SANG PELAKOR ( Kau Selingkuh, Aku Mendua )

SANG PELAKOR ( Kau Selingkuh, Aku Mendua )
Meredamkan Emosi Ala Andrian


__ADS_3

Andrian menghempaskan tubuhnya ke sofa, dia pulang kerumah kedua dimana dirinya dan Jenni tinggal dan hidup dalam kesederhanaan tanpa mengumbar atau memperlihatkan siapa mereka yang sebenarnya di khalayak umum.



Tangannya memijat kening yang terasa pening. Tubuhnya di sandarkan ke kursi mendongak ke atas memejamkan mata.


"Lho, kak, Naya mana? kok tidak ikut pulang? bukannya dia bareng kamu ya?" Jenni celingukan mencari Kakak iparnya.


Andrian membuka mata secara kasar. "Jenn, Naya sedang menenangkan diri. Dia marah dan kecewa atas apa yang telah kakak lakukan padanya."


Andrian menceritakan peristiwa yang terjadi hari ini tanpa di tutup-tutupi.


"Terus Kakak membiarkan dia di sana tanpa mau menemaninya? Kakak ini gimana sih, seharusnya kamu berada di sampingnya dalam keadaan seperti ini dan berusaha untuk meyakinkan, menunjukan, dan memberikan kenyamanan supaya dia percaya kalau Kakak itu mencintainya dan tidak bermaksud menyakitinya," omel Jenni tak habis pikir dengan kelakuan sang kakak yang tidak peka.


"Emang harus ya!"


"Astaga...! Kau ini benar-benar tidak peka ya, kalau sikapmu cuek yang ada Naya tidak ingin kembali padamu dan Tristan si buaya buntung itu akan semakin gencar mendekati istrimu. Kan sekarang Naya tinggal di rumah orangtuanya, orangtua Tristan juga. Apa kau mau istrimu di rebut lagi olehnya?"


Andrian terdiam membenarkan ucapan Jenni. Diapun segera beranjak dari duduknya. "Kakak pergi dulu, kamu tak apa kan?" tanya Andrian tak tega meninggalkan adiknya sendirian.


"Aku tak apa, kan ada Bu Marni."


"Iya, Den. Bibi di sini," sahut bi Marni menghampiri kedua majikannya.


Andrian merasa lega meninggalkan Jenni. "Kakak pamit dulu, bi, aku titip Jenni jangan sampai dia keluyuran keluar rumah!"


"Kakak pikir aku ini wanita badung sampai harus keluyuran segala. Aku tidak seperti itu ya," jawab Jenni cemberut.


Andrian mengusap kepala adiknya dan memeluk Jenni dalam posisi berdiri sedangkan Jenni duduk. "Kakak percaya kamu."


Diapun pergi lagi ke rumah mertuanya tapi sebelumnya ia membawakan buah tangan untuk mereka terutama istrinya.


*********


Tok tok tok


Andrian mengetuk pintu dan di bukakan oleh Jihan.


"Al, kok balik lagi, bukannya kamu mau pulang?" tanya Jihan heran mempersilahkan Andrian masuk.


"Ada yang ketinggalan, Mah. Istriku," jawabnya cengengesan.


"Kau ini, sudah Mama bilang untuk menginap saja eh Kamunya malah ngeyel mau pulang. Ya sudah, kamu langsung ke kamar Naya saja!" titah Jihan mengunci kembali pintu rumahnya.

__ADS_1


"Aku masuk dulu, mah. Ini makanan buat kalian," Andrian menyodorkan tentengan berisi martabak manis kesukaan Naya.


Jihanpun mengambilnya kemudian membawa ke dapur dan menyimpannya.


Sedangkan Andrian masuk ke kamar istrinya. Dia memperhatikan sang istri yang sudah terlelap dalam mimpi dengan mata yang terlihat sembab.


Pria itu berjongkok memandang lekat-lekat wajah sang istri yang tidur menyamping. Tangan kirinya terulur mengusap pipi istrinya. "Maafkan aku, Nay.


Naya melenguh memegang tangan itu dan berbalik ke samping kanan sehingga Andrian ikut berdiri sebab tangannya tertindih pipi sang istri dan tangan satunya bertumpu di tepi ranjang supaya tidak menindih tubuh Naya.


Pelan-pelan dia naik ke atas ranjang ikut berbaring menghadap istrinya dengan telapak tangan masih terhimpit pipi Naya. Tangan kanannya memeluk pinggang Naya dan perlahan matanya ia pejamkan.


*********


Seorang pria berusia 28 tahun termenung duduk di bar sendirian. Baru saja ia bertengkar hebat dengan istrinya meminta penjelasan mengenai ucapan Marko.


Dengan desakan dan sentakan membuat wanita itu mengakui semuanya, mengakui apa yang dulu ia lakukan terhadapnya.


"Iya, aku memang menjebakmu dengan memberikan minuman bercampur sedikit obat perangsang supaya aku bisa mendapatkanmu, Tristan. Aku juga meneteskan darah dari jari telunjukku ke sprei untuk membuat seolah-olah olah kalau kamu mengambil kehormatanmu."


