
Bruukkk....
"Sorry, sorry." Emily seolah terkejut bertubrukan dengan Naya lebih tepatnya ia yang menubrukan diri.
Naya yang merasa badannya di dorong dari belakang menoleh. "Kau!"
"Ow, rupanya ada mantan istrinya Tristan. Ngapain di sini? orang seperti mu tak akan mampu membeli pakaian di sini. Ini itu baju-baju mahal, apa jangan-jangan kau mau mencuri ya?" tuduh Emily memicingkan mata curiga.
"Jangan asal ngomong kamu! Saya tidak mungkin mencuri meski saya miskin."
Tristan yang mendengar keributan dari dalam mendekati Emily. "Ada apa, honey?" matanya melihat ke arah wanita yang ada di hadapannya.
"Kanaya?! ngapain kamu di sini?"
"Bukan urusan kamu," jawab Naya ketus.
Emily memegang pergelangan tangannya dan berpura-pura kaget.
"Honey! Gelang berlian aku mana? kok tidak ada?" pekiknya meraba pergelangan tangan dan mencari ke dalam tasnya.
"Masa sih? mungkin kamu lupa menyimpannya atau kamu tidak memakainya."
"Mana mungkin aku lupa, gelang itu pemberian kamu dan harganya 50 juta. Honey, jangan-jangan gelang aku di curi...!" tutur Emily meletot kaget dan cemas serta khawatir.
"Kamu yakin? masa di curi? kamu ingat-ingat lagi deh!"
"Aku seriusan, pasti gelang aku di curi sama Naya, honey."
"Kau jangan bicara sembarangan, Emily. Jangan memfitnah saya!" timpal Naya santai karena merasa tak mengambil.
"Sepertinya dia mencuri deh, mbak-mbak di sini ada pencuri!" pekik Emily pada penjaga toko dan itu membuat sebagian orang menoleh dan tertarik.
"Em, Em, kamu apa-apaan sih. Jangan buat kegaduhan dan tidak mungkin Naya mencuri."
"Ada apa, mbak?" tanya penjaga toko.
"Mbak, di sini ada pencuri. Tolong kalian geledah orang-orang yang ada di sini, kemungkinan salah satu dari mereka ada yang mengambil gelang saya," titahnya kepada para penjaga toko.
"Em, mungkin kamu lupa memakainya."
"Tadi aku memakainya dan sekarang malah hilang tepat di toko ini, honey." Emily kebingungan mencari gelang.
__ADS_1
"Periksa setiap orang yang ada di sini dan jangan ada yang keluar dulu sebelum ketemu!" ucap Tristan memerintah.
"Baik pak." Mereka pun mulai memeriksa pengunjung yang masih ada di sana sesuai perintah manager keuangan.
"Mantan istri kamu juga periksa, honey!"
Tristan melirik Naya tak enak hati. "Nay."
"Nih, periksa saja karena saya bukan pencuri." dengan santai, Naya memberikan tasnya kepada Tristan.
Tristan mulai menggeledah tas milik Kanaya dan Emily menyeringai. Ia akan mempermalukan Naya di depan orang-orang.
"Tidak ada."
"Hah?" Emily sampai terkejut. "Periksa yang bener! Masa tidak ada di dalam tasnya?"
Tristan kembali memeriksanya dan hasilnya nol. "Beneran tidak ada apapun di dalam tas Naya hanya ada kosmetik dan dompet usangnya."
Emily kebingungan. "Kenapa tidak ada? sungguh tadi memasukkan ke dalam tas itu," batinnya.
"Maaf, pak. Mereka sudah kita periksa dan tidak ada yang mencuri gelang bapak."
"Ah iya, Terima kasih. Kalian lanjut kerja lagi!"
Di saat Emily menuduhnya ia baru paham kalau niatnya untuk mempermalukan dirinya dan ia langsung mengambil gelangnya kemudian melemparkan ke bawah ketika Emily dan Tristan sibuk bicara.
