Sang Pengelana

Sang Pengelana
MEMASUKI TANAH RAHASIA SEKTE


__ADS_3

Senja berganti malam. Yun San duduk diatas batu yang ada dibelakang tempat yang dipilihnya. Tak jauh dari tempatnya, adik pemuda itu mulai membaik, keduanya lalu membenahi tempat yang akan ditinggali Yun San.


Pagi telah datang. Kedua pemuda sudah selesai membenahi tempat tinggal Yun San.


"terima kasih sudah membantuku" ucap Yun San setelah mendekati keduanya.


"kami yang seharusnya berterima kasih, sebab bantuanmu terlalu besar" ucapnya


"tak apa apa, nanti setelah tiba ditempatmu, berendamlah dalam air panas" jelas Yun San sambil memberikan tiga botol berisi eleksir. Setiap hari berendam dengan memberi sebotol eleksir sampai efek obatnya hilang. Sehari cuma bisa melakukan sekali, karena tak baik jika tubuh dipaksakan untuk menjalani perendaman terus menerus. Setelah tiga hari maka racun yang mengendap akan larut dan hilang.


"terima kasih, kami Han Jie dan Han Sau akan mencarimu setelah ujian sebulan lagi. ucap Han Ji mewakili keduanya. Keduanya lalu menjelaskan gambaran tentang sekte yin yang. Keduanya tergabung dipaviliun langit dan paviliun itu yang paling lemah diantara yang lain. Meskipun tak ada intimidasi yang nyata, tetapi setiap murid paviliun akan mengalah dengan paviliun lain yang lebih kuat.


Cukup lama ketiganya berbincang bincang dengan santai. Dan Yun san sempat meminta tolong untuk membelikan baju jubah hitam. Setelah menerima koin emas senilai yang dipesan Yun San, keduanya pamit untuk melaporkan pada sekte, akan tugasnya yang telah selesai. Sebab membantu murid baru juga salah satu tugas yang diberikan oleh sekte. Namun saat menjalani tugas ini, mereka boleh mengambil maksimal satu koin emas sebagai imbalan. Sedang pesan Yun San akan diantarkan Han Ji setelah itu.


Yun San segera masuk ketempat tinggalnya tanpa menutup pintu, lalu mengeluarkan dua tikus yang telah menjadi sahabat.


"cici masih menyempurnakan inti binatang" ucap ciko yang telah keluar.


"tak apa apa, aku minta untuk mencari informasi, dan sebaiknya tidak melakukan pencurian" ucap Yun San


"baik tuan" ucap ciko


Sepeninggalan ciko, Yun San duduk santai sambil membaca sobekan kitab ilmu pengobatan. Ditiap lembarnnya, dibaca berulang ulang. Beberapa saat dia juga sempat bermeditasi, dan senyum terkembang seperti menemukan jawaban. Cukup lama Yun San mempelajari kitab yang dipegangnya. Dan segera menutup setelah Han Ji datang membawakan pesanannya.


Tanpa basa basi Han Ji menyampaikan barang tersebut dan pamit pulang. Selanjutnya Yun San mulai berkultivasi dengan menggunakan beberapa pil yang telah dibuatnya. Energi yang memasuki tubuhnya, terus disempurnakan dengan api teratai ungu. Saat dentiannya hampir penuh, Yun San memutar qi keseluruhan merediannya.


Hari terus berganti. Yun San tanpa sadar telah berkultivasi selama dua puluh hari. Saat bangun, dia merasakan kalau kultivasinya masih sama. Sedang qi yang ada dalam dentian lebih murni dari sebelumnya.


Mengamati ruangannya, dia melihat ciko yang tertidur. Saat benar benar mengamati, dia merasa ada aliran energi yang mengalir ketubuh ciko.


"siallll,,,, dengan tidur dia terus berkultivasi" batin Yun San lalu keluar dengan perlahan.

__ADS_1


##


Enam bulan Yun San telah meninggalkan desa lembah batu. Banyak perubahan yang terjadi didesa itu. Lereng pegunungan yang awalnya merupakan hutan, kini berdiri bangunan berjajar yang mengelilingi desa.


Rumah para warga, satu persatu dibangun dan ditata ulang. Hal itu dilakukan karena desa mereka sering kedatangan tamu. Beberapa sekte yang dihubungi Lin Dong dan Hutian datang untuk melihat kesiapan keduanya yang ingin mendirikan sekte.


Mereka yang berkunjung tidak mengeluarkan cacian tapi memberikan saran untuk menata ulang desa tersebut. Selain itu, tentang pos keamanan yang perlu dibangun dibeberapa titik.


