
Tristan mengetikan sesuatu di ponselnya. Melirik ke arah dapur kemudian pergi mencari ketenangan, kenyamanan, dan ketentraman hati.
Claudia membuka pesan masuk, membacanya.
📨 Ku tunggu di tempat biasa, ku membutuhkanmu.
Claudia membuang nafas, "Di saat seperti ini, kau selalu datang padaku. Di saat bahagia, kau melupakan aku."
"Nyonya, kau tidak apa-apa?" Claudia bertanya terkejut melihat Emily tertunduk lesu di lantai bercucuran air mata.
"Kau benar, Lidia. Tristan selingkuh, dia mengakui perselingkuhannya di depanku. Entah kenapa hatiku sakit di khianati seperti ini? apa begini rasanya sakit hati karena di selingkuhi?" lirihnya tertunduk menutupi wajahnya dengan telapak tangan menangis.
"Apa ini yang Naya rasakan ketika suaminya berselingkuh? sakit..! sangat sakit..! Aku memang matre, tapi tak ku pungkiri kalau ku mencintai Tristan," gumam batinnya menjerit sakit.
Tanpa sepengetahuan Emily, Claudia menyunggingkan senyum tipis di sudut bibirnya.
"Ini yang juga ku rasakan dulu, sakit, sakit melihat orang yang ku cintai ternyata memiliki wanita idaman lain dan lebih memilih pelakor itu."
"Nyonya, sebenarnya saya tidak enak hati, saya minta izin untuk keluar mengirimkan gaji saya. Keluarga saya sangat membutuhkannya, Nyonya." Claudia bersedih, wajahnya ia buat memelas untuk membuat Emily percaya.
"Pergilah, saya ingin sendiri. Keluarga memang no satu." Emily mengizinkan, pikirannya sedang kacau tak menentu.
"Baik, nyonya. Kalau gitu saya pamit dulu." Claudia menunduk sedikit kemudian pergi.
Emily meremas bajunya, dadanya terasa sesak, hatinya hancur mendengar kata selingkuh. Air matanya terus bercucuran tiada henti ikut merasakan sakit yang ia rasa.
"Aku harus cari tahu siapa selingkuhan Tristan, ya, aku harus cari tahu." Emily mengusap air matanya secara kasar, berdiri mencari tahu di mana Tristan berada dengan menyalakan alat pelacak yang ia sambungkan ke ponsel suaminya.
********
Kediaman Andrian
Naya gelisah tak menentu membolak-balikan tidurnya kiri kanan mencari posisi ternyaman. Perutnya terasa lapar seperti ingin makan sesuatu cuman ia ingin yang manis, asam, pedas.
Ingin membangunkan suaminya takut ganggu, tapi keinginannya semakin tak tertahan. Andrian merasakan pergerakan di kasurnya membuka mata.
"Sayang, kok belum tidur?" Andrian menghadap istrinya memeluk perut Naya yang sedang terlentang.
"Aku lapar, sayang."
"Kalau lapar kan bisa langsung ke dapur." Jawabnya menelusupkan wajahnya ke ceruk leher Naya.
"Tapi aku mau yang asam, manis, pedas, rujak mangga sepertinya enak, Bee. Aku mau itu, carikan ya, Bee!"
__ADS_1
Andrian menjauhkan kepalanya sampai berjarak dan memperhatikan wajah istrinya.
"Malam-malam begini mau makan rujak mangga, enggak salah tuh?!"
Naya langsung menoleh melotot tajam. "Kok kamu malah bilang begitu seolah-olah kamu tidak mau membelikannya untukku," lirihnya berkaca-kaca.
Entahlah, akhir-akhir ini dia sering sensitif. Sedikit saja hal yang membuatnya tersinggung atau sesuatu yang ia inginkan tidak di turuti pasti langsung kena ke hati dan berakhir sedih kemudian menangis.
"Lho?!" Andrian menangkupkan tangannya ke pipi Naya terheran melihat istrinya malah berkaca-kaca. Namun, tangannya malah di tepis dan berbalik membelakangi Andrian memeluk tubuh mungil Ariel yang ikut tidur bareng mereka.
"Sayang, kamu marah? jangan marah dong." Andrian paling tidak bisa melihat Naya marah atau menangis. Ia akan melakukan berbagai macam cara supaya istrinya tersenyum. Entahlah, mungkin dia terlalu cinta, terlalu sayang, atau terlalu bucin pada istrinya. Tapi yang pasti, dia sangat mencintai sang Istri.
