SANG PELAKOR ( Kau Selingkuh, Aku Mendua )

SANG PELAKOR ( Kau Selingkuh, Aku Mendua )
Surprise I


__ADS_3

"Emily....buruan....sudah siap belum? Lama banget dandannya!" pekik Tristan sudah menunggu di dekat pintu masuk seraya melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Iya, iya, ini sudah selesai. Sabar kenapa sih. Aku tuh harus menyesuaikan pakaian ku supaya terlihat cantik, menawan, dan elegan." Jawab Emily berdelik mendekati Tristan.


Meski hatinya sedang kacau bagaikan balon meletus, ia harus tetap tampil sempurna di acara bos tempat dulu ia bekerja. Dia ingin tahu siapa pemilik mall dan adiknya yang selama ini di sembunyikan identitas mereka.


"Semakin kita cepat datang semakin dapat kesempatan untuk duduk di kursi paling depan. Aku harus bertemu Bos AG TRADE CENTER mengakrabkan diri dan siapa tahu bisa naik jabatan." ucap Tristan mengkhayal melambung tinggi sambil berjalan masuk ke dalam mobil.


Namun, matanya sempat mengedarkan pandangan mencari sosok wanita yang saat ini sudah mulai kembali bertahta di hatinya. Entahlah, Tristan ingin Emily, ingin Kanaya, dan ingin Claudia. Hatinya seakan menginginkan ketiga wanita itu.


*************


Di sebuah grand ballroom hotel super mewah telah berdiri pelaminan super megah bak singgasana para raja yang berdiri kokoh dengan nuansa putih biru siap untuk di duduki sang pengantin baru.



Pelaminan tersebut menghadap para tamu undangan. Sedangkan untuk para tamu undangan, tak kalah di dekor semewah mungkin bernuansa biru. Andrian tak tanggung-tanggung merogoh kocek pantastis demi adiknya dan untuk mengumumkan kepada khalayak umum siapa mereka.



Satu persatu para tamu undangan sudah memasuki area resepsi dan mereka mulai memilik tempat duduk masing-masing.


Kini Tristan dan Emily telah tiba di tempat resepsi. Sontak mulut mereka menganga melihat betapa megah dan mewah tempat di adakannya resepsi. Tristan kembali menormalkan rasa keterkejutannya tapi tidak dengan Emily yang baru pertama kali menghadiri pesta semegah ini.


"Gilaa, mewah banget! Berarti dia tajir melintir. Siapa kiranya yang beruntung menjadi istri dari pemilik mall terkenal, terbesar di kota A? andai itu adalah aku, pasti aku adalah wanita terkaya di kota ini," gumam Emily dalam hati mengedarkan pandangannya memperhatikan setiap dekorasi yang indah, megah, mewah.


"Dengan Bapak Tristan Delano dan Istri?" tanya pria bertubuh tegap memakai kemeja putih berjas hitam dengan earphone tersemat di telinga.

__ADS_1


"Ah, iya. Saya sendri. Ada apa?" jawab Tristan berusaha tenang.


"Mari kalian ikut kami. Kami akan menunjukan tempat duduk kalian paling depan," ucapnya mempersilahkan masuk.


Tristan dan Emily pun masuk mengikuti pria tersebut. Mata Emily tak berhenti mengitari ballroom itu, binar kagum tergambar jelas di Retna matanya.


"Mereka kaya banget, kalau aku tahu dan kenal kakak dari wanitanya, akan ku dekati dia. Tapi, sayang, ku malah mendapatkan Tristan si tukang selingkuh," cebik dalam hati.


Para tamu pun sudah berdatangan sudah mulai memenuhi setiap meja sudut ruangan. Lantunan lagu dari penyanyi-penyanyi terkenal pun kian mengalun merdu.


Para tamu yang menyadari perubahan suasana sontak menoleh mempokuskan ke penyanyi papan atas. Para tamu undangan pun lantas berdiri untuk memberikan sambutan atas kedatangan pengantin beserta rombongannya dengan penuh suka cita.


Begitupun dengan Tristan dan Emily yang juga menoleh memperhatikan rombongan tersebut. Namun, mata mereka seketika terbelalak melihat rombongan tersebut. Mereka dapat mengenali dengan jelas siapa pria dan wanita yang berada di barisan kedua mengiringi pengantin.


Wajah keduanya seketika pias keringat dingin mulai membasahi dahi bahkan sekujur tubuh. Emily hampir limbung namun ia cepat berpegangan pada sisi meja.


