SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU

SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU
Bertemu istri, dan mulai berpikir apa yang telah terjadi selama ini


__ADS_3

"Kenapa Ayah, apakah anda dengan mudah percaya dengan kata wanita muranah ini begitu saja?" kata Albert santai penuh dengan tekanan.


Albert meningalkan dua orang yang ada dihadapannya itu dengan santai setelah berbicara dengan Ayahnya.


Carla mengepalkan tangannya saat dirinya dibilang murahan oleh Albert, kerena itu memang benar adanya yang semua itu, Carlah hamil oleh orang lain, tapi ingin mendapatkan diri Albert dan menjadi menantu dari pengusaha besar dinegara Jerman itu dia dengan cara apapun dia bisa mendapatkan Albert dan bisa menikah dengan putra pengusaha kaya itu.


"Kamu jangan takut Carla om akan mengurus ini secepatnya, Albert harus mempertanggung jawabkan ini, kerena anak ini adalah cucuku." kataTuan Ramos.


"Terimakasih om, masih sangat peduli padaku." ucap Carla masih bisa mengunakan Ayah Albert sebagai senjatanya agar bisa mendapatkan diri Albert.


Tampak sengaja Bunda Emi melihat suaminya saat ini sedang berdiri dihadapanya dengan gadis yang selama ini ingin dijodohkan dengan putranya, jimy yang melihat Bundanya yang berenti tiba-tiba, dia binging dengan tatapan bunda nya itu lurus kedepan.


"Jim, apa itu Ayahmu Nak?" kata Bunda Emi bertanya dan tidak percaya Suaminya berada di Indonesia dengan Carla.


"Itu benar Bun, tapi apa yang sedang mereka lakukan disini, lihat itu Bun, gadis itu kelihatannya sedanag hamil. " kata jimy memperhatikan tubuh Carla.


"Benar sekali Nak, apa mungkin ini akan terjadi sesuatu, perasaan bunda sudah tidak enak melihat mereka berada disni, apa Albert akan di timpah masalah Nak?" kata Bunda emi sangat takut akan terjadi pada putranya.


"Bunda tenang saja, mereka tidak akan bisa semudah itu untuk menjebak Albert, aku sudah punya bukti semuanya Bun, Asistennya ayah juga sudah bekerja sama denganku, kerena leo ingin Albert juga berbaikan dengan tuan besar." kata Jimy pada Bunda Emi. " sekarang Bunda ikuti saja permainan wanita ular itu." kata Jimy kembali.


"Baiklah Nak, Bunda juga senang mendegar ini dari kamu." kata Bunda Emi.


"Mari kita sapa Mereka Bun, aku ingin lihat seperti apa reaksi Carla melihat bunda." Ajak Jimy.


Mereka berjalan kearah dua orang yang lagi bicara itu yang tidak jauh dari mereka, Bunda Emi hanya santai saja melewati mereka dan sedikit pelan berjalan di depan kedua orang itu, tuan Ramos melihat istrinya hanya cuek saja berjalan di depan y tampa melihat padanya.


Tuan Ramos reklek memangil istrinya yang sangat dirindukan itu, kerena semenjak istrinya memutuskan untuk tingal bersama Albert dinegara asal istrinya itu dia tidak pernah bertemu lagi dan tidak ada kabar lagi.


"Emi...!!! " pangil Tuan Ramos

__ADS_1


Bunda Emi berenti berjalan dan memutar dirinya melihat kearah dua orang itu.


"Hai tante Emi, kita bertemu kembali ." sapa Carla


"Kalian ada disini?? " kata Bunda Emi pura-pura tidak tahu.


"Selamat malam tuan besar." sapa Jimy pada Ayah bosnya itu orang yang sudah membesarkan dia itu.


"Malam Jim, apa kabar kamu." kata Tuan Ramos juga menyapa Jimy.


"Sedanga apa kalian disini?" tanya Bunda Emi pada kedua orang itu.


"Sayang, bisakah kita bicara sebentar saja, aku ingin kita bicara." kata Tuan Ramos melihat pada istrinya itu.


"Apa Yang ingin kamu bicarakan Tuan Ramos, apa ingin mengatakan bahwa anak yang dikandung Carlah anak kamu." tuduh bunda Emi sengaja megatakan itu pada suaminya itu.


"Jaga bicara kamu Emi, jangan seperti ini, aku bukan orang seprti yang kamu pikirkan sekarang.


"Tunggu Emi, anak dikandung Carlah adalah cucu kita, tidak mungkin kita membiarkan dia." kata Tuan Ramos menjelaskan pada istrinya itu.


