
'Hari terus berlalu, semua peserta telah datang. Empat puluh murid sekte yin yang juga telah berkumpul ditempat yang telah disediakan. Para tetua pendamping memberikan pengarahan dan penekanan untuk saling kerjasama diantara masing masing kelompok.
Didalam tanah rahasia, mereka diminta untuk mewaspadai beberapa sekte yang selama ini berseberangan. Selain sekte menengah golongan hitam, juga sekte pedang langit dan sekte pedang surgawi. Karena didalam kedua sekte tersebut ada organisasi pembunuh dan klan hong yang telah menguasai sepenuhnya.
Selain menjelaskan berbagai hal yang harus mereka waspadai, para tetua juga membagikan token peserta. Token tersebut selain mencatat poin dari tanaman herbal yang dipetik atau binatang buas yang dibunuh, juga berfungsi untuk menteleportasi peserta jika dalam keadaan kritis.
Dengan menghancurkan token, maka peserta akan dikeluarkan dari tanah terlarang. Namun keikutsertaannya juga langsung gugur,,,,
Waktu memasuki tanah terlarang telah tiba. Semua peserta berkumpul ditepi hutan yang terdapat dua tugu setinggi sepuluh meter, dengan jarak keduanya kurang lebih dua puluh meter.
Setelah memberi penjelasan kepada para peserta, terdapat sepuluh tetua yang berdiri dimasing masing tugu tersebut. Seorang penatua memberikan perintah agar para tetua menyalurkan energi karena waktu pembukaan tanah terlarang sudah tiba saatnya.
"wusss,,,,," suara hembusan angin terdengar diantara kedua tugu. Portal yang berbentuk pusaran angin terlihat.
"silakan, para peserta untuk masuk" ucap penatua akademi militer
"tapi ingat, jika usia kalian lebih dari dua puluh tahun maka portal tersebut akan menolaknya" lanjutnya
Beberapa murid dari sekte kecil dan menengah mulai berebut masuk lebih dulu. Barisan murid sekte yin yang, pedang langit dan beberapa sekte lain masih berbaris dan saling menunggu.
"kelompok kalian masuklah dulu dan ingat untuk berkumpul dengan kelompok masing masing" ucap Losun.
"baik" jawab empat pemimpin kelompok, lalu membawa anggotanya masuk dengan beriringan.
"wussss,,," hembusan angin menerpa Yun San saat melewati portal. Kemudian dia muncul ditepi sebuah bukit.
"sepertinya kami berpisah dengan peserta yang lain" guman Yun San lalu mengedarkan kekuatan jiwanya.
"hemmmm" guman Yun San saat menyadari beberapa kelompok kecil yang cukup jauh dari tempatnya.
"kalian bantu berburu tanaman herbal" ucap Yun San setelah mengeluarkan dua sahabat kecilnya
"baik tuan" balas keduanya
"ingat, ambil yang berkualitas baik saja dan tinggalkan herbal biasa" ucap Yun San
"baik, kami mengerti" ucap Ciko lalu keduanya melompat pergi.
Yun San berhenti cukup lama sambil mengamati sekitarnya. Tiba tiba dia melesat pergi karena menyadari beberapa orang mendekati tempatnya berdiri.
"dimana orang itu" ucap seseorang yang baru datang
__ADS_1
"seharusnya dia ada disini" balas yang lain.
"dari pakaiannya, dia adalah murid sekte yin yang"
"kita terus saja melewati bukit ini, lalu berkumpul dengan yang lain"
"baiklah, tapi ingat untuk menyergap peserta lain dan untuk murid sekte yin yang jangan biarkan mereka menghancurkan tokennya" ucap kelima orang tersebut.
"ternyata murid sekte pedang surgawi" batin Yun San yang sedang bersembunyi dengan tehnik bayangan.
"hehehe,,, kalian tidak tahu siapa yang sedang diburu" batinnya lalu melesat mengikuti kelimanya.
Kelima murid sekte surgawi tidak menyadari jika seseorang mengikutinya.
"seseorang telah mengambil tanaman herbal ditempat ini"
"kita berpencar, tapi jangan terlalu jauh"
"ayo cepat, jangan biarkan dia pergi jauh" terdengar percakapan mereka, kemudian berpencar tapi tetap menuju puncak bukit.
