Sang Pengelana

Sang Pengelana
HE GIAN DAN HE JOLIE


__ADS_3

Ciko dan cici sempat terkejut akan keunikan guci yang dipegangnya. Saat mulut guci diletakkan dipermukaan air, maka terlihat air dalam kolam tersedot masuk dalam guci.


"tuan memang beruntung, mendapat harta yang berharga" ucap ciko setelah air dalam kolam tersedot habis. Dan segera memasukkan guci tersebut dicincin ruang yang terkalung dilehernya.


Kolam seluas sepuluh meter persegi dengan kedalaman satu meter lebih itu, telah menjadi lubang kosong. Keduanya lalu melompat keluar dari lubang itu. Dan segera bergerak untuk keluar dari gua.


Rerumputan yang tumbuh liar dimulut gua, telah dibersihkan oleh Yun San. Saat ini, dia sedang bermeditasi dan mengedarkan kekuatan jiwanya untuk menyelidiki keadaan disekitarnya.


"kekuatan jiwaku telah meningkat dengan pesat" batin Yun San


"waktu seleksi masuk kekuatan jiwaku berada ditingkat langit, saat ini rasanya dua kali lipat dari sebelumnya" lanjut Yun San. Meskipun, keberuntungan dan pertemuan yang berharga sering menghampirinya, dia masih belum dapat memahami semuanya.


Selama ini dia lebih focus untuk mempelajari ilmu pengobatan. Bahkan jenis dan karakter tanaman dan buah langka sudah tertanam diotaknya. Walau belum semua bahan tersebut, pernah dilihatnya. Selain itu, lembaran yang disobek oleh Yun San, berisi resep kuno yang hanya dimiliki oleh klan atau sekte kuno yang saat ini keberadaannya masih diluar jangkauannya.


Perpaduan resep tersebut juga telah Yun San hafalkan, dan menggunakan pengetahuan tentang karakter bahannya. Dia dapat menggantikan beberapa bahan yang lebih sederhana, namun khasiatnya juga berkurang. Tetapi masih tergolong resep langka, sehingga dia terus berpikir untuk menyerahkan pada paviliun pil dengan bagi keuntungan seperti sebelumnya.


"oh ,,, siapa mereka" guman Yun San yang merasakan ada tiga kelompok pemuda mendekatinya.


"masih beberapa kilometer dan mereka sepertinya sangat berhati hati" batin Yun San.


Yun San segera bangkit dari meditasinya dan sedikit masuk ke gua.


"ada apa tuan" ucap ciko yang juga telah sampai ditempat itu


"aku akan menjelajahi lebih dalam, dan mencari darah binatang buas untuk meningkatkan poin ditoken ini" ucap Yun San sambil menunjukkan tokennya.


Yun San meminta keduanya untuk masuk liontin ruang dan segera menanam serta merawat tanaman obat yang dimasukkan dalam liontin. Buah buahan yang ada, boleh dimakan. Untuk buah langka yang masih bagus, Yun San minta untuk disisakan. Sebab akan digunakan sebagai bahan pil.


"tuan" ucap ciko lalu menoleh ke cici


"kalian ada apa" tanya Yun San


"setetes darah kami mungkin bisa membantu, setelah itu kami tenang dalam mengerjakan perintah tuan" ucap ciko


"boleh kalau tidak menimbulkan masalah bagi kalian" ucap Yun San lalu meletakkan koinnya ditanah.


Keduanya langsung menggigit kaki depan dan meneteskan darah dicincin token tersebut. Setelah itu Yun San segera memasukkan keduanya diliontin ruang, sebab ketiga kelompok pemuda sudah cukup dekat dengan gua yang ditempatinya. Yun San yang selalu menyembunyikan tahap kultivasinya, dengan santai keluar gua dan berjalan santai menuju bagian dalam.


"hei,,, berhenti" terdengar suara keras dari belakang. Yun San langsung berhenti dan berbalik kebelakang. Dari jauh terlihat tiga puluhan pemuda mendekatinya.


"salam, saudara dari paviliun langit, namaku Yun San" ucap Yun San setelah mereka semua berhadapan.


"aku He Gian, kami semua dari paviliun langit sepertimu" ucap pemuda yang mengaku Gian.

__ADS_1


"seharusnya kau bergabung dengan kami, bukan malah berlarian tidak jelas" teriak seorang wanita disamping He Gian.


