SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU

SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU
Selalu memikirkan dia


__ADS_3

Albert hari ini sangat disibukan dengan pekerjaan diruangannys,Asistennya masuk kedalam dengan membawak berkas ditangan saat ini.


"Permisi tuan Albert , ini berkas yang Anda mintak,saat ini perkembangan perusahaan kita di Indonesia berkembang dengan baik Tuan.


"Baguslah Jim,saya senang mendengar ini semua, tapi saya ingin tahu bagai mana- kabarnya sekarang sudah lama saya tidak mendegar tentang gadis itu?"tanya Albert ingin tahu tentang Maisi.


"Nona Maisi sekarang tingal sendiri, semenjak ibunya meningal tuan setahun ini dia hanya sendiri kerena adiknya sedang maelanjukan pendidikannya di bandung yang beberapa bulan lagi juga akan selesai." kata Jimy.


"Kamu bisa menlanjutkan kembali kerjaan." kata Albert pada Asistennya itu.


"Bailah tuan, jika tidak ada yang tuan perlukan lagi." kata Maisi meningalkan ruangan Atasannya itu.


Albert kembali mengigat Maisi,dengan perasaan lain, selama tiga tahun ini, dia selalu megawasi Maisi, walau dirinya tidak berada di Indonesia, Albert memintak orang suruhanya selalu memantau gadis yang dicintainya itu.


"Pasti sangat sulit bagi kamu sekarang setelah ditingal ibumu." kata Albert sedikit merasa apa yang rasanya saat ini tentang gadis itu.


Albert hanya menyandarkan tubuhnya itu dengan menyandarkan tubuhnya itu pada Sandaran kursinya saat ini.


"Aku tidak tahu lagi harus bagai mana Mai,aku mencintai kamu, tapi cinta ini tidak akan pernah terbalas, kamu yang selalu merasa tidak pantas untuk aku."kata Hati Albert berkecamuk sendiri.


"Apa salahkah aku untuk mencintaimu?"


"Apa salahkah aku meyayangi kamu?sampai saat ini aku tidak dapat melupakan kamu,nama kamu selalu tersimpan dihati ini Mai, semoga saja kita akan dipertemukan kembali, aku selalu berdoa agar kamu yang akan mendampingi hidupku kelak." kata hati Albert diam ditempat duduk itu.


Dalam Albert memikirkan Maisi seorang Gadis cantik masuk Kedalam rungannya itu dengan santainya.


"Al,apa yang sedang kamu pikirkam saat ini?" tanya hadis itu tiba-tiba saja menyadarkan Albert dari lamunannya.


"Kamu?Kenapa kamu ada disini, siapa yang mengizinkan kamu masuk kedalam ruanganku tampa izin dariku." kata Albert sedikit arogan dan dingin.

__ADS_1


"Al, kenapa kamu selalu kasar kepadaku, tidak pernah sedikit saja kamu berkata lembut padaku,kita akan dijodohkan Al, seharusnya kamu lebih bisah dekat denganku." kata gadis itu terlalu pede dengan perkataannya itu.


"Siapa yang akan mau dengan kamu Clara, aku tidak akan pernah menikah dengan gadis manapun selain gadas yang aku inginkan, jadi jangan pernah kamu berharap bayak dariku." kata Albert dengan sombongnya menolak mentah-mentah Clara.


"Apa kata kamu Al, kamu tidak bisa menolak ini semua kerena orang tua kita sudah sepakat dengan rencana ini, jadi kamu tidak bisa lari dari semua ini lagi."


"Aku tidak akan pernah menikah dengan gadis seprti kamu, ingat itu. " kata Albert dengan tatapan mematikan itu.


"Sekarang tinggalkan ruangan ini, saya akan berja, tidak ada waktu untuk melayani kamu disini." sinis Albert pada Clara.


"Issss, kamu memang tidak punya hati Al." kata Clara kesal sambil pergi dari ruangan Albert.


Albert dengan marahnya menghubungi Jimy saat itu juga, kerena dia tidak suka Gadis itu masuk bebas kedalam perusaannya.


"Iya Bos, ada yang tuan butuhkan ?tanya Jimy santai.


