Sang Pengelana

Sang Pengelana
BERITA TENTANG YUN CAFEI


__ADS_3

Diruang manajer paviliun pil, kedata Yun San disambut oleh empat alkemis dan manajer. Mereka langsung tenggelam dalam diskusi tentang pelelangan yang akan berlangsung tiga hari lagi. Yun San hanya sesekali menanggapi kelima orang tersebut.


Dua puluh item utama lelang menjadi focus pembahasan mereka. Garis besar dari item tersebut sudah digambarkan oleh kelimanya. Hal itu membuka wawasan pada Yun San. Sehingga membantunya berpikir tentang apa yang dibutuhkan dalam pelelangan nanti.


"kepala ular itu yang harus kita dapatkan" ucap seorang alkemis mulai membahas kepala ular terbang yang masuk dalam item utama pelelangan.


"jangan sampai sekte racun iblis mendapatkannya" tambah yang lain.


Mereka khawatir jika kepala ular tersebut jatuh ketangan sekte aliran hitam. Perasaan itu muncul karena racun yang mereka pikir masih ada. Para alkemis akan mencoba meneliti dan membuat penawar untuk racun tersebut. Selama ini, penawar racun yang ada tidak mampu menetralkan racun ular terbang pada tingkat enam keatas.


Percakapan intens kelima orang itu didengar Yun San sambil tersenyum.


"biarkan saja mereka mendapatkannya" ucap Yun San.


"maksud tuan muda" tanya manajer paviliun


"siapapun yang melelangnya pasti sudah memikirkan hal itu" ucap Yun San


Dia tidak menjelaskan kalau dirinya yang melelang item tersebut. Sebenarnya Yun San telah mengeluarkan racun ular melalui jaringan yang ada ditaringnya. Itupun dilakukannya untuk meneliti dan mencari resep yang sesuai sebagai penawar.


Pada saat ini, dia belum sepenuhnya mengetahui resep yang tepat. Karena dia menemukan ada mutasi pada racun ular terbang. Sedang penawar yang dibuat melalui resep dari kitab pengobatan hanya mampu mengikat sehingga racunnya tidak menyebar.


"baiklah, jika tuan muda yakin, maka kita tak perlu cemas seperti sebelumnya" ucap manajer paviliun


"tapi kita tetap memantau perkembangannya" ucap Yun San


"kalau kita mampu, maka tak ada salahnya untuk mencoba keberuntungan" balas seorang alkemis tua.


Mereka berbincang sampai malam telah larut tanpa sadar. Manajer paviliun yang melihat Yun San telah memberi banyak masukkan akhirnya diminta untuk menginap dikamar tamu paviliun pil.


Malam telah berlalu, sang mentari menyapa dengan hangat. Yun San masih belum keluar dari kamar.


***


Sementara itu diruang lain, manajer dan bawahannya yang menunggu Yun San keluar mulai membubarkan diri. Karena tak ada tanda tanda dia keluar kamar, maka mereka melakukan aktivitas seperti biasanya.

__ADS_1


Seorang wanita muda juga datang lebih pagi saat paviliun baru buka.


"ada apa nona muda datang sepagi ini" sapa seorang pelayan


"ada yang ingin aku tanyakan" balasnya


"apa itu" lanjut pelayan


"kemarin ada pemuda yang memasuki paviliun dan sampai malam hari dia belum keluar" ucap wanita muda sambil menjelaskan kejadian yang dialaminya.


"maaf, kami tidak berani untuk mempertemukan nona dengannya" jawab pelayan


Wanita muda keluar dari paviliun pil tanpa mendapat informasi yang diharapkan.


^^^


Yun San masih belum keluar dari kamar tamu paviliun pil. Dalam meditasi, dia masuk dilautan jiwa.


"kenapa kau terlihat resah saat bermeditasi" tanya Xiao Di


"bukan kultivasimu yang bermasalah" jelas Xiao Di. Energi alam yang ada tidak terlalu tebal. Sehingga saat berkultivasi, Yun San seakan tidak mendapatkan manfaat. Energi yang dimurnikan dalam dentiannya saat ini seperti setetes embun yang jatuh dilautan.


"tak perlu resah" lanjut Xiao Di. Setiap yang mencapai tahap kaisar, akan merasakan kekurangan itu. Jadi mereka akan memerlukan sumberdaya yang sangat besar untuk naik setiap tingkatnya.


