Sang Pengelana

Sang Pengelana
ACARA PELELANGAN


__ADS_3

Cukup lama Yun San menunggu acara lelang dimulai. Pelayan wanita tetap menemani dan menjawab rasa keingintahuannya. Suasana ibukota, klan, dan organisasi yang berpengaruh disampaikan untuk menjawab pertanyaan Yun San.


Meskipun gambaran dasar, informasi tersebut menambah wawasannya. Ditambahkan dengan informasi yang diterima sebelumnya, membuat Yun San bertekad untuk secepatnya menjadi kuat. Sehingga jika terjadi pergolakan dan kerusuhan, dia dapat melindungi orang orang yang dicintainya.


Setelah lama menunggu sambil bercakap cakap dengan pelayan wanita, tiba tiba terdengar suara diluar menyampaikan kalau pelelangan akan dimulai. Dia mewakili pihak pelaksana untuk menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan dan kehadiran para peserta lelang. Tak banyak yang disampaikan dalam kesempatan tersebut, dia lalu menyatakan kalau pelelangan dimulai.


Seorang wanita muda dengan tampilan menarik dan seksi mulai mengambil alih acara pelelangan. Dengan gaya yang menggoda, suara merdu mulai menyebutkan item pertama dalam pelelangan.


Yun San hanya mengamati tanpa mengeluarkan suara. Bahkan sampai item ketujuh disebutkan dia tetap tenang.


"barang kedelapan yang akan kami lelang adalah,,, baja api" jelas wanita diatas panggung. Baja tersebut ditemukan dari reruntuhan akibat letusan gunung berapi beberapa ratus tahun yang lalu.


Batu berwarna hitam dengan garis merah tipis tergeletak diatas meja.


"pemilik menjualnya karena tidak bisa mengolah baja tersebut" ucapnya.


"harga awal adalah 500 koin emas, silahkan hadirin untuk mulai menawar" lanjutnya


"kalau tidak bisa diolah, untuk apa kita membelinya"


"percuma membelinya"


"tindakan yang sia-sia"


"masih banyak yang dilelang, tak perlu mengeluarkan uang untuk barang itu"


Perbincangan kecil dapat didengar oleh Yun San.


"tuan muda,,, dapatkan barang tersebut" terdengar Xiao Di dalam pikirannya.


"apa kau yakin" tanya Yun San


"iya,,," balas Xiao Di


"600" terdengar tawaran dari peserta lelang.


"Tuan Wu dari rumah tempa telah mengajukan" tanya wanita diatas panggung.


"adakah yang lain" lanjutnya. Namun suasana masih sepi, tanpa keluar tawaran yang lain.


"1000" teriak Yun San dari ruang vipnya.


"siapa dia,,,"


"berani menyinggung rumah tempa" ucap beberapa peserta lelang


"1000 koin emas dari ruang vip nomer lima" ucap pemandu lelang.

__ADS_1


"1100"


"1200"


"1250"


"1500" ucap Tuan Wu membuat peserta lain terdiam.


"2000" ucap Yun San


"tuan muda yang ada diruang vip 5, beri wajah pada pria tua ini" ucap Tuan Wu


"3000" lanjutnya meneriakkan tawaran.


"5000 koin emas,,, maaf tuan, kami juga memerlukan bahan tersebut" ucap Yun San.


Suasana dalam ruangan lelang menjadi sedikit riuh. Para peserta mulai mengutuk dan menghujat Yun San yang berani menyinggung rumah tempa.


"ambillah untukmu, tapi ingat,,,, rumah tempa kami tidak akan menerima kedatanganmu" ucap Tuan Wu mengancam.


"terima kasih atas kemurahan hatinya ,,, senior" balas Yun San


"5000 pertama,,,, kedua,,,, ketiga,,," ucap wanita pemandu lelang dengan jeda tiap kata katanya.


"tuan muda dari ruang vip 5, memenangkan baja api" lanjutnya lalu memberikan perintah untuk membawa barang tersebut keruang tempat Yun San berada.


Saat ini, Yun San tidak mau terlihat mencolok. Setelah membuat kesal rumah tempa, dia hanya menjadi penonton untuk beberapa item yang keluar.


"barang selanjutnya adalah,,, dua kitab tehnik formasi" ucap pemandu lelang sambil membuka kain yang menutupi kedua kitab diatas meja.


