
Andrian memperhatikan Istri kecilnya dari pulang sampai rumah terdiam menunduk cemberut. Naya lebih dulu keluar mobil berjalan tergesa menghindari suaminya. Andrian tersenyum simpul mengikuti sang istri dari belakang.
"Sayang, kenapa wajahnya di tekuk gitu? terus kenapa leher kamu pada merah-merah seperti di gigit serangga?" ucapnya menggoda Naya.
Naya memberhentikan langkahnya menoleh ke belakang mendelik tajam dengan raut wajah cemberut.
"Iya, serangga besar seperti kamu. Puas!" jawab Naya ketus kembali melangkah masuk. Andrian tertawa gemas dan lucu melihat istrinya cemberut.
"Kamu jahat malah ngetawain aku. Aku malu, Bee. Orang-orang menatapku aneh dan mereka bilang kita melakukan tindakan mesum di rumah sakit," gerutunya kesal dengan Andrian. Naya menghempaskan tubuhnya ke atas sofa bersedekap menyenderkan punggungnya ke kursi.
"Emang kenyataannya seperti itu, sayang. Kita memang mesum di sana, lalu apa salahnya dengan omongan mereka?" Andrian duduk di samping Naya.
"Ya tapikan aku malu, apalagi tanda merah ini membuat mereka semakin memojokanku," gerutunya menunjukkan warna merah keunguan di sekitar lehernya.
Andrian menyibakkan rambut Naya ke samping kanan. Tangannya menelusup ke leher Naya dan jari telunjuknya mengusap lembut karyanya.
"Jangan dengarkan mereka, kita melakukannya atas dasar suka sama suka dan kita sudah halal. Jadi, kalau diantara mereka ada yang bilang aneh-aneh akan ku lemparkan buku pernikahan kita agar mereka bungkam seribu bahasa."
"Tapi kan....."
Bibir Naya Andrian bungkam dengan bibirnya.
"Cerewet banget sih istriku ini. Jangan pikirkan mereka, pikirkan dirimu dan calon bayi kita. Sekarang kamu istirahat ya," kata Andrian mengusap perut Naya.
Naya menyenderkan kepalanya di pundak Andrian memeluk pinggang suaminya.
"Aku belum ngantuk, aku mau nonton drama korea romantis," imbuhnya mendongak menatap wajah suaminya.
"Ayo, aku temenin kamu sampai kamu ngantuk."
"Tapi kamu yang nyiapin semuanya seperti layaknya bioskop mini."
"Iya, sayang. Apapun akan aku lakukan demi kamu." Dan, mereka beranjak ke kamar.
Andrian menyiapkan semuanya. Sedangkan Naya bergegas mengambil sesuatu di dalam lemari dan berganti pakaian di kamar mandi.
Andrian mematikan lampu kamarnya dan di ganti dengan lampu tidur supaya terkesan seperti bioskop. Dia pergi ke dapur menyiapkan cemilan untuk mereka makan dan di saat itu, Naya memilihkan drama yang kebanyakan adegan romantisnya dan adegan dewasa.
__ADS_1
Naya segera naik ke tempat tidur menutupi tubuhnya dengan selimut dan mengubah suhu AC agar menjadi dingin. Entahlah, semenjak hamil, Naya jadi lebih ingin selalu bermanja dan ingin melakukan adegan-adegan 21+
Andrian masuk, ia mengernyit bingung melihat istrinya di selimut sampai menutupi seluruh tubuhnya.
"Sayang, kamu sakit?" tanyanya sambil menyimpan cemilan.
"Tidak, aku hanya ingin di selimut saja. Kamu cepetan nyalain layarnya, aku udah tidak sabar ingin nonton bareng kamu."
Dan Andrian mengikuti kemauan sang istri. Andrian tak ingin mengecewakan istrinya dan iapun duduk di dekat sang istri.
Naya mendekat menyenderkan kepalanya di dada Andrian memeluk pinggangnya. Mereka memperhatikan drama tersebut sambil sesekali memakan cemilan.
"Sayang," ucap Naya meraba dada suaminya di kala adegan romantis mulai tersuguh.
"Hmmmm."
"Kamu tidak melihat ada yang berbeda dariku?" Naya yang tadinya memakai selimut menurunkan selimutnya.
"Tidak." Jawab Andrian fokus menatap layar persegi di depannya sambil memakan kacang.
"Kenapa? kamu sama seperti biasanya kok." Andrian kembali menatap kedepan dan itu membuat hati Naya dongkol.
Naya menjauhkan tubuhnya bersedekap cemberut. Niat hati ingin membuat suaminya terpesona dengan penampilan yang wow namun Andrian tidak tertarik sama sekali.
