
Plak....
Tamparan keras Emily layangkan kewajah Naya sampai Naya menoleh kesamping dan tertunduk.
"Emily..! apa yang kau lakukan?" sentak Tristan marah.
"Nay, kamu tidak apa-apa?" Tristan ingin menyentuh wajah Naya namun Naya menepisnya secara kasar.
"Sudah ku bilang lepaskan aku supaya tidak terjadi kesalahpahaman. Tapi kau malah tetap bersikeras memelukku dan sekarang lihatlah apa yang di lakukan istri SIRI mu. Dia menampar MANTAN ISTRI SAHnya!" pekik Naya menatap tajam wajah Tristan dan menekan kata SIRI dan MANTAN ISTRI.
Tristan dan Emily terbelalak Naya menyebutkan status mereka. Emily semakin emosi dan dia tidak percaya kalau Tristan yang memeluknya.
"Kau memang murahan Kanaya, tidak mungkin Tristan yang berusaha memelukmu pasti kau yang berusaha menggodanya dan memeluknya iya kan?" sentak Emily menunjuk wajah Naya.
**********
"Al, ini laporan pemasukan bulan ini dan ini laporan kerja sama antara kita dan PT BEAUTY CARE," ucap Mike menyimpan berkas di depan meja Andrian.
"Thanks, Mike. Kau memang teman sekaligus sahabat terbaikku," jawabnya membuka setiap laporan yang di berikan Mike dan membacanya.
"Eh, bukannya loe datang bareng istri loe? kemana dia kok gue tidak melihatnya?" tanya Mike mengedarkan pandangan ke penjuru ruangan Andrian.
Deg....
Andrian lupa kalau ada Naya, saking fokus dengan kerjaannya sampai tak mengingat kalau ada istrinya di sini.
"Naya..." Andrian juga mengedarkan pandangannya. "Kenapa tidak ada di sini?"
"Loe itu gimana sih, Al. Sebagai suami seharusnya loe jaga istri loe supaya dia tidak merasa bosan, tidak merasa kesepian, bukan hanya mengabaikannya dan fokus pada kerjaan loe doang. Gue yakin dia keluar karena loe sibuk ngurusin dokumen loe dan mengabaikan dia," ucapnya panjang lebar peka dengan istri Andrian yang baru pertama kali masuk kantor suaminya.
Andrian mengingat-ingat lagi ucapan Naya dan ia terbelalak kalau Naya ingin jalan-jalan karena merasa bosan di abaikan. "Istri gue!"
__ADS_1
Tok tok tok
"Maaf pak, di lantai bawah ada keributan," ucap sekertaris Mike.
"Keributan?"
"Benar, Pak. Salah satunya Tuan Tristan, pegawai SPG, dan satu wanita asing, Pak."
"Kanaya...!" pikiran Andrian langsung tertuju pada istrinya dan ia langsung beranjak berlari ke menuju lantai bawah.
*********
"Kau tanyakan saja sama suami SIRImu itu apakah aku yang memeluknya atau dia yang lebih dulu memelukku?"
Tristan gelagapan, dia membuang wajahnya saat Emily menatap tajam Tristan penuh intimidasi. "Aku tidak seperti itu, honey. Percayalah!"
Naya tersenyum sinis memegang pipi yang terasa panas akibat tamparan keras dari Emily. "Pandai sekali kau berkilah, pembohong dan pengkhianat memang pantasnya dengan pela*cur seperti mu Emily!" tunjuk Naya pada Emily.
"Aku tak percaya, pasti kau yang berusaha menggodanya. Lihatlah! Bahkan di lehernya ada tanda ****** dan itu menandakan kalau kau murahan, ja*lang, pelakor..."
Plak....
Kali ini Naya yang menampar pipi Emily jauh lebih keras dari yang Emily layangkan. "Bagaimana, sakit? itu masih belum seberapa atas rasa sakit yang kau berikan kepadaku dengan merebut Tristanku."
"Kau bilang aku murahan? kau bilang aku ja*lang? kau bilang aku pelakor? lalu sebutan apa yang pantas untuk dirimu yang telah menjadi pelakor di dalam rumah tanggaku dan Tristan sampai kalian melakukan hubungan menjijikan tanpa ikatan pernikahan, hah?"
Naya mengeluarkan segala kekesalannya, ia meluapkan emosi yang dulu ia rasakan, amarahnya memuncak dikala teringat kembali pengkhianatan yang di lakukan suaminya secara terang-terangan.
Seolah tidak terima, Emily malah semakin menjadi. "Kaulah sang pelakor murahan yang telah merebut Tristan dariku dan lihatlah sekarang kau menjadi pela*cur buktinya banyak tanda merah di lehermu." balas Emily tersenyum mengejek.
Sudah banyak bisik terdengar di kuping Naya dan Naya bisa mendengar sebagian dari mereka yang menjelekkannya. Naya tak akan lagi diam harga dirinya di permalukan apalagi di injak-injak.
__ADS_1
"Nay, siapa yang telah melakukannya padamu?" Tanya Tristan mengepalkan tangan marah Naya di sentuh pria lain.
"Aku yang telah melakukannya," pekik seseorang merangkul pinggang Naya dan mencium samping kepalanya di hadapan semua orang.
"Kau! Brengsek... apa yang telah kau lakukan padanya, hah?" sentak Tristan mencengkram kerah baju Andrian.
"Ow, ow, ow, santai bro! Tidak usah marah-marah seperti itu!" jawabnya tak sedikitpun mencoba melepaskan cengkraman Tristan.
"Kamu tidak perlu repot-repot menunjukan kalau kamu peduli padaku karena apa yang Aldo lakukan adalah hal yang wajar," balas Naya.
"Wajar kamu bilang? dia telah melecehkanmu, Nay. Dan aku tidak terima itu!" pekiknya ingin memukul wajah Andrian namun malah di halangi oleh Emily.
"Kenapa kamu segitu menbelanya, honey? dia memang ja*Lang pasti dia sering melakukannya dengan pria lain. Dia itu murahan!"
"Diaaaam..!!!" teriak Andrian mendorong Tristan. "Sekali lagi kau menjelekkan Naya akan ku buat kau menyesal seumur hidup!" tunjuknya marah tak terima Naya di hina.
"Lah benar kan, dia itu pasti sudah di tiduri banyak pria hidung belang dia ja*Lang murahan..."
"Dia bukan wanita ja*Lang seperti yang kau tuduhkan karena akulah orang pertama yang menyentuhnya..! Akulah orang pertama yang sudah mengambil kehormatannya!" jawab Andrian murka tanpa sadar mengungkapkan satu rahasia yang selama ini ia simpan dan hanya dia, Jenni, dan Mike yang tahu.
Duaaarrrr....
Bagaikan tersambar petir di siang bolong, mereka tertegun mendengar penuturan Andrian terutama Naya yang mematung tak percaya.
"Orang yang sebut kau ja*lang murahan adalah istriku!"
Duaaarrrr....
Bersambung....
Aku juga sampai terkejut, Ter Ter terkaget-kaget syok.
__ADS_1