
Para murid dari paviliun surgawi dan dewa hanya melihat kejadian tersebut. Mereka masih terlihat diam dan tak bergerak dalam kelompok masing masing. Perubahan situasi tersebut membuat mereka tidak melanjutkan rencana untuk mengeluarkan murid dari paviliun langit dan cahaya.
Cukup lama Yun San dan yang lain, menunggu murid paviliun cahaya menyelesaikan prosesnya. Walaupun ada satu dua yang sudah selesai, tapi banyak yang masih menyerap pil dan memulihkan stamina.
He Gian sudah mengumpulkan bahan obat dari teman temannya. Yun San hanya mengambil sebagian dari bahan tersebut. Dia hanya memilih yang diperlukannya. He Gian memaksa agar diambil semua, tapi Yun San menolak dengan halus.
"kalian tidak usah mengganti" ucap Yun San saat melihat Qin Fan bingung melihat tindakan He Gian.
"ohhhh,,,, terima kasih" ucap Qin Fan
"aku membantu karena senang melihat kebersamaan kalian" lanjut Yun San.
Percakapan mereka semakin terlihat akrab. Para murid dari kedua paviliun saling berkenalan dan bercerita tentang perjalanan masing masing. Yun San lebih banyak diam dan menjadi pendengar. Sampai semuanya selesai memulihkan staminanya.
"tangga batu itu untuk menguji ketahanan tubuh fisik, jadi jangan menggunakan qi agar tidak terlempar dari tangga" ucap Han Joe.
"kau,,," ucap He Gian
"aku mendapat bocoran dari murid senior" ucap Han Joe
"baiklah, kita naik sampai batas maksimal dari kemampuan tubuh masing masing, jika sudah mencapai batasnya,,,, berhentilah dan hancurkan token saat mendapat luka yang diluar batas ketahanan kalian" ucap Yun San.
"baik,,," teriak mereka serempak.
"keluarkan pedang kalian" teriak Yun San diikuti semua murid mengeluarkan senjatanya.
"para wanita didepan dan kita harus saling melindungi" lanjut Yun San
"siapppppppp,,,," teriak mereka bersemangat.
"majuuuuu,,,," teriak Han Joe dengan lebih keras.
Yun San tersenyum melihat semangat mereka bangkit. Tujuh puluhan murid dua paviliun bergerak menuju tangga batu. Murid paviliun surgawi dan dewa memberikan jalan. Mereka kali ini diam tidak mengusiknya.
__ADS_1
Sampai didepan tangga mereka sempat terhenti untuk menguatkan tekad dihatinya. Lalu satu persatu mulai menapaki tangga batu tersebut. Jalan mereka masih terlihat kompak, tidak cepat atau lambat.
Sampai tangga ke seratus, masih terlihat tak ada kendala bagi mereka. Yun San mengajak semuanya menepi dan bermeditasi untuk menstabilkan tubuh mereka. Tiap sepuluh murid bermeditasi secara bergantian. Hal itu membuat langkah mereka terhenti hampir tujuh hari.
Setelah tubuh mereka membaik dan stabil, akhirnya melanjutkan langkahnya. Meskipun semakin naik tekanan yang diterimanya makin besar, tapi semangat mereka kian kuat. Didepan rombongan Yun San ada banyak murid paviliun surgawi dan dewa yang sedang beristirahat ditangga tiga ratus sampai lima ratus. Sedang hampir tiga puluhan lain di anak tangga yang lebih tinggi. Bahkan ada yang sampai ditangga sembilan ratus.
"jika perlu istirahat, kalian menepilah" teriak Yun San saat murid yang paling depan sudah ditangga ke dua ratus.
"kita masih kuat" teriak wanita terdengar. Dan kelompok tersebut terus bergerak.
"saudara Qin Fan dan Han Joe, kalian didepan sendiri" ucap Yun San
"baik" jawab kedua lalu berjalan kedepan.
Tetapi sebelum melanjutkan langkah mereka, Yun San meminta para wanita untuk bermeditasi dulu. Biarpun hanya wanita yang bermeditasi, tapi membuat mereka terhenti selama dua hari. Kemudian terus bergerak maju.
"wuss,,,," sosok dari atas terlempar jatuh melintas diatas mereka. Kejadian tersebut membuat kelompok Yun San sempat berhenti dan berjongkok, menghindari sosok tersebut.
