SANG PELAKOR ( Kau Selingkuh, Aku Mendua )

SANG PELAKOR ( Kau Selingkuh, Aku Mendua )
FLASHBACK part 2 END


__ADS_3

Andrian masuk ke kamar dimana Naya berada, dia mengedarkan pandangannya mencari sosok wanita yang selama ini ia cari.


Huuueeeekk... hwwuueeekk...


Andrian mendengar seseorang muntah-muntah dan ia segera menghampirinya. "Kanaya."


Naya yang berada di wastafel menoleh namun rasa pusing membuatnya sulit melihat jelas siapa yang ada di sana. Dan akibat pengaruh alkohol juga setra obat perangsang membuat kepala dan tubuhnya semakin tak karuan.


"Mas, Tristan. Tolong aku!" lirihnya membuka dress yang ia kenakan di saat rasa panas kian mendera merasuki seluruh jiwa dan menghilangkan akal sehatnya.


Glek.... Andrian mematung menatap kagum tubuh molek Naya yang hanya terbalut kain berkacamata dan segitiga berenda.


Dia mengumpat dirinya sendiri atas apa yang telah di lakukan. "Bodoh kau Al, seharusnya kau cari tahu dulu siapa wanitanya."


"Mas, tubuhku panas sekali." Ucap nya berjalan sempoyongan sambil memegang kepala menuju shower kemudian memutar kerannya berharap rasa panas serta rasa pusing di kepalanya bisa berakhir.


Namun bukannya pergi justru malah semakin menjadi. "Tolong, panas sekali. Mas tolong aku!" lirihnya menggosok-gosok tubuh putihnya.


Andrian tak dapat berpikir jernih, ia memberikan alkohol yang bercampur obat dengan dosis cukup tinggi sehingga sulit menghilangkan pengaruhnya dalam waktu dekat. Dia berjalan menghampiri Naya dan membuka setiap pakaian yang ia kenakan karena hanya inilah yang bisa ia lakukan.


Andrian memeluk Naya yang berada di bawah guyuran shower. "Maafkan aku."


Sentuhan Andrian membuat Naya tak karuan. Dia membusungkan dada blingsatan dalam dekapan Andrian yang ia sangka Tristan. Tangannya bergerak membelai dada bidang Andrian.


"Mas, panas...." Naya menangkup pipi Andrian menatap sayu bola mata Andrian dan matanya tak dapat melihat dengan jelas wajahnya akibat mabuk berat.


Andrian tak dapat menahan hasratnya lagi, ia segera mencium rakus bibir Naya dan di sambut baik oleh Naya yang hasratnya semakin naik ke ubun-ubun.


Tangan Andrian meraba, mere mas apapun yang ia gapai, dan Naya semakin tak terkontrol.

__ADS_1


Aaahh....


Lenguhan dari bibir mungil Naya membuat Andrian semakin tak terkendali dan ingin melakukan lebih dari ini. Andrian menanggalkan setiap pakaian yang tersisa dan membopong tubuh Naya membawanya ke atas ranjang dalam keadaan keduanya polos dan saling bertautan.


Andrian menciumi setiap inci tubuh Naya memainkan titik-titik dimana tempat yang paling sensitif berada. Lenguhan dan de sa han Naya semakin menggema di kala bagian intinya di permainkan.


"Ah, mas. Please touch me!" racaunya memegang rambut Andrian yang berada di bawahnya.


Gairah Andrian pun tak dapat di tahan dan ia memposisikan bagian intinya sejajar dengan bagian inti Naya dan menggesekkan asetnya sehingga membuat Naya semakin gila.


Pria itu melesatkan asetnya dalam satu kali hentakan membuat Naya berteriak kesakitan mencengkram erat kain sprei sampai meneteskan air mata.


