
Naya syok dengan apa yang ia dengar barusan, bayang-bayang malam panas yang terasa mimpi ternyata itu nyata dan orang yang ia kira suaminya ternyata orang lain.
Banyak pertanyaan di benaknya kenapa semua itu sampai terjadi? apa penyebabnya? dan kenapa Andrian sampai tega melakukan itu padanya? dan sekarang ia baru menyadari kalau anak yang pernah di kandungnya bukan anak sang suami tapi anak dari pria lain.
Kepalanya mendadak pusing berharap semua ini hanya sebuah mimpi. Tubuhnya terasa lemas akan kenyataan yang sebenarnya.
Andrian membungkam mulutnya sendiri di kala ia teringat kalau dirinya sudah keceplosan membuka rahasia yang selama ini di sembunyikannya.
"Naya..!" Andrian terbelalak melihat Naya yang sudah pucat pasi terhuyung kebelakang. Dengan replek Andrian menangkup tubuh Naya yang sudah pingsan tak sadarkan diri.
"Sayang, bangun!" Andrian membopong tubuh Naya memberikan kode kepada Mike untuk mengurus kekacauan yang terjadi.
Dia berpas-pasan dengan Marko yang sudah memerah menatap tajam kearahnya kemudian mengikuti Andrian dari belakang.
Tristan terhuyung kebelakang syok mendengar kalau orang itu bukan dia melainkan orang lain dan dia semakin terkejut mematung mendengar Naya sudah menikah kembali dan itu dengan orang yang Naya kenalkan sebagai pacarnya.
Emily juga bingung dengan apa yang terjadi dan jiwa keponya meronta-ronta. Dia ingin mengikuti Naya tapi malah di halangi oleh Mike.
"Kau mau kemana Nona? ini masih jam kerja dan Anda tidak boleh meninggalkan tempat ini sebelum pekerjaan selesai atau Anda akan mendapatkan denda sebesar lima ratus juta."
Emily memandang tajam Mike. "Siapa kau yang seenaknya mengaturku?"
"Saya Mike tangan kanan bos besar."
Deg... Emily terkejut dan nyalinya menciut tapi ia senang bisa bertemu dengan salah satu petinggi mall ini dan memperhatikan Mike.
***********
Bugh...
Satu bogeman di layangkan oleh Marko ketika situasinya sudah membaik dan Naya sudah tersadar, sekarang dia lagi duduk melamun di atas ranjang pasien.
Andrian tak berani menatap wajah mertuanya di karenakan merasa bersalah dan mengakui kalau ia telah melakukan hal yang salah.
"Selama ini saya segan sama kamu tapi hari ini saya kecewa dengan apa yang kamu bicarakan. Saya tidak pernah menyangka kalau kamu melakukan hal sebejat itu," sentaknya.
"Maafkan saya, Pah. Saya tahu kalau apa yang saya lakukan salah," jawab Andrian menunduk bersalah.
"Jelaskan yang sejelas-jelasnya kenapa kamu sampai bisa melakukan hal semacam itu!"
Andrian perlahan duduk, menarik nafasnya dalam-dalam kemudian membuangnya secara kasar.
__ADS_1
"Awalnya ku berniat untuk menghancurkan Tristan dengan cara membuat istrinya di tiduri pria lain karena Tristan sudah berselingkuh dengan Emily. Tapi, semuanya berubah di saat aku tahu kalau istri Tristan adalah Naya."
FLASHBACK
"Jadi selingkuhan Emily sudah memiliki istri?" tanya Andrian kemudian menyeruput jus sirsak yang ada di hadapannya.
"Sudah Al, dan mereka baru menikah belum satu tahun. Istrinya tidak tahu kalau Tristan selingkuh, yang ia tahu Tristan bekerja dan bekerja," balas Mike melipatkan kedua tangannya di atas meja.
"Hmmm ternyata mereka berdua menjijikan. saya tidak terima Emily mempermainkan ku dan saya ingin memberikan perhitungan kepada Tristan dengan membuat istrinya di tiduri pria lain. Aku ingin Tristan merasakan apa yang kurasakan sakit hati melihat istrinya bergumul mesra dengan pria lain," kata Andrian menyeringai.
"Kau jangan menyakiti istri Tristan, Al. Kasihan, dia tidak tahu apapun mengenai perselingkuhan suaminya dan Emily."
"Aku tidak peduli! Kamu adakan pesta untuk para karyawan dan suruh mereka membawa pasangannya!"
"Dalam rangka apa?" Mike sempat heran sebab tak ada acara apapun.
