
"Apa?! Kanaya ingin melihatku menari pakai daster? itu mustahil, Bos. Masa orang setampan, segagah, semaco ini menari pakai daster, oohh big no! Mau di taruh dimana muka saya. Reputasi saya bisa ancur, Bos."
"Bini loe ngidamnya aneh, Al." lanjut Mike.
Mike terkejut atas permintaan Bosnya ini. Dan yang membuatnya semakin terkejut adalah, Kanaya ingin dia menari goyang dumang mangap-mangap kayak ikan. Sungguh di luar ekspektasi nya.
"Ayolah, Mike. Ini permintaan bumil, dia bisa meraung menangis jika keinginannya tidak di penuhi. Kalau anak gue ngeces terus, gimana? loe mau tanggung jawab?." Andrian sampai memohon-mohon pada Mike demi ngidam istrinya.
Dia sudah menolak, tapi Naya malah menangis dan marah sama dia.
"Kalau gue tidak bisa membujuk loe, gue di larang masuk kamar dan di larang menyentuhnya. Kau kan tahu sendiri bagaimana rasanya tidak di kasih jatah? pusing atas bawah, Mike. Mau ya, ya, ya!"
Mike mengacak-ngacak rambutnya kesal, prustasi, "Gue menolak!"
"Kalau loe menolak, gaji loe gue potong 100% selama 3 bulan!" ancam Andrian menatap tajam asisten sekaligus sahabatnya itu.
Mike semakin prustasi saja, mana mau gaji gede di potong. Dia bingung diantara dua pilihan, menolak atau menerima.
"Tapi kenapa harus gue? kan banyak yang...."
"Huauaaaaa, Mike jahat.." Raung Naya yang berada di dekat pintu ruangan kerja Andrian mendengar Mike menolak.
Mereka menoleh terkejut.
"Sayang, jangan nangis, ya. Mike mau kok, ya kan Mike?" Andrian memberikan tatapan membunuh pada Mike.
"Tapi kan hiks.. hiks.. Mike nya menolak.. huuaaaaaaa." Tangis Naya semakin keras.
"Mike..." Andrian menekankan nama Mike melotot.
"Ba baiklah, aku bersedia." Seketika Mike pasrah tak tega melihat Naya menangis meraung sesegukan.
"Tak apalah, demi ponakan. Toh yang nonton cuman mereka doang," batin Mike.
Dan, seketika tangis Naya berhenti berganti raut wajah bahagia. Dan itu sukses membuat kedua pria tersebut melongo mematung.
"Aaaaaa makasih, sayang. Kamu suami terbaikku." Pekik Naya memeluk Andrian mengecupi seluruh wajahnya.
Andrian mah girang dapat perlakukan seperti itu. Lah Mike, dia murung bercampur kesal mengusap wajahnya secara kasar.
"Sialaaan, gue terjebak diantara Bos dan bumil."
************
"Mike, ini, pakailah!" Naya tersenyum manis menyerahkan daster dengan motif bunga-bunga berwarna pink.
"Pffff..." Andrian berusaha menahan tawa. Mike bergidik ngeri melihat daster pink itu.
"Kau seriusan, Nay? gak salah saya harus pakai ini?" Mike berharap Naya bercanda. Ia enggan mengambilnya, melihatnya saja merasa geli apalagi memakainya.
__ADS_1
"Iya, serius. Ayo pakai, please!!!" Naya mengerjapkan matanya lucu, menatap penuh harap.
Mike membuang nafasnya secara kasar. Ia pun pasrah dan menerimanya. Tak lama kemudian dia keluar dari kamar mandi mengenakan daster pink.
Andrian tergelak melihatnya, dia memegang perut menertawakan Mike. Mike mencebik kesal, imagenya sebagai pria cool terbantahkan oleh penampilannya yang sekarang.
"Jangan ketawa loe Al, demi ponakan gue nih." ucap Mike mendelik tajam.
"Hahahaha loe... hahaha..." sudut mata Andrian sampai berair.
"Kamu juga pakai ini, sayang!" Naya memberikan daster yang sama namun berbeda warna. Seketika tawa Andrian berhenti berubah dengan keterkejutan.
"What?! gak salah? aku pakai daster ini?" pekik Andrian melototkan matanya.
Kali ini Mike yang menahan tawa. "Ppffff..."
"Sayang, pakai ini! Aku mau kamu sama Mike menari goyang dumang. Ini kemauan dede bayi, lho!" ucap Naya penuh harap.
"Terima, Al! Ini permintaan bumil, dia bisa meraung menangis jika keinginannya tidak di penuhi. Kalau anak loe ngeces terus, gimana? loe mau tanggung jawab? kalau menolak, nanti pintu kamarnya di kunci, tidak di kasih jatah, mau loe?" Mike membalikkan perkataan Andrian yang di lontarkan kepadanya.
