SANG PELAKOR ( Kau Selingkuh, Aku Mendua )

SANG PELAKOR ( Kau Selingkuh, Aku Mendua )
Mangga


__ADS_3

"Kau mengganggu waktu ku, Bos. Sudah tahu saya lagi ingin memergoki Lintang selingkuh malah kau ajak mencari rujak mangga ." Mike menggerutu kesal pada bosnya seraya mengemudikan mobil.


"Ini jauh lebih penting ketimbang lihat urusan istrimu yang lagi anu-anu. Mengotori mata saja, dan kau akan jijik serta sakit hati saat melihatnya," jawab Andrian melihat sekitar berharap ada tukang rujak buah atau buah-buahan di tengah malam.


"Ck, laganya seperti yang pernah memergoki pasangan anu-anu."


"Gue pernah lihat, dan itu mantan istri ku dengan mantan suami Kanaya," katanya mengakui pernah memergoki pasangan bermain gila saat Emily masih menjadi istrinya.


"Wah, yang bener, Bos? kapan? dimana?" Mike penasaran, Bosnya tidak pernah menceritakan masalah aib rumah tangga pada seseorang.


"Sebelum gue menceraikan Emily, gue sempat mengikuti dia bertemu selingkuhannya dan mereka berdua masuk ke dalam rumah si pria. Mereka di sana melakukan hubungan intim," Andrian bergidik ngeri. Matanya mengedarkan penglihatan mencari sesuatu.


"Ngeri juga ya, kok bisa-bisanya mereka selingkuh? untuk apa coba? padahal kita tipe pria yang setia, pekerja keras, baik, pintar, ganteng, perhatian, Soleh, apa lagi yang mereka cari?"


"Kurangnya keimanan, mereka sampai tergoda oleh rayuan setan. Dan, hawa nafsu yang merasa kurang membuat mereka ingin mencari sesuatu yang lebih. Tanpa mereka sadari, nafsu sesaat hanya akan menyesatkan, menghancurkan, dan ujung-ujungnya menyesal."


"Iya juga sih. Eh, Bos, kira-kira kemana lagi kita cari tukang buah? dari tadi berkeliling tidak ketemu. Ini udah mau jam dua pagi."


"Saya juga tidak tahu, Mike. Tapi istriku sepertinya ingin banget. Malahan sampai nangis saking maunya."


Mike mengernyit heran. "Bos, biasanya ya, kalau wanita minta yang aneh-aneh apalagi tengah malam, ia sedang ngidam, Bos."


Andrian menoleh mengerutkan alisnya. "Ngidam?"


"Iya, bos. Jangan-jangan istrimu sedang hamil, Bos?" ujar Mike menyimpulkan kalau Naya sedang hamil.


"Hamil?" Andrian berpikir, "Apa Naya sedang hamil? semenjak kita menikah, aku belum pernah sekalipun libur, kalau itu benar berarti?" gumamnya dalam hati menyunggingkan senyum.


"Bos, bukannya di depan rumah mertuamu ada pohon mangga?" celetuk Mike baru ingat.


"Ahhh, iya! Kita kesana! Saya pernah lihat kalau mangganya Papa sedang berbuah. Buruan putar balik!" ucapnya antusias menepuk-nepuk pundak Mike.


*********


"Bos, saat ini pasti mereka sedang tidur. Lihat nih, udah jam dua pagi!" ujar Mike seraya menunjukan waktu yang tertera di layar ponsel.


"Sebenarnya gue juga tidak enak hati. Tapi, mau gimana lagi? demi istri apapun akan ku lakukan termasuk gunung kan ku daki, lautan ku sebrangi."


"Ceileeeeh, segitunya cinta bini sampai rela berkorban," ledek Mike serasa geli dengan kebucinan bos nya.


"yaiyalah, emangnya elu, punya bini malah gak di bucin. Kan cari perhatian yang lain," sindirnya.


Mike ingin membalas ucapan Andrian namun malah di bungkam mulutnya oleh tangan Andrian.


"Sssstttt.... mingkem! Gak boleh banyak bacoooot!"


Ting... tong.... Ting.... tong....

__ADS_1


Andrian menekan bel beberapa kali berharap mertuanya dengar dan bangun. Sudah dua kali tak ada sambutan, ia kembali menekannya lagi.


Ting tong.. ting tong... Ting tong..


Ceklek...


Pluuk....


"Berisiiikkkkk....!!"


"Aduuuuhhhh....." Andrian mengaduh memegangi kening yang terkena getokan gagang sapu oleh mertuanya.


