SANG PELAKOR ( Kau Selingkuh, Aku Mendua )

SANG PELAKOR ( Kau Selingkuh, Aku Mendua )
Mulai Bekerja


__ADS_3

Kedua wanita tadi sudah sampai di tempat Naya akan melamar pekerjaan. Wanita tadi ialah Jennifer Geraldo, adik dari Andrian Geraldo.


"Tugasmu hanya menyiapkan makanan untuk kakakku, menyiapkan pakaian, menemani kakakku kemanapun dia pergi, hanya itu saja. Pekerjaan yang lain sudah ada yang mengerjakan dan untuk gajinya, aku akan membayar sepuluh juta perbulan."


Naya melotot mendengar gajinya. Dia menghitung uang dan berpikir mau di belikan apa kalau nanti gajian.


"Aku akan memperkenalkan mu dengan kakakku. Kamu boleh berubah pikiran kalau pekerjaannya membuatmu tak nyaman," jelas Jenni.


Jenni berjalan ke kamar Kakaknya mendorong pelan kursi roda sang kakak. "Nay."


Naya yang sedang memperhatikan setiap tempat menoleh kebelakang. Pandangannya tertuju kepada pria yang sedang duduk di kursi roda. "Kayak pernah lihat?" batinnya.


"Ini kak Andrian kakakku. Dia buta dan tidak bisa jalan, lebih tepatnya sedang menjalankan fisioterapi. Pekerjaanmu hanya menjaganya, apa kamu bersedia bekerja di sini?"


"Bersedia," jawab Naya cepat tak ingin menyia-nyiakan kesempatan.


"Berhubung hari ini aku mau kerja, kamu sudah boleh masuk kerja sebab tak ada yang jaga Kakaku di sini. Kamu kerjanya hanya sampai sore saja."


Naya mengangguk mengerti, kemudian Jenii menepuk-nepuk pundak Andrian lalu memeluknya.


"Pilihan Aldo cukup menarik," bisiknya di telinga sang Kakak.


Setelah Jenni pergi, Naya bingung sendiri mau melakukan apa. "Apa tuan sudah makan?"


"Sudah."


Naya mengangguk ber oh ria. "Hmmm udah mandi?" tanyanya lagi basa basi.


"Sudah."


Naya menggaruk tengkuknya nyengir bingung harus melakukan apa dan Andrian cuman jawab simpel.


"Hmmm terus saya harus ngapain dong?"


"Tidak tahu." Balas Andrian mengangkat bahunya dan tangan menekan tombol yang ada di tangan kanannya sehingga kursi yang ia duduki berjalan.


"Eh!" Naya sampai kaget melihatnya. Wanita itu membantu mendorong kursinya.


"Kamu mau kemana biar saya antar?"


"Saya mau ke taman belakang."


Nayapun mendorongnya membawa Andrian ke taman belakang dan jalannya di tunjukan oleh Andrian.


Naya menatap kagum melihat taman mini yang ada di belakang. "Cukup indah, ada kolam ikannya juga. Waw cantik sekali ikannya," gumam Naya melihat-lihat apa saja yang ada di sana.


Andrian menyunggingkan sudut bibirnya mendengar celotehan Naya. "Kamu suka?"


Naya duduk di rumput-rumput hias menatap kagum ikan yang berenang. Tempat ini terasa nyaman, Naya tersenyum memperhatikan ikan-ikannya dan tangannya bermain-main air.


"Kalau kamu suka ikannya kamu bisa bawa pulang."


"Hah!" tanya melongo kaget.

__ADS_1



"Kalau kamu suka ambil saja ikannya."


"Enggak ah, aku hanya suka melihatnya saja. Mereka terlihat riang berenang kesana-kemari tanpa adanya beban."


"Sayangnya saya tidak bisa melihat para ikan itu berenang jadi saya tidak bisa memperhatikannya," jawab Andrian.


"Tuan...."


"Andrian, panggil saya Andrian!"


"Hmmm tapi...."


"Saya majikanmu dan kamu harus nurut apa kata saya!"


"Iya tu, eh, A-andrian," jawab Naya terbata tak enak hati memanggil tuannya dengan nama.


*********


Papa Marko dan Mama Jihan berjalan sedikit berlari ketika sampai di depan rumah Tristan dan Kanaya.


Terutama Jihan yang sudah tidak sabar ingin memeluk Naya. Jihan mengetuk pintu sampai beberapa kali namun tak ada sahutan.


Tok tok tok


"Nay, buka, nak. Apa kamu ada di dalam?" Jihan mengintip di balik kaca dan keadaan di dalam terasa sepi.


"Sepertinya Naya tidak ada di dalam, Pah. Kira-kira dia kemana?"


