
"tuan, apakah dia anggota baru" tanya seorang pemburu
"anggota lama dari luar kota" ucap Wang Qian
"namanya Yun San, anggota bintang empat dan murid dalam sekte yin yang" lanjutnya
"apa,,," ucap orang orang itu terkejut.
"salam senior,, maaf yang muda ini telah bersikap acuh" ucap Yun San setelah berbalik dan menghormat pada mereka.
"sudahlah" ucap pria tua mewakili teman temannya.
"terima kasih, yunior mohon pamit" lanjut Yun San. Lalu pergi dengan dua orang yang mengantarnya.
"ambillah cuti tiga hari, jangan hamburkan hadiah tuan muda tapi gunakan untuk menyenangkan keluargamu" ucap Wang Qian setelah Yun San pergi.
"terima kasih tuan" ucap pelayan sambil membungkuk hormat.
Sementara didalam ruangan guild pemburu, kasak kusuk tentang identitas Yun San terdengar.
"pemburu bintang empat"
"murid dalam sekte yin yang"
"sosok muda yang terbilang belia bagi para pemburu"
"tolong perhatiannya" teriak Wang Qian yang menyadari telah membuka identitas Yun San.
"memang usianya belum genap enam belas tahun" jelas Wang Qian setelah ruangan tersebut hening. Dia hampir tak pernah didalam sekte. Kembali kesekte hanya untuk melaporkan hasil dari misi yang diambilnya.
"akupun tak tahu wajah aslinya" lanjut Wang Qian. Dalam dua kali pertemuan dia mengenakan topeng yang berbeda. Meskipun terlihat berada ditahap bumi tingkat satu, jangan mereka berniat buruk. Sebab tahap aslinya, Wang Qian tidak mengetahui.
"aku berbicara seperti ini untuk kebaikan semua orang" ucap Wang Qian sambil mengeluarkan kepala ular terbang.
"ohhhh"
"gila"
"bangs**"
"anjing" teriakan orang orang itu sambil melompat mundur.
"dia menitipkan ini untuk pelelangan" lanjut Wang Qian.
"tolong rahasiakan identitasnya dan bersikaplah biasa saat bertemu" ucapnya sambil memasukkan kepala ular tersebut.
"baik tuan" jawab mereka serempak
***
Yun San telah sampai dipenginapan, tanpa basa basi dia langsung menuju kamarnya. Setelah mengunci pintu, Yun San bermeditasi diatas tempat tidur.
"wuss,,," tubuhnya menghilang masuk keliontin dimensi.
"tuan,,," ucap Ciko dan Cici.
"bagaimana keadaan Xiao Yu" tanya Yun San.
__ADS_1
"dia masih memulihkan diri" ucap Ciko
"burung merah bagaimana" lanjut Yun San
"itu, luka dalamnya terlalu parah" ucap Ciko
Yun San mendekati burung merah yang terbaring. Dia menyalurkan qi spiritual untuk memeriksa luka dalam yang dialaminya.
"jangan bergerak dan biarkan energiku memeriksa keadaanmu" ucap Yun San.
"ohhh,,," gumannya setelah cukup lama memeriksa keadaan burung merah.
"bagaimana tuan" tanya Cici.
"luka dalamnya cukup parah dan esensi darahnya seperti diambil paksa" ucap Yun San
"apa bisa disembuhkan" tanya Ciko
"kita hanya bisa mencobanya" ucap Yun San
Selanjutnya, Yun San mengambil pil dan eleksir hasil curian dari kota Hongtei. Setelah dicairkan lalu diminumkan pada burung merah. Yang terakhir Yun San memberikan dua tetes esensi darah.
"berhasil atau gagal tergantung semangat hidupmu" ucap Yun San sambil mengelus kepala burung merah.
Yun San lalu mendekati Xiao Yu yang sedang menyembuhkan diri.
"tuan" ucapnya saat menyadari kehadiran Yun San.
"jangan diulang lagi, utamakan keselamatanmu" ucap Yun San
"iya tuan" jawab Xiao Yu
"tuan,,, ini" ucap Xiao Yu terhenti karena energi besar mulai menyelimutinya.
"berhasil atau gagal tergantung dirimu sendiri" ucap Yun San.
"kalian keluar untuk menjagaku" ucap Yun San pada dua sahabat kecilnya
"baik tuan" ucap keduanya
Ketiganya muncul diatas tempat tidur dalam kamar penginapan.
"kita disini untuk waktu dua minggu, tolong cari informasi seorang perempuan bernama Yun Cafei" ucap Yun San
"kalau boleh tahu, siapa dia" tanya Cici
"dia ibu kandungku" ucap Yun San.