"saat ditemukan, kitab ini dalam keadaan tersegel sampai saat ini" lanjut pemandu lelang. Pemilik kitab tersebut bukan seorang kultivator, sehingga dia melelangnya. Keduanya diberikan oleh seorang pendekar petualangan yang pernah ditolong oleh keluarganya.


Sang pendekar hanya berpesan untuk menyimpannya. Setelah dua puluh tahun maka mereka boleh menjual kedua kitab tersebut atau mempelajarinya.


"mereka memutuskan untuk melelang keduanya" jelas pemandu lelang.


"harga awal adalah 10.000 koin emas" lanjutnya.


"11.000" teriak seseorang dari ruang vip 3 saat peserta lainnya sedang mencela 'bagaimana kitab tersegel diberi harga awal yang begitu mahal'


"15.000" sahut dari ruang vip 1.


"25.000" terdengar penawaran yang mulai naik.


Penawaran untuk kedua kitab tersebut terus berlanjut. Hingga mencapai nominal 150.000, baru berhenti.


"150.000 tawaran dari ruang vip 1,,, adakah yang mau menaikkan harganya,,," ucap pemandu lelang.

__ADS_1


"250.000" ucap Yun San dari ruangannya.


"anak muda,,, lebih baik berteman dengan klan hong,,, 300.000" ucap seseorang dari ruang vip 1, sambil menaikkan tawarannya.


"setiap peserta lelang berhak untuk mengajukan tawarannya,,," balas Yun San.


"500.000" lanjutnya.


"bangs** kauu,,," teriakan terdengar dari ruang vip 1.


"500.000 pertama,,,," ucap pemandu lelang.


"500.000 kedua,,,, ketiga" lanjutnya dalam jeda waktu.


"selamat, tuan muda diruang vip 5 memenangkan kedua kitab ini" ucap pemandu lelang sambil memberi isyarat untuk membawa keruang vip 5 dan yang lain segera mengeluarkan item selanjutnya.


Setelah melakukan transaksi, Yun San kembali duduk santai.


"aku telah menyinggung klan hong, sebaiknya kau segera pergi dari ruang ini" ucap Yun San pada pelayan wanita yang menemaninya.


"apakah tuan muda tidak mengadukan keluhan tentang aku" tanya wanita pelayan dengan sungguh sungguh.


"pergilah, aku tak ingin kau mendapat masalah" ucap Yun San


"baiklah,, aku harap tuan muda bisa menjaga diri, dan sebaiknya pergi sebelum pelelangan berakhir" balas wanita tersebut.


"aku juga berencana untuk keluar sekarang" ucap Yun San sambil melepas jubah dan menyimpannya. Saat ini, dia hanya mengenakan pakaian hitam seperti biasanya.


"ini untukmu" ucap Yun San sambil menaruh 100 koin emas diatas meja.


"tuan,,, ini terlalu banyak" ucap pelayan wanita sambil gemetaran.


"ambillah, lalu temani aku keluar" ucap Yun San.


"baik tuan muda" balas pelayan wanita lalu menyimpan koin tersebut dikantongnya.


"ayo keluar sekarang" ajak Yun San.


"silahkan tuan" balas pelayan wanita sambil bergegas membukakan pintu. Keduanya lalu berjalan menyusuri tempat pelelangan untuk segera keluar. Beberapa penjaga hanya memandang tanpa mencegah kepergiannya.


"tunggu,,," teriak seseorang dari belakang.


"maaf, ada apa tuan" ucap Yun San setelah berhenti dan berbalik menatap seorang pria berseragam penjaga tempat pelelangan.


"kenapa meninggalkan pelelangan" tanya penjaga sedikit penasaran.


"tuan muda ini tamu vip 5, dia menyinggung beberapa pihak dalam pelelangan. Untuk menghindari keributan maka lebih baik meninggalkan pelelangan lebih awal" jelas pelayan wanita.

__ADS_1


"ohhh,,, tuan muda adalah tamu vip 5 yang telah menyinggung tetua klan hong. Memang bijak jika tidak membuat keributan ditempat ini. Sebab pihak pelelangan juga akan kesulitan menangani, jika klan hong mencari masalah, silahkan tuan muda" ucap penjaga lebih hormat, karena mengetahui niat Yun San.


__ADS_2