"jangan gunakan qi, agar tidak terlempar" teriak Han Joe, lalu memimpin didepan bersama Qin Fan.
"sepertinya, mereka ketakutan" ucap He Gian
"pasti, karena pemimpin serigala ada didepan" ucap Yun San
"wah malah serigala betina yang mereka takutkan" colo celoteh yang lain.
"sialannnnnn,,,," teriak para wanita didepan.
"whahahaha,,,," tawa yang lain terdengar.
Dalam canda tawa, dan terus maju, tapi kini semakin melambat. Keringat keluar mulai membasahi baju mereka. Meskipun tiap seratus tangga mereka berhenti, tetapi kekuatan mereka tetap terkuras. Hingga ditangga ke lima ratus mereka terhenti.
"yang merasa berat menepilah dan tenangkan dulu tubuh kalian" ucap Yun San
__ADS_1
"mereka kuat sampai disini karena terus bergandengan tangan" ucap Qin Fan
"itulah kebersamaan yang aku harapkan" ucap Yun San
Yun San melihat para wanita dan beberapa pemuda yang hampir pingsan. Bahkan beberapa hanya terkulai lemah.
"sampai sejauh ini sudah menjadi prestasi yang bagus buat kita semua, jadi tak perlu berkecil hati" ucap Yun San.
"saudara Yun San bisa melanjutkan sendiri, biar kami akan membentuk kelompok dibelakangmu" ucap He Gian
"beberapa wanita mengalami retak tulang, karena tekanan yang semakin kuat" jelas Qin Fan. Mereka memutuskan untuk keluar terlebih dulu, demi mengobati kondisinya.
"baiklah, tapi sebenarnya kalian akan mendapatkan manfaat besar setelah pulih" balas Yun San. Setelah mendapatkan pengobatan dan sembuh, kondisi tulang dan tubuh kalian akan semakin kuat. Karena pelatihan ini, memang bertujuan untuk itu.
"terima kasih"
"terima kasih saudara Yun San"
"kami akan ingat bantuan ini" ucap para wanita dan beberapa pemuda yang kondisinya tak begitu bagus. Lalu terdengar berapa token dihancurkan oleh semua murid yang terluka.
Setelah berhenti cukup lama, mereka akhirnya melanjutkan menapaki tangga batu selanjutnya. Didepan terlihat murid paviliun surgawi dan dewa yang tengah berhenti. Mereka terlihat menepi saat Yun San dan yang lain mendekat dengan perlahan.
Satu persatu anak tangga ditapaki semua murid. Dan satu persatu pula para murid mulai menepi karena sudah mencapai batasnya. Begitupun dengan kondisi Yun San. Setelah melewati tangga ketujuh ratus, tubuhnya seakan membawa beban berat.
Kakinya telah gemetaran, seakan mulai mencapai batasnya.
"ternyata tubuhku kurang mendapat pelatihan" batin Yun San.
"percuma tahap tinggi tapi tubuhku masih seperti ini" guman Yun San. Kenyataan tak sebanding dengan kesombongan dalam hati kecilnya. Meskipun terlihat santun tapi benih benih kesombongan mulai hadir dihatinya.
Selama ini, Yun San merasa bisa belajar sendiri. Pembelajarannya focus dalam pembuatan pil. Sedangkan kultivasinya hanya bertujuan untuk menunjang keberhasilan dalam meningkatkan kelas pil yang dibuatnya.
Dalam meditasi, Yun San merasakan adanya kesalahan dalam proses pelatihan yang dijalaninya selama ini. Tekad untuk menguatkan tubuh dan tulang mulai terpikirkan. Jika dia menjalani pertarungan dengan lawan yang tahapannya sama, maka kekalahan akan lebih besar karena fisiknya kurang mendukung.
__ADS_1
Selain menganalisa kekurangan tersebut, Yun San juga mengulang tentang bahan obat dan resep yang dipelajarinya. Bahan atau resep untuk menguatkan tulang, pembersih darah, pembersih sumsum dan lain lain.
"aku harus banyak belajar" pikir Yun San. Dan keinginan kuat terlintas untuk mendatangi perpustakaan sekte yin yang. Kenyataan yang dihadapi saat ini, membuat Yun San semakin haus akan ilmu dan pengetahuan.