Sang Pengelana

Sang Pengelana
RAHASIA SERIKAT PEKERJA


__ADS_3

"apakah ditolak gadis gadis itu begitu menyakitkan, sehingga membuatmu menangis" terdengar seseorang menggoda Yun San.


"oh,,, salam tetua" ucap Yun San saat Tetua Xian dan dua orang menghampirinya.


"dari kelimanya mana yang kau pilih" lanjut Xian sambil duduk disamping Yun San


"oh,, tidak ada" balas Yun San


"Tetua Huang Sin dan Tetua Huang Yan, keduanya adalah pamanku" ucap Xian memperkenalkan keduanya


"salam tetua" balas Yun San dengan hormat


"salam Tuan Muda Lin" balas keduanya.


"Tetua Xian,,," ucap Yun San.


"aku dan kedua pamanku ini, yang berkunjung kerumah kakekmu" jelas Xian. Mereka juga mengetahui status Yun San di desa lembah batu. Sekte lembah batu sudah diresmikan dan mulai dikenal. Klan Xiang dan paviliun pil yang membantu semua prosesnya. Saat ini, masih menerima anak anak dari desa sekitarnya dan anak anak dari klan xiang.


"bahkan namamu yang disebut sebagai tetua agung sekte" lanjutnya sambil memberikan token emas, titipan dari kakek Lin Dong.


"ini,,," ucap Yun San tercekat. Dia teringat kakek, paman pamannya dan yang lain. Mereka telah berjuang untuk kehidupannya.


"tak perlu mengkhawatirkan mereka" lanjut Xian. Paviliun pil mulai membangun cabang tepat diluar gerbang masuk desa. Selain itu dia juga menjelaskan kalau saat ini banyak warga desa lain yang bekerja dikebun obat dan membuat pemukiman sendiri diluar batas desa lembah batu. Serta menjelaskan perkembangan lainnya.


"terima kasih tetua" ucap Yun San lega.


"saat ini, dirimu yang perlu dikhawatirkan" ucap Xian


"maksudnya,,," balas Yun San sambil berpikir


"baru kali ini paviliun langit mempunyai murid yang cukup gila" ucap Xian


Sudah dipesan untuk tidak keluar sekte, malah mengambil misi dan berkeliaran seenaknya sendiri.


"apa tidak ada yang mengikutimu" tanya Xian.


"ada sepuluh orang" ucap Yun San, kemudian menceritakan kejadian saat baru saja meninggalkan sekte.


"mereka semua mati,,," ucap ketiganya hampir bersamaan.


"aku hanya membunuh satu orang, yang lain dibunuh serigala serigala itu" ucap Yun San sambil tersenyum mengingat kejadian tersebut


"kau memang gila, sudah membunuh mereka semua malah tersenyum puas" ucap Xian sambil menggelengkan kepalanya

__ADS_1


"mereka yang mau membunuhku, tapi malah mati duluan,, hehehe" balas Yun San sambil cengengesan.


"aneh,,,"


"gila"


"menarik" komentar ketiganya


"tuan,,," terdengar panggilan dipikirinan Yun San.


"sebentar, aku pesan makanan dulu" ucap Yun San sambil berdiri dan menuju tempat para pelayan. Setelah memesan makanan dan minuman, Yun San lalu menuju kamarnya.


Ketiga sahabatnya sedang santai didalam kamar.


"kalian sudah kembali" ucap Yun San


"kami menemukan keluarga hong dikota ini" ucap Ciko sambil mengeluarkan dua buku yang cukup tebal dan beberapa lembar dokumen.


Yun San segera membaca dan mempelajarinya.


"serikat pekerja,,," guman Yun San. Didalamnya buku tersebut, tercatat nama nama semua pengurus dan pimpinan serikat pekerja. Hampir semuanya bermarga hong, hanya dua dari klan huang serta satu dari klan qin. Pada buku yang lain juga terdata penyelewengan dari hasil tambang yang akan dilaporkan pada walikota dan ketiga klan.


"ada yang lain" tanya Yun San


"baiklah, simpan dulu dan untuk buku ini aku ambil" ucap Yun San


"ayo kita keluar" lanjut Yun San pada ketiga sahabatnya.


Mereka keluar kamar, menuju tempat Tetua Xian dan yang lainnya. Bersamaan dengan itu, para pelayan membawa hidangan yang Yun San pesan.


"tikus kepala emas" ucap Tetua Yan terkejut dengan munculnya dua ekor tikus dan seekor kucing hitam.


