya itu kembali.
"Benar Bang,apa yang Abang dengar hari ini.' kata Maisi.
__ADS_1
Albert hanya tersenyum saja menatap pada Ivan dan Maisi, dia tidak percaya saja, hari ini entah mengapa dia tidak segan mengatakan Bahwa Maisi adalah kekasihnya pada Kakak sepupunya Maisi.
*************