
Saat sahabat sahabatnya hendak mendekat, tiba tiba mereka berhenti. Naga kecil yang sebelumnya melingkar diam, kini mulai menggeliat. Jiwa Xiao Di yang berada didalam tubuh naga sedang menyempurnakan penggabungannya.
Aura yang menyelimuti naga kecil keluar dalam prosesnya.
"Tuan Di" ucap Xiao Yu
"kalian tidak perlu cemas" ucap Yun San.
Dia lalu menjelaskan, kalau didalam tubuh naga terdapat jiwa Xiao Di. Orang yang telah menyelamatkannya dan merekontruksi tubuh Yun San. Selain itu, paman Xiao Di juga ayah angkat bagi Xiao Yu.
Mendengar penjelasan tersebut, semuanya menjadi tenang.
"dia adalah tuanku" ucap Xiao Yu setelah Yun San selesai memberi penjelasan.
"dia menyayangimu seperti anaknya sendiri" jelas Yun San. Xiao Di lebih bahagia jika Xiao Yu mau memanggilnya ayah bukan tuan seperti panggilannya selama ini.
"Ciko, Cici dan keempat sahabat kecil yang baru, silahkan untuk memulihkan stamina" ucap Yun San.
"baik tuan" jawab keduanya, lalu pergi menuju kereta bersama empat tikus penggali.
"sepertinya kau sudah sembuh" ucap Yun San pada burung merah.
"terima kasih tuan" jawabnya
"setelah keluar wilayah ini, kau bisa pergi dengan bebas" ucap Yun San
"apakah tuan mengusirku" ucapnya bingung
"oohhhh" guman Yun San
Lalu menjelaskan, Yun San hanya ingin menyelamatkannya. Setelah pulih, dia bebas untuk menentukan pilihan dan tak harus tinggal ditempat kecil seperti saat ini.
"tuan telah memberi kehidupan yang baru untukku, biarkan aku mengikutimu" ucapnya.
"baiklah, aku tidak memberi pengekangan padamu dan anggaplah semua yang ada ditempat ini sebagai saudara" ucap Yun San
"terima kasih tuan"
"oh yaa,,, siapa namamu" tanya Yun San
"Wei, itu panggilan kecilnya" balasnya. Nama itu diingatnya setelah menyempurnakan esensi darah phoenix. Saat diperbudak, dia seakan lupa akan masa lalunya.
"margaku Lin, jadi namamu sekarang Lin Wei" ucap Yun San
"terima kasih tuan" ucapnya terlihat hampir menangis.
__ADS_1
"kalau bisa kecilkan tubuhmu, agar mudah berinteraksi dengan yang lain" ucap Yun San
"wusss" hembusan angin muncul bersamaan muncul burung merah seukuran Xiao Yu.
"hahahaha,,, bagus" ucap Yun San sambil tertawa.
"Lin Bai, bagaimana kondisimu" tanya Yun San
"baik tuan, namun tubuhku tidak bisa dikecilkan lagi" ucap Lin Bai yang saat ini setinggi lutut Yun San.
"hahahaha,,, kau tak pantas bertingkah seperti kucing imut" ucap Yun San sambil mentertawai Lin Bai.
"Lin Wei dan Xiao Yu, bantu aku untuk memberi pil pada keempat kuda itu" ucap Yun San
"baik tuan" jawab keduanya.
"aku akan keluar dan memulihkan diri, kau ikut aku Bai" ucap Yun San lalu keluar bersama Lin Bai.
Didalam kamar penginapan, Yun San segera menelan beberapa pil untuk memulihkan stamina dan memperbaiki kekurangan darahnya. Sedangkan Lin Bai menjaga disamping tempat tidur.
Hari telah berganti malam, Yun San telah selesai menyempurnakan pil. Meskipun belum sepenuhnya pulih, namun sudah tidak terlihat pucat. Saat dia masuk liontin dimensi, topeng tipis selalu dilepas agar semua sahabatnya mengetahui wajah aslinya.
Setelah mengenakan topeng tipis, Yun San keluar kamar bersama Lin Bai. Keduanya menjadi pusat perhatian saat keluar penginapan. Jalanan sudah terlihat ramai seperti biasa. Para pendatang yang sebelumnya menghadiri pelelangan kini telah kembali dan tengah bersantai dikedai arak.
Pandangan beberapa orang menyiratkan ketamakan saat melihat Lin Bai.