"Kalian lihat, saya tidak pencuri. Wanita ini malah menuduh saya mencuri. Penampilannya saja berkelas tapi bermulut pedas dan berbisa," ujar Naya.
"Wajahnya saja cantik, tapi pikirannya tak secantik wajahnya. Siapa tahu gelang Anda jatuh Nona. Coba cari di sekitar dan carinya di bawah lantai bukan di dalam tas orang." lanjutkan menyindir seolah mewakili orang-orang yang di periksa.
"Benar itu, ini sama saja Anda menuduh kami yang mencuri," sahut pengunjung di sana.
"Cari di bawah lantai! Dan cari yang benar!" Tristan menyuruh mereka semua ikut mencarinya. Kalau gelang itu beneran jatuh, ia di buat malu oleh kelakuan Emily.
"Pak, ini gelang siapa?" pekik seseorang mengambil gelangnya di tak jauh dari belakang Emily terhalang tiang gantungan baju.
Emily melotot terkejut. "Kenapa ada di situ, padahal tadi saya memasukkannya dalam tas Kanaya?" batinnya.
"Tuhkan bener, gelang Anda jatuh." ujar Naya melipatkan kedua tangannya di dada.
"Iya, cantik-cantik tukang tuduh sembarangan. Kok ada ya istri manager seperti itu? tidak berwibawa banget," celetuk yang lain.
__ADS_1
"Heiii..!"
"Emily..! Kamu bikin malu saya saja, sekarang kamu kerja yang bener dan hari ini kamu harus mencapai target 1500 botol terjual dalam sehari!"
"Apa?! honey, itu terlalu banyak."
"Kerjakan sekarang juga! dan kalian bubar!" kata Tristan kepalang malu.
Emily mengepalkan tangannya menatap tajam Kanaya yang tersenyum mengangkat bahunya.
"Awas kau, akan ku balas lagi nanti!" batin Emily berapi-api.
"Sayang sudah belum?" tanya seseorang merangkul pinggang Naya.
Dan mereka menoleh dan juga terkejut terutama Tristan yang kini terasa memanas.
"Aldo, kamu..."
"Stttttt, kan kita sudah janjian untuk memanggil sayang. Ulang!" ujarnya menempelkan telunjuk di bibir Naya.
"Ooohh ternyata lagi jalan sama selingkuhannya, ck wanita murahan." celetuk Emily.
Aldo mengernyit heran. "Siapa yang jadi selingkuhan? wanita di samping saya tidak pernah selingkuh dari siapun, dia kan janda yang di ceraikan oleh suaminya karena sang pelakor. Apa salah kalau saya mencintai janda ini? dan yang penting Kanaya tidak sedang dengan siapapun." Aldo membawa Naya pergi dari sana masih dengan merangkul pinggangnya untuk memperlihatkan kemesraan mereka.
Tristan menatap marah melihat kemesraan keduanya, Emily semakin tidak terima Naya mendapatkan pria jauh lebih tampan dari Tristan.
*********
"Lepasin!" Naya melepaskan paksa rangkulan Aldo.
"Kenapa? biar semua orang tahu kalau kita pacaran." Aldo melepaskan tangannya dan berjalan beriringan dengan Naya.
"Kita bersandiwara hanya di hadapan mereka dan jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan! Kau pacarnya Jenni, kau harus ingat itu!" Naya berucap tegas menatap tajam mata Aldo.
Aldo mengulum senyum melihat Naya yang terlihat lucu dan menggemaskan saat marah-marah.
"Kemana sih Jenni? katanya sebentar tapi kok lama?" gumamnya mengedarkan pandangan mencari Jenni.
"Jenni tidak akan kembali sebab ia sedang jalan-jalan bareng pacarnya," batin Aldo.
"Kamu ikut aku!" Ajak Aldo menarik tangan Naya membawanya ke salah satu salon di sana. Aldo akan membuat Naya semakin glowing dan akan membuat Naya tak lagi di hina-hina apalagi di perlakukan rendah hanya karena penampilannya yang terlihat biasa saja.
__ADS_1
Bersambung....