"Mungkin juga, Mama kangen dia," jawabnya lesu.


"Besok kita kesini lagi, sekarang kita pulang saja, ya."


Jihan pun mengangguk mengiakan, batinnya berkata, "Mama ingin memeluk kamu, Nak. Mama rindu."


**********


"Nay, apa kamu bisa nyetir mobil?" tanya Andrian lagi berada di ruang tv mendengarkan salah satu acara di televisi.


"Bisa, kenapa?" Naya menghampiri Andrian membawa sepiring makan siang untuk majikannya.


"Saya mau jalan-jalan, bosan di rumah terus dan itupun kalau kamu tidak keberatan," ujar Andrian mematikan channel TV nya.


"Tapi Anda belum makan, saya sudah menyiapkan makanan untukmu. Ini sayang kalau di buang."


"Makannya di tempat makan saja. Saya sudah lama tidak keluar rumah dan mumpung ada kamu, jadi saya minta kamu anterin saya jalan-jalan lalu kita makan."


"Baiklah," jawab Naya mengalah demi pekerjaan.


Wanita cantik berjerawat, berkacamata itupun mendorong kursi roda Andrian ke dekat parkiran mobil.


Saat di depan, ia bingung cara masukin Andrian nya bagaimana?

__ADS_1


"Nay, malah diem, bantu saya masuk!"


"Bagaimana caranya sedangkan kamu?" Naya memberhentikan ucapannya.


"Pintu mobilnya kamu buka dulu!"


Naya mengikuti arahan Andrian. "Lalu?"


"Bawa saya ke dekat pintu masuk dan bantu saya masuk dengan cara memapah saya!"


Naya mengerti, ia mendekatkan dirinya ke samping Andrian tapi ia merasa ragu akan sedekat ini dengan pria lain.


"Buruan, Nay."


"Hah, iya, iya." Naya membantu Andrian berdiri. Tangan kiri Andrian merangkul pundak Naya, kakinya mulai di bantu di turunkan oleh Naya, tangan kanan Andrian memegang jok mobil kemudian berdiri dengan posisi Naya merangkul pinggang Andrian membantunya untuk duduk di jok.


Setelah membutuhkan perjuangan, akhirnya Naya berhasil juga. Dia juga membantu mengaitkan seat belt dan itu membuat keduanya berdekatan.


"Terima kasih," ucap Andrian tulus.


"Sama-sama." Dan Nayapun menjalankan mobilnya.


**********


"Bosan sekali di sini." Emily terus menerus memindahkan channel TV mencari hal yang tak membosankan.


"Mending shopping mumpung ada uang dari Tristan. Lagian ku lagi cuti kerja dan lusa masuknya."


Emily bersiap-siap dandan cantik. Wanita berambut sepundak itu sudah berada di dalam mobil siap pergi ke pusat perbelanjaan.


Saat sedang menjalankan mobil, matanya tak sengaja melihat mobil mantan suaminya. "Itukan mobil Andrian? siapa yang mengemudinya? kalau Andrian tidak mungkin, dan Jenni pun tidak mungkin."


Dia penasaran dan malah mengikuti mobil mantan suaminya berhenti di sebuah Cafe. Dia juga ikut berhenti memperhatikan dengan siapa Andrian pergi.


"Kanaya?!" ucapnya terkejut melihat Kanaya keluar dari dalam mobil. Dia memperhatikan dan memotret apa yang Kanaya lakukan termasuk memapah Andrian yang terlihat seperti memeluknya.


"Foto ini akan ku tunjukan kepada Tristan." Emily mengirimkan foto itu ke kontak Tristan, lalu ia mengikuti Andrian dan Naya masuk kedalam kemudian memotret kembali keduanya yang terlihat seperti sedang berpacaran.


**********


Tristan begitu fokus kepada kerjaannya, setelah beberapa hari tidak masuk membuat ia di suguhkan dengan setumpuk pekerjaan. Dan Tristan harus segera menyelesaikannya hari ini juga.


Tring...


Tristan menyimpan dokumen terakhir yang ia pegang kemudian melihat siapa yang mengirimkan pesan. "Emily."


Matanya melotot melihat Kanaya bersama seorang pria lain. Dia juga membaca caption nya 'Istrimu selingkuh, Tristan.'


"Kurang ajar, berani-beraninya dia jalan bareng pria lain. Naya sungguh serius dengan ucapannya."


Tristan beranjak pergi meninggalkan kantor di saat jam masih kerja. Ia ingin melihat secara langsung Kanaya dan ia tahu Cafe itu dimana.


Bersambung....

__ADS_1


Kira-kira apa yang akan Tristan lakukan?


__ADS_2