"hahhhh,,," keduanya terkejut
"bisakah meminta bantuan dari golongan kalian yang mengenal wilayah ini" ucap Yun San
"tuan,,, kami bisa mengumpulkan mereka, tapi apa boleh menggunakan pil sebagai upah" ucap Ciko
"gunakan saja" ucap Yun San
"baiklah" ucap keduanya lalu saling menatap.
__ADS_1
"apa yang kalian sembunyikan dariku" tanya Yun San
"tuan tak perlu khawatir, kami tahu batas dan kemampuan yang kami miliki" jawab Ciko.
"baiklah, hati hati" ucap Yun San.
Setelah kedua sahabat kecilnya keluar melalui jendela, Yun San lalu membersihkan diri.
***
Dibalai pertemuan klan yun, para petinggi klan sedang mengadakan pertemuan.
"tetua dua, pasti telah menyinggung salah satu pihak kuat yang singgah diwilayah kita"
"kita tidak dapat berbuat apa apa, karena tidak ada gerakan dari mereka"
"tapi kondisi tetua dua masih belum sadar" percakapan para tetua dan patriak klan
"bagaimana kalau minta tolong matriak sekte bintang" usul seorang tetua.
"setelah kejadian lima belas tahun yang lalu, matriak telah bersumpah tak akan ikut campur urusan klan bahkan jika mengalami kehancuran" ucap patriak klan
"apa tidak sebaiknya mencoba" ucap tetua klan
"baiklah, besok pagi akan aku coba" ucap patriak klan
Sementara itu dipaviliun pil, manajer dan seorang pengawal pribadinya sedang diskusi diruang kerjanya.
"bagaimana tindakan Tuan Muda Yun San" tanya manajer paviliun
"kelihatannya, tuan muda acuh saja tentang masalah tetua dua"
"jika kita mengobatinya, takut kalau menyinggung tuan muda"
Menurut pengawalnya, tetua dua klan yun pingsan setelah memata matai tempat Yun San menginap. Setelah mendapat berita Yun San ada diwilayahnya, maka kedua pengawalnya ditugaskan untuk mengawasi dari jauh.
Saat pihak paviliun hendak menegur tetua dua, tiba tiba tetua itu mendapat serangan jiwa. Meski sempat melarikan diri, tapi jatuh pingsan dan tak sadar sampai saat ini.
"apa masih perlu kita menjaganya" tanya pengawal manajer paviliun
"saat ini tak perlu, nanti saja saat dia berangkat keibukota" ucap manajer
***
Hari terus berganti. Kondisi tetua dua belum menunjukkan perubahan. Matriak sekte bintang tidak merespon permintaan patriak klan. Bahkan kemunduran klan yun dan sekte bintang akibat rongrongan pihak lain seakan tak dihiraukannya.
Yun Cafei, matriak sekte yang saat ini. Selain matriak sekte, dia juga keluarga inti klan yun. Putri dari patriak klan sebelumnya dan dialah ibu kandung Yun San. Atas kejadian lima belas tahun yang lalu, patriak klan menyerahkan posisinya pada adik kandungnya.
Yun Cafei secara diam diam telah menikah dan melahirkan anak laki laki, membuat klan hong terus menekan dengan alasan pihak klan yun mengingkari perjanjian pernikahan yang telah disepakati.
Patriak klan mengundurkan diri, karena putrinya mengalami tekanan batin atas kabar meninggalnya suami dan anaknya. Dalam lima tahun dia berusaha memulihkan kondisi Yun Cafei dipuncak bintang, dibantu patriak sekte.
Setelah lima tahun, Yun Cafei dapat disembuhkan dan tahap kultivasinya melonjak karena dia telah dapat menghilangkan kesedihan hatinya. Bahkan dia mendapatkan petir kesengsaraan dan menerobos tahap surgawi.
Atas kesuksesan tersebut, Yun Cafei diangkat menjadi matriak sekte. Sedangkan patriak sekte dan ayah Yun Cafei meninggalkan puncak bintang untuk pelatihan tertutup.
Setelah menjadi matriak sekte, Yun Cafei hanya focus menangani masalah sekte dan melatih lima ratusan murid khususnya. Hanya para tetua sekte dan murid khusus yang dapat bertemu. Tetapi hampir semua tamu ditemui oleh tetua agung.
__ADS_1
***
Diruang khusus dalam gedung serikat perdagangan, ada enam orang yang sedang berkumpul.