"Apa kata kamu Tuan?, adakah kau berpikir dengan pikiran kamu sebelum membawa wanita ini kesini? Apa ada kamu mencari tahu tentang dia selama kami tidak bersamamu??, dari mana datangnya anak ini sedangakan Albert sudah 8 bulan bersamaku disini tidak pernah bertemu dengan perempuan ular ini." kata bunda Emi sangat marah dan emosi.


" Sudah bunda, kita naik keatas, kasihan Maisi sendiri disana, kerena Albert sedang mencari makan malam." kata Jimy membawa bunda Emi naik ke lantai lima dirumha sakit itu.


Sebelum meningalkan mereka berdua bunda Emi kembali bicara pada suaminya saat ini, kerena dia tidak mau Carla selalu memanfaatkan suaminya itu untuk Kepentingan dirinya sendiri.


"Tunggu, aku hanya megatakan pada kamu Tuan Ramos, kerena cucu hanya dari Gadis yang dicintai putraku saja, saat ini istrinya Albert tengah hamil Dua bulan, jadi tidak ada cucu dari gadis manapun selain menantu ku sendiri." kata Bunda Emi meningalkan kedua orang itu yang masih menatap kepergiannya.


Bunda Emi sangat sakit hati melihat suaminya lebih percaya pada Carla pada istrinya sendiri dan pada putranya juga.

__ADS_1


Hari ini membuat Bunda Emi sedih kerena suaminya tidak pernah mencari dirinya atau menemui dirinya semenjak pertengkaran saat itu.


Sampai diruangan dimana menantunya dirawat, Bunda Emi langsung masuk dengan membuka pintu dengan pelan, melihat menantu kesayangannya itu sudah tersenyum manis melihat dia datang.


"Bunda..!! " sapa Maisi senang.


"Apa kabar kamu nak, bagai mana keadaan kamu sayang, maaf bunda baru datang, kerena bunda baru dikasih tahu oleh anak nakal itu.' kata bunda Emi mengusap tangan menantunya itu dengan lembut.


"Tidak apa Bun, janggan bicara seprti itu, saat ini aku sudah sedikit baik, aku akan menjaga kedua cucu bunda dengan baik." kata Maisi membalas kata Mertuanya itu dengan senyuman bahagianya hari ini.


"Apa, dua sayang, berakti kamu akan memiliki anak kembar?? cucuku kembar?" kata Bunda Emi kaget mendegar kata mentunya itu.


"Benar bun, bunda akan punya cucu kembar." kata Maisi sangat senang melihat mertuanya juga sangat senang.


"Selamat ya nak, Bunda sangat bahagia banget mendengar ini semua, tadi anak nakal itu tidak bilang kamu akan melahirkan anak kembar nantik." kata Bunda Emi meyalakan putranya.


"Kok aku sih Bun, aku gak salah jangan dibawa-bawak." Sahut Albert baru saja sampai dari membeli makan malam untuk mereka.


"Diam anak nakal kamu ini tidak memberi tahu Bunda, kamu akan memiliki anak kembar, dasar anak nakal..!! " Repet bunda Emi pada putranya itu.


Albert hanya tersenyum saja pada Bundanya, kerena dia memang segaja tidak bilang tentang Maisi sedang hamil anak kembar.


Lain saat ini dengan Tuan Ramos yang hanya diam duduk dikamar hotel setelah kembali dari rumah sakit memeriksakan kandungan Carlah yang tadinya dengan tiba-tiba saja Carlah merasa sakit di perutnya, saat ini Kandungan Carlah dudah memasuki 7 bulan itu.


Tuan Ramos berpikir saat ini, ada benar juga apa kata istrinya tadi, mungkin dia tidak pernah mencari tahu tentang Carla,lama Tuan Ramos terdiam di tempat duduk sambil merenungi kata-kata istrinya itu dengan baik, entah apa maksud dari kata istrinya tadi saat dirumah sakit.


"Apa aku selama ini tidak pernah memcari tahu tentang Carlah, aku selalu mempercayai Carlah dari istri dan putraku sendiri, aku merasa, ada sesuatu yang di sembunyikan oleh mereka."Kata Tuan Ramos saat ini mulai berpikir tentang semua, selama hampir satu tahu sudah jauh dari istri dan putranya.


Akhirnya Tuan Ramos menghubungi asistennya leo, dan memintak leo mencari tahu tentang Carla, ada pa dengan gadis itu???

__ADS_1


***********


__ADS_2