Andrian menoleh menatap tajam. Mike melipatkan bibirnya menahan tawa.
"Sayang masa aku juga harus menari pakai ini?" sama halnya dengan Mike, Andrian pun bergidik ngeri.
"Jadi kamu tidak mau?" wajah Naya murung, matanya mengerjap berkaca-kaca siap menangis. Andrian menggaruk tengkuknya tak tega.
"Ya udah deh, sini. Demi calon anak kita." Andrian pasrah dan Naya kembali terlihat bahagia.
"Hahahaha Kita senasib sepenanggungan, Bos."
"Kalian memang terbaik, makasih ya," kata Naya tersenyum manis sambil mengusap perutnya. Mereka berdua mengangguk pasrah lesu.
************
"Ada apa sih kamu menyuruh kita kemari?" tanya Jenni penasaran.
Entah keterlaluan atau memang keinginan yang sangat mendalam sampai Kanaya ingin melihat suami dan sahabatnya menari pakai daster. Entahlah, tapi dia ingin sekali mendapatkan hiburan dari kedua pria tersebut dan keinginannya benar-benar tidak ingin di tolak.
"Iya, Nay. Tumben sekali kamu mengumpulkan kita?" timpal Jihan.
Bukan hanya Jenni dan suaminya yang di undang. Jihan, Marko, Claudia, bahkan Tristan Naya undang untuk menonton acara gratis ini.
"Nanti kalian juga tahu. Entah kenapa aku sangat menginginkannya."
Sedangkan Tristan, ia tidak terlalu fokus pada pembicaraan mereka. Dia hanya fokus melihat wanita yang duduk di samping Naya. Claudia yang merasakan tatapan elang dari pria itu cuek bebek.
Kanaya memberikan kode kepada Bi Marni untuk menyalakan musik DJ goyang dumang.
Sedangkan Mike dan Andrian mondar-mandir gugup, malu, dan juga deg-degan.
__ADS_1
"Duuuhhh, Al, di luar banyak orang. Kanaya bener-bener kurang asem nyuruh kita joget."
"Mau gimana lagi, buruan keluar, musiknya udah nyala tuh!" Andrian mendorong punggung Mike.
"Kau saja duluan Al!" Mike beralih mendorong punggung Andrian.
"Kita barengan sajalah."
"Itu lebih baik," jawab Mike. Mereka berdua mengendap-endap perlahan keluar dari tempat persembunyiannya.
Keduanya cengengesan menggaruk tengkuknya malu di perhatikan oleh orang-orang.
"Ppfffff buahahhahahaaaa....." Jenni dan yang lainnya terbahak melihat penampilan kedua pria tersebut. Begitupun dengan Tristan yang ikut tersenyum.
Mike dan Andrian mulai merjoget semaunya namun di saat bagian reff, mereka berjoget kompak dengan mulut sedikit mangap mendongak keatas dengan pinggul di goyang-goyang dan tangan pun bergoyang.
Ayo goyang dumang
Biar hati senang
Pikiran pun tenang
Galau jadi hilang
Ayo goyang dumang
Semua masalah jadi hilang
Mereka tertawa lepas merasa terhibur dengan apa yang di lakukan Andrian dan Mike termasuk Claudia yang juga tertawa melihat kelucuan di depannya
Ariel dan Naya bertepuk tangan terlihat bahagia. Naya berbisik di telinga Ariel dan Ariel mengangguk. Mereka berdua maju kedepan ikut bergoyang menggerakkan tubuhnya.
Andrian tersenyum melihat istrinya bahagia. "Apapun akan kulakukan asal kamu bahagia," batinnya.
Mike bergoyang gergaji dan di ikuti oleh Ariel. Balita itu tertawa bahagia saat Mike mengangkatnya tinggi dan tubuh kecilnya di goyang-goyang.
Claudia terharu bisa melihat tawa lepas Ariel. Dia lupa kapan putranya tertawa lepas.
Mereka berempat seakan melupakan orang di sekitar dan malah asik dengan dunianya sendiri. Mereka berjoged ngebor dengan kompak, sikecil Ariel pun tak ingin ketinggalan. Mereka semua berjoget sampai musik berhenti.
"Hahahaha ternyata ini seruu," pekik Andrian memeluk Naya mengecup singkat bibirnya.
"Hahahaha kau benar, Al. Ini tidak semenakutkan yang ku kira. Beban pikiranku seakan berkurang," balas Mike masih memangku Ariel.
"Hahaha Papa get na cu." (Papa jogetnya lucu) ucap Ariel memeluk leher Mike mengecup pipi Mike.
Deg....
Claudia tertegun putranya berbicara dan ia semakin terkejut kata pertama yang di ucapkan adalah Papa dan itu di tujukan kepada Mike.
__ADS_1
Bersambung....