SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU

SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU
Tidak suka dengan barang Mahal


__ADS_3

Akhirnya pernikahan Albert dan Maksi akan dilansungkan seminggu lagi,Saat ini Bunda Emi kembali ke jakarta bersama Bibiknya Maisi juga.


Albert juga Saat ini lagi berada Di perusahaan sesudah Makan siang romantis dan melamar Maisi dia kembali lagi bekerja kerena Ada minting penting setelah jam makan siang kerena tidak Ada jimy saat ini bersamanya jadi pekerjaan itu tidak bisa digantikan selain dia sendiri yang hadir untuk miting.


Hari ini Maisi menunggu Albert di ruangannga pria tampannberwajah info itu, sudah 3 jam Maisi menunggunya, namun Albert tidak kujung selesai akhirnya dia megutuskan untuk membaringkan tubuhnya saat ini disofa yang ada diruang kerja Albert, dengan cepat mata Maisi terpejam kerena sudah merasa lelah mengajar disekolah.


Maisi betul-betul tidak sadar dengan keadaan sekeliling rungan itu lagi, setelah 30 menit Maisi tertidur Albert baru saja masuk dari siap miting nya .


Albert masuk kedalam ruangan itu dengan melihat Colon istrinya itu saat ini sudah tidur enak disofa tamu yang ada di ruangan itu.


"Kamu ini kebiasaan Beby, jika tidur tidak tahu tempat." guman Albert sambil mengelengkan kepalanya melihat tingkah Calon istrinya itu.


Albert membuka jasnya dan menutupkan pada paha Maisi yang sedikit terlihat itu.Albert kembali memelajuti pekerjaannya sambil menunggu Maisi bangun dari tidurnya kerena saat ini sudah Jam 3 sore, sebentar lagi juga jam pulang kerja.


Tidak lama Ivan juga masuk kedalam ruangan bosnya itu untuk megasih berkas keuangan yang sudah dimintak oleh Albert saat ibu, kerena Ivan bagian menejer keuangan.


"Tok.... tok...!! " bunyi ketukan pintu ruang itu.


"Masuk..!! " suruh Albert dengan Santai dan Masih pokus dengan mata yang memperhatikan Layar dihadapanya Saat ini.


"Selamat sore tuan, saya kesini ingin megasih berkas yang tuan mintak." kata Ivan sopan saat ini masih pormal disaat dikantor pada Albert.


"Ohhh ya, terimakasih pak Ivan, anda bisa melanjutkan kembali kerjaan anda." kata Albert santai.


"Jika begitu saya....... un... dur diri dulu." ucapannya terputus kerena melihat adiknya saat ini tertidur nyaman disofa.


Ivan kembali menatap Bosnya itu dengan tanda tanya pada Calon adik iparnya itu.

__ADS_1


Albert yang mengerti maksud tatapan kakak iparnya itu dia kembali bicara, tidak pormal seperti dari awal tadi.


"Pelankan suaranya Bang, dia baru saja tidur." kata Albert bicara sedikit pelanggan pada Ivan.


"Kenapa dia ada dikantor kamu Al?" kata Ivan ingin tahu.


"Aku baru saja melamarnya pas makan siang tadi untuk jadi istri ku." santai Albart.


"Benarkah itu, terus bantai mana hasilnya? apa dia mau kamu ajak menikah?" Tanya Ivan kembali.


"Ya tentu dong, tika tidak Albert orangnya." rasa bangga Albert saat ini.


"Syukur lah jika gitu, aku juga senang mendegar ini semua." kata Ivan puas mendegar kata Albert. " jika begitu aku kelanjutkan pekerjaanku kembali." kata Ivan meningalkan ruangan bosnya itu.


Albert juga tersenyum juga saat Ivan senang dia sudah melamar adiknya itu.Albert kembali melakukan kerjaan itu sampai Jam lima sore saat ini, namun orang yang ditunggu bangun tidak juga bangun.


Akhirnya Albert keyudahi kerjaan, dan berjalan kesrah dimana Maisi terbaring tidur saat ini.Dengan pelan Albert mengusap pipi calon istrinya itu, Maisi tertidur sangat Damai tidak ada beban saat ini diwajah cantik itu.


