Sang Pengelana

Sang Pengelana
TURNAMEN GENERASI EMAS 02


__ADS_3

Semua peserta yang lolos dalam seleksi awal, diminta untuk berhati hati saat memasuki tahan leluhur. Karena pihak penyelenggara tidak bertanggung jawab akan kerugian yang diterima para peserta.


Bahkan jika terjadi kematian pada peserta, maka kekaisaran yan tidak mengeluarkan santunan untuk sekte atau keluarga mereka.


Semua peserta dan tetua pendamping mendengarkan penjelasan tersebut. Tak ada keraguan terlihat diraut muka mereka. Malah ketegasan dan keyakinan yang mereka tampilkan.


Setelah cukup panjang penjelasan yang disampaikan, kemudian terlihat lima penatua kekaisaran melayang diatas para peserta dengan formasi yang telah ditentukan.


"bagi yang tidak mampu menahan tekanan kami, maka hancurkan token peserta yang telah dibagikan" teriak seorang penatua


"tuan yang terhormat, mari kita mulai" lanjutannya


Semua peserta yang tetap berbaris rapi diarena, kini merasakan tekanan yang menimpa tubuhnya. Mereka mulai melepas tahap kultvasinya untuk mengurangi tekanan tersebut.


Sedangkan kelima penatua, secara bertahap menambahkan tekanan yang mereka keluarkan. Tak sulit untuk menguji kekuatan para peserta, karena kelimanya telah berada ditahap surgawi.


Secara bertahap, tekanan yang dirasakan oleh para peserta semakin kuat. Hal tersebut membuat beberapa peserta melepaskan seluruh kekuatannya.


Meskipun tak mau menyerah, tapi satu persatu telah menghancurkan tokennya. Mereka telah mencapai batas kemampuannya. Jika tetap bertahan, maka luka dalam yang diterima akan menyebabkan kerugian yang fatal.


Waktu terus berlalu. Mereka yang berada dibawah tahap langit tingkat lima telah tereliminasi. Sedangkan yang tersisa juga tengah bertahan sekuat tenaga menanggung tekanan yang diterima.


Ditengah suasana tertekan, ada dua puluhan pemuda yang terlihat lebih santai. Karena mereka telah mencapai tahap suci.


Sementara itu, Yun San menggunakan tekanan tersebut untuk menempa tubuhnya. Dia menerima tekanan menggunakan kekuatan tubuh sampai titik maksimal. Sebelum mencapai batas kemampuan hingga kritis, dia belum mengeluarkan sedikitpun kekuatan kultivasinya.


Jumlah peserta yang masih bertahan tersisa kurang dari tiga ratus, tiba tiba kelima penatua menghilangkan tekanan yang mereka keluarkan.


"selamat, kalian telah lolos seleksi memasuki" ucap seorang penatua.


"ada waktu satu jam sebelum tanah leluhur terbuka, jadi gunakan waktu sebaik baiknya untuk memulihkan stamina" lanjutannya


Setelah penatua tersebut, selesai memberikan pengarahan, para peserta mulai mengambil posisi bermeditasi. Ada yang sekedar berkultivasi, namun ada juga yang menggunakan bantuan pil untuk memulihkan stamina.


***


Satu jam lebih telah berlalu. Para penatua telah selesai membuka portal tanah leluhur kekaisaran yan. Semua peserta yang lolos seleksi mulai memasuki portal.

__ADS_1


"hati hati" ucap Yun San saat hendak memasuki portal.


"kau juga" balas Losun, lalu keduanya masuk hampir bersamaan.


***


Di ruang VIP restoran, terdapat para tetua sedang berkumpul dan berbincang serius.


"bagaimana orang orangmu"


"kelimanya lolos dan telah memasuki portal"


"dari lima puluh yang aku bawa hanya lolos tujuh"


"semoga mereka segera berkumpul setelah di tanah leluhur"


"kali ini, kita harus mendapatkan token emas dewa"


Mereka adalah para tetua dari kerajaan Hong, tetua keluarga cabang klan Hong dari beberapa kerajaan dan tetua organisasi pembunuh bayangan.


