
Kedua kelompok Qin Fan dan He Gian memutuskan berkumpul menjadi satu kelompok besar. Sementara itu, kelima sahabat Yun San tengah bersantai ditempat lain.
"bagaimana kabar Yun San sekarang" tanya Han Joe
"kita disini tak ada yang tahu keadaannya" balas Han Wan
"sudahlah, tak perlu cemas" ucap Mu Wei
"yakinlah dia lebih baik daripada kita" ucap Han Suan
"apa maksudmu" tanya Han Joe
"kita bertarung sampai kelelahan lalu bersembunyi untuk berkultivasi, itu atas arahan siapa" balas Mu An.
"Yun San" ucap keempatnya.
Yun San memberi arahan tersebut, dan memberikan beberapa pil untuk meningkatkan kultivasi sahabatnya. Sehingga saat ini, mereka mendapatkan manfaat besar dalam pelatihannya.
"apa kita akan menunggunya disini" tanya Mu Wei
"tak perlu, dia meminta kita untuk terus maju" jawab Mu An
"jika menemukan pintu selanjutnya, kita terus saja" ucap Han Wan
"baiklah, kita berkultivasi bergantian seperti biasanya" ucap Han Joe.
Kelimanya lalu berkultivasi secara bergilir, agar ada yang berjaga saat yang lain sedang serius dalam kultivasinya.
***
Waktu terus berjalan. Yun San dan yang lain telah menemukan pusat energi ditempat tersebut. Kemudian menyuruh sahabatnya untuk menyerap energi yang ada. Sedang dia duduk santai sambil mengawasi mereka.
"paman tidak menyerap energi api seperti mereka" tanya Yun San
"Lin Wei dan Xiao Yu yang sangat memerlukan energi ini, jadi jika kita ikut berkultivasi maka akan mengganggu mereka" jawab Xiao Di
Tubuh naga emas memerlukan energi yang besar untuk peningkatannya. Walaupun terlihat kecil, tapi jika berubah keukuran sebenarnya maka bisa menyamai Lin Bai dengan panjang lebih dari lima puluh meter. Selain itu dia juga menjelaskan kemampuannya yang diterima dari sisa memori yang tertinggal.
"aku akan bermeditasi dulu" ucap Yun San setelah Xiao Di menjelaskan kondisinya
"silahkan, biar aku berjaga sambil mencari pintu kelantai selanjutnya" jawab Xiao Di lalu pergi menjauh.
***
Diluar menara, para tetua dan wakilnya tengah berkumpul dalam kelompok paviliunnya dan nampak ketegangan diantara mereka. Paviliun surgawi yang hanya diwakili wakil tetua terus melayangkan protes pada kubu paviliun cahaya dan paviliun langit.
Dalam waktu sepuluh hari, murid paviliun surgawi tersisa sepuluh murid yang masih didalam menara. Mereka keluar karena terluka akibat bentrok dengan murid paviliun cahaya dan langit.
"setelah Tetua Hong kembali, kalian harus memberi jawaban atas masalah ini" teriak wakil tetua paviliun surgawi
"saat murid paviliun langit tersingkir semua pada ujian sebelumnya, apa kami protes pada kalian" jawab Tetua Xian tak kalah sengit.
__ADS_1
"awas kalian,,," ucap wakil tetua tersebut dengan geram.
Meskipun suasana masih tegang, para tetua paviliun cahaya dan paviliun langit meninggalkan tempat tersebut. Tersisa wakil tetua yang masih mengawasi proses ujian menara naga.
Ditempat lain, para tetua paviliun langit dan paviliun cahaya tengah duduk berunding. Situasi sekte saat ini semakin memprihatinkan. Kedua paviliun ternyata sudah merencanakan untuk menggabungkan semua murid inti mereka.
"sepuluh tahun lebih kita mempersiapkan diri untuk mencegah kehancuran ini" ucap Tetua Huang. Namun keadaan klan hong yang baru mengalami musibah pasti membuat Tetua Hong akan melampiaskan kekesalannya pada sekte. Jadi untuk mengurangi korban dari murid sekte, mereka akan dipindahkan ketempat yang baru.
"bagaimana persiapan disana" tanya salah satu tetua paviliun cahaya.
"semuanya sudah siap, bahkan delapan puluh persen murid inti paviliun langit sudah dipindahkan kesana" jelas Tetua Huang.
Pembangunan sekte terletak disebuah gunung yang berjarak sepuluh kilometer dari kota huangdu. Karena formasi yang dipasang dikaki gunung membuat orang luar tidak menyadarinya.
"sepertinya klan hong sudah mencium rencana ini" lanjut Tetua Huang.
Setahun yang lalu, cabang usaha klan hong sempat merajalela dikota huangdu. Hal tersebut yang menunda pemindahan para murid secara besar besaran. Namun secara bertahap dan telah berlangsung beberapa tahun, murid paviliun langit hampir semuanya telah dipindahkan.
"terus dengan pertambangan ditempat kalian" tanya tetua paviliun cahaya.
"dalam bebera tahun ini, kami telah mengurasnya secara besar besaran" jelas Tetua Huang.
Pertambangan diwilayah rahasia paviliun langit hampir habis. Eksploitasi besar besaran telah mereka lakukan atas ijin patriak sekte. Sedangkan hasilnya juga disimpan ditempat yang baru.