"tehnik kultivasimu sebenarnya tak ada masalah" ucap Xiao Di. Tehnik kultivasi yang telah dikuasai dengan sempurna, membuat setiap pori ditubuhnya seakan bernapas dengan sangat halus. Sebenarnya, ada aliran energi yang masuk dan dimurnikan.


Tetapi keberadaan Xiao Di yang menyembuhkan diri dalam lautan jiwa Yun San, menyerap banyak energi qi spiritualnya. Namun saat ini, kondisi Xiao Di sudah pulih dan tak akan mengganggu Yun San saat berkultivasi.


"maaf akhir akhir ini, kau mengalami kerugian dengan keberadaanku" ucap Xiao Di


"jadi itu penyebabnya, tapi tak apa apa" balas Yun San.


"sebelumnya aku telah mendapat banyak manfaat dari bantuan paman" lanjut Yun San


"dalam pengobatan kemarin apa yang kau alami" tanya Xiao Di

__ADS_1


"aku seakan mengalami banyak putaran reinkarnasi" jawab Yun San. Dia mengalami banyak perjalanan hidup dengan berbagai kejadian yang dialaminya. Menjadi rakyat biasa, pejabat, putra mahkota, tetua sekte, ahli formasi, pendekar pedang bahkan pernah dijuluki dewa pengobatan.


Berbagai proses reinkarnasi diceritakan oleh Yun San. Semua perjalanan menjadi seseorang yang dibuat dan dihina. Menjadi rakyat jelata yang hidup sederhana dan penuh kebahagiaan dengan keluarganya. Bahkan menjadi orang yang ditakuti dan dipuja puja.


"sebaiknya segera bermeditasi untuk mencerna berbagai tehnik dan ilmu yang pernah kau kuasai saat proses reinkarnasi" ucap Xiao Di


"ilmu pengobatan dan pembuatan pil telah dipelajarinya" ucap Yun San. Bahkan semua bahan herbal yang didapat telah dijadikan pil. Sedang untuk sampai pada tingkat saat mendapat julukan itu masih perlu pemahaman lebih lanjut.


"tak perlu terburu buru, karena perlu suasana dan tempat yang mendukung mempelajari semua itu" ucap Xiao Di


"tiga hari lagi ada pelelangan dan setelah itu, aku akan kembali kesekte" ucap Yun San


"baiklah, mulai hari ini, aku akan membantumu" balas Xiao Di


Setelah jiwanya pulih, Xiao Di dapat menggunakan energi spiritualnya. Dia bisa merasakan dan mengamati keadaan disekeliling mereka.Selain itu, dia juga mempunyai tehnik yang dapat digunakan untuk membantu Yun San saat mendapat serangan yang menggunakan tehnik jiwa.


Yun San bangun dari meditasi dan memanggil kedua sahabat kecilnya.


"berita apa yang kalian bawa" tanya Yun San


"tuan,," ucap keduanya dan mulai bercerita.


Yun Cafei saat ini dalam kondisi aman dan baik baik saja. Meskipun menjadi matriak sekte, tetapi beberapa tetua disekelilingnya adalah orang orang yang mempunyai niat buruk dan terus merongrong posisinya. Kedua sahabat kecilnya menceritakan semua informasi yang didapatkan dan juga mengungkapkan pertemuan dengan Yun Cafei.


"kalian bertemu dengan ibuku" tanya Yun San sedikit emosi


"iya tuan" jawab Cici. Ibunya terlihat ragu sebelumnya, namun setelah diceritakan tentang Yun San, dia mulai emosi karena menahan kerinduan, kebahagiaan dan keresahan.


"ini yang dititipkan" ucap Ciko sambil mengeluarkan dua giok persegi berbeda ukuran.


"terima kasih" balas Yun San saat menerimanya.


"saluran qi pada giok yang kecil" lanjut Ciko.


Yun San mengalirkan qi spiritualnya dan terlihat siluet muncul.

__ADS_1


"maafkan ketidak berdayaan ibu" kata terucap dari siluet tersebut. Kakek dan patriak sekte saat ini ditahan oleh organisasi bayangan. Sebagai jaminan agar klan yun dan sekte bintang tidak mengusik rencana klan hong yang akan menguasai kerajaan xuan.


__ADS_2