"ada apa saudara Gian menghentikanku" balas Yun San, sambil mengabaikan teriakan wanita tersebut.


"hei,,,, kau mengabaikanku" ucap wanita terlihat penuh emosi.


"kenapa saudara Gian diam" tanya Yun San.


"plackkk" terdengar sebuah tamparan mendarat dipipi Yun San


"bagus, aku kalian hentikan hanya untuk sebuah tamparan" ucap Yun San.


"Jolie ,,, apa yang kau lakukan" ucap He Gian terlihat terkejut


"saudara Yun San, maaf, maaf, maaf, kejadian ini tidak aku duga" lanjutnya.


"tak apa apa, maaf aku tak bisa lama disini" balas Yun San


"kenapa tidak bergabung dengan kami" tanya He Gian


"setelah tamparan ini, apa aku pantas berjalan dengan kalian" jawab Yun San


"tamparan itu, untuk menyadarkanmu" teriak Jolie


"kau,,,," teriak Jolie marah


"sudah" teriak He Gian sambil menarik tangan Jolie yang akan mengejar Yun San.


Tak lama kesunyian tercipta, lima sosok tiba tiba melesat kearah Yun San.


"saudara Yun San, tunggu" suara salah seorang pemuda itu.


"ada apa" tanya Yun San tanpa menoleh.


"apakah kau benar saudara Yun San" tanya pemuda tersebut, saat didekat Yun San


"iya, kenapa" balas Yun San


"aku Han Joe dan mereka keempat adalah sahabat kecilku, bolehkah kami, mengikutimu" ucap Han Joe


"buat apa" tanya Yun San


"terus berkutat diwilayah luar, tak ada tantangan lebih yang mengugah insting bertarung kami" balas Han Joe

__ADS_1


"kenapa memilihku" tanya Yun San


"kami telah berbicara dengan senior Han Ji dan menurutnya, kami lebih baik mengikutimu" ucapnya.


"baiklah,,, ayo" ucap Yun San lalu melesat pelan. Dan kelimanya langsung mengikuti.


"pemuda sialan,,,, awas sudah mengabaikan tuan putri ini" ucap Jolie setelah Yun San pergi.


"apa yang akan kau lakukan" tanya He Gian


"aku tersinggung dengan sikapnya" ucap Jolie


"sudahlah, kita disekte yin yang, bukan diklan he" jelas He Gian


Sebagai putri dari patriak klan he, sikap arogan dan sombong masih terbawa. Sedang He Gian adalah putra dari salah satu tetua disekte he. Kedekatan dengan He Jolie sudah terjalin dari kecil. Sehingga hanya dia yang bisa berbincang santai dengannya.


"sebaiknya kita ikuti mereka" usul He Gian


"aku tak mau" ucap Jolie


"kami akan mengikuti mereka dari jauh" ucap seorang pemuda


"kau,,,," bentak Jolie


"kita lain kelompok denganmu, maaf ini keputusan kelompokku" balas pemuda itu. Bahkan kelima orang yang ikut Yun San sebelumnya adalah anggotanya. Lalu melesat menyusul Yun San bersama anggota kelompoknya.


Yun San yang telah pergi jauh, mendapati seekor ular phython yang sedang bersembunyi. Binatang buas tingkat enam tersebut terlihat kesulitan bergerak. Yun San yang sengaja mengusik agar keluar dari tempat persembunyiannya.


Dengan mendesis marah, ular tersebut keluar dari tempatnya bersembunyi.


"menghindar ,,," teriak Yun San saat ekor ular tersebut menyerang kearah mereka


"wuss ,,,, brakkkk" terdengar hembusan angin dan beberapa pohon tumbang terkena sabetannya.


"sepertinya ular itu baru saja pesta besar, sehingga kekenyangan dan sulit bergerak" ucap Yun San.


"segera serang menggunakan pedang dan kekuatan penuh, sebab tingkat ular itu diatas tahapan kalian" lanjutnya


"hiaattttt,,,," teriak kelimanya segera menyerang ular tersebut.


"dua orang serang bagian kepala, yang lain tubuh dan ekornya, buat banyak luka pada ular itu" teriak Yun San sambil terus mengamati.


Mendapat serangan bertubi tubi membuat ular itu, semakin menggila.

__ADS_1


__ADS_2