
Saat ini Maisi hanya melamun saja saat sahabatnya sudah meningalkan nya sendiri disat ini, selama setahun ini mereka selalu bersama.
Maisi merasa ada kurang pada dirinya saat malam ini dia sendiri melamun,namun Maisi masih bisa menahan dirinya agar bisa menahan hatinya saat ini tanpa sahabatnya itu.
"Kak Mai, aku ingin kerumah teman dulu sebentar,kakak berada di rumahkan?" kata Angga pada kakak perempuan nya itu.
"Dirumah, emang kemana lagi kakak dek malam- malam gini. " kata Maisi santai menjawab kata adeknya itu.
"Aku cuma bentar keluar kok kak, mengambil buku sama teman, ada tugas sedikit." kata Angga bejalan keluar dari rumah kecil itu.
"Kamu hati-hati dek!! " tegur Maisi teriak dari dalam rumah itu.
Maisi hanya bingung sendiri duduk di depan rumahnya saat ini mengigat baru tadi pagi temanya baru berangkat kejakarta.
"Kok sedih seperti ini ya perasaan gue,dia jauh sekarang sama gue." Kata Maisi berbicara sendiri sendiri duduk santai didepan rumahnya itu.
"Mai, kamu lagi apa nak diluar sendiri malam-malam gini!! " kata ibunya itu keluar dengan kursi roda hnya.
"Ibuk belum tidur?sudah malam buk!! " kata Maisi melihat ibunya itu.
"Ibu mau minum obat, tadi lupa." jawab ibunya itu.
"Biar aku ambilkan obatnya buk,ibu didalam saja, ayok aku antar ibuk kedalam, kerena disini sangat dingin buk." ajak Maisi membawa ibunya itu kedalam rumah kembali, kerena angin malam sangat dingin.
"Adek kamu kemana nak?" tanya ibunya kembali.
"Palingan bentar lagi nyampai rumah buk, dia hanya mengambil buku ke tempat temanya, kerena ada tugas yang harus diselesaikan Angga malam ini buk." jelas pada ibunya itu.
Maisi mengabilkan obat untuk ibunya itu, setelah siap ibunya meminum obatnya, Maisi kembali membantu ibunya lagi kekamarnya, sudah saatnya ibunya itu tidar kerana sudah waktu tidur ibunya Maisi.
"Aku keluar dulu ya buk, ibu tidurlah. " kata Maisi keluar dari kamar ibunya itu.
Setelah itu Maisi lansung menuju kamarnya sudah ada Chat digrup mereka berempat saat ini bahwa Maya baru saja sampai di dijakarta.
__ADS_1
"Maya (Hai gaisss gue baru saja sampai, alhamdulilah perjalanan kami lancar saja.) " isi chat Maya pada grup itu.
"Ririn ( syukurlah lo sampai dengan selamat,gue senang, semoga lo betah tingal dikota sama kak Kevin.) " balas Ririn pada sahabatnya itu.
"Maya (Eh mana Maisi kok gak nongol tu anak??) " tanya Maya lagi.
"Kenzi(sudah tidur kali tu anak!!) " kata Kenzi asal sambung.
"Maisi(Adalah Jagan suka asal bicara lu ini, mana ada Gue tidur, tadi gue lagi duduk didepan rumah sambil nungguin adek gue pulang dari rumah temanya, jadi hpnya gue tinggal dikamar, ini aja baru masuk kamar gue!!) " sewot Maisi membalas chat Kenzi.
"Kenzi (Syukurlah lo masih hidup!! ) " kata Kenzi kembali
"Maisi ( sangka lo gue mati gitu🤪🤪🤪) " kesal Maisi paa Kenzi.
"Kenzi ( jelek amat lo kayak gitu) " kata Kenzi membalas Chat Maisi lagi.
"Maya ( jangan ribut aja lo Ken sama dia, tidak akan pernah lo bisa kalah sama tu anak!!) " kata Maya lagi membalas Chat itu.
