Sang Pengelana

Sang Pengelana
XIAO DI DAN XIAO YU


__ADS_3

"inti jiwa anak ini, sudah terbentuk" ucap pria tua pelan. Rasa penasaran dan keterkejutannya semakin menjadi.


"wuss ,,, wuss" dua siluet transparan keluar dari bola energi. Pria tua dan elang putih mundur beberapa langkah.


"guru, dewa obat" ucap pria tua


"yang mulia" ucap elang putih.


"teratai ungu dilautan jiwanya bisa menyembuhkan inti jiwamu" ucap siluet dewa obat


"baik guru, aku akan berusaha menyembuhkan anak itu" ucap pria tua dengan hormat


"jangan pernah berpikir untuk menguasai tubuhnya, karena inti jiwanya telah aku tempa dibantu phoenix suci" lanjut dewa obat.


"murid tidak berani untuk itu" jawab pria tua.


"kau ikuti pemuda itu" ucap siluet gadis yang anggun


"hamba yang mulia phoenix suci" ucap elang putih


"semoga kau mendapat keberuntungan dengan mengikutinya" ucap siluet gadis yang ternyata jiwa phoenix suci.


"baik yang mulia" jawab elang putih.


"berjuanglah dialam ini, semoga kita bertemu lagi dialam langit" ucap dewa obat


"siap, guru" ucap pria tua


"kami pergi dulu" lanjut dewa obat dan dua siluet transparan tersebut menghilang.


"guru"


"yang mulia" ucap pria tua dan elang putih hampir bersamaan. Tak lama keduanya dalam posisi menatap tempat siluet orang yang mereka hormati.


"mari kita awasi, anak itu" ucap pria tua.


"ehh,,, sebaiknya kita memanggilnya tuan muda" lanjut pria tua


"baik tuan" jawab elang putih

__ADS_1


Didalam bola energi. Dengan sangat perlahan kabut darah didalamnya, memulai proses pembentukan tubuh. Bersamaan dengan proses tersebut, bola energi seakan menyerap energi yang sangat besar.


Lapisan luar dari bola energi terlihat memadat dan berubah seperti telur berwarna ungu.


"tinggal proses terakhir" ucap pria tua.


"berapa lama" ucap elang putih


"proses penyatuan tubuh dan inti jiwa memerlukan waktu" ucap pria tua.


Sambil menunggu proses yang sedang dijalani pemuda yang ditolongnya, mereka melakukan aktivitas seperti biasanya.


***


Hari berlalu tanpa henti. Peristiwa yang menimpa serikat pekerja telah membuat suasana diklan hong terjadi keretakan. Pisau yang digunakan untuk membunuh kusir kereta, memiliki tanda khusus dari klan hong. Saling tuduh diantara para tetua memunculkan kubu kubu diantara mereka.


Leluhur klan yang juga sebagai pimpinan organisasi pembunuh telah menginstruksikan pencarian pada empat pengawal serikat pekerja. Keempatnya memang anggota organisasi pembunuh. Bahkan seluruh keluarga mereka ditahan oleh organisasi tersebut.


***


Beberapa hari dikota Huangdu, Tetua Muda Xian membantu proses menstabilkan situasinya. Tanpa membuka dua buku besar, dia, patriak ketiga klan dan walikota melakukan inspeksi dirumah ketiga tetua yang menjadi pengurus diserikat pekerja.


Klan su ditunjuk untuk mengelola pertambangan namun diawasi oleh petugas yang dipilih kedua klan lain dan walikota. Penunjukan klan su tersebut atas usulan dari Tetua Muda Xian. Berdasarkan catatan dari dua buku yang telah dipelajarinya, Tetua Xian tidak menemukan anggota klan su yang melakukan penyelewengan.


Hari yang telah ditetapkan untuk serikat pekerja meninggalkan kota huangdu. Dua kereta kuda dan beberapa pegawai beriringan menuju batas kota. Tetap dengan wajah gusar dan penuh tanda tanya. Manajer serikat pekerja memimpin pengawalnya untuk keluar kota huangdu. Didalam dua kereta terdapat keluarga manajer dan harta benda yang tersisa.


Tetua Muda Xian juga berpamitan untuk kembali kesekte.