"Tidak mungkin pria itu bos besar! Dan kenapa Naya bisa berada di sana? Papa dan Mama pun juga ikut menjadi rombongan?" gumam Tristan menatap fokus rombongan mereka.


Lalu, arah pandangan Emily ia fokuskan kembali ke pasangan yang duduk di sebelah kiri kanan pengantin pria. Hatinya mencoles kalau pria itu memang benar Andrian mantan suami yang ia tinggalkan. Hati Emily merasa panas dan menyesal telah meninggalkan Andrian. Wajahnya memucat, aliran darahnya seakan berhenti.


"Semoga pria itu bukan Andrian," batinnya.


Sama halnya dengan Tristan yang terus menatap memperhatikan wajah wanita yang dulu pernah menjadi istrinya dan ia juga beralih melihat pria di samping Naya. Seketika hatinya cemas kalau benar orang itu adalah bos besar.


"Kalau dia bos besar, tamatlah riwayatku karena sudah berlaku kasar. Tapi Naya, dia sekarang sangat cantik," batin Andrian.


Andrian berdiri mengambil mic speaker, suara bariton nya menginterupsi mereka semua.

__ADS_1


"Selamat siang para hadirin semuanya. Terima kasih atas kehadiran para tamu undangan semuanya. Mungkin kalian bertanya-tanya mengenai pernikahan siapa dan siapa saya."


"Di sini, saya juga akan mengumumkan pernikahan saya dan memperkenalkan adik saya satu-satunya. Perkenalkan, nama saya ANDRIAN GERALDO. Saya sudah menikah dan istri sah saya bernama KANAYA KHAIRUNA AZMI dan saat ini istri saya sedang mengandung anak kami."


"Dan, mempelai wanitanya adalah adik kandung saya JENNIFER GERALDO. Dia adik yang paling saya sayangi. Satu lagi, saya juga akan mengumumkan siapa saya yang sebenarnya."


"Saya di sini membuka identitas diri sebagai pemilik AG TRADE CENTER MALL. Yang artinya, pusat perbelanjaan ANDRIAN GERALDO."


"Waahhh, berati Anda adalah pemilik mall terbesar di kota ini Tuan?" tanya pembawa acara mewakili semuanya.


"Benar, saya adalah pemiliknya sekaligus Kakak dari pengacara sukses JENNIFER GERALDO."


"Untuk merayakan hari bahagia ini, saya persilahkan kalian semua untuk menikmati hidangan yang tersedia, dan bagi para tamu yang memiliki undangan resmi, dipersilahkan untuk mengambil gif logam mulia sebesar 1 gr. Terima kasih atas perhatiannya." tutur Andrian membuka rahasianya di balik umum.


"Ja jadi... A Andrian... di dia... pemilik Mall itu! Di..dia orang kaya! " lirih Emily berwajah pias. Lututnya terasa lemas tak mampu lagi menopang berat tubuhnya. Dia terduduk syok di kursi dengan wajah yang sudah memucat sempurna.


"Pria itu... di-dia... Bos be-besar..! da-dan Naya istrinya? dia ha-hamil... Tidak mungkin...!" begitupun dengan Tristan yang juga syok mendapat kenyataan bahwa pria yang sudah merebut Naya darinya adalah Bos dimana ia bekerja. Semakin sulit saja untuk mendapatkan Naya kembali.


Tristan mematung tak dapat berkata apa, Emily semakin merasa pening dengan surprise yang barusan terjadi.


"Bodoh, bisa-bisanya aku melepaskan pria kaya dan tampan seperti Andrian demi pria seperti Tristan tukang selingkuh. Bodoh, bodoh." Umpat Emily dalam hati memijat kening yang terasa pusing.


Tristan tak bisa lagi bertahan duduk disana, dia menjadi gugup di kala netra matanya bertubrukan dengan Andrian yang tersenyum mengejek seraya merangkul pindang Naya begitu mesra. Dia berdiri beranjak pergi meninggalkan area resepsi tanpa memakan hidangan yang tersedia.


Emily mendongak melihat suaminya pergi. Dia juga merasa tidak bisa bernafas dan memutuskan untuk mengejar suaminya. Namun, ketika di area parkiran, dia malah di tinggalkan.


"Tristan, tunggu aku!" pekiknya. Emily bingung harus ngapain dan pulang dengan siapa. Seketika ia teringat kalau suaminya selingkuh dan ia memutuskan untuk mengikuti Tristan meninggalkan tempat resepsi.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2