SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU

SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU
Memutuskan untuk melamar Maisi


__ADS_3

"Kenapa orang dirumah ini pada aneh ya, membuatku bingung saja. " lemas Maisi saat ini masih tersandar dipintu kamar Albert.


Tidak lama pintu itu terbuka tiba-tiba, saat ini Maisi yang tersandar di pintu itu langsung jatuh sedikit saja ke lantai, untung saat bersamaan Albert menangkap tubuh kecilnya itu dengan sigap.


Albert juga terjatuh akibat Maisi menimpa tubuh kekasihnya itu pas saat ini tubuh Maisi diatas tubuh Albert.


Dengan jantung berdetak kencang Maisi menatap Albert dengan rasa lain saat ini dihatinya,begitu juga dengan Albert saat ini dia juga tidak mau membiarkan kesempatan ini hilang begitu saja.


Albert langsung mencium bibir calon istrinya itu dengan lembut dan sedikit bermain di bibir milik Maisi yang sudah jadi candu baginya selama ini.


Maisi juga membalas ciuman dari Albert saat ini mereka menupakan rasa rindu mereka, yang sudah lama tidak seperti ini.


Maisi akhirnya kehabisan nafas, dia menjauh dari depan Albert kerena sudah merasa sesak.


"Kamu ini selalu seprti ini Kak, selalu mencuri dariku, jika begini kamu bisa menbunuhku." repet Maisi dan sedikit rasa malu pada Albert yang masih menatapnya dengan penuh arti.


"Emang kenapa jika aku melakukan itu pada kamu Mai, aku sangat merindukan itu dari beberapa bulan ini, baru hari ini aku bisa mendapatkan kembali." kata Albert tersenyum santai pada kekasihnya itu.


"Banyak alasan kamu Kak, lepaskan tangan kamu ini dulu dari ku, aku mau berdiri." kata Maisi ingin berdiri, tapi Albert tidak membiarkan dia pergi begitu saja.


"Tunggu sebentar lagi,aku sangat merindukanmu kamu Beby." kata Albert bicara pada Maisi tidak mau merupakan tubuh Maisi dari tubuhnya itu.


Maisi sangat geram dengan tingkah Albert saat ini, sehinga Maisi terlihat sikap jahatnya saat ini.


"'Awas saja kamu kak, kamu tidak mau untuk mekepaskan aku, apa setelah ini kamu tidak akan membiarkan aku pergi!! " senyum licik Maisi saat ini sambil memperhatikan Albert yang juga masih tersenyum padanya.


"Ada apa kamu melihat aku seperti itu Beby?" tanya Albert pada Maisi yang tersenyum padanya.

__ADS_1


"Aku ingin kasih kamu hadia yang bisa buat kamu selalu mengingatnya." kata Maisi menyentuh bibir Albert dengan lembut dan saat bersamaan Maisi menundukkan kepalanya saat ini pada Leher Albert, saat itu Maisi langsung mengigit lehernya Albert sedikit kuat, sehingga saat ini Albert berteriak rasa sakit dilehernya, kerena Maisi benar-benar mengigitnya.


"Aduhhhhh Sayang, jangan begitu jika kasih sesuatu yang bakin aku senang, ini namanya kamu sudah seprti darkulah saja mengigit leherku." kesal Albert pada Kekasihnya itu yang sudah berdiri santai di dihadapanya .


"Sapa suruh tidak mau melepaskan aku, sala kamu sendiri.Ini milik kamu Kak, bunda yang suruh kasih sama kamu." kata Maisi santai ingin meningalkan Albert tapi dengan cepat Albert kembali menariknya mendekat pada tubuhnya yang sama-sama berdiri saat ini.


"Apa lagi sih kak,aku sudah kasih itu yang paling berkesan sehingga leher kamu itu dalam tiga hari ini bekasnya tidak akan hilang." kata Maisi sedikit manja pada Albert.


"Kamu sudah berani padaku sekarang ya!! " kata Albert, menyentuh bibir manis itu.


Albert kembali Mencium bibir manis milik Maisi untuk kedua kalinya, Maisi juga sama saat ini dia juga tidak melarang Albert untuk mencium, hanya sekedar itu saja saat ini yang mareka lakukan tidak lebih.


