SANG PELAKOR ( Kau Selingkuh, Aku Mendua )

SANG PELAKOR ( Kau Selingkuh, Aku Mendua )
Cerita Andrian


__ADS_3

"Hei, jangan kau peluk-peluk suamiku!" pekik Emily marah suaminya di peluk wanita lain.


Emily belum melihat wajah wanitanya karena terhalang tubuh tegap Tristan.


Naya melepaskan pelukannya. "Maaf, aku lupa kalau Mas punya istri dua."


"Berani sekali kau...." Emily terhenti saat melihat siapa wanitanya


"Kau...! Ngapain kau ke sini? kau ganggu saja aktivitas enak kita." Istri kedua Tristan segera merangkul lengan suaminya menunjukan kalau Tristan adalah miliknya.


"Oh, aku ganggu ya? Maaf, aku tidak tahu kalau kalian sedang...." Naya menekan-nekan jari telunjuknya dan memperlihatkan mimik wajah polos merasa bersalah. 👉👈


"Pergi dari sini! Kau tidak di butuhkan di rumah ini." Pekik Emily mendorong bahu Naya.


"Mas, istri sirimu kasar sekali sama aku. Aku juga kan istri sah kamu, padahal aku juga berhak tinggal di rumah kamu." adunya memelas.


Tristan bingung tapi yang dikatakan Naya benar juga kalau Naya adalah istri sahnya. "Naya benar, Em. Dia juga berhak tinggal disini."


Emily menoleh melotot tak percaya Tristan membelanya. "Kamu belain pelakor ini? aku ini sedang hamil anak kamu, Tristan. Sedangkan dia, dia bahkan hamil anak orang lain."


Naya memejamkan mata berusaha bersabar meski ia belum tahu pasti anak yang dulu ia kandung anak Tristan atau bukan karena ia sendiri masih belum mengerti kenapa bisa terjadi sedangkan Tristan ada di sampingnya.


"Kalau mau berantem silahkan, aku lelah mau istirahat dulu!" ucap Naya masuk nyelonong sambil memperhatikan setiap sudut rumah yang pernah ia datangi satu kali di saat Tristan dan Emily melakukan hubungan badan di dekat sofa.


"Hei, kau tidak sopan sekali masuk kerumah ku!" sentak Emily.


"Ini rumah Tristan!" sentak balik Naya menoleh menatap tajam Emily.


"Aku istrinya dan aku berhak tinggal di sini. Kau hanya istri siri saja, kau ingat baik-baik, kau hanya istri siri, Emilyana." ucapnya penuh penekanan.


"Sudahlah, kalian jangan berantem seperti ini. Honey, kamu jangan terpancing emosi kasian anak kita," Tristan mengusap perut Emily mengecup pucuk kepala Emily di hadapan Naya untuk melihat reaksi Naya.


Sepertinya usaha Tristan tak membuat Naya cemburu yang ada malah dia kesal sendiri Naya memperhatikan keduanya dengan senyuman manis.


"Romantis sekali suamiku ini. Oh iya, kamu pasti belum makan ya, Mas. Aku masakin makanan kesukaan kamu ya." Naya beranjak kedapur.


"Tidak perlu repot-repot karena aku tidak akan memakannya," jawab Tristan.


"Tidak masalah, sayang. Aku hanya tidak ingin suamiku kelaparan karena tidak ada makanan yang tersedia di atas meja." Naya berkutat di dapur.


Emily menarik Tristan ke kamarnya. "Kenapa kamu membiarkan dia tinggal disini? aku tidak mau dia tinggal bareng dia, honey."


"Mau gimana lagi, Em. Kau ingat apa yang akan dia lakukan kalau sampai kita tidak mengikuti keinginannya?" tanya Tristan dan Emily mengangguk.


"Aku tidak mau karirku sebagai manager keuangan di AG TRADE CENTER hancur gara-gara dia."


"Makanya secepatnya kamu ceraikan dia!" Emily memeluk Tristan.

__ADS_1


"Iya," jawabnya.


"Aku tidak tahu apakah akan menceraikannya atau tidak karena hatiku menginginkan dia juga," batinnya.


Emily melepaskan pelukannya dan mencium rakus bibir Tristan bahkan tangannya melepaskan handuk yang terlilit kemudian meremas milik suaminya.


Lama kelamaan Tristan terpancing dan ia menggiring Emily ke ranjang lalu mereka kembali melakukan kegiatan yang sempat terduga.


Suara de sahan keduanya terdengar di telinga Naya di karenakan kamar yang Tristan tempati tak kedap suara.


Naya terduduk lesu meremas celemek yang ia kenakan. Sakit, marah, sesak, semua menjadi satu. Air matanya menetes dari mata membasahi pipi putihnya.


"Kau harus kuat, Nay. Jangan mudah mengalah, tunjukan pada mereka kalau kamu kuat!" batinnya menyemangati.


Naya menghapus air matanya kemudian mengambil handphone dan mengirimkan pesan ke seseorang.