"ketiganya sahabatku, tetua" ucap Yun San


"tapi keduanya hanya boleh dipelihara oleh seorang alkemis" lanjut Tetua Yan


"aku juga alkemis" ucap Yun San sambil mengeluarkan tokennya.


"alkemis bintang tiga,,," ucap kedua tetua terkejut.


"ehh,,, mana tokenku" ucap Yun San sambil mengulurkan tangan pada Tetua Xian.


"whahahaha,,," Tetua Xian tertawa dan mengeluarkan token alkemis binatang satu, lalu menyerahkan pada Yun San

__ADS_1


"dia memang alkemis bintang tiga" ucap Xian pada kedua pamannya. Meskipun ikut kedesa lembah batu, namun Tetua Xian tidak membocorkan identitas Yun San secara detail.


"kalian tahu, kenapa tidak boleh keluar sembarangan" ucap Yun San pada kedua sahabat kecilnya. Keduanya menganggukkan kepala sebagai jawaban. Ketiga sahabatnya mengerti untuk tidak berbicara saat ada orang lain didekat Yun San.


Yun San menarik meja kosong dan meletakkan ayam bakar utuh diatasnya.


"kalian makan disini" ucapnya sambil mengangkat Lin Bai keatas meja tersebut. Sedang kedua sahabat kecilnya melompat turun dari bahu Yun San.


"silakan tetua" ucap Yun San mengajak ketiga tetua menikmati hidangan yang telah tersajikan. Sambil menyantap hidangan yang ada, mereka terus berbincang santai. Hingga tak terasa malampun telah larut dan Tetua Xian menyerahkan kantong penyimpanan berisi hadiah dari walikota serta bukti kalau misinya telah berhasil.


Sebelum ketiga tetua berpamitan, Yun San mengajukan pertanyaan.


"apa yang dihasilkan kota huangdu hingga bisa maju seperti saat ini" tanya Yun San


"kenapa kau menanyakan hal itu" ucap Tetua Yan balik bertanya.


"aku hanya penasaran, bisakah desa dan sekteku berkembang seperti kota huangdu" balas Yun San


"kami memiliki tambang bijih baja" jawab Tetua Yan. Kadang mereka menemukan kristal qi dipertambangan. Setengah dari hasil tambang dikelola oleh walikota untuk pembangunan, gaji prajurit dan pejabat lainnya. Sedang setengahnya dibagi tiga klan sesuai kesepakatan yang telah ditetapkan.


"kesempatan desamu untuk berkembang cukup tinggi" lanjut Tetua Yan. Hasil kebun obat dikelola bersama sama. Selain itu, loyalitas warga untuk memajukan desa sangat tinggi. Jika tak ada yang mencari kesempatan untuk kepentingannya pribadi, maka lima tahun kedepan desa lembah batu bisa berubah menjadi kota kecil.


"selanjutnya kau mau langsung kembali kesekte atau berkelana dulu" tanya Tetua Xian


"aku masih punya waktu sebelas bulan, rencana mencari pengalaman dulu" jawab Yun San.


"adakah tujuan pastimu" lanjut Tetua Xian penasaran


"aku punya kenalan diklan Yun, tapi belum tahu tempatnya" ucap Yun San


"Xuandau, kota kekaisaran yang diapit oleh dua sekte besar" jelas Tetua Xian. Sekte pedang langit dan sekte binatang suci, untuk mencari klan yun berada dikaki gunung tempat sekte bintang suci. Ada dua klan kecil lain, tetapi dia harus berhati hati karena klan hong yang sedang mencarinya.


"kalau pusat klan hong" tanya Yun San lagi.


"klan hong adalah salah satu klan besar dikota xuanduo" jelas Tetua Xian. Namun kekuatannya masih dibawah klan xuan. Tetapi akhir akhir ini, kekuatan dan pengaruh klan hong semakin meningkat.


"terima kasih atas penjelasannya" ucap Yun San dibalas senyum oleh Tetua Xian


"ini hadiah untuk tetua, pelajari dan berhati hatilah dalam mengambil sikap dan tindakan" ucap Yun San sambil memberikan dua buku besar pada Tetua Xian.


"terima kasih, nanti setelah sampai rumah aku akan mempelajarinya" ucap Tetua Xian sambil menyimpan keduanya. Lalu mereka berpamitan untuk kembali kekota.


"hati hati tetua" ucap Yun San sambil menghormat.

__ADS_1


__ADS_2