SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU

SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU
Sedikit serius


__ADS_3

Albert hanya tersenyum saja menatap pada Ivan dan Maisi, dia tidak percaya saja, hari ini entah mengapa dia tidak segan mengatakan Bahwa Maisi adalah kekasihnya pada Kakak sepupunya Maisi.


Ivan juga tidak percaya pada adik sepupunya itu begitu saja, tidak mungkin Albert menyukai Maksi jauh dari kata Tipenya selama ini.


"Kenapa Abang bingung seperti itu menatapku?" tanya Maisi bingung juga melihat Abang sepupunya itu.


"Entah percaya Aku mendengar ini Tuan Albert, kerena tidak mungkin Albert yang Selama ini saya kenal memiliki kekasih seperti adikku." kata Ivan yang masih tidak percaya.


"Sudah empat tahun saya saling mengenal Adik anda , kerena kesalahan yang aku perbuat beberapa tahun lalu pada adik anda itu membuat maisi dan saya menjauh." kata Albert menjelaskan.


"Tapi tidak kali ini Aku akan selalu dekat dengannya, kali ini Aku akan menemani Maisi seumur hidup saya, dan akan menikahi Adik anda secepatnya." kata Albert kerena dia sudah tidak mau kehilangan Maisi dan jauh darinya lagi untuk kedua kali kerena Albert sangat mencintai Maisi dengan tulus.


Maisi yang mendegar ungkapan Albert hanya menatapnya dengan Rasa tidak percaya, semudah itu sekarang Albert berkata pada Saudaranya.


Maisi saat ini betul-betul tidak percaya dengan Albert entah apa yang ada di pikiranya saat ini.


"Hai kamu kenapa ?" Kata Albert melihat Maisi menatapnya.


"Jagan asal bicara kamu Kak,semuda itu kamu berkata akan menikahiku? " tanya Maisi lagi pada Albert.


"Apa yang aku katakan itu semua benar Mai,aku sudah bilang akan menikahi kamu secepatnya, aku mencintai kamu, tidak mungkin menunggu lama dan menunda ini lagi, kerena aku tidak mau lagi terpisah oleh Waktu." ungkapan Albert sungguh-sungguh.


"Jangan gila kamu Ya, jangan suka asal kamu." kata Maisi tidak percaya.


Albert juga tidak bayak bicara lagi kerena dia juga tidak mau untuk berdebat dengan Maisi yang tidak mau kala.


Albert akan langsuang melamar Maisi nantik pas hari dan waktu yang pas untuk melamar Maisi nantik, Albert akan bicarakan ini dulu dengan kedua orang tuanya,setelah pulang dari Indonesia Albert akan berencana akan bicara pada Bundanya.

__ADS_1


Ivan pun mulai bertanya lagi pada Bos besarnya itu, saat ini dia agak sungkan akan bertanya lebih pada Albert kerena ini tidak ingin meyakiti adiknya, makan dari itu Ivan memberanikan dirinya untuk bertanya serius pada Pria dingin dan dibilang banyak para kariawanya Albert adalah Bos orogan.


"Ini Maaf Ya, saya bertanya sesuatu yang lebih serius lagi pada anda tuan Albert, kerena ini meyakut Kebahagiaan adik saya sendiri, tapi apa yang anda katakan itu benar semua? anda benar-benar serius ingin menikahinya?" kata Ivan melihat pada adiknya itu.


"Saya tidak pernah bohong dan lari dari apa yang sudah saya ucapkan tadi pada Anda pak Ivan, kerena saya sangat menghargai anda sebagi kakak Maisi." kata Albert berkata serius pada Ivan.


"Ok, saya akan Terima ucapan andan tuan, tapi satu syarat tolong datanglah bersama orang tuan Anda untuk melamar Adik saya." kata Ivan tidak mau nantinya Maisi Merasa kecewa, jika orang tua Albert tidak setuju.


"Secepatnya saya akan membawa orang tua saya kesini,untuk melamar dia jadi istri seorang Albert." katanya serius.


Maisi suasana semakin panas, melihat Kakaknya itu saat ini dengan Albert, sehingga Maisi hanya diam menatap kedua pria yang lagi sedikit berbincang itu.


