Sang Pengelana

Sang Pengelana
INFORMASI TENTANG SEKTE YIN YANG


__ADS_3

Setiap paviliun mempunyai tempat rahasia sendiri. Paviliun surgawi yang sebagian besar dimonopoli oleh klan hong saat ini mengalami perselisihan yang tersembunyi dan rumit.


Paviliun dewa lebih focus membimbing dan mencetak murid agar mempunyai kemampuan yang tinggi. Untuk yang berprestasi akan dijadikan pilar naga, yaitu tetua bayangan yang akan bergerak saat sekte mengalami bencana. Selain itu, banyak pula murid paviliun dewa yang menjadi prajurit kerajaan.


Sedangkan paviliun cahaya lebih menekankan murid dalam kemampuan alkemis dan penempaan. Jadi tahap kultivasi mereka tidak setinggi murid paviliun lain. Tetapi dengan kemampuan tersebut, mereka disegani oleh pihak lain. Bahkan pil yang digunakan oleh sekte yin yang sebagian besar dibuat oleh tetua dan murid paviliun cahaya.


"kalau murid paviliun langit bagaimana" tanya Yun San


"kita adalah pilar naga yang utama" jelas Tetua Xian. Setiap murid yang telah ditahap suci akan menjadi tetua luar dan tetua dalam. Untuk tahap surgawi menjadi tetua inti.


Tetua luar diberi kebebasan untuk kembali keklan masing masing. Mereka hanya hadir jika sekte mengalami bahaya. Selain itu, mereka juga mengirimkan murid berprestasi dari akademi klannya ke sekte.


Tetua dalam tinggal ditanah rahasia, puncak langit dan puncak utama sekte. Namun ada juga yang keluar sekte untuk menjadi pengelana bebas yang akan kembali setiap lima tahun sekali.


Tetua inti adalah figur unik yang dimiliki sekte. Jumlah para tetua ini tidak banyak, namun keberadaan mereka hanya diketahui oleh patriak sekte. Mereka akan hadir jika sekte mengalami bahaya kehancuran.


"tapi berita diluar, sekte kita yang terlemah dari sekte besar lainnya" ucap Yun San


"itulah yang diinginkan oleh leluhur sekte" jelas Tetua Huang menambahkan. Dengan sikap merendah seperti itu, maka pihak lain jarang yang mengusik. Tapi klan hong dan organisasi pembunuh telah masuk dan terus menimbulkan gejolak dipaviliun surgawi.


"mengapa kita tidak bergerak untuk membersihkan mereka" tanya Yun San.


"karakter para tetua dalam paviliun surgawi sangat sombong dan angkuh" jelas Tetua Huang. Saat itu mereka tidak mau menerima bantuan dari paviliun lain. Namun keluhan mereka terlambat, karena kekuatan tetua yang setia dengan sekte kalah dengan pihak lain.


Ketiga paviliun lainnya saat ini hanya bersiaga saja. Selain itu ketiganya lebih selektif dalam perekrutan murid dan terus mengawasinya dengan ketat.


"bagaimana kekuatan klan hong" tanya Yun San


"whahahaha,,,,," tawa Tetua Huang dan Tetua Xian pecah.


"ada apa tetua" tanya Yun San bingung


"jangan kau kira kami tidak tahu perbuatanmu pada mereka" ucap Tetua Huang

__ADS_1


"ohhh,,, maaf" balas Yun San sambil cengar cengir.


"aku juga mempelajari tehnik dua belas nadi sempurna, jadi meskipun kau menyembunyikan tahap kultivasimu, aku tahu jika pertama masuk sekte kau sudah ditahap suci, hahahaha,,," ucap Tetua Huang


"ayah,,," teriak Tetua Xian terkejut.


"Xian'er,,, kau tak usah seperti itu, bahkan saat itu kau bukan lawannya, hahaha" ucap Tetua Huang terus tertawa


"Yun San,,, benarkah itu" tanya Tetua Xian sambil menatap selidik pada Yun San


"tidak,,, itu akal akalannya Tetua Huang" balas Yun San seenaknya


"sialan ,,, kau" ucap Tetua Xian kesal dengan jawaban semaunya tersebut.


"tehnik kultivasi Yun San hampir sama dengan tehnik dua belas nadi sempurna" jelas Tetua Huang. Karena tehnik tersebut, jika Yun San menyembunyikan tahap kultivasi maka orang dengan tahap sama akan kesulitan mengintip tahap yang sebenarnya.