"Percuma dandan memakai pakaian begini, tapi kamunya tidak melirikku sedikitpun. Apa aku mulai tidak menarik sampai kamu tidak melirik?" celetuk Naya merajuk berkaca-kaca.
Sontak Andrian menoleh, ia terkejut baru ngeh dengan penampilan Naya yang terlihat sexy mengenakan gaun malam transparan memperlihatkan kulit putih tanpa cacat dan tanpa mengenakan pakaian dalam.
"Sa sayang, kamu." Bibirnya seolah susah berkata. Untuk pertama kalinya ia melihat istrinya mengenakan baju jaring laba-laba karena biasanya Naya sering mengenakan baju tidur biasa.
Naya membuang muka. Akhir-akhir ini ia menjadi sering sensitif terhadap sesuatu yang ia inginkan namun tidak segera terlaksana. Entahlah, ia pun bingung sendiri jadinya.
"Kamu kok buang muka? kamu marah sama aku? aku minta maaf, bukan maksudku tidak ingin melihatmu, tapi aku tidak ingin tergoda oleh manis manjamu yang terlihat semakin cantik dan sexy," ucap Andrian merayu Naya supaya istrinya tidak kecewa padahal ia tidak tahu kalau Naya menyiapkan itu.
Pipi Naya seketika bersemu merah. Hanya dengan ucapan seperti itu saja sudah membuatnya berbunga-bunga dan luluh seketika.
"Kalau aku tergoda nanti yang ada aku makan kamu sampai tak tersisa," bujuknya memegang dagu Naya menolehkan wajahnya ke arahnya.
__ADS_1
"Memangnya aku makanan," sergah Naya.
"Kamu memang makanan terlezat ternikmat sampai ku ingin mengulang lagi dan lagi."
Ternyata rayuan Andrian mampu meluluhkan Naya sampai Naya benar-benar terbuai dan berakhir di dalam pelukan suaminya mengerang nikmat di bawah kungkungan sang suami. Sungguh, perlakuan Andrian membuatnya melayang tinggi dan ia tak mau kalah. Naya beralih mengambil kendali dan kini ialah yang mengendalikan suaminya sampai keduanya mengerang nikmat berpeluh keringat.
***********
Pagi-pagi Naya sudah bangun menyiapkan makanan untuk suaminya. Meski ada bi Marni, namun Naya ingin dia yang memasak.
"Pagi sayang," ucap Andrian memeluk mesra mengecup pipi Naya dari samping. Naya pun tersenyum.
"Pagi juga, sayang. Aku udah siapin makanan kesukaan kamu. Nasi goreng udang." Jawab Naya sambil menuangkan makanan ke atas piring.
Tapi, penciuman Andrian malah bermasalah. Ia malah merasa mural dengan bau makanan itu. Dan perutnya semakin berkejolak ingin mengeluarkan sesuatu. Andrian segera berlari ke wastafel memuntahkan sesuatu.
Hweeeekkk.... hwuueeekkk...
"Sayang kamu kenapa?" Naya panik dan khawatir, ia memijat tengkuk Andrian.
"Bau nasinya membuatku ingin muntah. Hweeeekkk... hwuueeekkk...." Andrian kembali memuntahkan cairan kekuningan dan ia berkumur setelah merasa tidak ada yang ingin keluar lagi.
"Aku ambilkan minyak angin ya!" Naya ingin beranjak pergi tapi malah di peluk oleh Andrian. Andrian menghirup aroma wangi tubuh istrinya yang seketika membuat ia tenang dan mualnya menghilang.
"Aku tidak apa-apa sayang. Mungkin ini karena morning sickness."
"Seharusnya aku bukan kamu," Naya mengernyit bingung.
"Mungkin karena aku terlalu mencintaimu sampai ku harus mengalami ini semua. Tapi tak mengapa, biarlah aku yang mengalaminya yang penting kamu baik-baik saja."
Naya terharu, ia memeluk erat suaminya merasa bersyukur memiliki suami yang begitu mencintainya.
"Aku harap kamu tidak berubah berpaling dariku."
"Tidak akan. Prinsip keluarga kami satu untuk selamanya. Sebelum menikah, jatuh cinta boleh berkali-kali tapi sesudah menikah, cukup satu untuk selamanya. Tidak akan ku biarkan orang lain masuk kedalam rumah tanggaku jika itu terjadi maka tak akan ada kesempatan kedua. Tapi aku, meski ku menikah dua kali namun ku hanya merasakan jatuh cinta satu kali, hanya padamu."
Bersambung.....
__ADS_1