
pergerakan murid paviliun surgawi yang terus merengsek maju, membuat murid paviliun dibelakangnya semakin kelabakan dengan serangan serigala perak. Bahkan para murid paviliun cahaya malah bergerak mundur disebabkan oleh intimidasi dari murid paviliun surgawi agar mereka tidak membonceng dibelakang.
***
"kalian sudah selesai" ucap Yun San melihat sahabatnya menyudahi kultivasinya.
"energi ditempat ini sedikit aneh" ucap Mu An
"itu adalah qi murni" jelas Yun San.
Dengan bantuan qi murni, maka mereka dapat meningkatkan tahap kultivasinya dengan cepat. Tapi Yun San meminta agar tidak menerobos, namun mereka disarankan untuk terus mengedarkan diseluruh meredian.
"sementara ini, kita membantu mereka dulu" ucap Yun San sambil menunjuk kelompok lain yang sedang kesulitan.
"baiklah" balas mereka kompak,
Dengan cekatan Yun San dan lainnya menyerbu gerombolan serigala. Kelompok yang sedang terkurung terlihat bersemangat lagi mengetahui adanya bantuan tersebut. Lebih dari setengah anggota kelompok tersebut yang terluka.
"yang terluka, silahkan berkultivasi untuk menyembuhkan diri dulu dan yang lain terus berjuang sambil berjaga" teriak Yun San sambil terus mengayunkan pedangnya.
Meskipun tidak menunjukkan seluruh kemampuannya, tetapi Yun San membunuh lebih banyak dari yang lain. Melihat kemampuannya, semua murid yang terluka bisa berkultivasi dengan tenang.
Semakin lama bukannya berkurang, namun serigala perak yang muncul kian banyak. Tapi hal tersebut tidak membuat Yun San dan yang lain menjadi ketakutan. Tetapi semangat mereka seakan terpompa oleh efek dari membunuh serigala perak.
Waktu terus berjalan, hari juga telah berganti. Yun San dan yang lain masih dilantai satu, serta terus beraksi membantai gerombolan serigala perak.
"Qin Fan,,, jika teman temanmu hendak menerobos tahap langit, sebaiknya jangan ditempat ini" ucap Han Joe.
"baiklah,,, mari kita merengsek maju untuk menemukan pintu kelantai selanjutnya" balas Qin Fan sambil melirik teman temannya yang telah pulih.
"serang,,,," teriak Han Joe.
"serang,,," sahut yang lain dengan bersemangat.
"sambil bergerak menuju pintu kelantai dua" ucap Yun San terdengar lantang
__ADS_1
"baik,,,," jawab semua orang
Yun San hanya tersenyum melihat pergerakan mereka. Sedang dia tetap menjaga dibelakang. Semuanya bergerak pelan karena formasi yang mengeluarkan serigala perak membuat mereka masih terkurung.
Waktu seakan cepat berlalu. Hampir sepuluh hari Yun San dan yang lain terus diasah kemampuan tempurnya. Selain kelima sahabatnya, kelompok lain yang tergabung juga menunjukkan kekompakan mereka.
"kalian masuk dulu" ucap Yun San saat tiba didepan pintu. Pintu yang dimaksud adalah portal yang menuju lantai selanjutnya.
"kau,,," ucap Han Joe
"aku disini dulu, tetap jaga kebersamaan kalian dan tetap waspada dengan murid dari paviliun lain" balas Yun San.
"baiklah,," ucap Han Joe
"terima kasih atas bantuannya" ucap Qin Fan mewakili kelompoknya.
Satu persatu mulai ditranfer kelantai dua. Tinggal Yun San yang masih diam ditempatnya. Setelah memastikan kalau tidak ada yang lain ditempat tersebut, Yun San mulai melakukan serangan pada serigala perak. Gerakan lincah dan cepat diimbangi dengan tehnik pedang, membuat satu persatu serigala perak tumbang dan lenyap seperti sebelumnya.
Yun San membantai gerombolan serigala perak dengan cepat. Saking cepatnya, titik titik energi yang keluar dari serigala perak tidak semua memasuki tubuhnya. Puluhan titik energi berubah menjadi ratusan, seiring dengan gerakan Yun San yang semakin menggila.
Tak mau waktunya terbuang ditempat tersebut, Yun San semakin meningkatkan serangannya. Tahap kultivasinya tidak ditekan pada tahap bumi seperti biasa, tapi ditahap langit.