"Baik tuan." kata Jimy cepat-cepat keluar dari rungannya mencari tahu tentang Clara yang mengizinkan gadis itu masuk kedalam ruangan bosnya itu.


"Ahhh dasar bos arogan, semaunya saja." kata Jimy sambil turun ke lantai Besmen perusahaan itu, dan sampai dilantai itu, dia berjalan kearah resepsionis untuk bertanya pada karyawan yang bertugas hari ini.


"Selamat siang Pak Jimy kata salah satu resepsionis itu dengan ramah.


"Siapa yang mengizinkan Nona Clara masuk keruangan tuan Albert barusan, kalian sudah tahu aturan diperusahaan ini masih saja melakukan kesalahan." kata Jimy.


"Maafkan kami pak Jimy tapi Nona Clara langsung naik kmLife tampa kami sadari, baru dia keluar kami menyadarinya, jadi kami tidak tahu dia naik Pak. " kata Karyawan itu.


"Maafkan kami Pak, tidak melihat Nona Clara datang." kata Salah satu karyawan lagi.


"Ya sudah, hari ini kalian bebas, jangan ulangi lagi kesalahan kalian, perhatikan setiap tamu yang datang ke perusahaan ini dengan baik." kata Jimy pergi meningalkan Lantai Besmen itu dan kembali keruangan atasanya itu.

__ADS_1


"Permisi tuan Albert, hari ini Nona Clara main meyelonong saja masuk, tidak ada Satupun resepsionis yang tahu dia sudah ada diperusahaan ini.


"Kamu bisa tanya Pada Skuriy dia yang lebih dahulu melihat tamu yang masuk ke dalam perusahaan ini." kata Albert tidak bayak bicara


" Ya sudah, hari ini mereka semua saya maafkan tapi tidak dengan besok jika mereka tidak bisa bekerja dengan baik, kamu boleh pergi kata Albert sedikit kesal.


"Baik tuan. " kata Jimy dengan dapat meningalkan ruangan itu.


,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


Lain saat ini dengan Maisi disekola tempat dia mengajar, saat ini Maisi lagi berbicara dengan abang sepupunya itu saat ini Maisi hendak merapikan Buku-buku diatas mejanya dikantor guru, kerena dia ingin pulang setelah siap dengan tugas mengajarnya hari ini.


"Hallo Bang, ada apa kamu menelponku hari ini, baru saja satu minggu kamu bertemu dengan ku, sudah rindu ya?" canda Maisi pada sepupunya itu.


"Dasar kamu ini Dek,begini teman abang memberi tahu, tempat dia mengajar saat ini lagi membutuhkan tenaga guru Matematika, bukankah itu jurusan kamu Dek,kenapa kamu gak coba saja masuk disekolah yang lebih menjajikan dari kamu didesa terus-menerus.


"Tapi bang, mana bisa begitu cepat aku untuk kesana, aku harus megurus surat berenti dulu disekolah disini." kata Maya dedikit berpikir apa tawaran Abang sepupunya itu.


"Kamu tidak usah takut, kerena ada waktu kamu untuk megurus itu semua, kerena guru yang akan pindah dari sekolah teman abang ini Seminggu lagi, jadi kamu bisa gunakan waktu itu untuk megurusnya, nantik akan abang bantu urus semuanya asal kamu mau." kata Irvan pada Adik sepupunya itu.


"Baiklah Bang, aku mau dengan tawaran teman abang itu, kerena aku juga suntuk jika disini terus, aku ingin mencari suasana baru, biar adik kamu yang cantik ini bisa menemukan jodoh, dan segerah menikah.' kata Maisi bercanda pada Kakak sepupunya itu.


"Ya sudah, kamu siapkan itu semua, nantik abang kirim ongkos untuk kamu kesini, sudah dulu abang mau melanjutkan kerjaan." kata Irvan menutup tlponya.


"Dasar manusia satu ini, main matikan saja, belum selesai orang bicara dia sudah kabur duluan." umpat Maisi pada Sepupunya itu.


Maisi lansung pulang Setelah itu, sebelum pulang ke rumahnya, hari ini dia langsung menuju kampung sebelah, kerumah Bibiknya, hanya itu tempat yang sering dikunjunginya saat ini.


*************

__ADS_1


__ADS_2