Sang Pengelana

Sang Pengelana
TOKEN EMAS ALKEMIS TINGKAT TIGA


__ADS_3

Setelah memberi penjelasan yang cukup panjang, Wakil Ketua Liu mengajak Yun San memasuki ruang ujian. Didalam ruangan telah ada dua pria tua lainnya.


Wakil ketua menyampaikan maksudnya, membawa seorang pemuda memasuki ruang tersebut. Kedua pria tua menatap Yun San sebentar kemudian mengangguk pada wakil ketua.


"sudah siap jika dimulai sekarang" ucap wakil ketua pada Yun San


'siap,,," balas Yun San singkat


"baiklah,, ini ujian tulisnya, meskipun paviliun pil sudah mengakuimu tapi ujian diserikat harus dari awal" jelas wakil ketua


"baik,,," balas Yun San sambil menerima lembar ujian.


"jangan terburu buru, ada waktu dua jam untuk ujian ini" ucap wakil ketua Liu lalu meninggalkan Yun San yang mulai berkutat dengan lembar ujiannya.


"titip anak muda itu, aku dan alkemis Sin akan melaporkan hal ini pada ketua serikat" ucap wakil ketua Liu pada seorang pria tua lalu keluar ruangan tersebut.


***


"salam ketua" ucap wakil ketua Liu setelah dipersilahkan memasuki ruang kerja ketua serikat.


"salam, kalian duduklah" ucap ketua serikat


"perkenalkan, dia alkemis Xiang dari paviliun pil" ucap ketua serikat memperkenalkan keduanya kepada pria paruh baya yang telah ada diruang kerjanya.


Alkemis Xiang saat ini, mewakili paviliun pil berkunjung untuk meminta bantuan serikat agar menjaga keamanan salah' satu alkemis muda paviliun yang sedang berkunjung ke ibukota kekaisaran.


"meskipun bukan jenius dari klan Xiang, namun dia telah memberikan kontribusi untuk paviliun" ucap ketua serikat lalu menjelaskan hal hal lain dan kontribusi yang telah diberikan alkemis muda itu.


"maaf ketua,,, siapa nama alkemis itu" tanya wakil ketua Liu


"Lin Yun San" jawab alkemis Xiang sebelum ketua serikat memberikan jawaban


"hahaha,,," ucap wakil ketua pelan sambil memandang orang yang datang bersamanya


"ada apa" tanya ketua serikat


"anak muda itu sedang menjalani ujian alkemis disini" jawab wakil ketua


"anak yang menarik" ucap ketua serikat

__ADS_1


Padahal kedatangan alkemis Xiang, selain menjaga keamanannya, juga merekomendasikannya kepada serikat alkemis untuk mengakui kemampuannya. Alkemis Xiang juga membawa pil yang dibuat anak itu.


"bahkan ada satu resep yang dibagikan untuk dikembangkan oleh serikat" lanjut ketua serikat


"apakah alkemis Xiang mau menyuap kami" ucap wakil ketua Liu penasaran


"wakil ketua jangan salah faham dulu" balas alkemis Xiang.


Resep pil yang dimaksud adalah kontribusi dari Lin Yun San. Dia memberikan resep dari bahan herbal yang murah namun kualitas pilnya tidak kalah dengan yang telah beredar selama ini.


"meskipun jenis herbal yang diperlukan dua kali lebih banyak, tapi bahan bahan tersebut murah dan beberapa bahan sering kita abaikan karena kurang bernilai" jelas alkemis Xiang


Ketua serikat memberikan catatan resep kepada kedua bawahannya.


"sial,, dengan resep seperti ini, maka klan atau sekte kecil akan mudah untuk mengembangkan bakat generasi mudanya" ucap wakil ketua setelah mempelajarinya.