Naya malah terisak kecil, keinginan sungguh luar biasa tak bisa tertahankan. Apa yang kita inginkan tidak di penuhi rasanya terasa sesak.
Andrian semakin panik saja, dia membawa Naya berbalik, awalnya Naya kekeh tidak mau menghadap. Tapi dengan sedikit paksaan akhirnya ia menghadap suaminya. Andrian memeluk Naya menenangkan memberikan kenyamanan.
Pada dasarnya hati wanita itu lembut, semarah apapun wanita, dia akan luluh jika pria membujuknya penuh kelembutan, memberikan kenyamanan serta memberikan pelukan hangat penuh perasaan.
"Sayang, dengarkan aku. Aku minta maaf kalau perkataan ku menyinggung perasaan kamu. Jujur, aku tidak mengerti kenapa akhir-akhir ini kamu sering nangis, minta yang aneh-aneh. Sebenarnya apa yang terjadi sama kamu?" tanyanya selembut mungkin seraya memeluk istrinya.
"A aku tidak tahu, a aku ingin sekali makan rujak mangga, Bee." Lirihnya terisak di pelukan Andrian.
"Tapi, tengah malam begini mana ada rujak mangga?"
"Aku maunya sekarang!"
Naya mendongak. "Makasih sayang." Cup...
Kecupan mesra Naya berikan untuk suaminya sebagai tanda terima kasih. Dan, Andrian mengangguk seraya tersenyum.
Dia melepaskan pelukannya, beranjak bangun mengambil jaket, mengambil handphone, mengambil kunci mobil.
"Halo, Mike. Kau dimana?"
..................
"Bantu gue carikan rujak mangga buat istriku sekarang juga!"
...................
"Tidak ada tapi-tapian pokoknya harus!"
Tut... Andrian mematikan panggilannya sepihak.
__ADS_1
***********
"Saya lagi di hotel mencari tahu istriku. Ada apa emangnya?"
..................
"Tapi..."
..................
Tut...
Mike mengepalkan tangan meninju ponselnya saking kesal terhadap Bos.
"Bos tidak peka. Sedikit lagi gue memergoki istri eh, malah di ganggu."
Mike memperhatikan pintu kamar hotel dimana istrinya berada. "Setidaknya gue sudah tahu apa yang dia lakukan di belakang gue dan tak akan ada lagi alasan untuk mempertahankannya."
Mike berjalan menuju parkiran.
*************
Emily juga sampai di alamat yang di tunjukan oleh alat pelacaknya.
"Hotel? dia ke hotel ketemu selingkuhannya?" lirihnya terasa sesak. Bayang-bayang sang suami bergumul mesra berkeliaran di benaknya sama seperti dulu ia sering bergumul mesra di belakang Naya. Dan, kini ia merasakan apa yang Naya rasakan, di selingkuhi.
Emily mencari-cari mobil suaminya berharap dapat menemukan mobil itu. Dan Tuhan berpihak padanya sehingga ia bisa menemukannya.
Emily memperhatikan dari dalam mobil ingin memastikan apakah suaminya sudah turun atau belum. Dan ternyata Tristan baru turun. Tak lama kemudian datanglah seorang wanita namun, membelakangi mobilnya sehingga ia tidak dapat melihat wajah wanita itu.
"Jadi benar, kau selingkuh, Tristan." Satu tetes air mata meluncur membasahi wajahnya. Dadanya semakin sesak, hatinya semakin terusir melihat Tristan memangut wanita itu di area parkiran kemudian mereka beranjak pergi.
Emily pun ikut turun ingin memergoki apa yang mereka lakukan. Ia sampai tergesa tak memikirkan kandungannya di karenakan ingin mengejar sang suami.
Tapi, langkahnya malah tak sengaja menubruk seorang pria bertubuh tegap sampai ia ingin terjatuh.
Bruukk....
Laki-laki itu segera menarik tangan Emily menyelamatkannya supaya tidak jatuh ke bawah.
"Kau tidak apa-apa?"
"Kau kan?" Emily terkejut ada mantan bosnya di sini. Dia ingat kalau tujuannya kesini untuk mencari tahu wanita selingkuhan Tristan. Dan, ia segera melepaskan cekalan Mike lalu pergi mencari-cari kemana suaminya masuk.
__ADS_1
Mike menatap bingung, iapun tak ingin ambil pusing. Dia langsung melanjutkan niatnya menemui sang Bos.
Bersambung....