"gerrr" erangan kecil Lin Bai menjawab ucap Yun San.
Sampai di guild pemburu, seorang penjaga langsung menyambut dan membawanya menemui manajer guild. Suasana didalam guild tetap ramai seperti biasanya. Beberapa pemburu berdiri saat menyadari tingkat dari Lin Bai.
"sial,,,,"
"gila,,,"
"siapa dia,,," ucap mereka
"ada apa senior" tanya pemburu muda terkejut melihat sikap seniornya.
"siapa pemuda itu" tanya pria tua itu.
"Yun San,,, dia pemburu bintang empat yang bulan lalu berkunjung kesini" jawab pemburu muda.
"jadi dia, pemuda yang menjadi topik pembicaraan itu" balas pria tua.
Sementara orang orang sedang membicarakannya, Yun San telah diruang kerja Wang Qian.
__ADS_1
"kau memang pandai membuat keributan, hahahaha" ucap Wang Qian. Setelah pelelangan, orang orang dari rumah tempa dan klan hong menunggumu keluar. Sedangkan tetua sekte racun iblis terus mendesak pihak serikat perdagangan untuk mengungkapkan siapa yang melelang kepala ular terbang.
"orang orang yang arogan dan serakah" guman Yun San.
"mereka termakan keserakahannya sendiri, whahahaha" ucapan dan tawa Yun San akhirnya pecah.
"kamu keliatannya puas" tanya Wang Qian penasaran
Yun San menjelaskan kalau racun yang menjadi incaran sekte tersebut telah diambinya. Jadi saat memeriksanya, mereka akan marah besar.
"guild pemburu dapat mengungkapkan kalau yang menitipkan kedua barang itu memakai topeng hitam jadi tidak mengetahui identitasnya" ucap Yun San.
"ini hasil pelelangannya" ucap Wang Qian sambil memberikan kantin penyimpanan berisi koin emas.
"entah kau cerdik atau licik, sepertinya aku harus waspada, hehehe" lanjutnya saat melihat Yun San menyimpan kantong berisi koin emas.
"ini untuk paman" ucap Yun San sambil mengeluarkan sebotol obat berisi dua pil. Dengan pil itu, Wang Qian dapat naik satu atau dua tingkat ditahap sucinya.
"ini,,,," ucap Wang Qian terkejut mendengar penjelasan itu.
"sebelum menerobos ketahap surgawi, sebaiknya paman menggabungkan qi dan energi spiritual untuk menghindari kegagalan" lanjut Yun San.
"terima kasih tuan muda" ucap Wang Qian spontan sambil berdiri. Dia seakan mendapat pencerahan dari kata kata sederhana tersebut.
"sudahlah, aku pamit. Paman bisa bermeditasi dan tak perlu mengantarku" ucap Yun San lalu berdiri dan berjalan keluar ruangan. Sedangkan Wang Qian hanya bengong karena keterkejutannya.
"pemahaman sederhana dalam ucapan, namun rumit untuk dilakukan"
"apa tahap kultivasinya"
"pemuda yang menarik" guman Wang Qian setelah Yun San pergi.
Keluar dari guild pemburu, Yun San tidak kembali kepenginapan. Dia langsung mengeluarkan seekor kuda dari liontin ruang dan menungganginya. Dengan santai, kudanya dipacu pelan dan memecah suasana malam.
Setelah menunjukkan token pemburu, Yun San dan Lin Bai dapat melewati penjaga gerbang kota dengan mudah. Lalu dia memacu kudanya lebih cepat dari sebelumnya. Lin Bai terlihat bersemangat bisa bebas berlari diluar liontin dimensi.
"berhenti ,,," terdengar teriakan saat mereka telah memasuki hutan kecil yang tak terlalu lebat. Saat Yun San berhenti, terlihat dua pria tua yang diketahuinya saat diguild pemburu.
"ada apa paman berdua menghentikanku" tanya Yun San.
"jual harimau itu pada kami" ucapnya tanpa basa basi.
"dia sahabatku, jadi maaf aku tidak menjualnya" balas Yun San
"anak muda demi kebaikanmu, jual saja binatang itu pada kami" ucap pria satunya.
__ADS_1
"Bai, mereka ingin memperbudakmu" ucap Yun San
"ini urusan Lin Bai" ucap Lin Bai lalu mendekati keduanya.