
Dua tetua berada ditahap suci, sedang terus yang lain hanya ditahap langit. Yang lebih memprihatinkan adalah generasi mudanya. Mereka mendapat intimidasi dari klan hong saat ada pemilihan untuk masuk sekte.
"kami minta bantuan agar pemuda klan mendapat pembinaan dari paviliun pil" jelas Patriak Wang.
"apa keuntungan paviliun untuk itu" tanya Yun San
"itu,,,," ucap Patriak Wang lalu terdiam untuk berpikir.
"meskipun klan wang tidak seperti yang dulu, namun kondisinya tidak separah yang dijelaskan patriak" ucap manajer paviliun menengahi. Kelebihan klan wang adalah ulet dan tangkas dibidang perdagangan. Selain itu, mahir dalam negoisasi. Karena itu, ekonomi klan wang tetap bisa bertahan sampai saat ini.
"apa pertimbangan manajer untuk permintaan itu" tanya Yun San.
"paviliun pil memberikan syarat tinggi untuk bisa bergabung, yaitu menembus tahap bumi sebelum usia dua puluh tahun" ucap manajer paviliun. Bisa juga mengabaikan syarat tersebut, jika mereka telah mempelajari ilmu pengobatan. Sedangkan pemuda klan yang memenuhi syarat sangat sedikit.
Yun San terdiam dan tenggelam dalam pikirannya. Patriak dan manajer paviliun dibuat bingung akan perubahan sikap Yun San. Keduanya hanya menunggu, karena yakin kalau pemuda didepan mereka sedang berpikir untuk solusi bagi mereka.
"apakah patriak atau tetua klan dapat melakukan perjalanan" tanya Yun San mulai memecah kesunyian.
"apa maksud tuan muda" tanya Patriak Wang.
"ada sekte kecil yang bisa menjembatani kalian dengan paviliun pil" ucap Yun San.
"sekte apa,,, dimana dan apa syaratnya" tanya Patriak Wang penasaran.
Sekte lembah batu, berada diluar wilayah klan lin. Untuk syaratnya, berusia dibawah lima belas tahun dan mau disumpah setia pada sekte.
"ini peta untuk menuju tempat itu" jelas Yun San sambil memberikan peta yang didapat dari Tetua Huang saat pertama diterima menjadi murid sekte yin yang.
"apa tuan muda yakin" tanya Patriak Wang sedikit ragu saat menerima peta.
"sekte lembah batu menjalin kerjasama dengan klan Xiang dan paviliun pil" ucap manajer paviliun tanpa menjelaskan status Yun San karena pemuda didepannya tidak mengungkapkan apapun tentang dirinya.
"aku yakin mereka masih membuka kerjasama dengan pihak lain" ucap Yun San
__ADS_1
"ohhh,,, aku sendiri yang akan kesana" ucap Patriak Wang
"tak perlu terburu buru,,, mungkin patriak perlu merundingkan hal tersebut dengan parah tetua yang lain" ucap Yun San
"iya,,, mungkin bulan depan, sebab kami masih melakukan seleksi untuk mereka yang bisa bergabung dengan paviliun pil" ucap Patriak Wang.
Setelah itu, manajer paviliun menanyakan maksud kunjungan Yun San yang sempat terabaikan oleh permasalahan klan wang.
"apakah paviliun pil mempunyai batu roh" tanya Yun San.
"ada,,, tapi tidak banyak" ucap manajer paviliun
"ada berapa dan berapa harganya" tanya Yun San
"sepuluh dan harganya sepuluh ribu perbiji" ucap manajer paviliun
"apaa,,,, sepuluh ribu,,, bukannya seratus koin emas" tanya Yun San
"baiklah ,,,, aku ambil semua" ucap Yun San sambil menyerahkan kartu platinum. Dia yakin, kalau pihak paviliun pil tidak mungkin membohonginya. Sedang Patriak Wang tertegun melihat Yun San mengeluarkan kartunya, sebab hanya orang dengan identitas khusus yang mempunyai kartu seperti itu.
