
"Aku ingin Kamu cari tahu tentang Carla Leo, aku inginkan secepatnya, apa selama ini ada yang tidak aku tahu dari gadis itu." kata Tuan Ramos dengan rasa penasaran setelah ucapan istrinya tadi.
"Baik Tuan, aku akan secepat mendapatkan apa yang Tuan besar ingikan." kata Leo berdiri santai di samping Bos besarnya itu.
"Kamu bisa kembali kekamar kamu leo, aku juga ingin istirahat." kata Tuan Ramos sedikit merasa lelah kerena hari ini membuatnya lelah kerena memikirkan ucapan istrinya tadi.
Leo meninglkan kamar Tuannya itu dengan senyuman dibibirnya yang sedikit terkembang, kerena akhirnya bosnya itu mulai menyadari kesalahan dan mulai ingin tahu bagai mana selama ini gadis yang yang selalu ingin dijodohkan dengan putranya itu membohongi dia.
Leo masuk kedalam kamarnya saat ini dia langsuang menghubungi Jimy saat ini lagi duduk bersama Albert disofa rumah sakit.
Jimy mlihat ponselnya ada pangilan dari Leo dia langsung berdiri dan berajak keluar dari ruangan itu meningalkan mereka bertiga.
"Ada apa Tuan Leo anda menghubungi aku?" sahut Jimy santai.
"Kayaknya usaha kita tidak akan sia-sia Jim, kerena baru saja Tuan besar meyruhku untuk mencari tahu tentang wanita ular itu, apa ada yang terjadi di saat kalian bertemu tadi??" tanya asistennya Tuan Ramos itu pada Jimy.
"Anda kerjakan saja tungas anda, jangan bertanya lagi, berikan semua bukti itu pada Tuan besar agar dia tidak selalu salah sangkah pada Tuan Albert, anak itu bukan anak bosku, tidak pernah tuan Albert keyetuh gadis itu." kata Jimy santai.
"Baiklah, besok pagi saya akan memberikan semua bukti ini pada tuan Ramos, kerena kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi, ini sudah memakan waktu sudah hampir satu tahun Ayah dan anak itu tidak berbaikan, dan saya sudah sangat kasihan melihat tuan besar selalu sedih, semenjak nyonya besar meningalkannya sendiri." Jelas Leo pada Jimy.
"Terserah anda, mana yang baik saja, agar tuan besar bisa percaya apa yang sudah dilihatnya nantik,aku harap ini bisa memperbaiki hubungan mereka kembali, dan tuan besar bisa menerima Nona Maisi sebagai menatunya." kata Jimy sangat berharap banyak dari bukti yang akan dikasih Leo pada Tuan Ramos nantik.
"Baiklah saya tutup kembali, sampai jumpa nantik Jim." kata Leo menutup Pangilan itu.
__ADS_1
Jimy memasukan kemabli ponselnya itu kedalam kantong jasnya dan ingin kembali kedalam rungan Maisi, namun Albert sudah berdiri dengan tangan berlipat dudanya melihat kearahnya dengan tatapan yang sangat mematikan itu.
"Apa yang sedang kau rencanakan Jim?, apa ada sesuatu yang tidak aku tahu?, apa yang kalian berdua sedang remcanakan??" kata Albert sangat serius menatap Jimy dengan tajam.
"Maaf Tuan Albert saya tidak berniat meyemuyikan ini dari Tuan, tapi aku ingin terbaik untuk anda." kata Jimy santai pada Albert.
"Apa aku boleh tahu apa yang akan kau berikan pada Ayah, apa Leo merencanakan sesuatu yang buruk pada Ayahku Jim??" kata Albert sedikit salah sangkah.
"Tidak tuan Tuan hanya membantu Tuan untuk masalah Carla, jadi Ayah Tuan tidak akan salah sangkah lagi, tentang kehamilan Carlah, yang bukan anak Tuan yang sedang dikandung carla sekarang, melainkan anak orang lain." kata Jimy menjelaskan pada bosnya itu.
"Baiklah kita lihat nantik jika kalian berdua bohong padaku abis kalian." Ancam Albert pada Jimy yang selalu bertingkah begitu.
Jimy hanya bisa diam saja saat Albert berkata begitu, selama ini dia terlalu sering Albert mengucapkan itu padanya jadi dia tidak terlalau memasukan kedalam hati, Jimy hanya membawanya santai saja.
Tuan Ramos tanpak terpaku melihat vio Carla bermain dengan Kekasihnya disalah satu apartemen milik kekasihnya itu.
