Sang Pengelana

Sang Pengelana
TAHAP KULTIVASI


__ADS_3

Yun San melanjutkan meditasi, untuk menstabilkan tahap kultivasinya. Qi spiritual dalam dentian terasa sangat lembut tapi tersisa sedikit. Membuat dia menyudahi meditasi dan berencana untuk mencari sumberdaya guna mengisi dentiannya.


Setelah menyembunyikan tahap kultivasinya dan tak ada energi qi yang bocor keluar, kini terlihat seperti pemuda biasa yang tanpa berkultivasi.


"apa tahapku sekarang" batin Yun San masih bingung. Sebab dari tahap suci dan naik tahap surgawi, dia seharusnya menjalani petir kesengsaraan.


"seharusnya paman Xiao Di, mengetahuinya" batin Yun San lalu mencari keberadaan dua sahabat kecilnya melalui batin. Setelah merasa keduanya, dia langsung melesat pergi.


"ohhhh,,," batin Yun San tersadar kalau lesatannya sudah berkali lipat dari sebelumnya.


"tuan,,," teriak keduanya karena terkejut, yang seakan akan Yun San tiba tiba muncul.


"kau,,," ucap Xiao Di


"aku mendapat beberapa terobosan" ucap Yun San.


"apa tahap kultivasimu sekarang" ucap Xiao Di


"itu yang ingin aku tanyakan" balas Yun San.


"bagaimana aku melihatnya, kalau qi spiritual murni disembunyikan" ucap Xiao Di


"ohhh" guman Xiao Di saat merasakan tahap kultivasi yang dilepaskan Yun San.


"aku hanya mengetahui sampai tahap surgawi" ucap Yun San


"diatas tahap surgawi masih ada tahap selanjutnya" jelas Xiao Di


- Tahap Kaisar


- Tahap Kaisar Bumi


- Tahap Kaisar Langit


- Tahap Kaisar Suci


- Tahap Kaisar Surgawi


Setiap tahapan mempunyai sembilan tingkatan. Diatas tahapan tersebut masih ada tahap dewa keatas. Namun sulit untuk dicapai jika masih dialam ini. Karena energi disini berbeda dengan dialam langit.


Saat ini Yun San telah menerobos ditahap Kaisar Langit tingkat satu. Itupun dengan qi yang tersisa sedikit didentiannya. Sebagai pengguna tehnik kultivasi dua belas nadi sempurna maka sepuluh simpul meredian harus terisi dengan qi nya.


Setiap yang menerobos tahap surgawi akan mengalami kesengsaraan petir surgawi. Tetapi untuk Yun San mungkin tidak terjadi saat keluar dari dimensi ini. Sebab dalam tubuhnya terdapat dua energi surgawi dan salah satunya adalah petir surgawi.


"maksudnya,,," tanya Yun San penasaran.


"api teratai ungu telah bermutasi" jawab Xiao Di


Benih api teratai ungu telah tumbuh dan bermutasi menjadi api ungu surgawi. Sedang benih petir yang digunakan Xiao Di, saat menolong Yun San adalah petir putih surgawi. Benih petir tersebut didapatkan dari sisa pertarungan dengan dewa petir.


Xiao Di tidak dapat memurnikannya karena kultivasi berelemen racun dan dentiannya rusak. Sehingga saat mencoba untuk memurnikannya, dia semakin terluka parah dan dentiannya hancur.

__ADS_1


Hal berbeda bagi Yun San, ada sesuatu dalam tubuhnya yang menyerap energi petir ungu. Sehingga Xiao Di berani untuk menempa tubuh Yun San dengan petir surgawi walau masih dalam keadaan pingsan.


Kwalitas tulang dewa telah didapat karena ditempa oleh petir surgawi. Organ dan darahnya telah bersih dari efek samping penggunaan pil untuk berkultivasi.


"paman telah banyak membantu, aku mengijinkan paman memulihkan jiwa diteratai ungu" ucap Yun San


"benarkah" balas Xiao Di


"iya, itu hanya sedikit balas budi dari bantuan besar yang paman berikan" ucap Yun San


"ohhh,, aku masih ada kesempatan untuk menjadi baik" ucap Xiao Di.


"silakan kalau paman mau masuk sekarang" ucap Yun San


"sebentar" jawab Xiao Di


"Xiao Yu, aku akan ikut Tuan Muda Yun San, bagaimana denganmu" ucap Xiao Di pada elang putih Xiao Yu.


"aku juga ikut tuan muda" balas Xiao Yu


"baiklah" ucap Xiao Di, lalu selarik benang energi keemasan samar keluar dari dahinya.


Yun San yang telah siap dan dahinya terdapat simbol teratai, membiarkan benang energi memasuki simbol tersebut. Siluet samar duduk ditengah teratai ungu. Dia merasakan tubuh Yun San bergetar sejenak.


"masukkan sahabatmu dan Xiao Yu dalam liontin dimensi" ucap Xiao Di dalam pikiran Yun San


"baik,,," ucap Yun San.


Kedua sahabat kecilnya, kuda dan Lin Bai yang masih berbentuk telur dimasukkan dalam liontin.


"ikut saja bagaimana keputusan tuan muda" balas Xiao Yu


"bisakah tubuhmu lebih kecil" ucap Yun San


"wuss,,," tanpa menjawab, hembusan energi tipis terasa bersama dengan tubuh Xiao Yu yang berubah kecil. Seekor elang putih kecil yang cantik melayang didepan Yun San.


"kau bersama sahabatku yang lain dulu" ucap Yun San lalu memasukkan Xiao Yu dalam liontinnya.