Andrian terbelalak terkejut merasakan intinya seperti merobek sesuatu. Namun gairahnya semakin memuncak sehingga ia melanjutkan kegiatannya memaju mundurkan pinggulnya sedangkan Naya sudah lemah, matanya semakin terpejam. Dia merasa mimpi sedang di setubuhi oleh Tristan.


Andrian tak dapat berpikir jernih, ia benar-benar melakukannya sampai puncak kenikmatan ia rasakan dan tanpa sadar melepaskan lahar panasnya di bagian terdalam inti bumi.


Dari sanalah ia baru sadar kalau dirinya sudah melakukan hal gila pada istri orang. Andrian yang sedang menelusupkan wajahnya di ceruk leher segera bangkit setelah kesadarannya kembali.


Matanya menatap bagian inti Naya dan ia terbelalak melihat noda darah keluar berbarengan dengan cairan putih kental mengotori sprei berwarna putih.


"Astaga..!!! Apa yang telah ku lakukan?" Andrian terduduk lesu mengetahui segalanya.


"Jadi dia masih suci? dan akulah orang pertama yang menyentuhnya." Wajahnya pucat pasi memikirkan apa yang barusan terjadi.


Dia berpikir bagaimana kalau orang yang ia sewa yang telah mengambilnya dan itu akan membuatnya semakin bersalah.


Andrian berdiri kemudian berjalan ke kamar mandi membersihkan dirinya. Setelahnya, dia mengambil setiap pakaian yang berserakan dan mengumpulkannya kemudian melilitkan handuk ke pinggangnya.


Pria itu memanggil seseorang untuk menemuinya. "Halo Mike, tolong kau carikan pakaian yang sama dengan gambar yang barusan ku kirimkan sekarang juga!"

__ADS_1


Andrian mematikan panggilannya lalu berjalan duduk di tepi ranjang memperhatikan Naya yang sedang terlelap tak sadarkan diri.


Tangannya terulur mengusap kepala Naya. "Maafkan aku yang tidak tahu kalau itu kamu. Seandainya tahu, aku tak akan memberikan minuman itu. Maafkan aku, Nay." lirihnya mengecup pucuk kepala Naya wanita yang selama ini ia cari.


Andrian menarik selimut sampai menutupi bahu Naya dan tak lama kemudian seseorang mengetuk pintu. Andrian sudah tahu itu dan ia mengambilnya.


"Apa yang kau lakukannya padanya, Al?" tanya Mike memicingkan mata.


Andrian membuang nafasnya secara kasar dan ia melihat Naya, Mike puja melihatnya.


"Kau..! kau yang menidurinya?" Make terbelalak seakan mengerti dengan kekacau yang terlihat di wajah Andrian.


"Aku minta kamu untuk memindahkan Tristan kesini tanpa sepengetahuan Emily. Ku yakin mereka juga melakukan hal yang sama di kamar no 101 samping kamar ini."


Mike membuang nafasnya secara kasar. "Kenapa seperti itu?"


"Aku tidak mau Naya tahu kalau akulah orang yang merenggut kehormatannya dan ku ingin di saat Naya bangun suaminya ada di sampingnya seolah-olah Tristan yang sudah melakukannya."


Mike mengerti dan iapun melaksanakan perintah atasannya memindahkan Tristan yang sudah sama-sama terkapar lemas atau lebih tepatnya tidur bagaikan kebo akibat kelelahan bermain dengan Emily.


Andrian dan Mike membaringkan Tristan di samping Naya dan Andrian menyelimuti keduanya di bawah selimut yang sama.


Dia juga membuang pakaian keduanya di lantai secara berserakan seolah di buat seperti nyata. Dia juga memasang rekaman yang ia sembunyikan di atas laci kecil terhalang oleh pas bunga kecil untuk mengetahui lebih lanjut apa yang akan mereka lakukan saat terbangun nanti.


FLASHBACK END


Bersambung....


Ya... macam seperti itulah yang terjadi. Maaf kalau kurang wow atau tidak sesuai dengan ekspektasi kalian. 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2