"lalu patriak sekte,,," tanya tetua paviliun cahaya
"sepuluh tahun ini patriak tidak pernah keluar dari sana" ucap Tetua Huang. Patriak mengawasi langsung proses pengembangannya. Sedang paviliun langit yang ditunjuk sebagai pilar utama sekte terus mengikuti dan menjaga keamanannya.
"untuk paviliun dewa" lanjut Tetua Huang. Setengah dari murid muridnya telah dimasukkan keakademi militer. Mereka adalah murid murid yang setia pada sekte dan kerajaan. Sedangkan sisanya masih dalam proses pengawasan dan penyelidikan.
"lalu murid paviliun cahaya bagaimana" tanya Tetua Huang
"tujuh puluh persen telah mengambil sumpah setia, sedang sisanya masih takut akan intimidasi murid paviliun surgawi" ucap tetua paviliun cahaya.
"bisakah memindahkan mereka yang sudah mengambil sumpah surgawi untuk pindah ditempat yang baru" tanya Tetua Huang.
"mulai nanti kita akan memindahkan mereka dan beri waktu sepuluh hari agar semua bisa dipindahkan" ucap tetua paviliun cahaya dengan tegas.
"baiklah, saatnya kalian bergerak dan hati hati karena Tetua Hong saat ini sedang diluar sekte" ucap Tetua Huang
"baik tetua" balas para tetua dengan serempak.
Pertemuan rahasia para tetua dari dua paviliun telah berakhir. Mereka mulai bergerak dengan tugas masing masing.
***
Yun San yang tengah menjalani ujian menara naga, kini sudah melanjutkan perjalanannya. Dilantai empat, dia mendapatkan danau air suci. Sedangkan dilantai lima dia bertemu dengan dua belas murid paviliun langit yang sedang berkultivasi untuk menyembuhkan luka lukanya.
Mereka bangun dari kultivasi karena kedatangan Yun San. Sikap siaga dan tegang sinar setelah mengetahui siapa yang mendatangi tempat tersebut. Mereka enggan untuk meninggalkan menara dan berharap mendapatkan kesembuhan dengan berkultivasi ditempat tersebut.
"apa kalian tidak membawa pil obat" tanya Yun San.
__ADS_1
"bekal kami dirampas oleh murid paviliun surgawi" jawab salah satu murid mewakili yang lain.
"ohhh,,," guman Yun San sambil mengeluarkan botol pil dan guci arak berisi air suci.
"bagi untuk kalian, minumlah dan segera berkultivasi" ucap Yun San sambil menyerahkan botol berisi pil obat dan seguci air suci.
"terima kasih" jawab mereka serempak.
"tidak ada peserta lain ditempat ini, jadi setelah sembuh lanjutkan kelantai berikutnya" ucap Yun San.
"baik,,," jawab mereka sambil terus memandang Yun San yang meninggalkan tempat itu.
Yun San melanjutkan perjalanannya ditemani Xiao Di yang bersembunyi disaku bajunya. Ada juga Xiao Yu dan Lin Wei yang berubah menjadi dua burung kecil yang terbang tak jauh didepan Yun San.
Memasuki lantai enam, dia tidak menemukan keberadaan peserta lainnya. Namun jejak dan aroma obat obatan ada ditempat tersebut.
"sepertinya murid paviliun cahaya belum lama meninggalkan tempat ini" guman Yun San
"apa yang kalian temukan" tanya Yun San pada kedua sahabatnya yang telah kembali.
"tidak ada yang dapat kami temukan" jawab Lin Wei.
"istirahat disini, aku mau berkultivasi dulu" ucap Yun San.
"baik,,," jawab keduanya.
Yun San lalu duduk dan mulai berkultivasi. Energi ditempat tersebut perlahan mulai memasuki tubuhnya. Awalnya hanya aliran energi kecil yang masuk, lama kelamaan mulai besar seiring dengan kecepatan Yun San mengedarkan energi qi dengan tehniknya.
Seakan lupa akan waktu, Yun San terus berkultivasi. Bahkan sekarang aliran energi dari tempat tersebut seperti air bah yang mengalir menuju dentiannya.
"tuan,,,"
"tuan muda,,," terdengar suara yang menggema.
"ada apa" ucap Yun San setelah menghentikan kultivasinya.
"jika tuan terus berkultivasi, maka energinya akan habis dan pohon pohon ditempat ini benar benar mati" ucap Xiao Yu dan membuat Yun San mengamati keadaan disekelilingnya.
"oh,,," guman Yun San sambil mengamati pepohonan yang kering tanpa daun.
"apa yang dapat aku lakukan untuk memulihkannya" tanya Yun San
"formasi pengumpul energi akan membuat tempat ini pulih seperti sebelumnya, dan kita melanjutkan ketempat berikutnya" ucap Xiao Di
"baik, ayo berangkat" ucap Yun San.
"berapa lama, aku berkultivasi" tanya Yun San sambil berjalan.
"kurang lebih tiga bulan" jawab Xiao Di
"apa,,," teriak Yun San karena terkejut.
__ADS_1
"dentianmu seperti lautan yang kering" jelas Xiao Di. Dengan tahap kultivasinya sekarang, untuk mengisi dentiannya perlu energi yang sangat besar. Jadi saat berkultivasi, dia harus ada yang menemani. Jika tidak maka dapat merusak keseimbangan alam ditempatnya berkultivasi.