
Duduk diatas altar, Yun San menelusuri lembar demi lembar dan menghapal isinya. Kemudian bermeditasi untuk menguraikan dan mempelajari tehnik dilautan jiwa.
Waktu terus berlalu. Tak terasa telah dua bulan berlalu dilantai sepuluh. Yun San berusaha sepenuh hati dalam memahami tehnik formasi dasar yang didapat saat dilantai pertama dan tehnik formasi lanjutan.
Saat ini dia telah memahami dan menguasai dasar dasar formasi dengan sempurna. Untuk tahap lanjut, dia hanya menguasai teorinya saja. Sedang penyempurnaan dalam penguasaannya masih memerlukan uji coba dalam membangun formasi yang nyata.
Menyudahi meditasinya, Yun San segera membaca tehnik pembuatan pil. Setelah menghapal isi kitab tersebut dia langsung bermeditasi. Jenis dan karakter bahan tidak dijelaskan dalam dalam kitab tersebut.
Jenis dan ciri ciri api yang disampaikan dengan mendetail. Disamping itu juga penjelasan untuk meningkatkan jenis dan kekuatan api yang dimiliki oleh seorang alkemis. Selain itu, jenis tungku pil tingkat rendah sampai tungku pil kuno juga dijelaskan secara detail disertai gambarnya.
Selanjutnya, langkah langkah dasar dan tehnik formasi yang digunakan dalam pembuatan pil. Mendekati halaman terakhir, terdapat penjelasan penggunaan api tanpa tungku dalam membuat pil serta membuat pil tanpa api.
Untuk api tanpa tungku, seorang alkemis harus mempunyai kekuatan jiwa dan qi spiritual agar bisa mengontrol api dengan mudah. Sedangkan pembuatan pil tanpa api, menggunakan formasi yang cukup rumit.
Dalam meditasi, Yun San tidak menyerah dalam mencoba membuat formasi bertingkat. Sembilan formasi ditumpuk dan harus bersinkronasi untuk dapat digunakan sebagai tungku. Dijelaskan juga, saat formasi sudah terbentuk sempurna dan menyuntikkan qi spiritual maka formasi tersebut akan bekerja secara otomatis untuk membuat pil obat.
Puluhan kali dia mengulang kedua tehnik pembuatan pil yang mendalam. Akhirnya usaha dan ketekunan tidak menghianati hasil. Keduanya telah dikuasai meskipun belum sempurna.
Bangun dari meditasi, Yun San segera menghapalkan kedua kitab seni pedang dan tombak. Tak butuh waktu lama dalam menghapal seni pedang, karena dia sudah menguasai tehnik dasar pedang dan beberapa tehnik yang lain.
Namun, seni tombak masih memerlukan waktu untuk menghapalkan dan mulailah bermeditasi setelah itu.
***
Sementara itu, sahabat sahabat Yun San tetap bertahan dilantai tujuh. Mereka saling bertukar pengetahuan satu dengan yang lain. Murid paviliun langit memberi masukan tentang tehnik beladiri yang mereka dalami. Sedang murid paviliun cahaya memberikan pengalaman mereka dalam penguasaan alkemis.
Disisi lain, murid paviliun surgawi dan dewa terus mencoba pusaran angin lalu berkultivasi dalam beberapa hari untuk menyembuhkan luka yang dideritanya. Mereka terus melakukan upaya tersebut dan enggan untuk menyerah.
***
Tujuh bulan berlalu dilantai sembilan. Yun San telah menguasai keempat kitab yang menjadi ujiannya.
__ADS_1
"wusss,,,,," hembusan energi tebal menyelimuti altar dan tiba tiba menghilang.
"ohhh,,," guman Yun San saat menyadari kalau sudah dipindahkan ketempat lain.
"selamat,,,, bertahun tahun, baru kau yang telah sampai ditempat ini" ucap sosok pria tua yang ditemui Yun San saat dilantai sepuluh. Disampingnya ada pria tua yang pernah ditemui Yun San saat dilantai dasar.
"salam senior,,," ucap Yun San sambil menjura hormat.
"ternyata masih ada murid sekte yang mempunyai tekad kuat dalam ujian ini" ucap Tetua Huang
"kenapa murid sekte sebelumnya tidak sampai ditempat ini" tanya Yun San.
