Sang Pengelana

Sang Pengelana
PENYELIDIKAN


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, Yun San akhirnya dapat berkumpul dengan sesama murid sekte yin yang.


"apakah kau yang bernama Yun San" tanya seorang gadis, yang datang dengan teman temannya


"iya,,, maaf siapa kalian" balas Yun San


"Tetua Meilin menitipkan undangan untukmu" ucap gadis itu.


"hei,,, tunjukkan token identitasmu sebelum kami memberi plakat kunjungan sekte teratai putih" hardik gadis yang lain


"Lei,,, ada apa denganmu" tanya gadis yang pertama


"dia terlihat tidak meyakinkan, saat mendengar nama Tetua Meilin, terlihat rautnya tidak ada reaksi" jawab gadis yang menghardik Yun San


"huh,,, mana mungkin pemuda jelek ini yang dimaksud tetua" lanjutannya semakin sengit


"sudahlah,,, tak ada untungnya, aku menerima undangan tetuamu" ucap Yun San sambil tersenyum


"pergilah, aku ada perlu dengan seniorku" lanjut Yun San lalu mengabaikan murid sekte teratai putih


"kau,,,,,"


"bajing**,,,,"


"tak tau diri" umpatan terdengar dari murid sekte teratai putih yang sebelumnya hanya diam.


Yun San tak menanggapi teriakan teriakan tersebut. Dia malah asyik memulai obrolan dengan Losun dan yang lainnya.


Selain Yun San, ada lima murid sekte yang masuk diperingkat lima puluh besar. Salah satunya ada diperingkat empat puluh delapan. Jadi para ketua kelompok terus menunggu perubahan peringkat sampai saat terakhir.


Semua sekte yang ada, saling memantau satu dengan yang lain. Tak ada yang saling transfer poin diantara kelompok mereka. Bahkan sampai detik terakhir, mereka tetap tenang menunggu saat dikeluarkan dari tanah rahasia.


"wusss,,,," pancaran cahaya menyelimuti tiap tiap peserta. Kemudian mereka diteleportasi keluar hampir bersamaan.


"whahaha,,,," tawa para tetua dan wakil sekte yang mendampingi para murid terdengar meriah. Bersamaan dengan itu, daftar peringkat dipapan prasasti tercetak. Hampir semua sekte besar dan kecil, mempunyai wakil yang menduduki peringkat lima puluh besar.

__ADS_1


"bangsa******tttt"


"siaalllllll,,,,,,"


Bajing********,,,,"


"siapa yang pernah bertemu murid sekte pedang langit" teriak seorang tetua sekte sambil melepaskan tahap kultivasinya


Seseorang ditahap surgawi awal sangat mengintimidasi para murid sekte yang sedang berkumpul. Hal itu, membuat para tetua sekte juga melepaskan tahap kultivasi masing masing, untuk melindungi murid muridnya.


"hentikan,,,,," teriak sesosok pria diikuti prajurit kerajaan.


"tapi,,, tak satupun murid kami yang keluar,,, komandan" ucap seorang tetua masih tenggelam dalam emosinya.


"kalau sikap tetua seperti ini,,, bagaimana yang lain mau menceritakan kejadian didalam tanah terlarang" ucap komandan prajurit


"bagaimana pun caranya,,, kami harus mengetahui keadaan murid murid sekte" ucap tetua sekte pedang langit.


"kami juga berhak untuk melindungi murid murid sekte" ucap tetua sekte yin yang terlihat tidak suka dengan arogansi tetua sekte pedang langit


"itu karena kemampuan murid murid kami,,, hahaha" balas tetua sekte yin yang sambil tertawa mengejek


"bangs***,,,," teriak tetua sekte pedang langit


"murid murid yang kami bawa, juga murid inti yang berprestasi" lanjutannya


"jika tidak ada kecurangan, maka mereka bisa keluar dengan selamat. Selain itu, ada juga tuan muda kedua klan Hong ikut dalam kelompok murid tersebut. Kalau tidak ada jawaban saat ini, maka sekte, klan Hong dan organisasi dibelakang kami yang akan menyelidikinya" lanjutnya sambil mengancam.


"hahaha,,, meskipun bukan sekte besar, kami tidak takut ancaman" ucap tetua sekte racun hitam. Salah satu sekte kecil golongan hitam.


Kerajaan xuan tidak menghancurkan sekte golongan hitam, namun mereka hanya diawasi perkembangannya. Keberadaan beberapa sekte golongan hitam di wilayah kerajaan xuan juga bermanfaat untuk meredam perkembangan organisasi pembunuhan.