"Apa-apa ini Leo,aku sudah dibohongi wanita ular itu, selama ini aku tidak pernah percaya apa yang dikatakan oleh istriku, aku lebih memilih percaya padanya dari putra dan istriku sendiri. " kata Tuan Ramos menyesali apa yang sedang dilihatnya saaat ini. "Aku sudah sangat bersalah pada istriku Leo,apa yang bisa aku katakan pada mereka, putraku sudah memilih wanita tepat untuknya, tapi aku tidak pernah melihat cinta putraku pada gadis itu, aku selalu bersikeras ingin menjodohkan dia dengan wanita ular." Tuan Ramos sangat menyesali perbuatannya pada putra dan menatunya saat ini. " Maafkan ayah Al, tidak merestui kamu dengan istri kamu, Ayah sangat bersalah pada kalian bertiga, apa yang bisa Ayah buat untuk kalian, agar kalian bisa memaafkan Ayah." kata Tuan Ramos memangku tangannya didada dan berjalan kearah jendela kaca hotel dan menatap keluar dengan perasaaan yang sangat bersalah pada istri dan putranya.
"Tuan besar bisah menemui tuan muda dirumah sakit, saat ini mereka semua berada dirumah sakit kerena istri Tuan mudah lagi dirawat." Ungkap Leo pada Tuan besar.
"Antarkan aku kesana pagi ini Leo, tapi sebelum kita pergi aku ingin bicara pada wanita ular dan murahan itu, aku tidak mau melihatnya ada disni lagi,aku sudah banyak bersalah pada putraku, gara-gara dia aku jadi seperti ini, keluargaku berantakan." kata Tuan Ramos sangat marah.
"Baik tuan." kata Leo tidak bisa bicara banyak lagi kerena itu harus diselesaikan, kerena sudah hampir satu tahun mereka tidak berbaikan, apa lagi dengan nyoya Ramos, mereka saling bermusuhan, tidak bisa bicara baik.
__ADS_1
Tuan Ramos dan Leo beranjak keluar dari kamar Hotel itu berjalan kearah kamar diamana kamar Carla, sampai didepan pintu, itu Leo mengetuk pintu itu, tidak lama Carla keluar dari ambang pintu itu dengan agak bingung memperhatikan wajahnya tuan Ramos lagi tidak bersahabat.
"Masuklah Nona tuan besar ingin bicara pada anda." kata Leo dingin.
"Ada apa om, datang menemuiku kedini?" tanya Carla bingunh saat ini.
Tuan Ramos masuk kedalam kamar Carla itu dan sangat marah, dua tidak bisa membiarkan Carlah selalu membohonginya lagi.
"Apa ini Carla, bisa kamu lihat ini dengan jelas. " kata Tuan Ramos menglemparkan semua bukti itu didepan Carla.
Carlah yang melihat semua itu sangat gugup dan takut saat ini pada orang yang ada di hadapan nya itu. " Selama ini kau membohongi ku, berani kau melakukan semua pada putraku,apa lagi kau dengan muda bilang bayi yang sedang kau kandung adalah anak Albert,itu adalah anak dari lelaki yang selama ini kau kencani, beraninya kau berbuat ini pada keluarga ku, kau tidak ubah nya dengan wanita murahan kebayakan diluar sana, menjajarkan tubuhnya pada banyak pria.Lihatlah ini Carla,jelas-jelas ini anak dari kekasihmu, kau bilang itu adalah cucuku, aku terlalu bodoh kau bikin." kata Tuan Ramos sangat marah.
"Om, ini adalah anak Albert, aku tidak bohong." kata Carla masih saja ingin membelah dirinya saat ini.
"Jaga mulut kau wanita tidak tahu diri,hari ini jangan pernah kau terlihat lagi dalam keluargaku , hari ini semua kerja sama dengan keluargamu akan aku cabut ,kau berkerja sama dengan ayahmu, kerena kalian semua bersikokol untuk membohongiku.
"Leo urus perempuan ini, dan jangan lupa tarik semua saham kita pada perusahaan keluarganya, ini adalah kesalahan mereka, bermain denganku,kamu kirim kembali wanita ular ini kejerman kerena aku tidak mau dia menganggu rumah tangga putraku." kata Tuan Ramos sangat marah pada Carla.
"Baik tuan." kata Leo membiarkan saja tuan Ramos pergi dari ruangan itu.
Leo menyuruh anak buahnya untuk membawa Carlah kebandara untuk kembali ke negara asalnya, dan Leo tingal di kamar hotelnya menyelesaikan semua apa yang sudah diperintahkan oleh tuan Ramos barusan, menarik semua saham dengan perusahaan orang tua Carlah.
*************
__ADS_1