**********


"Aku heran sama kamu, Kak. Kenapa kau sampai harus pura-pura buta dan tidak bisa berjalan padahal kau sudah sembuh dari cideranya?" Jenni heran dengan pemikiran Kakaknya.


"Dan ini lagi, ngapain harus pakai janggut segala? bikin geli tahu."


Andrian menyenderkan punggungnya ke kursi mobil. "Kau tahu Jenn, dulu Kakak berusaha mencintai Emily sebelum ku tahu pengkhianatan yang ia lakukan."


"Kakak sampai buta dengan kenyataan bahwa Emily memiliki kekasih sebelum denganku."


"Kakak kagum dengan cara kerja dia yang ramah, dan tidak banyak tingkah sampai dimana Kakak melamar dia memintanya menjadi istriku dan Emily menerima lamaranku."


"Padahal waktu itu, Mike sudah memberitahu siapa Emily yang sebenarnya tapi aku tidak percaya sebelum mata kepalaku sendiri yang melihatnya."


"Persiapan pernikahan telah di siapkan sampai dimana Kakak mendapat kiriman foto dari Mike bahwa Emily sering jalan bareng seseorang sampai menginap di hotel."


"Tepat dua hari sebelum hari H, Kakak tak sengaja melihat Emily di Cafe bareng pria dan akupun penasaran sehingga aku mengikutinya."


FLASHBACK


"Mike, kamu terima kerjasama dari matahari fashion dan dan beauty care untuk menempati tempat yang kosong."


"Baik, Bos. Lalu soal lowongan untuk manager keuangannya gimana?"


"Pak Marko sudah merekomendasikan anaknya dan aku akan mempertimbangkan itu karena setelah melihat CV nya anak pak Marko cukup bagus di bidang keuangan." Andrian baru saja menyelesaikan meeting di ruangan private room.


Keduanya berbincang sambil keluar namun langkahnya terhenti di saat tak sengaja melihat Emily beranjak pergi bergandengan tangan dengan seorang pria.


"Itukan Emily?! sama siapa dia?" batinnya.


"Mike, kau duluan ke kantor dan bawa berkas-berkas ini. Saya ada urusan sebentar." Andrian menyerahkan berkas yang ia bawa dan berlari ingin mengikuti Emily calon istrinya.

__ADS_1


Andrian mengendarai mobilnya mengikuti motor yang ada di hadapannya dengan jarak cukup jauh supaya mereka tidak mengetahuinya.


Meski amarahnya mulai memuncak, ia masih berusaha mengendalikan diri untuk tidak gegabah karena ia ingin tahu lebih pasti mengenai hubungan mereka.


Andrian sempat terkejut Emily berhenti di sebuah hotel di daerah puncak. Jantung Andrian semakin berdebar takut hal-hal yang tak terduga terjadi di sana.


Ia pun turun di saat kedua pasangan itu turun dan mulai mengikutinya ke dalam.


"Mbak, orang yang barusan masuk siapa ya?" tanyanya kepada resepsionis hotel.


"Mereka tuan Tristan dan nyonya Emily tuan, pasangan yang baru menikah."


Andrian tertegun, "Emily bilang belum pernah menikah? ini aneh." batinnya.


"Mereka berada di kamar no berapa ya?"


Tanpa curiga resepsionis itu memberitahukan no kamarnya dan Andrian secepatnya kesana.


Tuhan seakan memihak kepadanya, ia sudah sampai di depan kamar yang di tuju dan pintunya tak terkunci.


Andrian ingin tahu apa yang sedang mereka lakukan dan membuka pelan pintunya. Telinganya panas mendengar suara de sahan dari dua orang yang sedang bergumul di atas ranjang.


Andrian melihat jelas apa yang sedang keduanya lakukan, tangannya mengepal, rahangnya mengeras, giginya bergeretak berbunyi.


"Jadi selama ini Emily selingkuh, apa yang Mike katakan semuanya benar dan mereka sudah melakukan hubungan di luar batas."


Andrian pergi dari sana dalam keadaan marah, ia menjalankan mobilnya dalam kecepatan tinggi. "Brengsekkk.... dasar murahan.... jadi selama ini gue di tipu..."


Andrian semakin menambah laju kendaraan sampai dimana ia membelokan mobilnya dan ada sebuah bus yang juga melaju cukup kencang dan keduanya berusaha menghindar.


"Aaaaaaaaaaaa"


Ckiiitt...... brraaakkkk...... braaaakkkkk...


Bus nya malah oleng dan terjun ke jurang sedangkan Andrian menabrak pembatas jalan sampai mobilnya ringsek


FLASHBACK END



ALDO yang berubah jadi ANDRIAN



ANDRIAN yang berubah jadi ALDO


ANDRIAN GERALDO berusia 30 tahun pemilik pusat perbelanjaan terbesar di kotanya yang di namai AG TRADE CENTER.

__ADS_1


__ADS_2