Semua petinggi kerajaan mengetahui organisasi tersebut. Tetapi jika menghancurkannya, maka stabilitas kerajaan yang terancam. Karena klan dan sekte dibelakangnya saat ini sangat kuat. Bahkan beberapa pejabat kerajaan ada yang menjadi wakil ketua diorganisasi pembunuh.


"hentikan,,, jika belum tahu kejadian yang sebenarnya, jangan kalian menyalahkan pihak lain" ucap komandan prajurit

__ADS_1


"sebelum menyelidiki kejadian di tanah terlarang, biarkan kami menyelesaikan tugas dulu" lanjutannya


Kemudian dia, mengumpulkan lima puluh peserta yang namanya tertera di tugu prasasti. Setelah mengucapkan selamat pada mereka, para prajurit maju untuk membagikan plakat giok sebagai tanda peserta pemilihan generasi emas kekaisaran yan.


Kelima puluh pemuda dari berbagai sekte diminta untuk berkumpul dua bulan lagi. Tapi sekte mereka juga diperbolehkan untuk mengantarkan muridnya ke kekaisaran yan.


Sedangkan tanaman herbal yang didapat dari tanah terlarang, diserahkan ke sekte. Diharapkan agar sekte terus meningkatkan kemampuan dan tahap kultvasi para peserta yang terpilih.


Setelah mereka kembali kelompoknya, komandan prajurit meminta tetua dari tiap tiap sekte mengorek keterangan dari murid muridnya. Kemudian mengirim satu tetua untuk duduk bersama untuk mengumpulkan informasi yang didapatkan.


Masing masing sekte berkumpul terpisah. Dalam kelompok mereka terdengar riuh karena tiap murid menceritakan pengalaman masing-masing.


Saat disinggung mengenai murid sekte yang tidak keluar dari tanah terlarang, mereka menceritakan dengan versi yang berbeda.


Tetapi dalam kesimpulannya adalah sama. Yaitu diserang oleh murid sekte pedang langit dan sekte pedang surgawi. Sedangkan murid kedua sekte tidak satupun yang keluar. Para tetua juga mendapat informasi, jika ada seseorang yang membantainya.


Orang yang dimaksud, memakai topeng hitam dan pisau terbang yang dikenali senjata rahasia organisasi pembunuh. Bahkan beberapa murid menggambar sketsa pelakunya.


Setelah mendapatkan informasi tersebut, para tetua yang mendampingi para murid meminta wakilnya mengajak muridnya kembali ke sekte terlebih dahulu. Sedangkan dia berkumpul dengan para tetua yang mewakili sekte masing-masing.


***


Di dalam aula pertemuan akademi militer, para tetua sedang berdiskusi dengan sengit. Informasi tentang seseorang dari organisasi pembunuh yang menyusup dan membunuh banyak peserta membuat emosi beberapa tetua sekte langsung terpicu. Bahkan, mayat mereka dibiarkan terbengkalai tanpa ada yang mengurus semakin banyak yang mengumpat kelakuan orang tersebut.


Tetua sekte pedang langit, sekte pedang surgawi dan klan Hong tidak mempercayai informasi tersebut. Tapi emosi mereka dapat menutupi rasa tidak percaya dan kecurigaan terhadap sekte lainnya.


Melalui perundingan yang panjang, akhirnya diputuskan untuk membuka paksa tanah terlarang. Tiga hari lagi, waktu yang diperlukan untuk melakukan persiapan dan mengundang tiga penatua kerajaan xuan. Ketiganya akan bekerja sama dengan empat penatua akademi militer.


Tiga hari berlalu dengan cepat. Tujuh penatua telah membentuk formasi dan membuka portal tanah terlarang. Dua ratus murid akademi militer dikerahkan untuk mengeluarkan jenazah yang dapat ditemukan dalam waktu sepuluh jam.


Hanya sepuluh jam, waktu yang dapat ditoleransi untuk memenuhi protes dari kejadian tersebut. Itupun dilakukan agar dapat mengurangi pergolakan yang bakal terjadi. Bagaimana pun, ada dua kekuatan besar yang menghendaki penyelidikan dengan tuntas.


Waktu terus berlalu. Satu persatu murid akademi militer keluar dengan membawa jenazah. Dengan cermat, para tetua dari berbagai sekte meneliti luka yang ada ditubuh mereka.


Mayoritas luka yang ditemukan adalah tehnik dari organisasi pembunuh. Bahkan ada pisau yang diketahui sebagai senjata rahasia organisasi pembunuh dan klan Hong yang masih tertancap.

__ADS_1


__ADS_2