Setiap mendapat masukan, Lin Dong lalu mengumpulkan beberapa warga dan pemuda untuk membicarakannya. Semua yang diputuskan adalah hasil pikiran warga dan pemuda desa. Bahkan pengerjaannya juga dilakukan oleh semua pria tua maupun muda. Dan hanya beberapa ahli yang perbantukan oleh paviliun pil.


##


Semua murid baru, telah sebulan tinggal dilingkungan murid luar. Hari ini, semuanya dikumpulkan untuk mengikuti seleksi murid dalam. Selain para murid, ada juga para undangan dan pengamatan yang datang atas inisiatif mereka sendiri.


Para murid terlihat bersemangat dalam menjalani setiap tahapan seleksi. Lebih seribu pemuda yang hadir, membuat proses seleksi membutuhkan waktu seharian. Saat senja datang, seorang tetua sekte mengumumkan ada enam ratus pemuda yang lolos menjadi murid dalam. Untuk yang lain menjadi murid luar dan akan menjalani penilaian selama setahun jika tidak lolos maka akan dipulangkan.


Dalam sekte yin yang dibagi menjadi empat paviliun. Dari yang tertinggi yaitu


- paviliun dewa


- paviliun cahaya


- paviliun langit


Dua tetua dari paviliun surgawi dan dewa, dengan semangat memberitahukan manfaat dari bergabungnya murid baru dikelompoknya. Sedang dua paviliun lain terlihat lebih santai saat melihat dua tetua itu.


Lebih dari separuh peserta telah bergabung dengan keduanya. Paviliun cahaya mendapat seratusan murid baru. Sementara paviliun langit sebagai paviliun terlemah mendapat lima puluhan.


Tetua paviliun langit yang mendapat keuntungan paling sedikit, tidak terlihat sedih. Dia hanya memberikan semangat dan berjanji akan membantu peningkatan murid baru. Diantara murid baru yang bergabung paviliun langit, terlihat Yun San didalamnya.


Setelah selesai para undangan dan pengamat mendapat pejamuan yang disiapkan oleh sekte. Antusiasme terlihat diwajah mereka. Sebab baru kali ini dapat leluasa bertemu dan berbincang santai, setelah sekte yin yang menutup diri dari pihak lain.

__ADS_1


Ditempat lain, para murid baru berkumpul dengan kelompok masing masing. Mereka menerima pembagian token dan seragam. Selanjutnya beristirahat untuk mengikuti acara di esok hari.


Malam telah berlalu. Enam ratus murid telah berkumpul dipagi yang cerah. Suara hiruk pikuk para murid terdengar seakan tidak sabar menunggu kedatangan para tetua.


"hei,,, kau" suara teriakan terdengar tak jauh dari Yun San. Membuat Yun San dan murid disekitarnya menoleh kearah suara itu.


"kau,,, anak itu,,," ucapnya sambil menunjukkan Yun San.


"aku,,,," tanya Yun San.


"iya,,, karenamu, manajer paviliun menolak untuk kami temui" ucapnya


"apa urusannya denganku" tanya Yun San


"awas kau,,," ucapnya lalu berkumpul dengan murid paviliun surgawi.


Yun San ingin membalas ancaman itu, tapi para tetua telah keburu tiba.


"setiap murid, ambil token giok" jelas seorang tetua dengan lantang. Ditoken itu mereka mendapat satu poin. Ditanah rahasia sekte, para murid bisa meningkatkan poinnya dengan membunuh binatang buas tingkat empat keatas.


Tingkat empat mendapat satu poin, tingkat lima mendapat lima poin, enam dapat sepuluh poin, tujuh dapat dua puluh lima dan seterusnya dengan penambahan dua puluh lima koin. Siapa yang membunuhnya maka secara otomatis tercatat ditoken tersebut.


Mereka disarankan membentuk kelompok untuk memudahkan perburuan tersebut. Dan juga diperbolehkan merebut poin dari murid lain. Lalu menjelaskan cara mentranfer poin pada murid lainnya.


"dalam situasi yang kritis, hancurkan token kalian" lanjut tetua itu. Setelah token hancur maka mereka akan dikirim keluar. Perbandingan waktu didalam adalah satu banding seratus. Jadi sehari disini, maka didalam seratus hari. Mereka diberi waktu, sepuluh hari atau dua tahun lebih didalam tanah rahasia.


"gunakan kesempatan ini, untuk melatih insting bertarung kalian" teriak tetua memberi semangat. Juga waktu yang cukup lama, mereka bisa juga meningkatkan kultivasi ditempat itu.


"selamat berjuang" teriak tetua itu dan menyudahi penjelasannya. Terlihat para tetua lain mulai mengatur formasi untuk membuka portal gerbang tanah rahasia. Tak lama, ditengah gerbang terlihat kabut putih yang berputar.


Dengan isyarat seorang tetua, maka satu persatu para murid mulai memasukinya.

__ADS_1


__ADS_2