Manajer paviliun keluar untuk melakukan transaksi tersebut. Kemudian kembali dengan kotak giok berisi sepuluh batu roh dan menyerahkan pada Yun San. Setelah menyimpan kotak giok dan kartunya, Yun San mengajak keduanya kembali dalam obrolan ringan.
Ketiganya terus berbincang bincang santai. Namun Yun San menyelipkan pertanyaan tentang kondisi kediaman walikota dan klan hong. Dengan pembawaan yang santai dia mendapatkan penjelasan dari keduanya.
Malam mulai larut. Yun San telah mendapatkan informasi yang diinginkannya. Letak rumah patriak klan hong dan tetua yang lain, terjadi perubahan karena kejadian setahun yang lalu. Penjagaan mereka juga sedikit lebih ketat.
Setelah puas dengan informasi yang didapat, Yun San lalu berpamitan. Patriak Wang juga ikut pamit pada manajer paviliun.
"""
Han Joe dan Han Jie yang ditinggal pergi oleh Yun San mulai turun kelantai bawah. Sampai dilantai bawah yang difungsikan sebagai rumah makan, keduanya memesan hidangan dan arak terbaik ditempat tersebut. Tak ada percakapan yang terdengar diantara keduanya. Namun saat pesanan datang, mereka terlihat menikmati hidangan tanpa menghiraukan suasana disekitarnya.
Meskipun terlihat santai dan acuh tak acuh, namun keduanya mengedarkan pendengarannya yang tajam. Sehingga beberapa informasi didapatkan oleh keduanya. Namun saat malam mulai larut, mereka merasakan ada keanehan ditempat tersebut.
__ADS_1
Sambil menegak arak dengan santai, keduanya mengangkat wajah dan melihat sekilas keadaan disekitarnya. Diantara mereka yang sedang berbincang dalam kelompok masing masing, ada beberapa meja yang ditempati orang orang yang tetap diam sambil mengamati keduanya.
Tidak mau menimbulkan masalah, keduanya segera menyelesaikan keasyikannya. Selanjutnya, mereka segera melangkah pergi untuk kembali kekamar masing masing.
***
Yun San telah sampai dikamar penginapan. Dia langsung bermeditasi untuk menenangkan diri dan mencerna informasi yang didapatnya. Tanpa menghiraukan kedua sahabatnya dikamar lain.
Malam telah berlalu dan beranjak pagi. Yun San bangun dari meditasinya. Informasi yang didapat telah dipahami. Ternyata kota hongtei lepas dari mulut harimau tapi diterima oleh segerombolan serigala. Ketenangan kota hanyalah kepalsuan dari rasa ketakutan yang diderita para warga.
Dia lalu bangun dan menuju jendela kamar penginapan.
"kalian masuklah" ucapnya pelan, diikuti dua ekor burung dan seekor kucing hitam.
"ada tugas untuk kalian semua" lanjut Yun San setelah mengeluarkan ciko dan cici.
"lemahkan sumberdaya penguasa dikota ini" jelas Yun San. Ciko dan Cici melaksanakan tugas ini. Sedang Xiao Yu dan Lin Wei mengawasi keselamatan mereka. Selain itu membawa keluar kota dengan cepat. Untuk Lin Bai ikut Yun San keluar kota lebih dulu.
Yun San menjelaskan kalau tempat yang akan mereka jarah gudang disamping rumah walikota.
"bolehkah kami berdua ikut beraksi" tanya Xiao Yu.
"boleh saja,,,, tapi keselamatan kalian lebih penting dari hasil jarahannya" ucap Yun San
"kami mengerti" balas Xiao Yu
Yun San memberikan dua cincin penyimpanan pada Xiao Yu dan Lin Wei. Keduanya lalu membesarkan tubuhnya dan menelan cincin penyimpanan. Setelah itu kembali keukuran kecilnya.
"mereka dapat memuntahkan apapun yang telah ditelannya" ucap Xiao Di sambil melihat Yun San yang terpana melihat kejadian tersebut.
"ohhh,,,, baiklah, kalian mulai bergerak dan kami menunggu diluar kota" ucap Yun San
"baik tuan,,,," jawab keempatnya hampir bersamaan dan keluar kamar melalui jendela.
__ADS_1