Setelah puas mereka melepas rindu Albert kembali turun ke lantai bawah untuk bergabung lagi dengan bunda dan Jimy saat ini lagi menonton tv.


" Kita turun kebawah, ayok!! " kata Albert menarik tangannya Maisi setelah menaruh benda yang baru dikasih Maisi.


Maisi hanya bisa mengikuti apa kata Albert saja saat ini, mereka berjalan turun ditangga rumah itu dengan senyuman bahagi saat ini sama-sama dirasakan oleh pasangan yang dimabuk cinta itu.


Albert tidak tahu gigitan Maisi itu berbekas dilehernya, Albert tampak santai saja berjalan kearah bundanya itu sambil memegang tangan Maisi.


Bunda emi yang melihatnya juga tersenyum saja saat ini, kerena dua boca dimabuk cinta itu tampak bahagia, entah apa yang membuat mereka saat ini senang.


"Kalian ini kok lama turun, apa yang kamu lakukan pada menantuku Al?" kata bunda Emi bertanya pada Putranya itu.


"Aku tidak melakukan apapun Bun, hanya saja Menantumu ini menungguku memakai pakaian saja." Katanya Albert santai saja berbohong pada bundanya saat ini.


Maisi sudah melotot kan matanya kerena seorang Albert bisa juga berbohong, Maisi juga menatap Albert dengan rasa kesal kerena apa yang diucapkan olehnya itu tidaklah benar.

__ADS_1


Bunda Emi melihat kearah leher putranya itu, dengan senyuman yang terkembang dibibirnya saat ini.


"Itu leher kenapa, drakula mana yang mengigit kamu Al? " Ketawa dan ejek kan bundanya sudah mulai.


"Bunda gak tahu saja, dirumah ini sekarang ada drakula yang selalu ingin mengisap darahku." saantainya.


"Hahaha...!!! Kamu ini lucu Kak, sudah aku bikin begitu masih saja cuek." kata Maisi ketawa melihat tingkah Albert.


"Jika bisa kamu tiap hari bisa bikin kayak gini di leherku, biar bisa ketawain aku." kata Albert sedikit kesal pada kekasihnya itu.


"Jika kamu ingin tiap hari drakula betina itu ingin megisap darah kamu, maka cepatlah kamu lamar dia, biar kamu itu puas kasih darah kamu samanya.' sambung Bunda Emi dan ejekkannya.


"Ahhh bunda tahu aja apa yang aku inginkan."


Mereka tidak banyak bicara lagi saat ini kerena Albert juga baru terpikir kenapa tidak secepatnya dia melamar Maisi pada bibinya dikampung Maisi.


"Hai beby, apa jika aku melamar dan memintak kamu pada Bibik kamu untuk menjadi istrinya aku, apa kamu mau?" tanya Albert bertanya lagi pada Maisi.


"Aku terserah kaka saja, kerena aku tidak mau kayak gini terus,membuang waktu terlalu lama, selama ini kita sudah banyak membuag waktu kita." kata Maisi serius pada Albert yang duduk di sampingnya.


"Jika begitu biarkan Bunda saja yang pergi kesana untuk memenuhi janji bunda beberapa bulan yang lalu." kata Bunda Emi kerena dia juga harusemintak Maisi pada keluarga mereka yang saat ini hanya bibiknya saja yang dia miliki.


"Tidak masalah Bun, nantik Maisi mintak Bang ivan untuk bicara ada Bibik dikampung." jawab Maisi santai.


" jika begitu baiklah, bunda dengan Jimy yang akan kesana untuk menemani bunda." kata Bunda Emi senang, agar putranya bisa menikahi Maisi gadis yang membuat dia selalu bahagia dan tersenyum.


Albert juga mersa senang saat ini mendegar kata dari calonya itu, hari ini Maisi sudah memutuskan mau untuk dilamar, dan menikah dengannya.

__ADS_1


Senyuman yang terukir indah di bibir kedua sejoli itu tampak manis saat ini, keduanya merasa senang dan bahagia.


**************


__ADS_2