"Aku juga mengakui kalau pada saat itu ku sudah menjanda tapi ku melakukannya karena memang mencintaimu, dan ingin memilikimu. Aku takut kalau kamu tidak menerima keadaanku yang sudah menjadi janda sedangkan kamu dari orang kaya raya."


Tristan membanting botol yang ia pegang ke lantai.


"Brengsekkk... selama ini aku tertipu olehmu Emily, selama ini ku kira akulah yang menodaimu ternyata kau hanya ular berbisa." Tristan meracau mengumpati Emily dan kebodohannya yang sudah terjebak dan terayu oleh Emily.


Tristan menunduk dalam keadaan kacau dan berantakan. Dia tidak percaya di bohongi sedalam ini dan dia menyesal telah menyakiti dan menyia-nyiakan istrinya. Istri yang orang tuanya pilihkan dan mereka yakin kalau wanita pilihannya yang terbaik.


Dia menyesal telah kembali tergoda oleh rayuan Emily untuk menjalin hubungan gelap di belakang istrinya sampai Emily beneran hamil.


"Naya, maafkan aku." lirihnya meneguk kembali minuman beralkohol.


"Tristan," panggil seseorang memegang pundaknya.


Tristan mendongak, namun dibayangan penglihatannya wanita itu seperti Naya. "Naya."


Tristan berdiri sempoyongan memeluk wanita itu.


"Nay, maafkan aku. Aku menyesal telah menyakitimu, kembalilah padaku."


"Aku memaafkanmu dan sekarang kamu ikut denganku!" ajaknya mengurai pelukan menarik pergelangan tangan Tristan membawanya kesalah satu ruangan di sana.


Wanita itu merayu Tristan yang sudah mabuk berat, menanggalkan setiap pakaiannya dan mereka melakukan hubungan badan.

__ADS_1


Wanita itu menyeringai penuh misteri. "Emily, tunggu pembalasanku."


***********


Naya semakin erat memeluk guling hangatnya dan mencari tempat ternyamannya. Namun ia merasa aneh di kala sesuatu yang ia peluk mengeratkan pelukannya.


"Kenapa gulingnya membalas pelukanku?" batinnya.


Perlahan ia membuka mata, awalnya buram semakin lebar semakin jelas penglihatannya dan seketika terbelalak. "Al...!!"


Naya beringsut menjauhkan tubuhnya celingak-celinguk berpikir mencari jalan bagaimana Andrian bisa berada di kamarnya.


"Selamat pagi sayang," sapa Andrian membawa kembali Naya kedalam pelukannya.


"Ngapain kamu disini? lepasin aku! Aku sedang marah sama kamu, Al!" pekik Naya berusaha keras melepaskan dekapan Andrian.


Justru Andrian semakin erat memeluk tubuh mungil Naya dan kakinya ia lingkarkan ke paha Naya sehingga Naya semakin sulit lepas dari Andrian.


"Jangan banyak bergerak kalau kamu tidak ingin berakhir ku santap dan mengerang nikmat."


Deg... Naya langsung terdiam mematung dan Andrian tersenyum tipis.


"Istri yang penurut," ucapnya sedikit menjauhkan wajahnya dan cup... ia mengecup singkat bibir istrinya.


"Al..!! Aku masih marah sama kamu!"


Cup... Andrian kembali membungkam mulut istrinya dengan ciuman lembut penuh perasaan seakan takut menyakiti bibir sang istri.


Entah kenapa Naya malah menikmatinya dan matanya perlahan terpejam meresapi perlakuan lembut dari suaminya.


Andrian tak menyia-nyiakan kesempatan ini dan ia kembali melu mat bibir istrinya, kali ini jauh lebih intens dan agresif. Tangannya mulai membuka setiap kancing yang di kenakan istrinya dan meraba setiap lekukan tubuh sang istri.


Naya melenguh tak dapat menolak sentuhan Andrian. Dia terbuai, dia terlena, dan dia semakin menginginkan hal lebih dari sekedar belaian dan ciuman. Keduanya kembali melakukan hubungan badan lebih tepatnya meredamkan emosi ala Andrian.


Berhubungan intim merupakan salah satu hal yang bisa membuat kedua pasangan menjadi semakin dekat, semakin akrab dan semakin memiliki satu sama lain.


Seseorang yang semula sedang dilanda stres berat, emosi berat dan perasaan yang dipenuhi dengan dendam, bisa dengan sangat mudah menjadi lebih mencair, lebih tenang, lebih nyaman dan lebih bahagia setelah melakukan hubungan intim serta dapatkan orgasme yang mengesankan.


Pengaruh dari orgasme yang maksimal ini juga bisa meredam kemarahan dan membantu perasaan menjadi semakin bahagia.


Tapi ingat, buat yang belum menikah, usahakan agar tidak melakukan hubungan intim di luar pernikahan. Hubungan intim yang bermanfaat buat kesehatan fisik maupun psikis sebenarnya adalah hubungan intim yang dilakukan oleh pasangan yang telah resmi bersatu dalam ikatan pernikahan.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2