"masalah dilembah batu, kau bisa tenang dulu dan focus ujian menara naga" ucap Tetua Huang setelah mengungkapkan sedikit tentang tehnik tersebut.


"sebulan yang lalu, aku mengirimkan dua murid inti" ucap Tetua Xian. Jika ada hal serius maka mereka akan mengirim kabar.


"baiklah jika begitu dan terima kasih atas bantuan tetua untuk keluargaku" ucap Yun San sungguh sungguh. Dan ketiganya terus bercengkrama sampai hari menjelang pagi.


Sepeninggalan kedua tetua sekte, Yun San mengunci pintu dan kembali masuk keliontin dimensi.


"tuan,,," sapa semua sahabatnya


"maaf, dua tetua datang berkunjung" ucap Yun San


"bagaimana selanjutnya" tanya Yun San


Selain Xiao Di yang masih menyempurnakan keselarasan jiwanya dengan tubuh naga emas, yang lain mulai menyampaikan gagasan mereka, Pengaturan kebun obat sangat terbantu dengan empat tikus penggali. Keempatnya dapat memindahkan tanaman tanpa merusak akarnya.


Selain itu, peti peti yang didapat dari menyatroni klan hong dan lainnya telah tertata rapi berdasarkan isinya. Jutaan koin emas menumpuk dalam gerbong kereta. Batu roh, pil, bahan herbal tertata rapi dalam peti. Sedang kristal qi ditata rapi ditepi kolam air suci.

__ADS_1


Keempat tumbuhan disekeliling kolam tumbuh subur. Namun sampai saat ini belum berbuah.


"darimana tuan mendapatkan benih pohon itu" tanya Lin Wei.


"entahlah,,, aku lupa, sebab Cici dan Ciko yang banyak berjasa untuk kebun ini" ucap Yun San sambil menatap kedua sahabat kecilnya. Membuat keduanya tersenyum dan merasa bangga karena jerih payahnya dihargai oleh tuannya.


"kalau tebakan kami tidak salah, itu adalah pohon dewa" jelas Xiao Yu. Lin Wei dan Xiao Yu pernah melihat pohon yang serupa dengan itu. Namun keduanya belum yakin sebelum melihat buahnya.


Buah dari pohon dewa biasanya disebut buah abadi. Setiap pohon akan menghasilkan paling banyak tiga buah dan harus menunggu seratus tahun.


"selain kristal qi, kita juga perlu batu roh untuk memenuhi kebutuhan energi bagi pertumbuhan pohon dewa dan tanaman herbal yang lain" ucap Lin Wei menambahkan penjelasan Xiao Yu.


"kalian atur saja, bagaimana baiknya" balas Yun San yang memang telah mempercayakan dunia dalam liontin dimensi kepada sahabat sahabatnya.


"bisakah tuan menambah jatah pil buat kami" tanya Cici.


"tak perlu minta jatah, sebab semua ini juga milik kalian sendiri jadi gunakan sesuai kebutuhan" balas Yun San sambil tersenyum.


"terima kasih, tuan" jawab sahabat sahabatnya hampir bersamaan.


Selanjutnya, Yun San menceritakan tentang kunjungan kedua tetua sekte. Mereka memberi masukkan sendiri sendiri dengan nada sedikit meninggi. Seakan ikut merasakan keresahan Yun San. Bahkan Lin Bai dan Lin Wei minta diijinkan pergi terlebih dahulu ke desa lembah batu.


Mendengar dan melihat raut wajah sahabat sahabatnya membuat Yun San terharu. Kebersamaan dan perbuatannya selama ini ternyata membekas pada mereka. Seperti Cici dan Ciko, awalnya hanya iseng untuk menyelamatkan mereka. Tapi ternyata selama ini Yun San banyak mendapat keuntungan darinya.


Lin Bai, semula Yun San ingin mendapatkan racun ular terbang untuk mengoles pisau terbang dan menjual kulit serta kepala ular yang berharga. Selain itu juga menggunakan tulang ular sebagai bahan tambahan saat membuat pil penyembuh tulang.


Begitu juga dengan yang lain. Sekedar iseng menolong dan mencari manfaat untuk diri sendiri. Atau menolong karena janji untuk membalas budi mereka.


"kenapa harus ada harapan lain saat mengulurkan pertolongan"


"sedangkan mereka tulus dalam ucap dan sikap terhadapku"


"aku akan menganggap mereka saudara dengan sepenuh hati" batin Yun San menenangkan keharuan hatinya.

__ADS_1


__ADS_2