
"Ha hamil?" kedua orang itu tercekat mematung terkejut.
"Kau hamil anak siapa hah? jawab aku! Selama kita pacaran, kamu tidak pernah bilang kalau kau hamil. Apa kau selingkuh dariku?" sentak Tristan memegang kedua bahu Claudia.
Claudia menepis kasar tangan Tristan dan...
Plak... Plak....
Dua tamparan sangat keras dia layangkan sampai memerah.
"Cuiih, picik sekali pikiranmu. Kau menuduhku selingkuh padahal kau sendiri yang selingkuh dengan wanita ini." Sentak Claudia menunjuk Emily.
"Kau bilang aku hamil anak orang lain sedangkan hanya dirimu yang selama ini menyentuhku."
"Dan kau, kau menuduhku pelakor padahal kau sendiri yang pelakor. Kau merebut Tristan dariku, kau juga merebut Tristan dari Kanaya. Aku hancur.... kau hancur.... dan kita sama-sama hancur...!!!!" sentaknya pada Emily yang sudah mematung berderai air mata.
"Dan kau Tristan, kita akhiri hubungan ini!"
"Claudia, kamu bicara apa? kamu bilang akan selalu berada di sampingku dan akan selalu bersamaku tapi kenapa kamu bilang ingin mengakhiri hubungan ini. Aku akan terima jika kamu hamil meski dia bukan anakku asalkan kamu tidak meninggalkanku."
"Apa yang kau bicarakan hah, kamu lebih memilih pembantu ini di bandingkan aku istrimu!" sergah Emily.
"Iya, dia lebih baik daripada kamu, dia lebih bisa menghargai ku, mengerti ku dari pada kamu!" pekik Tristan merasa ada jalan untuk melepaskan Emily.
"Ini semua gara-gara kau pelakor sialaaan..!" pekik Emily menjambak kembali rambut Claudia.
"Aku bukan pelakor! Kalau lah pelakor itu!" jawab Claudia tak mau kalah. Iapun menjambak rambut Emily, keduanya saling jambak memperebutkan Tristan.
Tristan menjambak rambutnya pusing mendengar pertengkaran keduanya lalu memisahkan keduanya. Tapi malah dia yang kini di jambak oleh keduanya.
"Berhenti!!!! Aku pusing mendengar kalian bertengkar memperebutkan diriku!" Pekik Tristan melerai kedua wanita yang saling serang namun malah dirinya yang babak belur.
"Aku tidak akan tinggal diam sebelum kamu memilih diantara ku dan dia! Aku tidak mau kau selingkuhi, aku tidak mau di madu, aku tidak mau pelakor ini menjadi sainganku!" jawab Emily menatap tajam penuh permusuhan kepada Claudia.
"Aku juga tidak sudi menjadi madumu!" sahut Claudia tak kalah keras.
"Aku tidak mungkin memilih satu di antara kalian, aku ingin kamu tetap bersamaku karena ku mencintaimu, aku juga ingin Claudia bersama ku karena ku juga mencintainya!" Entahlah, Tristan memang egois dan serakah. Dua-duanya membuat Tristan gila. Emily dengan kemanjaannya, Claudia dengan ke dewasanya. Tristan menyukai keduanya.
"Jangan serakah Tristan, kamu harus putuskan, siapa yang kau pilih. Aku istrimu, atau dia pembantu selingkuhanmu!" sentak Emily berusaha menjambak Claudia.
__ADS_1
Emily meraja Dejavu, dulu bersama Kanaya dan sekarang bersama pembantu di rumahnya yang ternyata adalah selingkuhan Tristan.
Tristan bingung memilih mana. Dia menatap wajah wanita yang sama-sama sudah merasuk ke dalam hatinya. Tapi mau tidak mau ia harus memilih satu diantara mereka. Hatinya menginginkan wanita yang bisa membuat ia nyaman dan itu ia dapatkan dari Claudia dan Kanaya. Berhubung Kanaya akan sulit ia gapai maka,
"Maafkan aku, Emily. Aku memilih Claudia yang bisa membuatku nyaman dan bisa menghargai ku." Putusnya membuat Emily syok.
DEG...
Emily tertegun, tangan yang memegang rambut Claudia semakin terkepal kuat namun tubuhnya terasa lemas, seketika air matanya mengalir deras. Sakit, ia merasakan sakit. Separuh jantungnya merasa tak berdetak mendengar perkataan Tristan.
"Rasanya sakit... Apa ini yang dulu Naya rasakan? Karma kah ini? Tristan lebih memilih selingkuhannya di bandingkan aku istrinya." Lirih dalam hati Emily menjerit sakit.
"Ini semua gara-gara kau pelakor sialaaan." Sentak Emily menarik keras rambut Claudia dan mendorongnya sampai terbentur mobil.