"Kak, kamu sudah siap? " Tanya Maisi barus saja terbangun dari tidurnya.


"Sudah dua jam aku menunggu kamu bangun Beby, sekarang saatnya kita pulang, kerena Kita juga akan menjemput Bunda kebandara satu jam lagi pesawat mereka akan sampai." kata Albert santai berkata pada calon istrinya itu.


" Hmmm, aku cuci mungka lebih dahulu." kata Maisi ingin bangkit dari tempat dia tidur itu, namun Albert masih menghalangi dia untuk duduk saat ini.


"Tunggu dulu sayang." kata Albert langsung menciuam bibir Maisi yang selalu mengodanya itu.


Maisi hanya megikuti permainan bibir itu sesaat berada di bibir Albert.setelsh itu keduanya melepaskan pagutuan itu kerena Maisi sudah merasa sesak ulah Albert yang menciumnya dengan tiba-tiba.

__ADS_1


" Aku sudah tidak sabaran lagi menunggu lebih lama, kerena kamu sangat menguji imanku Beby. " Kata Albert lembut ditelinga calon istrinya itu.


"Kak apaan sih kamu kebiasaan nyosor terus,sudah berkali-kali kamu melakukan ini padaku tampak mintak izin terlebih dahulu." kata Maisi kesal pada Albert sambil mengusap bibirnya itu yang habis dinikmati oleh Calon suaminya itu.


"Sapa suruh punya bibir sexy kayak gitu, dan apa lagi membuat aku selalu tergoda dengan bibir merah delima kamu ini." Sahut Albert mengusap bibir milik Maisi.


"Jangan sentuh lagi,nantik kamu gak bisa berenti, aku yang jadi sasaran lagi." kata Maisi pergi kekamar ganti yang ada diruangan itu.


Albert hanya meyugingkan senyuman saja melihat tingkah dan mungkah Maisi memerah saat ini, kerena malu ulahnya Albert.


Tidak lama Maisi keluar dari ruangan itu dengan wajah sedikit cerah kerena sudah habis mencuci mangkanya, Maisi duduk kembali disamping Albert sambil membuka tasnya saat ini, maisi kembali memakai makaup ulang saat ini kerena bedaknya sudah luntur habis dia cuci mungka barusan.


Albert memperhatikan semua apa yang dilakukan Calon istrinya itu dengan santai disamping Maisi, Albert mekihat Alat makaup yang dipakai Maisi hanya Merek biasa saja, tidak terlalu mahal.


" Kenapa Kamu lihat aku seperti itu kak?ada apa?" kata Maisi juga heran Albert melihatnya saja dari dia keluar dari ruang ganti yang ada diruangan nya itu.


"Kamu tidak mengunakan alat makaup yang mahal selama ini Sayang." kata Albert ingin tahu.


"Tidak Kak, itu akan menguras uang sakuku jika aku mengunakan makaup yang lebih mahal lagi dari ini, kerena banyak biaya yang aku keluarkan setiap bulan untuk biaya kuliah adikku saat ini dibandung." ungkapan Maisi santai menyahuti kata Albert.


"Ohhh!! " kata Albert tidak banyak bicara lagi.


"Lagian Mekaup yang seperti ini yang cocok aku pakai, walau tidak terlalu tenar saat ini, tapi ini adalah bedak lama, kualitasnya lebih bagus dari produk mahal, disegi harga juga terjankau, cocok untuk kalang menegah seperti ku."Kata Maisi membuat Albert tertegun mendegar kata Maisi saat ini.


Selama ini Maisi tidak pernah mementingkan dirinya dari apa yang diinginkan selama ini agar adiknya bisa kuliah ,dia tidak banyak keinginan belagak orang mampu seperti guru lainya, dia hanya berdandan sederhana saja.


Albert baru tahu bahwa Maisi tidak mau berpoya-poyah dengan uang dari hasil keringatnya sendiri, kerena setela ini Maisi merasa hidupnya pahit dengan perekonomian keluarganya semenjak Ayahnya sudah meninggal, selama ini hanya dia tulang punggung untuk ibu dan adiknya.

__ADS_1


Albert hanya diam saja setelah apa yang didengar dari mulut calon istrinya itu,semua itu memang ada benarnya yang disebutkan oleh Maisi barusan.


************


__ADS_2