"paman, bagaimana cara keluar tempat ini" tanya Yun San melalui pikiran


"ambil kristal petir ungu didasar telaga, atau pindahkan telaga kecil itu dalam liontin dimensi" jawab Xiao Di sambil menjentikkan informasi dalam pikiran Yun San, tehnik untuk memindahkannya.


"baik,,," ucap Yun San setelah mencerna informasi tersebut.


Dengan tahap kultivasinya sekarang, Yun San tak memerlukan waktu lama untuk melakukannya.


"krakkk,,, krakkk" retakan demi retakan terdengar.


"serap energi ditempat ini sebelum menyebar" ucap Xiao Di


"iya" balas Yun San lalu duduk berkultivasi. Dia merasakan energi besar memasuki tubuhnya. Tetapi saat mengalir deras masuk dentiannya, menjadi lembut karena disempurnakan oleh api petir surgawi.

__ADS_1


Suasana dalam dunia dimensi tak luput dari perhatian Yun San melalui kekuatan jiwanya. Sedikit demi sedikit, tumbuh tumbuh mulai terurai, bahkan tubuhnya Xiao Di yang berdiri tegak juga mengalaminya.


"buummmm,,,, wuss,,," ledakan formasi menimbulkan gempa kecil disertai hembusan energi yang menyebar.


Yun San bangun dari kultivasinya, dan tertegun melihat tempat tersebut. Tempat yang luas dengan berbagai tumbuhan hijau, kini berubah menjadi tanah kosong yang hanya seluas ratusan meter persegi.


"tempat yang kecil bisa menjadi seluas apapun sesuai tingkatan dari ahli formasi yang membuatnya" jelas Xiao Di saat melihat Yun San tertegun.


Sementara itu diatas langit, awan hitam berarak. Suasana langit cerah berubah menjadi redup dan akhirnya gelap.


"lindungi tubuhmu dengan api petir surgawi" ucap Xiao Di.


Api ungu cerah menyelimuti tubuh Yun San. Benang benang petir putih surgawi juga mengelilingi tubuhnya. Seperti puluhan naga putih kecil yang sedang bermain dan menari nari.


Dilangit, awan hitam yang meluas menutupi seluruh hutan dan kota didekatnya. Petir petir seakan berlarian dibalik awan.


"kenapa belum turun" ucap Yun San


"didalam tubuhmu ada petir surgawi, jadi jika kau menyuruh nya pergi maka petir kesengsaraan tak akan turun" ucap Xiao Di


"apa,,,," ucap Yun San terkejut.


"hahahaha,,, biasa saja tak perlu terkejut seperti itu" ucap Xiao Di


Terlihat petir keemasan seperti siluet kepala nada seakan mengintip kebawah. Sedang Yun San terus memperhatikan, sambil mengeluarkan pedang phoenix.


"turunlah,,,," teriak Yun San menggema.


"pedang phoenix, api ungu, petir putih, mari kita terima baptisan ini" lanjutnya


"tehnik pedang tanpa nama,,,," teriak Yun San lebih keras disertai qi spiritual dalam niat pedangnya.


"anak yang menarik" batin Xiao Di sambil berdiri ditengah kelopak teratai ungu.


"blarrrrrrr,,, bommmmmmm" robekan ruang udara yang dilewati naga petir menggelar. Kepala naga berwarna emas dengan tubuh berwarna warni turun bertabrakan dengan niat pedang.


Siluet pedang besar menahan laju petir surgawi sebelum menimpa tubuh Yun San.


"bommm" bunyi ledakan petir yang jatuh kebumi disertai gempa didaerah tersebut. Sedang Yun San yang berada dipusat jatuhnya petir, masih berdiri dengan kokoh.


Api ungu dan naga kecil petir surgawi terus melindungi tubuhnya. Keduanya dengan rakus menyerap energi petir tersebut. Sementara itu, Yun San menyerap energi yang dimurnikan keduanya. Lalu mengedarkan keseluruhan tubuhnya.


"ohhh" guman Yun San saat mengalirkan energi kelautan jiwa. Teratai ungu menjadi berputar membuat inti jiwa Xiao Di menjauh dan melayang dilautan jiwa Yun San. Setangkai teratai ungu terus berputar sambil menyerap energi yang dialirkan kelautan jiwa.


Mengetahui fenomena tersebut, Yun San menjadi rakus dalam menyerap energi. Dia tidak takut kalau tubuhnya meledak karena limpahan energi yang masuk. Sedangkan energi petir diluar tubuh sudah mulai menghilang. Tetapi api ungu berubah menjadi lebih cerah dan transparan. Sedang naga kecil menjadi lebih banyak jumlahnya.


"kosongkan dentian dan simpul meredianmu, lalu masukkan api petir surgawi" ucap Xiao Di memberikan bimbingan. Yun San melakukan apa yang diperintahkan melalui pikirannya. Tak lama kemudian, api ungu dan naga petir masuk kedalam tubuhnya.


Dilangit, awan hitam dan kilatan petir masih berkumpul.


"suruh petir surgawi pergi dan segera tinggalkan tempat ini" lanjut Xiao Di.

__ADS_1


"pergilah" teriak Yun San sambil melambaikan tangannya kelangit.


Arak arakan awan hitam menyebar dan semakin menipis. Bersamaan dengan itu, Yun San melesat pergi. Tempat tersebut menjadi sunyi. Yang tersisa hanya tanah kosong yang berlubang besar akibat hantaman petir.


__ADS_2