"Claudia....!" Tristan segera mendekati Claudia membantu membangunkan.
"Kamu tidak apa-apa?" tanyanya khawatir.
"Pelakor sepertinya emang pantas di kasarin." sentaknya menghapus air mata secara kasar.
"Apa kamu yakin memilihku?" tanya Claudia dan Tristan mengangguk.
"Tristan...!" ujar Emily
Emily menggelengkan kepala menolak untuk di ceraikan. "Jangan ceraikan aku, Tristan! Aku sungguh mencintaimu, aku sedang hamil anakmu, jangan ceraikan aku!" Pintanya memohon berderai air mata.
Tristan mematung, hatinya menolak tapi rasa ingin memiliki Claudia begitu besar. Ia menatap Emily.
"Emily, maafkan aku..."
"Tidak Tristan, jangan ceraikan aku...."
"Emily, mulai hari ini kamu bukan lagi istriku. Aku talak kamu dengan talak satu!" ucapnya lantang tanpa merasa bersalah.
Deg....
Emily mematung tak percaya Tristan melakukan ini padanya. Apa yang dulu di lakukan pada Naya sekarang ia mengalaminya. Seketika air matanya mengalir deras membasahi pipinya. Seluruh tubuhnya terasa lemas, sendi-sendinya seperti tak berfungsi. Ia terhunyung menyenderkan punggungnya ke mobil yang ada di belakang terduduk lesu.
Sedangkan Tristan menarik Claudia membawanya pergi meninggalkan Emily menangis sendiri. Sungguh tidak punya perasaan.
__ADS_1
"Tristaaaaan..... aku sumpahkan kalian kecelakaan dan kau impoten, mandul, Tristan!!!!" teriak Emily histeris menangis pilu memeluk lututnya.
***********
"Sekarang aku dan Emily sudah tidak memiliki hubungan lagi. Apakah bisa kita menikah?" tanya Tristan mengemudi.
"Sorry, aku tidak bisa menikah denganmu. Kita akhiri hubungan ini! Aku tidak mau menikah dengan orang tukang selingkuh sepertimu," tolak Claudia.
"Apa maksudmu? aku sudah melepaskan Emily seperti yang kamu inginkan. Lalu, kenapa kamu masih menolakku, hah?" sentak Tristan emosi merasa di permainkan.
"Kamu pikir selama ini aku masih mencintaimu, tidak! Sedikitpun cinta itu sudah tiada. Aku hadir di kehidupanmu hanya untuk membalas setiap perlakuan kalian padaku. Aku puaaas bisa menghancurkan rumah tangga kalian. Aku puass hahahaha aku puasss...." teriak Claudia tertawa sumbang.
"Claudia, kau...! Apa yang ku inginkan harus ku dapatkan maka kau akan menjadi istriku!" Tristan semakin emosi tanpa sengaja ia menginjak pedal gas terlalu kencang.
Claudia menoleh terkejut Tristan melajukan mobilnya cepat. "Tristan, kau jangan gila aku tidak sudi menjadi istrimu. Hentikan mobilnya, aku mau keluar...!"
"Tidak akan..."
Claudia memegang setir ingin menepikan mobil Tristan. "Berhenti Tristan!"
"Diaaaam Claudia, ini bahaya!" Tristan terkejut Claudia malah mengganggu ia ketika menyetir.
"Aku tidak peduli. Berhenti!" Claudia memutar-mutar setirnya dan Tristan berusaha melepaskan tangan Claudia. Mobil Tristan melaju tak tentu arah. Di saat keduanya saling berebut, Tristan tak sengaja menginjak pedal gas di depan ada mobil lain yang juga tak kalah kencang.
Claudia dan Tristan terbelalak terkejut. "Aaaaaaaaaaaa," jerit keduanya.
Ckiiiiiiiitttttt...... Bruuuukkkkkk..... Braaaakkkkk.....
**********
Emily jalan sempoyongan tak tentu arah, pikirannya menerawang ke kejadian yang dulu ia lakukan pada Kanaya merebut Tristan. Sekarang dia juga merasakannya. Matanya tak henti-hentinya mengeluarkan air mata.
"Kenapa ini terjadi padaku? apa ini yang di sebut karma? sakiiittt..!!! sakit...!!! sekali hiks hiks." Emily jalan menunduk melintasi lahan raya tanpa menengok kanan kiri.
Tiiiiid... tiiidd... tiiddd
Klakson kendaraan terus berbunyi. Iapun mendongak dan alangkah kagetnya saat ada motor melaju kencang oleng ingin menghantam tubuhnya.
"Aaaaaaaaaa....."
__ADS_1
Braaaakkkkk......
Bersambung.....