Qi didalam dentiannya tidak banyak. Namun dengan menekan tahap kultivasinya, dia tidak memerlukan qi yang besar untuk melakukan aksinya. Bahkan dalam dua hari, gerombolan serigala perak sudah dimusnahkan.
Yun San akhirnya duduk santai dan mulai berkultivasi. Musnahnya gerombolan serigala dan murid lain sudah memasuki lantai selanjutnya, membuat tempat tersebut sepi dan sunyi.
Dia semakin tenggelam dalam kultivasi. Menggunakan tehnik dua belas nadi sempurna, kini muncul desiran energi yang mendatangi tubuhnya. Keributan yang terjadi tidak mengganggu kultivasi Yun San.
Pelan namun pasti, energi yang masuk ketubuh Yun San mulai bertambah besar. Sebelumnya seperti kabut tipis yang menerpa, kini seperti hujan deras yang menimpanya. Energi tersebut terus mengalir melalui merediannya dan dimurnikan dalam dentian. Kemudian Yun San mengalirkan keseluruh tubuhnya.
Qi dari dentian terus mengalir dan berkumpul kelautan jiwa Yun San. Energi yang masuk terus terserap oleh teratai dilautan jiwanya. Bersamaan dengan itu, bunga teratai semakin bersinar dan mulai berputar.
Dari putaran teratai tersebut muncul pusaran energi. Sedang kelopak bunga yang telah berubah warna, kini menciptakan keindahan warna dalam pusaran energi. Dinding pusaran terlihat seperti pelangi yang berputar dengan indah.
Energi spiritual dalam lautan jiwa Yun San juga ikut bergolak.
__ADS_1
"apa yang terjadi" batin Yun San.
Energi spiritual yang bergolak, perlahan mendekati dinding pusaran dan mulai menyatu.
"qi dan energi spiritualku benar benar menyatu" batin Yun San yang terus mengawasi segala proses tersebut.
"sebelumnya hanya sebagian, kini semuanya dalam proses penyatuan" lanjut Yun San.
"bangunlah anak muda" terdengar suara menggema dan mengagetkan jiwa Yun San.
"maaf, siapakah senior ini" ucap Yun San yang telah menyudahi kultivasinya.
"maaf, aku terpaksa membangunkanmu" ucap sosok tersebut.
"Tak apa apa, lagipula aku hanya berkultivasi biasa dan tidak dalam proses menerobos" balas Yun San.
"tapi aku terpaksa untuk itu" jelasnya.
Tehnik kultivasi dan sesuatu yang ada didalam tubuh Yun San sangat mempengaruhi kestabilan formasi didalam menara naga. Sebagai ganti kerugian atas menghentikan kultivasi Yun San, sosok tersebut memberikan tehnik dasar formasi. Selarik cahaya menembus diantara kedua alis Yun San.
"setiap belajar apapun kuasailah dasarnya dulu, sehingga kau mudah untuk mempelajari tahap berikutnya" ucap sosok tersebut
"terima kasih, aku Lin Yun San tidak akan melupakan bantuan ini dan kalau boleh tahu siapa senior ini" ucap Yun San
"aku hanya tetua kecil penjaga menara lantai satu sampai lima, sedang margaku adalah Huang" jawabnya
"senior Huang, maaf apa hubungan senior dengan Tetua Huang Yan" tanya Yun San dengan hormat
"hahaha,,,, bagus bagus,,, kelihatannya kau sangat menghormatinya" ucap senior Huang sambil tertawa
"Tetua Huang yang membuatku bisa masuk disekte yin yang" balas Yun San. Dia anak dari keluarga kecil yang disingkirkan oleh klannya. Saat ini, keluarganya dan yang lain sedang berjuang untuk bangkit. Bahkan berusaha agar lebih baik dari klan yang telah mengucilkan mereka.
Cukup lama, keduanya saling bercerita. Yun San mengetahui kalau senior Huang adalah kakek dari Tetua Huang Yan, namun dia berpesan agar Yun San menyembunyikan pertemuan tersebut.
"pelajari tehnik dasar formasi didua lantai selanjutnya, karena disana hanya terdapat bahan herbal bagi murid yang beruntung" ucap Senior Huang
__ADS_1
"terima kasih senior" ucap Yun San sambil menjura hormat.