"energi dilantai delapan sulit dilewati jika tidak memiliki unsur api" jelas pria tua. Energi dilantai tersebut dapat menguras qi, namun bagi yang memiliki unsur api seperti Yun San tidak merasakan efeknya. Sedang dilantai sembilan harus mempunyai fisik dan tekad yang kuat.
Untuk lantai sepuluh, ujian tentang kekuatan dan kemurnian jiwa. Sebab dengan jiwa yang kuat dan murni maka mudah untuk memahami keempat kitab yang menjadi syarat lolos ujian.
"Lin Yun San, murid baru berasal dari klan lin" ucap pria tua
"buka topeng yang selalu kau gunakan" lanjut pria tua
"ohhh,,, maaf" ucap Yun San sambil melepas topeng tipisnya yang selalu dikenakan.
"selanjutnya, tak perlu menyamar menggunakan topeng tipis seperti itu" ucap pria tua sambil menjentikkan energi jiwa kedahi Yun San dan sebuah tehnik hadir dipikirannya.
"itu tehnik merubah wajah" lanjut pria tua.
Setelah menguasai tehnik tersebut, maka Yun San tidak perlu memakai topeng untuk menyamarkan dirinya.
"terima kasih ,,, senior" balas Yun San.
"kami tidak masalah, kau menyamarkan dirimu" ucap Tetua Huang.
__ADS_1
"juniorku, Huang Yan telah menyampaikan kebiasaanmu pada kami, bahkan leluhur sekte telah memberikan kitab tehnik pedang tanpa nama, namun kau memberi kesempatan padanya untuk mempelajari kitab tersebut" lanjutnya.
"aku patriak sekte yin yang, dan margaku 'Han',,," ucap pria tua memperkenalkan diri. Sedang Tetua Huang yang ada disamping adalah wakilnya. Setelah ujian ini, plat formasi yang ada dipuncak menara akan diambil oleh keduanya.
Yun San diberi kesempatan untuk menyerap energi langit dan bumi yang terkumpul dilantai puncak. Hanya dengan menyerapnya maka tahap kaisarnya akan stabil.
"tetua,,,," ucap Yun San lalu tercekat tidak dapat melanjutkan kata katanya.
"kami sudah ditahap kaisar bumi tingkat sembilan, jadi tahu akan tahapanmu" ucap Patriak Han
"murid mohon pencerahan" ucap Yun San.
"energi alam terlalu sedikit yang bisa diserap oleh pembudidaya ditahap kaisar" jelas Patriak
Diperlukan batu roh atau pil tingkat enam keatas untuk itu. Namun titik akupunktur yang terbuka akan secara otomatis menyerap energi alam saat merasakan kepadatan energi. Selain itu, jangan berkultivasi secara gila gilaan disembarang tempat, sebab akan mengganggu kestabilan energi ditempat tersebut.
Selain itu, tehnik kultivasimu tidak mampu menopang peningkatan dalam tahap kaisar.
"jika kau tetap setia menjadi anggota sekte yin yang, maka aku akan memberikan tehnik kultivasi yang menjadi tehnik rahasia sekte" ucap Patriak Han.
"selama sekte tetap dijalan kebenaran, maka aku bersumpah setia jika berkhianat maka petir surgawi akan menimpaku" ucap Yun San tegas.
"ohhh,,,, ini tehnik kultivasinya" ucap Patriak Han kembali mentransfer tehnik kultivasi emas nadi dewa melalui dahi Yun San. Terdiam sejenak Yun San mencerna dan memahami tehnik yang diterimanya.
"terima kasih,,, guru" ucap Yun San sambil bersujud tiga kali, untuk mengakui Patriak Han sebagai gurunya.
"juga token tetua inti untukmu" lanjut Patriak Han. Dengan tahap kultivasinya, Yun San tak harus terkurung disekte yin yang. Dia perlu berkelana untuk menambah pengetahuan dan pengalaman. Namun saat diluar sekte Yun San diminta menggunakan token murid inti atau token lain sebagai token identitasnya. Sedang token tetua inti sebagai token komunikasi saat sekte dalam keadaan genting.
"apa pantas aku menerima ini" ucap Yun San saat mengamati token yang baru diterima.
"murid yang berada ditahap suci akan mengikuti ujian tetua muda sekte, sedang kau sudah ditahap kaisar bagaimana kau masih bertanya pantas atau tidak" balas Patriak Han.
__ADS_1
"sudahlah,,, berkultivasi dulu ditempat ini" lanjut Patriak Han