"bagaimana jika kita merekrutnya, untuk masuk di akademi" lanjut wakil ketua


""dia,, murid inti sekte yin yang" ucap alkemis Xiang


"kita bisa menawarkan sumberdaya yang lebih dari yang diberikan sekte itu" balas wakil ketua


"aku mohon,, tuan tuan tidak melanjutkan pemikiran tersebut" ucap alkemis Xiang


"huhhh,,, mana ada, anak muda yang tidak tergiur dengan kekayaan" ucap alkemis Sin dengan sinis.


"apa maksudmu" tanya alkemis Xiang pada alkemis Sin yang sedari awal pertemuan hanya diam.


"apakah sekte dari kerajaan kecil bisa dibandingkan dengan akademi kami" ucap alkemis Sin


"dalam hal sumberdaya dan statusnya" lanjutannya sinis.


"harap ketua serikat, bijak dalam hal ini" ucap alkemis Xiang pada ketua serikat dan mengabaikan ucapan alkemis Sin.


"biarkan anak itu mengikuti ujian dan mendapatkan tokennya terlebih dahulu" ucap ketua serikat


"masalah yang lain bisa dibicarakan setelah anak itu selesai dengan urusannya di kekaisaran yan" lanjutannya


"terima kasih ketua"ucap alkemis Xiang

__ADS_1


Setelah berbasa-basi sebentar, wakil ketua dan alkemis Sin meninggalkan ruang kerja ketua serikat. Keduanya kembali keruang ujian.


***


Waktu terus berlalu, senja hari telah datang. Lin Yun San telah selesai dengan semua ujian yang diikutinya. Bahkan diagnosa dan saran obat yang disampaikan Yun San mendapatkan apresiasi yang sangat bagus.


Meskipun masih diakui sebagai alkemis tingkat tiga, tapi token emas yang didapat, membuatnya puas dengan semua jerih payahnya.


Tidak semua kemampuan alkemis dan pengobatan diekspos pada ujian tersebut. Bahkan tehnik akupuntur yang dikuasainya, sama sekali tidak diungkapkan.


***


Senja itu, semua peserta dari kerjaan Xuan berkumpul di aula yang telah disiapkan pihak serikat alkemis. Tetua akademi kerajaan xuan meminta agar mereka selalu rendah hati.


"kalau jalan jalan, jangan membuat keributan" ucap tetua akademi


Hindari pertikaian meskipun pihak lain yang memancing untuk itu. Serta usaha keluar dalam kelompok kecil, Dan banyak lagi yang dipesankan kepada para wakil pemuda dari kerajaan xuan.


***


Cukup lama, mereka mendengar penjelasan dan pengaturan tetua akademi. Setelah itu, mulai membentuk kelompok kecil. Diantara mereka, telah terjalin keakraban satu dengan yang lain. Sedangkan Yun San hanya akrab dengan Losun.


Bukan tak ada yang berusaha menjalin persahabatan dengan Yun San. Tapi dia yang sedikit menutup diri dengan pihak lain.


Saat ini ada Baiyi dari sekte racun api dan Ziomei dari sekte teratai putih, bersikukuh untuk mengikuti Yun San dan Losun.


"kenapa kalian mengikuti kami" tanya Losun setelah keduanya memperkenalkan diri.


"yang lain tidak mau bergaul denganku" balas Baiyi


"tak masalah, asal tidak menimbulkan kesulitan pada kami" ucap Yun San dengan nada datar.


"sial,,, dari semua perwakilan kerajaan xuan, hanya anak ini yang tetap acuh tak acuh" batin Baiyi. Dia semakin penasaran akan identitas Yun San.


"dia tak sesederhana penampilannya" batin Baiyi semakin tenggelam dalam lamunannya.


"setelah mendengar nama sekte racun api, dia tetap terlihat tenang dan cuek saja" lanjutannya


"ayo jalan jalan,,, jangan cuma melamun disini" ucap Ziomei saat mengetahui Baiyi hanya terdiam. Sementara itu, Yun San dan Losun mulai beranjak pergi.

__ADS_1


__ADS_2