"Ngapain hah, malam-malam gini ganggu orang tidur saja? dasar menantu tak punya akhlak." Gerutu Jihan mencak pinggang melotot. Jihan mengintip dulu di balik jendela ingin tahu siapa yang malam-malam bertamu tak tahu aturan.


"Mamah yang tak punya akhlak, menantu tampan gini bukannya di sambit... eh, salah, di sambut malah di getok pakai sapu. Sakit ini," jawabnya kesal.


Mike melipatkan bibirnya supaya tidak tertawa.


"Eh, dasar tidak ada akhlak malah nyalahin Mama. Kalau kamu tidak berisik Mama juga tidak akan getok kamu, menyebalkan sekali ganggu orang istirahat," balas Jihan tak kalah kesal.


"Mah, aku kesini baik-baik mau minta mangga buat istriku. Malah kena timpug, nanti istri Al kelamaan menunggu."


"Hah! Jam segini minta mangga? enggak salah tuh?"


"Kagak Mamanya Kanaya, kalau salah tidak mungkin kemari. Aku minta mangga sekarang juga!" sergah Andrian kesal sendiri jadinya.


"Buat apa?"


"Mike kau panjat mangga yang mentah, setengah mateng, dan yang mateng! Sekarang juga!"


"Saya Bos?" tanya Mike menunjuk diri sendiri. Sedangkan Jihan mengernyit bingung bertanya-tanya untuk apa Naya ingin rujak mangga? begitulah tanyanya.


"Ya elu, lah. Siapa lagi? masa gue? guekan tidak bisa manjat pohon mangga."


"Terus bisanya naik apa, Bos?"


"Naik, tubuh Naya."


Plukkk...


"Aduhh... sadis bener dah punya mertua," gerutu Andrian.


"Kalau bicara di filter dulu!"


"Tahu, ah. Mama emang kejam. Mike buruan manjat! Kalau menolak gaji kau ku potong setengahnya!" Sergah Andrian mengancam.


"Eh janganlah, Bos. Baiklah, saya akan memanjat demi ponakan saya yang ada di perut istrimu!" jawabnya pasrah daripada setengah gaji hilang.

__ADS_1


"Bagus, pilihan yang tepat."


Jihan melotot sempurna mengerti apa yang di maksud mereka. "Kanaya hamil Al?"


"Kemungkinan, Mah. Tapi, kita belum periksa. Cuman kata Mike ini salah satu tanda-tanda orang ngidam."


"Semoga saja Naya beneran hamil lagi. Pah....!" pekik Jihan memanggil suaminya.


"Ada apa?" jawabnya tak kalah keras menghampiri kebisingan di depan pintu.


"Pah, kita akan punya cucu. Naya hamil, Pah." ucap Jihan girang tersirat raut bahagia terpancar dari wajahnya.


"Yang beber, Al?"


"Kemungkinan, belum di periksa. Tapi besok Al akan mengajak Naya ke dokter."


"Itu harus, Al."


"Bos, udah belum nih? banyak semutnya, bos." pekik Mike dari atas pohon mangga mengusap-usap wajahnya yang di gerayami semut.


"Eh, pe'a. Kalau sudah dapat ya turun. Malah diam di situ." kata Andrian mendongak ke atas pohon.


"Kan kau sendiri belum menyuruhku turun, Bos."


"Astaga, Mike! Kau itu ada-ada saja, kalau sudah dapat langsung turun tidak usah menunggu perintahku. Buruan turun, ada mbak Kunti sedang mengayunkan kakinya."


"Di sini ada hantunya, Bos?"


"Ada, tuh di ranting sebelah loe!"


Mike seketika merinding cepat-cepat turun. Saking tergesanya...


Sruuut...blugggh....


"Alamaaaakkkk... pantat guee tepoossss!!!" Mike mengaduh memegangi pinggangnya.


Andrian, Jihan, Marko malah tertawa ngakak melihat derita Mike.


**********


"Sayang, aku pulang membawakan apa yang kamu inginkan," bisiknya di telinga sang istri.


Orang yang menginginkan rujak mangga malah tertidur pulas memeluk balita di sampingnya.


"Sayang," panggilannya lagi. Namun tak ada sahutan. Andrian memperhatikan wajah istrinya.


"Nyenyak banget." Dia tak tega membangunkan istrinya, dan akhirnya ia malah ikut merebahkan diri di samping Naya memeluk pinggang istrinya mengusap lembut perut sang istri.

__ADS_1


"Semoga saja anak kita sudah ada di sini, aamiin." Diapun memejamkan mata sampai ikut terlelap karena kelelahan berkeliling mencari mangga.


Bersambung....


__ADS_2