"Pokoknya loe harus buat pesta yang istimewa dan juga kau carikan seorang pria gigolo."
"Untuk apa?"
"Pokoknya kau turuti ucapanku sekarang juga!" jawab Andrian tegas.
********
Semuanya datang sesuai yang di sarankan Andrian untuk datang bareng pasangannya. Tristan juga datang bareng Naya yang pada saat itu masih berjerawat.
"Mike tolong kau berikan minuman ini pada istrinya Tristan!" Andrian yang berada di salah satu ruangan private memberikan minuman yang sudah di campuri dengan minuman memabukan yang sangat berat dan sedikit mencampurkan obat perangsang."
"Kau jangan gila, Al. Bagaimana kalau sampai wanita itu tak sadarkan diri? sebab ini mengandung pemabuk, dan obat perangsang.
"Tidak bahaya, paling dia mabuk berat dan terangsang. Kalaupun terbangun, dia tidak akan mengingat apa yang terjadi. Buruan kau kerjakan tugasmu!" pekik Andrian.
Mike membuang nafasnya. "Baiklah," balasnya
Mike pun mengikuti perintah Andrian dan menyuruh seseorang untuk memberikan minuman itu kepada istrinya Tristan.
"Mbak, tolong berikan minuman ini kepada wanita yang sedang duduk di situ!" tunjuknya pada Naya.
"Baik, Pak."
Mike memperhatikan pelayan itu yang sedang memberikan minumannya dan Naya tersenyum ramah menerimanya dan meminum minuman itu sampai habis. "Kau keterlaluan Al, dia tidak tahu apapun mengenai Tristan."
__ADS_1
"Mas, acaranya cukup ramai sekali dan banyak yang datang juga," Naya memperhatikan setiap orang yang sedang berdansa.
"Acara ini katanya selalu ada dan di persembahkan untuk para karyawan AG Trade Center," jawab Tristan mengedarkan pandangannya mencari Emily.
Awalnya Naya tak merasakan hal apapun, namun lama kelamaan ia merasakan hal yang aneh di tubuhnya.
Naya memijat pelipisnya yang sudah mulai terasa pusing dan badannya terasa panas. Naya memperhatikan setiap orang tapi penglihatannya ngeblur.
"Mas, kepalaku kok tiba-tiba pusing ya? penglihatan ku juga agak suram gini?"
"Nay, kamu kenapa?" Tristan sedikit khawatir dengan kondisi Naya yang memang memiliki penyakit anemia.
"Kepalaku pusing banget dan badanku terasa panas," lirihnya memegang kepala.
Tristan celingukan meminta bantuan seseorang. "Kamu istirahat dulu di kamar hotel ya! Aku antar," Tristan membawa Naya berdiri perlahan memapahnya.
"Tristan," panggil seseorang. Tristan menoleh terkejut, Emily malah menghampiri dan malah merangkul lengannya.
"Em..!" bisiknya takut Naya melihat dan untungnya Naya tak memperhatikan itu sebab ia semakin pusing dan panas.
Tanpa di sadari, Andrian memperhatikan keduanya dan ia memperhatikan wanita yang sedang menunduk memegang kepala.
"Seperti pernah melihatnya? tapi di mana?" gumamnya memperhatikan dari jauh.
Saat Naya mendongak sambil terpejam, Andrian terkejut. "Kanaya?!" sontak ia langsung menelpon Mike.
"Kirimkan foto istrinya Tristan sekarang juga!" dan tak lama kemudian ada pesan masuk, dia pun membukanya dan matanya melotot sempurna.
"Jadi Kanaya?! lalu minuman yang ku berikan? tidak, tidak, Naya tidak boleh di sentuh pria lain."
Andrian secepatnya mengikuti Tristan secara diam-diam memperhatikan pergerakannya. Dia melihat Tristan membawa Naya ke kamar hotel di ikuti oleh Emily istrinya.
Tristan membaringkan tubuh Naya namun malah di cekal oleh Naya.
"Mas, jangan pergi!" lirihnya gelisah tapi mata masih terpejam.
"Honey..!" Emily melotot untuk melepaskan cekalan Naya dan Tristan melepaskan kemudian dia di ajak Emily ke kamar sebelah dalam posisi keduanya saling berciuman.
"Ck, menjijikan."
Bersambung....
__ADS_1
Masih ada kelanjutannya ya di part berikutnya dan mohon maaf jika ceritanya kurang berkenan atau terkesan monoton. 🙏🙏😊