
Tidak terasa waktu yang sudah ditentukan untuk pernikahan Albert dan Maisi sudah tiba saja, saat ini dirumah Bundan Emi sudah terhiyas dengan bunga cantik untuk akad nikah hari ini diadakan dirumah itu, kerena Maisi juga anak perantau kejakarta, jadi bunda Emi memutuskan acara Akad nikah diadakan dirumahnya saja.
Untuk acara Resepsi diadakan di gedung malam nantik, saat ini Nana sudah berada di rumah Bunda Emi pagi sekali jimy dan ivan sudah membawa mereka kerumah milik bunda Emi tampak sepegetahun Albert.
Hari ini Maisi sudah berdandan cantik dengan balutan kebaya cantik ditubuhnya, yang membuatnya tampak sangat cantik.
Saat ini di ruangan tempat tamu sudah banyak yang datang untuk meyaksikan acara Sakral mereka berdua, Albert saat ini sudah duduk dengan gelisah disamping jimy.
"Kamu bisa diam gak Al, sebentar lagi dia akan resmi jadi istrinya kamu."kata Jimy melihat Albert sudah sedikit tengang saat ini.
"Kamu bisa diam gak sih Jim,aku sudah gak bisa pokus lagi kerena bentar lagi ijab qabul. " kata Albert sudah dek-dekkan.
"Hai bro gak usah cemas, santai saja." sahut Kevin dan Maya baru saja datang.
"Ahhhh kelamaan lo datang vin, gue sudah kayak gini." kata Albert menunggu sahabatnya lama kali datang.
Begitu juga saat ini dengan Maisi saat ini sudah Ada Para sahantanya, Didalam Kinna dan Abell yang sudah menemaninya.
"Lo cantik kali Mai, aku gak sangka kamu cantik seperti ini." kata Abell mengoda sahabatnya itu.
"Maya Mana sih kok belum datang, ini Ririn juga belum datang dua dicugik itu." kata Maisi lagi pada Abell.
"Ya Mana gue tahu Mai,gue jarang bertemu mereka bertiga." kata Abell santai.
"Ini aku sudah disini gak usah mikirkan aku lagi kalian ." kata Maya baru saja masuk kekamar itu.
"Si oncong gak gak datang Dia May??" kata Maisi lagi.
"Katanya iya tapi sampai sekarang batang hidup kedua sicugik itu belum nampak." jawab maya Melihat Sahabatnya itu tampak cantik.
"Ehhh lo bell mana laki lo gue gak lihat itu si Sakya ya??" kata Maya juga bertanya.
"Ya diluar Lah May, masak disini, mau ngapain dia disini, mau dandan juga kayak kita." kata Abell.
"Dan Lo Kenna habis ini lo harus cari pasangan untuk diri lo."kata Abell pada Kenna yang lebih kecil dari mereka bertiga saat ini.
"Kok bawak-bawak aku sih mbak abell, itu guruku saja baru nikah, mana bisa aku bisa cepat nikah." kata Kenna santai.
__ADS_1
"Terus lo mau jadi jomlo akut seumur hidup lo?" kata Abell lagi.
"Ya engak lah Mbak." kata Abell kembali menjawab kata Abell dengan santai dan cuek saja.
Maisi yang ketawa saja melihat Kenna saat ini jadi bulan-bukanan mereka berdua, kerena selama ini Maisi yang selalu dibully seperti saat ini.
"Kenapa ni manten malah ketawa, ada yang aneh sama kita?" kata Maya melihat Maisi ketawa.
"Engak May, aku cuma ingat masa aku, seperti saat inilah nasibku kalian buly setiap saat, sekarang Kenna yang jadi sasaran kalian." kata Maisi
"Ya harus turunlah muridnya lo, kerena lo guru dia." kata Abell santai.
"Tapi gue gak ngajari dia Tidak punya pasangan bell." kata Maisi Kesal.
Tidak lama diruangan tengga dirumah besar itu sudah teedeagar acara sudah dimulai saat ini,sebentar lagi Ijabqabul akan dimulai oleh penghulu yang menikahkan mereka, Angga yang akan menjadi wali Maisi kerena adiknya itu yang tingal dan yang bisa menjadi walih nikah untuk Maisi.