Mengetahui pergerakan murid sekte pedang surgawi, Yun San melesat sambil tersenyum. Diantara jarinya terselip pisau kecil hasil menyatroni Tetua Hong dan organisasinya.
"srink, srink,,,,"
"ahh"
Hanya desiran senjata rahasia dan suara orang yang roboh beserta erangan kecil yang menandakan kalau Yun San sedang melancarkan aksinya. Hal tersebut dilakukannya karena orang orang itu telah menargetkan sektenya.
Selain itu, kedua sahabat kecilnya Yun San berada didepan mereka. Jadi Yun San bertindak terlebih dahulu daripada merepotkan jika mereka berkumpul dengan kelompoknya.
Kelima murid sekte surgawi tewas dengan pisau kecil yang menembus organ vitalnya. Mayat kelimanya dibiarkan tanpa penguburan. Namun kantong penyimpanan yang diambil Yun San dan segera pergi dari tempat tersebut.
"sialllllll...."
"bajing**,,,," terdengar teriakan saat Yun San telah meninggalkan lokasi pembunuhan yang dilakukannya.
"kenapa membunuh orang sendiri" ucap seseorang yang sedang mengamati kelima mayat yang telah dikumpulkan.
"iya,,, ini pisau milik klan hong atau organisasi pembunuh bayangan"
"apa pelakunya tidak tahu jika kita adalah bagian dari mereka"
__ADS_1
Ternyata mereka yang datang adalah murid sekte pedang surgawi yang sedang menyusuri daerah itu. Seorang murid menghancurkan token dipinggang kelima mayat untuk mengeluarkan mereka dari tanah rahasia. Selanjutnya, rombongan itu bergegas pergi dengan lebih waspada.
Yun San telah menyusul kedua sahabat kecilnya.
"tanaman herbal ditempat ini tidak terlalu istimewa, sebaiknya kita bergegas kearea dalam" ucap Yun San
"baik tuan, tapi bisakah kita jalan sendiri" ucap Ciko
"maksudnya, kau dan Cici hendak menyusuri tempat ini berdua" tanya Yun San
"ditempat ini, tuan bisa merasakan keberadaan kami, jadi jika keadaan memaksa maka kami akan memanggil bantuan pada tuan" ucap Ciko.
"baiklah, jaga diri kalian" balas Yun San setelah berpikir sejenak.
"terima kasih tuan" ucap keduanya dan segera bergerak mengikuti insting keduanya.
"hemmm" guman Yun San sambil tersenyum saat melihat keduanya bergerak lincah meliwati semak dan rerumputan.
"seharusnya keduanya bisa menghindari masalah yang menghadang" batin Yun San sambil melesat pergi.
***
Ditempat para tetua menunggu peserta yang memasuki tanah terlarang sedang terjadi keributan. Tetua sekte pedang surgawi bersitegang dengan tetua klan hong dan tetua sekte pedang langit. Kematian kelima murid sekte pedang surgawi menyulut ketegangan didalam kelompok yang sebelumnya terlihat akur dan mempunyai ambisi yang sama.
Sedangkan sekte yang lain tidak berkomentar saat melihat kejadian tersebut. Mereka juga terlihat cemas akan keselamatan murid masing masing.
***
Waktu terus berjalan. Gesekan antar peserta semakin sering terjadi. Bukan hanya gesekan antar sekte, bahkan murid sekte yin yang juga pecah menjadi tiga kubu. Dua kelompok sedang berselisih dengan yang lainnya. Sedang kelompok yang dipimpin Losun tidak berhasil menengahi perselisihan mereka.
"bagaimana ketua Losun" tanya seseorang sambil melihat kedua kubu pergi mengambil jalur yang berbeda.
"selama mereka tidak bertikai, abaikan saja" ucap Losun
"oh yaa, kenapa saudara Yun San belum berkumpul, jangan jangan,,,," ucap yang lain
"husss,, jangan berpikir yang tidak baik"
"kemampuan anak itu lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan kita, jadi bukan dia yang dikhawatirkan tapi keberhasilan kita sendiri" ucap Losun
"siallll,,,, anak itu bersembunyi terlalu dalam"
__ADS_1
"Tetua Huang juga menjelaskan setengah setengah tentangnya" balas Losun.
Setelah cukup lama kelompok Losun beristirahat, akhirnya mulai bergerak lagi.