"Kalian berdua kok serius amat,siapa yang akan menikah Kak Albert, aku belum memikirkan itu semua, jalankan hubungan ini dulu,aku juga belum tahu kehidupan kak Albert selama tiga tahun ini." kata Maisi kembali berkata.


"Jangan seprti ini Mai, aku tidak akan mau lagi kita seperti dulu,ini akan membuatku bertambah gila." kata Albert.


"Itu semua salah kamu sendiri kak, bukan salahku." kata Maisi santai.


Maisi hanya diam dan santai saja mendengar kata Albert saat ini, dia tidak mau mengambil keputusan terburu, kerena dia tidak tahu bagai mana kehidupan Albert selama tiga tahun ini tidak bersamanya, apa ada wanita lain yang bersamanya, maisi juga tidak tahu.


Maisi menyikapi Albert dengan lembut saja, dia tidak mau seperti dulu lagi,sifat egois Maisi, sehinga mereka memilih jalan yang salah dengan hubungan mereka berdua, maisi tidak akan melakukan hal yang sama.


"Kenapa kamu diam Mai, apa kamu tidak ingin hidup bersamaku?kata Albert menatap gadis yang sangat dicintainya itu.


"Mmm, bukan begitu Kak, aku ingin kita mulai dari awal lagi,jangan terburu-buru dengan hal yang tidak akan memuaskan hasilnya, aku ingin kita menjalankan ini dengan santai,aku belum tahu banyak tentang kamu selama ini." kata Maisi lagi.


"Bukankah kita sudah sudah saling kenal Mai,apa yang harus kita mulai dari awal lagi." kata Albert meyakini Maisi.

__ADS_1


"Apa kamu tidak mencintaiku Mai,atau kamu masih ragu denganku? " tanya Albert untuk terhir kalinya.


"Kak, bukan aku tidak mencintaimu, bukan aku ragu pada kamu kak, tapi aku butuh waktu untuk menjalankan hubungan ini,apa kakak benar-benar serius." kata Maisi.


"Baiklah aku akan beri kamu waktu 6 Bulan kedepan, saat waktu itu aku tidak menunggu lagi, aku harus menikahi kamu Mai." kata Albert.


Maisi tersenyum saja pada Albert yang mengerti apa yang diinginkan, Ivan yang yang mendegar kata adiknya itu, dia setuju saja.


"Tapi ada syaratnya Tuan Albert, anda datang dengan kedua orang tua apabila waktunya." kata Ivan lagi.


"Baiklah, saya akan mengikuti apa yang anda inginkan, untuk adikmu saya akan lakukan. " kata Albert tampa ragu.


Maisi saat ini beranjak kedapur ingin membuatkan Minum untuk kedua pria itu.


"Mau kemana kamu dek?" tanya Ivan.


"Bikin minum Bang." kata Maisi.


"Bikin tiga ya, itu tuan jimy juga disini." kata Ivan.


Maisi langsung kedapur untuk bikin minum, setelah siap dengan itu semua, maisi kembali keruangan tamu itu, melihat Tiga orang itu lagi berbincang tentang kerjaan saja tidak ada lagi yang dibahas tentang hubungannya.


"Ini minum untuk kelian, silakan diminum ya, aku langsung kedapur lagi untuk bikin makan malam buat kita semua malam ini." singkat Maisi dan kembali kedapur.


Albert melihat Maisi hanya tersenyum saja,dia juga ingin mencicipi masakan gadis itu, kerena sudah lama tidak memakan masakan Maisi.


Maisi berkutat didapur dengan sayuran diatas meja saat ini dan Maisi sudah hampir siap dengan satu masakannya saat ini, ikan nilah pedas manis saja, dengan Sayur Chah kangkung, dan sambal terasi tempe goreng saja menemani makan malam mereka malam ini.

__ADS_1


Maisi siap megelolah ikan dan sayuran itu saat ini,pas waktu makamn malam semua hidangan yang sudah dimasak maisi sudah tertata rapi dimeja makan kecil itu.


******************


__ADS_2