Saat ini Albert sudah berjabat tangan dengan angga sesaat lagi ijab qabul akan mulai.
"Apakah pembelai laki-laki sudah bisa kita mulai??" kata Pak penghulu pada Albert.
"Baiklah Kita Akan mulai akan nikah ini." kata Penghulu lagi.
Tidak lama Acara akan nikah itu sudah dimulai,ijab qabul dimulai oleh adik Maisi sebagai wali kakanya saat ini.
"Saya nikahan saudari saya Maisi Andira dengan Mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai. "ucap angga menikahkan Kakak perempuan nya itu.
"Saya Terima nikahnya Maisi andira dengan maskawin tersebut dibayar tunai." jawab Albert menerima nikahnya.
Tidak lama para saksi juga menjawab kata Sah.
"Sah..!! "
"Sah..!! "
"Sah..!! "
Albert bisa nafas panjang setelah bisa selesai menjawab ijabqabul barusan dengan hati senang dan bahagia, akhirnya Maisi menjadi istrinya.
__ADS_1
Bertahun-tahun Albert menahan rasa cintanya pada Maisi baru sekarang dia mendapatkan kembali cinta gadis biasa itu.
Hari ini juga kebahagiaan itu jika dirasakan oleh Bunda Emi akhirnya putranya menikah juga dengan gadis yang selama ini dia cinta.
Seluruh keluarga dan para sahabat yang terdekat dengan mereka saat ini juga sama-sama merasa bahagia.
Akhirnya perjuangan cinta Albert baru bisa terbalas hari ini, dengan menjadikan Maisi istri sahnya, begitu juga dengan Maisi saat ini,sudah merasa tenang saat ini dia sudah menjadi istri sah seorang Albert, pria yang selama ini selalu membuat dia merasa kesal dan selalu ribut jika bertemu, pada akhir mereka berdua bisa bersatu juga setelah bertahun-tahun lamanya.
Saat ini para sahabat yang terdekat dengannya memeluk Maisi yang ada dikamar saat ini.
"Selamat ya Maisi kamu sudah menjadi seorang istri, nyonya dari seorang pengusaha kaya." canda Maya pada Maisi.
"Benar Mai, kamu sudah saatnya bahagia sekarang." kata Abell memeluk Maisi.
"Terimakasih banyak ya, kalian masih bersamaku sampai saat ini, sampai aku ketitik seperti saat ini." kata Maisi membalas pelukan Kedua sahabatnya itu.
Saat ini kenna yang melihat gurunya itu sudah menikah dia hanya menagis saja, melihat kebahagian mereka bertiga saat ini.
Tok...tok.....!!!
Ketikkan pintu dari luar membuat mereka semua yang ada dikamar itu menoleh kearah pintu.
"Kok pada nangis Gini sayang Bunda?"Kata Bunda Emi melihat Menantunya itu menagis saat ini.
"Bunda....!! " peluk Maisi pada Mertuanya itu.
"Hai sayang jangan begini lihat mekaup kamu jadi luntur, kita mau keluar, ayok cepat bagus kan kembali mekaup kamu lagi." kata Bunda Emi yang mengusap air mata Maisi di pipinya saat ini.
"Ya sudah, biar aku bantu lagi, entar kak albert malah lihat kamu tidak cantik kayak gini." kata Maya mulai membaguskan kembali meraup Maisi lagi.
"Sudah cantik,mari kita keluar Mai, ajak kedua sahabatnya itu, setelah Bunda Emi yang sudah lebih dulu keluar dari kamar itu.
Akhirnya Maisi keluar sudah saatnya dia bertemu dengan calon manten laki-laki yang sudah dipigit satu minggu ini tidak boleh bertemu, Albert yang melihat Istrinya itu sangat cantik sekali memakai kebaya warna emas itu dengan sedikit poleasan makaup dipipi Maisi.
Albert tidak bisa memalingkan matanya lagi pada istrinya itu, dengan cepat Albert menyabut tangan Maisi yang baru sampai dihadapanya saat ini dengan senyuman manis di bibir keduanya saat ini terpancar kebahagiaan.
***********
__ADS_1