***


Waktu berlalu dengan cepat. Telur ungu dari perubahan bola energi yang memadat terlihat mulai retak. Pria tua dan elang putih telah memperhatikan retakan yang terjadi.


"sudah sepuluh bulan" ucap pria tua. Selisih waktu diruang mereka lima kali lebih cepat dari dunia luar. Jadi didunia luar masih dua bulan berlalu.


"krakkk,,,, bummm,,," bunyi retakan diikuti letusan dari telur ungu. Sosok pemuda telanjang melayang dan turun didepan keduanya.


"pakailah" ucap pria tua sambil melemparkan pakaian pada pemuda tersebut.


"terima kasih sudah menolongku" ucap pemuda sambil membungkuk hormat, setelah memakai pakaian

__ADS_1


"hahaha,,, sudahlah, tak perlu seperti itu" ucap pria tua


"siapa namamu" tanya elang putih


"Lin Yun San dari desa lembah batu dan murid sekte yin yang" jawabnya


"aku Xiao Yu dan ini tuanku Xiao Di" ucap elang putih memperkenalkan dirinya dan pria tua yang menjadi tuannya.


"Senior Di dan Senior Yu, terima kasih dan aku takut tak bisa membalas pertolongan senior berdua" ucap Yun San.


"sudahlah, sebaiknya stabilkan dulu energimu" ucap Xiao Di. Setelah stabil, Yun San disuruh untuk menyatukan energi spiritual dan qi nya. Serta memberitahu metode yang digunakan untuk itu.


Yun San lalu mendekati sebuah pohon besar dan langsung berkultivasi dibawahnya.


"tubuhku,,,," batin Yun San tertegun saat mulai berkultivasi. Tubuhnya yang baru ditempa ulang, dirasakan sangat kuat dan masih murni.


Selain itu ada dua energi besar yang ada didalam tubuhnya. Energi api teratai ungu telah berubah warna menjadi ungu kehitaman. Perlahan api teratai ungu dialirkan kedentiannya.


Dengan hati hati, Yun San menyatukan dengan qi nya. Tak disangka sikap waspadanya tak diperlukan. Sebab energi api ungu dan qi nya dengan mudah menyatu seperti sebelumnya.


"ohhhh,,," batin Yun San seakan sadar saat dentiannya mulai penuh. Dia mulai mengalirkan energi api ungu menyusuri merediannya. Dan menyimpannya dititik simpul dari tehnik dua belas nadi sempurna secara merata.


Selanjutnya, Yun San mengedarkan qi nya keseluruhan merediannya. Bersamaan dengan itu, energi jiwa atau yang disebut energi spiritual oleh Xiao Di juga dialirkan kemeredian agar menyatu.


Semakin lama dia merasakan perubahan dari penyatuan tersebut.


"apa ini yang disebut Qi Spiritual" batin Yun San. Dia merasakan energi kuat tapi lembut saat mengalir didalam merediannya. Disisi lain dia masih merasakan energi besar lain yang menyelimuti tulang dan organ dalamnya.


Yun San semakin mudah untuk mengendalikannya. Setelah menjadi qi spiritual, energi tersebut seolah mengalir secara alami sesuai tehnik yang digunakannya. Kemudian menyudahi kultivasinya untuk sementara.


"kau sudah bangun" ucap Xiao Di yang sedang bersantai sambil menunggu perkembangan kultivasi Yun San


"iya senior" balas Yun San


"jangan panggil aku dengan sebutan senior" ucap Xiao Di. Kemudian menceritakan jati dirinya. Sedangkan sang elang putih yang bernama Xiao Yu tetap diam disamping keduanya.


Xiao Di berasal dari alam langit, seorang kultivator aliran hitam dengan julukan kaisar racun. Dia telah singgah diseluruh tempat dialam langit dengan berbagai kejahatan yang dilakukannya. Hingga suatu hari dia dikalahkan oleh seorang kultivator yang bergelar dewa petir.


Dalam pertarungan yang berlangsung beberapa hari, mereka terluka parah. Diakhir pertarungan, seseorang menyelamatkan dewa petir. Sedang dirinya yang pingsan ditemukan oleh seorang gadis yang tinggal dipinggiran desa kecil.

__ADS_1


__ADS_2