Token emas dewa adalah sebuah Jade yang dilapisi emas. Didalam Jade tersebut berisi untaian energi jiwa dari seorang kaisar dewa.


Keberadaannya masih menjadi misteri. Jika tidak dimakam leluhur maka tanah leluhur menjadi tempat yang paling memungkinkan. Tapi bertahun tahun yang lama, belum ada yang menemukannya.


Selain di kekaisaran yan, kelompok tetua tersebut juga menyusupkan orang orangnya saat kekaisaran lain membuka tanah leluhur atau makam leluhur.


Siapa pun yang mendapatkannya, dan mampu menguasai tehnik yang tersimpan di dalamnya, maka akan menjadi kultivator terkuat alam ini. Rumor tentang barang tersebut telah turun temurun.


Saat para tetua tersebut sedang serius dengan rencana dan kepentingan kelompoknya, semua peserta telah diteleportasi di tanah leluhur kekaisaran secara acak.


"ternyata seperti ini" batin Yun San yang tiba tiba berada ditepian hutan lebat. Dengan hati hati, dia mulai memasukinya.


"dimana yang lain" gumamnya, karena merasakan kesunyian. Hanya suara gemerisik dedaunan dan hembusan angin yang didengar.


"apa keberuntunganku ditempat ini" tekad Yun San sambil terus menyusuri hutan. Sambil mengamati tepat tersebut, dia juga merasakan energi yang lebih tebal daripada diluar.


Yun San terus memasuki hutan lebat. Sampai dia tak mengenal waktu, karena hatinya tampak senang akan tanaman herbal yang ditemukan.

__ADS_1


Beberapa tanaman tersebut mempunyai energi spiritual, sehingga beberapa kali Yun San keluar dari jalan setapak yang dilaluinya. Energi spiritual tersebut tak lepas dari kekuatan jiwa yang diedarkannya.


"trang,,, ting,,,," suara benturan logam terdengar samar, meskipun pendengaran Yun San sangat peka.


"sepertinya, ada yang sedang bertarung" batin Yun San sambil memperkirakan lokasinya.


Setelah menekan tahap kultvasi dan mengedarkan tehnik bayangan, dia melesat menuju lokasi yang telah diyakininya.


Sampai ditujuan, Yun San melihat dua orang sedang melawan empat orang. Walau kalah jumlah, keduanya masih mampu mengimbangi lawannya. Sedang Yun San hanya diam ditempat persembunyian dan memperhatikan pertikaian tersebut.


"hentikan" teriak salah satu dari dua orang itu.


"apa kau sudah menyerah" balas salah satu dari empat lainnya sambil melompat mundur.


"cuihhh,,,," balas yang mengajak berhenti dengan meludah.


"meskipun menang jumlah, jangan harap bisa mengalahkan kami"


"lalu apa maksudmu"


"kita telusuri gua itu bersama sama, dan hasilnya dibagi rata"


"apa kau kira kita ini, orang bodoh"


"apa mau kalian"


"kita bagi dua, kalau masing masing mendapatkan bagian maka kita rugi karena jumlah kalian ada empat orang"


Keenam orang itu, terus berunding untuk menghentikan pertikaian tersebut. Sambil menunjuk lokasi yang diperebutkan, mereka saling berdebat untuk keuntungan kelompoknya.


Cukup sengit perdebatan mereka, yang akhirnya sepakat untuk membagi dua seperti yang diajukan pihak kedua orang itu.


Dari percakapan itu, Yun San mengetahui kalau keduanya adalah wakil kekaisaran yan. Sedangkan keempat lainnya wakil dari dua kerajaan berbeda, tapi murid sekte yang sama.


Keempatnya murid sekte wudau. Sekte netral yang berada di perbatasan kerajaan wu dan kerajaan Hong. Yun San juga sempat berpikir 'apakah kerajaan Hong adalah induk dari klan Hong yang sedang diselidikinya'.


"sebaiknya aku mengikuti mereka" batin Yun San saat melihat mereka mencapai kesepakatan dan meninggalkan tempat tersebut.

__ADS_1


__ADS_2