" Maya (Gak usah lo cemasin gue lagi, gue sudah sampai,sudah dulu ya maisi itu Mas kevin lagi pangil gue, gue juga mau istirahat dulu,suda ya,,besok kita sambung lagi.)" kata Maya
" Maisi (Ok nyoya kevin,, istirahatlah, gue senang Kalian semua sampai dengan selamat) " kata Maisi juga mengerti kedaan Maya saat ini baru saja sampai.
"Maya (Ada yang mau dititip gak sama Kak Albert Mai?) " Kata Maya becanda pada sahabatnya itu.
"Mais ( jangan bahas manusia es balok itu lagi May, gue Kesal sama lo, sono lo istirahat.) " kata Maya meyudahi percakapan digrup Chat mereka itu.
Maisi baru teringat kembali pada Albert yang seharian kemaren mereka bersama, Maya merasa beda saat Albert bercerita santai tentang keluarganya kemaren itu pada nya.
"Aku rasa Beruang kutub itu juga memiliki masalah dengan keluarganya,aku masih ingat ceritanya karen pada ku,ada apa dengan dirinya,dia tanpak sedih saat bicara tentang orang tuanya, apa sulit untuk nya bersama kedua orangnya ya,selama ini dia mungkin saja kurang kasih sayang dari kedua orang tuanya, maka dari itu dia bisa sedingin itu pada semua orang." pikiran Maisi yang memikir tentang Albert semalam itu.
Maisi membaring tubuhnya saat ini dikasunya, kerena dia sudah merasa sudah mengantuk juga, tidak butuh lama untuk memejamkan matanya,Maisi sudah berada di luar alam sadarnya dan sudah diberada didalam mimpi indahnya yang menemani tidurnya malam ini.
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
__ADS_1
Seminggu setelah kepergian Maya Kejakarta Hari ini Kenzi baru saja Datang kerumah Maisi megantar undangan dan tiket pesawat untuknya nanti pas pesta pernikahan Kevin dan Maya yang diadakan dijakarta.
"Lo ngapain kesini, lo gak tahu istri lo lagi hamil." kata Maisi sedikit cerewet pada Kenzi.
"Gue mau ngantar undangan ini, dan tiket pesawat untuk Lo,besok kita sama-sama berangkat Kejakarta,kerena Pesta Maya dan Kak Kevin diadakan disana." jelas Kensi pada Maisi.
"Kok Maya gak pernah cerita Sama Gue Ken, itu benaran ya??" katanya kembali pada Kenzi.
"Itu benar Mai, lo gak percaya?" kata Ririn lagi.
"Tapi jika itu benar, tapi maafkan gue gak bisa hadir saat pesta Maya nantik,gue gak bisa tingal ibu sendiri dirumah." kata Maisi sedikit melemas.
" Kakak bisa pergi biar Angga saja yang jaga ibuk, lagian Angga libur dua hari ini kak." kata Angga meyahut kata Mereka bertiga itu.
"Benaran Dek kamu bisa jaga Ibuk jika Kakak kejakarta selama tiga hari disana?" kata Maisi sangat senang.
"Iya kak, aku bisa jaga ibu dengan baik dirumah." kata adeknya itu.
"Isss kamu baik banget dek pada Kakak, makasihh ya dek sudah ngertiin kakak." kata Maisi senang.
"Ya sudah, besok pagi lo harus bagun subuh kita kehendak harus cepat, kerena kita jauh dari bandara, pagi gue jemput lo, ingat jangan bangun lama lo." ingat Kenzi pada Sahabatnya itu.
"Ok jika begitu Ken, dengan senang hati gue ikut elo." kata Maisi Sangat bahagia.
"Kenapa lo senang banget, rindu Albert lo?" kata Kenzi langsung berkata begitu pada Maisi.
"Apa sihh lo Ken, gak bisa lihat gue senang sedikit saja,kenapa disangkut pautkan pada si es balok itu sih Ken!! " lemas Maisi duduk di samping Ririn, istri sahabtanya itu.
"Kamu juga kenapa sih Ken, selalu membahas Albert didepan Maisi, belum tentu Albert itu suka sama Maisi." kata Ririn Pada Suaminya itu.
"Rasain lo dimarahin bini lo kan, makanya jangan usil terus jadi orang." kata Maisi santai tersenyum pada Albert.
****************
__ADS_1